STMA4321 — Teori Antrian
1. Apa yang dimaksud dengan sistem antrean dalam teori antrean?
- A. Suatu proses produksi barang secara massal
- B. Suatu kumpulan pelanggan yang menunggu untuk mendapatkan layanan
- C. Suatu metode peramalan permintaan pasar
- D. Suatu teknik pengendalian kualitas produk
2. Manakah dari berikut ini yang termasuk dalam komponen dasar sistem antrean?
- A. Sumber daya alam
- B. Bahan baku
- C. Proses kedatangan dan proses pelayanan
- D. Modal investasi
3. Apa yang dimaksud dengan disiplin antrean?
- A. Aturan untuk menentukan urutan pelanggan yang akan dilayani
- B. Jumlah server yang tersedia
- C. Lokasi fisik tempat antrean terjadi
- D. Waktu rata-rata pelanggan menunggu
4. Dalam teori antrean, notasi Kendall digunakan untuk mendeskripsikan…
- A. Jumlah server dan kapasitas sistem
- B. Waktu antar kedatangan dan waktu pelayanan
- C. Pola kedatangan, pola pelayanan, jumlah server, dan disiplin antrean
- D. Biaya operasional sistem antrean
5. Sistem antrean yang memiliki satu server dan kapasitas antrean tidak terbatas termasuk dalam kategori…
- A. M/M/1/GD/∞/∞
- B. M/M/c/GD/∞/∞
- C. M/G/1/GD/∞/∞
- D. G/M/1/GD/∞/∞
6. Apa kepanjangan dari 'M' dalam notasi Kendall M/M/1?
- A. Markovian (distribusi eksponensial)
- B. Multiple (beberapa server)
- C. Memoryless (tanpa memori)
- D. Maximum (maksimum kapasitas)
7. Penerapan teori antrean yang paling umum ditemui dalam kehidupan sehari-hari adalah…
- A. Proses pembuatan roti di pabrik
- B. Antrean di kasir supermarket
- C. Pemasaran produk baru
- D. Penjadwalan penerbangan pesawat
8. Apa perbedaan utama antara sistem antrean dan sistem non-antrean?
- A. Tidak ada perbedaan
- B. Sistem antrean selalu memiliki banyak server
- C. Sistem antrean melibatkan waktu tunggu yang harus dijalani pelanggan
- D. Sistem non-antrean tidak memiliki pelanggan
9. Manakah dari berikut ini yang bukan merupakan contoh sistem antrean?
- A. Antrean di bank
- B. Antrean di jalan tol
- C. Proses fotosintesis tumbuhan
- D. Antrean panggilan telepon di call center
10. Tujuan utama mempelajari teori antrean adalah untuk…
- A. Membuat sistem menjadi lebih mahal
- B. Mengoptimalkan keseimbangan antara biaya menunggu dan biaya pelayanan
- C. Menambah jumlah pelanggan
- D. Memperlambat proses pelayanan
11. Dalam sistem antrean M/M/1/GD/∞/∞, distribusi waktu antar kedatangan adalah…
- A. Distribusi seragam
- B. Distribusi normal
- C. Distribusi eksponensial
- D. Distribusi Poisson
12. Rumus untuk menghitung probabilitas steady state terdapat n pelanggan dalam sistem M/M/1 adalah…
- A. Pn = (1-ρ)ρ^n
- B. Pn = ρ^n/(1-ρ)
- C. Pn = (ρ^n)/n!
- D. Pn = e^(-ρ)ρ^n/n!
13. Dalam sistem M/M/1/GD/∞/∞, parameter ρ (rho) menyatakan…
- A. Rata-rata jumlah pelanggan dalam sistem
- B. Intensitas lalu lintas atau utilisasi server
- C. Probabilitas sistem kosong
- D. Rata-rata waktu tunggu dalam antrean
14. Jika laju kedatangan (λ) lebih besar dari laju pelayanan (μ) dalam sistem M/M/1, maka sistem akan…
- A. Stabil
- B. Tidak stabil (antrean membesar tak terhingga)
- C. Otomatis menambah server
- D. Menolak semua pelanggan
15. Rumus Little's Law menyatakan hubungan antara…
- A. Laju kedatangan dan waktu pelayanan
- B. Jumlah rata-rata dalam sistem, laju kedatangan, dan waktu rata-rata dalam sistem
- C. Probabilitas sistem kosong dan jumlah server
- D. Utilisasi server dan kapasitas antrean
16. Dalam sistem M/M/1, jika laju kedatangan (λ) = 4 pelanggan per jam dan laju pelayanan (μ) = 5 pelanggan per jam, maka utilisasi server (ρ) adalah…
- A. 0,2
- B. 0,4
- C. 0,8
- D. 1,25
17. Jika utilisasi server (ρ) = 0,75 dalam sistem M/M/1, maka probabilitas sistem kosong (P0) adalah…
- A. 0,25
- B. 0,75
- C. 0,5625
- D. 0,1875
18. Pada sistem antrian M/M/1/GD/∞/∞, jika laju kedatangan rata-rata adalah 5 pelanggan per jam dan laju pelayanan rata-rata adalah 8 pelanggan per jam, berapakah probabilitas bahwa tidak ada pelanggan dalam sistem (P0)?
- A. 0,125
- B. 0,625
- C. 0,375
- D. 0,250
19. Dalam sistem antrian M/M/1/GD/∞/∞, jika tingkat kedatangan (λ) adalah 10 per jam dan tingkat pelayanan (μ) adalah 15 per jam, berapakah rata-rata jumlah pelanggan dalam sistem (L)?
- A. 1,5 pelanggan
- B. 2,0 pelanggan
- C. 2,5 pelanggan
- D. 3,0 pelanggan
20. Pada sistem antrian M/M/1/GD/K/∞, kapasitas sistem adalah K. Jika laju kedatangan efektif berbeda dengan laju kedatangan nominal, manakah pernyataan yang benar tentang laju kedatangan efektif (λe)?
- A. λe = λ × (1 – PK)
- B. λe = λ × PK
- C. λe = λ × (1 – P0)
- D. λe = λ × P0
21. Sistem antrian M/M/1/GD/K/∞ memiliki λ = 4 per jam, μ = 6 per jam, dan K = 5. Berapakah probabilitas sistem kosong (P0)?
- A. 0,365
- B. 0,521
- C. 0,438
- D. 0,682
22. Dalam sistem antrian M/M/1/GD/K/∞ dengan λ = 3 per jam, μ = 5 per jam, dan K = 4, berapakah probabilitas sistem penuh (P4)?
- A. 0,045
- B. 0,076
- C. 0,102
- D. 0,134
23. Pada sistem antrian M/M/1/GD/K/∞, jika diketahui λ = 7 per jam, μ = 9 per jam, dan K = 3, hitunglah rata-rata jumlah pelanggan dalam antrian (Lq).
- A. 0,84
- B. 1,20
- C. 1,50
- D. 0,65
24. Sistem antrian M/M/1/GD/K/∞ memiliki parameter λ = 2 per jam, μ = 4 per jam, dan K = 6. Hitunglah rata-rata waktu menunggu dalam antrian (Wq) dalam jam.
- A. 0,15 jam
- B. 0,10 jam
- C. 0,20 jam
- D. 0,25 jam
25. Dalam sistem antrian M/M/1/GD/K/∞, jika λ = 6 per jam, μ = 10 per jam, dan K = 8, berapakah probabilitas ada tepat 3 pelanggan dalam sistem (P3)?
- A. 0,082
- B. 0,110
- C. 0,096
- D. 0,125
26. Pada sistem antrian M/M/1/GD/K/∞, manakah rumus yang tepat untuk menghitung laju kedatangan efektif (λe)?
- A. λe = λ × (1 – PK)
- B. λe = λ × (1 – P0)
- C. λe = λ × P0
- D. λe = λ × PK
27. Sistem antrian M/M/1/GD/K/∞ memiliki λ = 9 per jam, μ = 12 per jam, dan K = 4. Hitunglah rata-rata jumlah pelanggan dalam sistem (L).
- A. 2,35
- B. 2,10
- C. 1,85
- D. 2,60
28. Pada sistem antrian M/M/c/GD/∞/∞, jika λ = 8 per jam, μ = 5 per jam, dan jumlah server c = 2, berapakah probabilitas bahwa semua server sibuk?
- A. 0,410
- B. 0,720
- C. 0,650
- D. 0,540
29. Sistem antrian M/M/c/GD/∞/∞ memiliki λ = 10 per jam, μ = 4 per jam, dan c = 3. Berapakah probabilitas sistem kosong (P0)?
- A. 0,045
- B. 0,065
- C. 0,085
- D. 0,105
30. Pada sistem antrian M/M/c/GD/∞/∞, jika λ = 12 per jam, μ = 6 per jam, dan c = 3, hitunglah rata-rata jumlah pelanggan dalam antrian (Lq).
- A. 0,25
- B. 0,50
- C. 1,00
- D. 0,75
31. Sistem antrian M/M/c/GD/∞/∞ memiliki λ = 15 per jam, μ = 8 per jam, dan c = 2. Berapakah rata-rata waktu menunggu dalam antrian (Wq) dalam jam?
- A. 0,10 jam
- B. 0,20 jam
- C. 0,30 jam
- D. 0,40 jam
32. Pada sistem antrian M/M/c/GD/∞/∞, manakah yang benar jika ρ >= 1?
- A. Sistem mencapai steady state
- B. Antrian akan menjadi tak terhingga
- C. Probabilitas sistem kosong positif
- D. Rata-rata waktu pelayanan meningkat
33. Sistem antrian M/M/c/GD/∞/∞ memiliki λ = 6 per jam, μ = 3 per jam, dan c = 2. Hitunglah probabilitas bahwa ada tepat 2 pelanggan dalam sistem (P2).
- A. 0,10
- B. 0,25
- C. 0,20
- D. 0,15
34. Sistem antrian M/M/c/GD/∞/∞ memiliki λ = 18 per jam, μ = 10 per jam, dan c = 2. Hitunglah rata-rata jumlah pelanggan dalam sistem (L).
- A. 3,5
- B. 5,5
- C. 4,5
- D. 6,5
35. Pada sistem antrean M/M/c/GD/∞/∞, jika laju kedatangan rata-rata λ = 10 pelanggan per jam dan laju pelayanan rata-rata per server μ = 4 pelanggan per jam, maka jumlah server c minimal agar antrean stabil adalah
- A. 2
- B. 4
- C. 3
- D. 5
36. Dalam sistem M/M/c/GD/∞/∞, notasi GD mengindikasikan disiplin antrean yang digunakan adalah
- A. General Discipline
- B. First Come First Served
- C. Last Come First Served
- D. Random Service
37. Pada sistem M/M/c/GD/∞/∞ dengan c = 2, λ = 6 per jam, μ = 4 per jam, maka utilitas sistem ρ adalah
- A. 0,50
- B. 0,75
- C. 1,00
- D. 1,50
38. Pada sistem antrean M/M/c/GD/K/∞ dengan c = 2, K = 5, λ = 8 per jam, μ = 3 per jam, maka jumlah maksimum pelanggan dalam sistem adalah
- A. 2
- B. 3
- C. 5
- D. 8
39. Dalam sistem M/M/c/GD/K/∞, jika kapasitas sistem K lebih kecil dari jumlah server c, maka
- A. antrean tidak akan pernah terbentuk
- B. sistem tidak dapat beroperasi
- C. semua server selalu sibuk
- D. laju kedatangan efektif sama dengan laju kedatangan
40. Pada sistem M/M/c/GD/K/∞ dengan c = 3, K = 5, λ = 12 per jam, μ = 5 per jam, probabilitas sistem kosong P0 adalah 0,05, maka probabilitas 4 pelanggan dalam sistem adalah 0,10. Berapa probabilitas sistem penuh?
- A. 0,05
- B. 0,15
- C. 0,10
- D. 0,20
41. Dalam sistem M/M/c/GD/K/∞ dengan c = 1, K = 3, λ = 5 per jam, μ = 4 per jam, laju kedatangan efektif λ_eff adalah
- A. 4,0 per jam
- B. 5,5 per jam
- C. 5,0 per jam
- D. 4,5 per jam
42. Sistem M/M/c/GD/K/∞ memiliki parameter c=2, K=4, μ=6 per jam, λ=10 per jam. Nilai probabilitas sistem kosong P0 adalah 0,20. Maka probabilitas bahwa kedua server sibuk adalah 0,40. Berapa probabilitas tepat 1 pelanggan dalam sistem?
- A. 0,30
- B. 0,20
- C. 0,40
- D. 0,50
43. Pada sistem M/M/c/GD/K/∞, jika c=3, K=6, maka jumlah posisi dalam antrean maksimum adalah
- A. 2
- B. 4
- C. 3
- D. 5
44. Dalam sistem M/M/c/GD/K/∞ dengan c=2, K=5, dan probabilitas sistem kosong P0=0,10, probabilitas 1 pelanggan P1=0,15, probabilitas 2 pelanggan P2=0,20, probabilitas 3 pelanggan P3=0,25, probabilitas 4 pelanggan P4=0,20, maka probabilitas sistem penuh adalah
- A. 0,05
- B. 0,20
- C. 0,15
- D. 0,10
45. Pada sistem M/M/c/GD/K/∞, jika laju kedatangan λ lebih kecil dari laju pelayanan total cμ, maka
- A. antrean akan selalu panjang
- B. sistem tidak pernah penuh
- C. probabilitas sistem kosong mendekati 1
- D. sistem tetap memiliki kemungkinan penuh karena kapasitas terbatas
46. Sistem antrean M/M/c/GD/K/∞ dengan c=1, K=2, λ=3 per jam, μ=4 per jam. Berapa probabilitas tepat 2 pelanggan dalam sistem?
- A. 0,12
- B. 0,24
- C. 0,18
- D. 0,30
47. Pada sistem M/M/c/GD/K/∞, parameter c=4, K=7, maka jumlah server yang tersedia untuk melayani adalah
- A. 5
- B. 4
- C. 6
- D. 7
48. Pada sistem antrean M/G/1, notasi G menunjukkan distribusi
- A. pelayanan umum
- B. kedatangan umum
- C. jumlah server umum
- D. kapasitas umum
49. Dalam sistem M/G/1 dengan laju kedatangan λ=5 per jam dan rata-rata waktu pelayanan 1/μ=0,2 jam, maka rata-rata jumlah pelanggan dalam sistem L menurut rumus Pollaczek-Khintchine adalah 2,5. Berapa rata-rata waktu tunggu dalam antrean Wq?
- A. 0,2 jam
- B. 0,5 jam
- C. 0,4 jam
- D. 0,3 jam
50. Rumus Pollaczek-Khintchine untuk sistem M/G/1 digunakan untuk menghitung
- A. rata-rata jumlah pelanggan dalam sistem
- B. probabilitas kedatangan
- C. distribusi waktu pelayanan
- D. jumlah server optimal
51. Pada sistem M/G/1, jika varians waktu pelayanan meningkat, maka yang terjadi adalah
- A. rata-rata waktu tunggu menurun
- B. probabilitas sistem kosong meningkat
- C. rata-rata jumlah pelanggan dalam antrean meningkat
- D. laju kedatangan berkurang
52. Sistem antrean M/G/1 memiliki distribusi waktu kedatangan yang mengikuti proses Poisson. Notasi M pada posisi pertama menunjukkan bahwa waktu antar kedatangan berdistribusi …
- A. Normal
- B. General
- C. Eksponensial
- D. Deterministik
53. Dalam sistem antrean M/G/1, syarat agar tercapai kondisi steady state adalah …
- A. λ > μ
- B. λ < μ
- C. λ = μ
- D. λ >= μ
54. Rumus Pollaczek-Khinchin (PK) digunakan untuk menghitung rata-rata jumlah pelanggan dalam sistem antrean M/G/1. Rata-rata jumlah pelanggan dalam antrean (Lq) dinyatakan oleh rumus …
- A. Lq = (λ^2 * σ^2 + ρ^2) / (2(1-ρ))
- B. Lq = (λ^2 * σ^2 + ρ^2) / (2ρ)
- C. Lq = (λ^2 * σ^2 + ρ^2) / (2)
- D. Lq = (λ^2 * σ^2 + ρ^2) / (2(1+ρ))
55. Jika dalam sistem M/G/1 diketahui λ = 2 pelanggan per jam, rata-rata waktu pelayanan E(S) = 0,3 jam, dan variansi waktu pelayanan σ^2 = 0,04 jam^2, maka nilai ρ adalah …
- A. 0,6
- B. 0,4
- C. 0,2
- D. 0,8
56. Sistem antrean M/G/c memiliki c pelayan paralel dengan waktu kedatangan berdistribusi Poisson. Notasi G pada posisi kedua menunjukkan bahwa waktu pelayanan berdistribusi …
- A. Eksponensial
- B. General atau umum
- C. Normal
- D. Deterministik
57. Untuk sistem M/G/c, intensitas lalu lintas per server dinyatakan sebagai ρ = λ/(cμ). Syarat steady state sistem ini adalah …
- A. ρ = 1
- B. ρ > 1
- C. ρ < 1
- D. ρ >= 1
58. Dalam sistem M/G/c, jika λ = 5 pelanggan per jam, μ = 2 pelanggan per jam per server, dan c = 3 server, maka nilai ρ adalah …
- A. 0,83
- B. 0,67
- C. 0,33
- D. 1,00
59. Salah satu pendekatan untuk menganalisis sistem M/G/c adalah menggunakan pendekatan dengan distribusi Erlang. Probabilitas bahwa semua server sibuk dalam M/G/c disebut …
- A. Probabilitas idle
- B. Probabilitas antrean
- C. Probabilitas blocking
- D. Probabilitas pelayanan
60. Pada sistem M/G/c dengan disiplin antrean GD (General Discipline), jika jumlah server c = 2 dan ρ = 0,4, maka rata-rata jumlah pelanggan yang menunggu dalam antrean (Lq) diperkirakan menggunakan rumus pendekatan. Rumus pendekatan Lq untuk M/G/c adalah …
- A. Lq = (λ^2 * σ^2 + ρ^2) / (2(1-ρ)) * (c^2)
- B. Lq = (λ^2 * σ^2 + ρ^2) / (2(1-ρ)) * (c!)/((c-1)!)
- C. Lq = (λ^2 * σ^2 + ρ^2) / (2(1-ρ)) * (1)
- D. Lq = (λ^2 * σ^2 + ρ^2) / (2(1-ρ)) * (c)
61. Dalam sistem M/G/c, jika tidak ada formula eksak untuk menghitung Lq, salah satu metode pendekatan yang sering digunakan adalah menggunakan …
- A. Formula Little
- B. Formula Pollaczek – Khinchin yang dimodifikasi
- C. Formula Erlang C
- D. Formula Erlang B
62. Jika dalam M/G/c diketahui λ = 8 per jam, μ = 3 per jam, c = 4, dan tidak ada pelanggan yang menunggu (antrean nol), maka probabilitas sistem dalam keadaan steady state memiliki semua server idle adalah …
- A. 0,05
- B. 0,01
- C. 0,10
- D. 0,20
63. Sistem antrean G/M/1 adalah kebalikan dari M/G/1, di mana waktu pelayanan berdistribusi eksponensial, sedangkan waktu antar kedatangan berdistribusi …
- A. General
- B. Eksponensial
- C. Poisson
- D. Normal
64. Pada sistem G/M/1, syarat steady state adalah bahwa laju kedatangan rata-rata harus lebih kecil dari laju pelayanan rata-rata. Jika λ adalah laju kedatangan rata-rata dan μ adalah laju pelayanan, maka syaratnya adalah …
- A. λ > μ
- B. λ < μ
- C. λ <= μ
- D. λ = μ
65. Dalam G/M/1, distribusi waktu antar kedatangan adalah general. Untuk menghitung rata-rata jumlah pelanggan dalam sistem, salah satu parameter penting adalah akar persamaan karakteristik yang memenuhi …
- A. λ * F(t) = μ
- B. λ * (1 – F(t)) = t
- C. μ * (1 – F(t)) = t
- D. λ * (1 – F(t)) = μ
66. Sistem G/M/1 dapat diselesaikan dengan metode embedded Markov chain pada titik-titik kedatangan. Pada titik kedatangan, jumlah pelanggan dalam sistem disebut …
- A. State proses
- B. State diskrit
- C. State kontinu
- D. State embedded
67. Dalam sistem G/M/1, jika waktu antar kedatangan berdistribusi Erlang dengan parameter k dan λ, maka distribusi tersebut termasuk dalam kelas distribusi general. Notasi untuk distribusi Erlang dalam notasi Kendall adalah …
- A. M
- B. G
- C. D
- D. E
68. Untuk sistem G/M/1 dengan λ = 2 dan μ = 5, probabilitas bahwa sistem dalam keadaan idle (P0) dapat dihitung menggunakan rumus yang melibatkan akar persamaan karakteristik. Jika akar persamaan karakteristik σ = 0,4, maka P0 = 1 – σ. Nilai P0 adalah …
- A. 0,4
- B. 0,2
- C. 0,8
- D. 0,6
69. Dalam sistem antrean M/G/1, distribusi waktu pelayanan manakah yang bersifat general?
- A. Eksponensial
- B. Sembarang
- C. Deterministik
- D. Poisson
70. Rumus Pollaczek-Khinchin digunakan pada sistem antrean M/G/1 untuk menghitung apa?
- A. Jumlah server
- B. Probabilitas sistem kosong
- C. Distribusi waktu antar kedatangan
- D. Rata-rata jumlah pelanggan dalam sistem (L)
71. Pada sistem M/G/1/GD/∞/∞, jika rata-rata waktu pelayanan 1/μ dan variansi waktu pelayanan σ^2, maka rumus L = ?
- A. ρ/(1-ρ)
- B. ρ + (λ^2 σ^2 + ρ^2)/(2(1-ρ))
- C. λ/(μ-λ)
- D. ρ + ρ^2/(1-ρ)
72. Dalam sistem M/G/1, jika waktu pelayanan konstan (deterministik), maka nilai variansi waktu pelayanan adalah?
- A. 1/μ^2
- B. 0
- C. 1/μ
- D. ρ
73. Syarat stabilitas pada sistem antrean M/G/1 adalah?
- A. λ = μ
- B. λ > μ
- C. λ < μ
- D. λ >= μ
74. Pada sistem G/M/c, G pada notasi tersebut menunjukkan?
- A. Distribusi waktu pelayanan general
- B. Kapasitas sistem terbatas
- C. Jumlah server tak terhingga
- D. Distribusi waktu antar kedatangan general
75. Dalam sistem antrean G/M/c, waktu antar kedatangan dapat mengikuti distribusi apa?
- A. Hanya eksponensial
- B. Hanya Poisson
- C. Hanya deterministik
- D. Sembarang distribusi
76. Pada G/M/c, probabilitas steady state biasanya diselesaikan menggunakan metode?
- A. Distribusi Poisson
- B. Rumus Pollaczek-Khinchin
- C. Embedded Markov chain
- D. Proses kelahiran-kematian
77. Jika dalam G/M/c terdapat c server dan ρ < 1, maka sistem dikatakan?
- A. Stabil
- B. Tidak stabil
- C. Overloaded
- D. Jenuh
78. Parameter penting dalam analisis G/M/c adalah?
- A. Variansi waktu pelayanan
- B. Distribusi waktu antar kedatangan
- C. Semua benar
- D. Jumlah server c
79. Salah satu ukuran kinerja utama pada G/M/c adalah Wq, yang berarti?
- A. Rata-rata waktu dalam antrian
- B. Rata-rata waktu dalam sistem
- C. Jumlah pelanggan dalam sistem
- D. Probabilitas sistem kosong
80. Pada G/M/c, jika semua server sibuk, kedatangan baru akan?
- A. Masuk antrian
- B. Langsung dilayani
- C. Ditolak
- D. Beralih ke server lain
81. Sistem antrean G/M/c menggunakan disiplin antrian apa?
- A. Prioritas
- B. LIFO
- C. FIFO
- D. Random
82. Notasi G/G/1 pada sistem antrean berarti?
- A. Kedatangan dan pelayanan eksponensial, 1 server
- B. Kedatangan general, pelayanan eksponensial, 1 server
- C. Kedatangan Poisson, pelayanan general, 1 server
- D. Kedatangan dan pelayanan general dengan 1 server
83. Dalam sistem antrean G/G/1 dan G/G/c, analisis steady state sering menggunakan pendekatan?
- A. Aproksimasi dan simulasi
- B. Eksak
- C. Rumus tertutup
- D. Metode martingale
84. Salah satu rumus aproksimasi untuk rata-rata waktu dalam antrian Wq pada G/G/1 adalah menggunakan rumus?
- A. Pollaczek-Khinchin
- B. Allen-Cunneen
- C. Little's law
- D. Erlang
85. Sistem antrian G/G/1 memiliki notasi yang berarti kedatangan dan pelayanan bersifat umum. Dalam analisis sistem G/G/1, parameter yang paling penting untuk mengukur kinerja antrian adalah koefisien variasi dari waktu kedatangan dan waktu pelayanan. Jika diketahui koefisien variasi kedatangan (C_a^2) = 1,5 dan koefisien variasi pelayanan (C_s^2) = 0,5, maka perkiraan waktu tunggu rata-rata dalam antrian (W_q) menggunakan pendekatan Allen-Cunneen adalah…
- A. W_q ≈ ( (C_a^2 * C_s^2) ) * W_q(M/M/1)
- B. W_q ≈ ( (C_a^2 + C_s^2) ) * W_q(M/M/1)
- C. W_q ≈ ( (C_a^2 – C_s^2)/2 ) * W_q(M/M/1)
- D. W_q ≈ ( (C_a^2 + C_s^2)/2 ) * W_q(M/M/1)
86. Dalam sistem antrian G/G/1, faktor pemanfaatan server (utilisasi) dinyatakan dengan ρ = λ/μ. Jika laju kedatangan λ = 3 pelanggan per jam dan laju pelayanan μ = 5 pelanggan per jam, maka utilisasi sistem adalah…
- A. 0,3
- B. 0,6
- C. 0,5
- D. 0,8
87. Untuk sistem antrian G/G/c, pendekatan Allen-Cunneen memberikan perkiraan waktu tunggu rata-rata dalam antrian. Jika kapasitas sistem tidak terbatas dan jumlah server c = 2, dengan laju kedatangan λ = 4 per jam, laju pelayanan μ = 3 per jam, C_a^2 = 1,2, dan C_s^2 = 0,8, maka salah satu langkah awal yang harus dilakukan adalah menghitung utilisasi per server. Utilisasi per server (ρ) adalah…
- A. 4/3
- B. 1
- C. 3/4
- D. 2/3
88. Dalam sistem antrian G/G/1, jika waktu kedatangan dan waktu pelayanan memiliki distribusi sembarang, rumus Pollaczek-Khintchine tidak langsung berlaku. Pendekatan yang sering digunakan untuk memperkirakan waktu tunggu rata-rata adalah pendekatan Allen-Cunneen. Diketahui W_q(M/M/1) = 1,2 jam, C_a^2 = 2,0, dan C_s^2 = 1,0. Maka perkiraan W_q(G/G/1) adalah…
- A. 1,8 jam
- B. 1,2 jam
- C. 0,6 jam
- D. 2,4 jam
89. Pada sistem antrian G/G/c, waktu pelayanan rata-rata E(S) = 0,4 jam, laju kedatangan λ = 6 pelanggan per jam, dan jumlah server c = 3. Utilisasi per server (ρ) adalah…
- A. 0,6
- B. 0,2
- C. 0,4
- D. 0,8
90. Sistem antrian G/G/1 dengan koefisien variasi kedatangan dan pelayanan yang sama besar (C_a^2 = C_s^2 = 1) akan menghasilkan waktu tunggu yang setara dengan sistem…
- A. G/M/1
- B. M/G/1
- C. M/M/1
- D. D/D/1
91. Dalam pendekatan Allen-Cunneen untuk sistem G/G/1, faktor koreksi yang digunakan adalah (C_a^2 + C_s^2)/2. Jika C_a^2 = 0,5 dan C_s^2 = 1,5, maka faktor koreksi tersebut bernilai…
- A. 0,5
- B. 1,0
- C. 1,5
- D. 2,0
92. Dalam model keputusan antrian berdasarkan ongkos, tujuan utama adalah meminimumkan total ongkos yang terdiri dari ongkos pelayanan dan ongkos menunggu. Jika ongkos menunggu per satuan waktu per pelanggan adalah C_w dan rata-rata jumlah pelanggan dalam sistem adalah L, maka total ongkos menunggu per satuan waktu adalah…
- A. C_w / L
- B. C_w * L
- C. C_w + L
- D. C_w – L
93. Sebuah perusahaan memiliki dua alternatif jumlah server: 1 server dengan biaya tetap Rp 50.000 per jam, dan 2 server dengan biaya tetap Rp 80.000 per jam. Ongkos menunggu per pelanggan per jam adalah Rp 10.000. Rata-rata jumlah pelanggan dalam sistem untuk 1 server adalah 8 pelanggan, dan untuk 2 server adalah 3 pelanggan. Total ongkos per jam untuk 2 server adalah…
- A. Rp 90.000
- B. Rp 100.000
- C. Rp 110.000
- D. Rp 120.000
94. Dalam model keputusan antrian, jika ongkos pelayanan per server per satuan waktu adalah C_s dan jumlah server adalah c, maka total ongkos pelayanan per satuan waktu adalah…
- A. C_s – c
- B. C_s / c
- C. C_s + c
- D. C_s * c
95. Diketahui ongkos menunggu per jam per pelanggan adalah Rp 15.000, dan rata-rata waktu yang dihabiskan pelanggan dalam sistem (W) adalah 0,5 jam, dengan laju kedatangan λ = 10 pelanggan per jam. Total ongkos menunggu per jam adalah…
- A. Rp 75.000
- B. Rp 80.000
- C. Rp 70.000
- D. Rp 50.000
96. Dalam model keputusan ongkos, jika ongkos pelayanan per server per jam adalah Rp 20.000 dan ongkos menunggu per pelanggan per jam adalah Rp 5.000, maka untuk mencapai titik optimal jumlah server, kita harus membandingkan total ongkos untuk berbagai c. Jika untuk c=3 total ongkos Rp 85.000, dan untuk c=4 total ongkos Rp 80.000, maka keputusan terbaik adalah…
- A. menggunakan 3 server
- B. menggunakan 5 server
- C. menggunakan 4 server
- D. menggunakan 2 server
97. Jika ongkos tetap per server per jam adalah Rp 100.000, dan total ongkos menunggu untuk suatu konfigurasi server adalah Rp 50.000 per jam, maka total ongkos sistem untuk 2 server adalah…
- A. Rp 150.000
- B. Rp 200.000
- C. Rp 250.000
- D. Rp 300.000
98. Sebuah pusat layanan memiliki ongkos pelayanan per jam sebesar Rp 30.000 per server. Laju kedatangan λ = 20 pelanggan per jam, dan laju pelayanan μ = 10 pelanggan per jam per server. Dengan c=3 server, utilisasi per server adalah…
- A. 0,67
- B. 0,50
- C. 0,75
- D. 0,80
99. Dalam model ongkos antrian, jika ongkos menunggu per jam per pelanggan sangat tinggi dibanding ongkos pelayanan, maka keputusan yang tepat adalah…
- A. mengurangi jumlah server
- B. menambah jumlah server
- C. mempertahankan jumlah server tetap
- D. menurunkan laju kedatangan
100. Total ongkos sistem per jam dinyatakan dengan TC = C_s * c + C_w * L. Jika C_s = Rp 40.000, c = 2, C_w = Rp 10.000, dan L = 6, maka TC adalah…
- A. Rp 140.000
- B. Rp 120.000
- C. Rp 100.000
- D. Rp 80.000
Latihan Tambahan dengan AI
Salin prompt di bawah ini, lalu tempelkan ke ChatGPT, Gemini, Claude, atau AI lainnya untuk mendapatkan 50 soal latihan baru dengan materi yang sama. Soal yang dihasilkan AI akan berbeda dari soal di halaman ini.