STIK4243 — Analisis Runtun Waktu
1. Seorang peneliti memiliki data tingkat inflasi bulanan Indonesia selama 10 tahun terakhir. Ia ingin memahami pola musiman dan tren untuk merancang kebijakan moneter. Kegiatan ini paling mencerminkan salah satu tujuan utama analisis runtun waktu, yaitu…
- A. mengelompokkan data ke dalam cluster berdasarkan kemiripan pola
- B. menguji hubungan kausal antara inflasi dan variabel ekonomi lainnya
- C. merancang kebijakan pengendalian berdasarkan pemahaman mekanisme data
- D. menghitung rata-rata dan standar deviasi data secara deskriptif
2. Perbedaan mendasar antara data runtun waktu dan data cross-section terletak pada…
- A. skala pengukuran variabel yang digunakan
- B. dimensi waktu yang melekat pada pengamatan
- C. jumlah variabel yang terlibat dalam analisis
- D. metode statistik yang dapat diterapkan
3. Komponen deret waktu yang menunjukkan fluktuasi jangka panjang yang tidak memiliki periode tetap dan sering dikaitkan dengan siklus bisnis adalah…
- A. siklus
- B. musiman
- C. tren
- D. ketidakteraturan
4. Pak Budi mengamati data penjualan sepeda motor di dealer-nya setiap bulan selama lima tahun. Ia mencatat penjualan selalu meningkat tajam di bulan Desember dan menurun di bulan Januari. Pola ini termasuk komponen…
- A. tren
- B. siklus
- C. musiman
- D. ketidakteraturan
5. Yang dimaksud dengan interval yang sama dalam pengertian data runtun waktu adalah…
- A. data dikumpulkan oleh peneliti yang sama sepanjang waktu
- B. jumlah data pada setiap periode pengamatan adalah identik
- C. setiap pengamatan memiliki nilai yang berada pada rentang tertentu
- D. jarak antar waktu pencatatan bersifat konstan dan seragam
6. Manakah dari berikut ini yang paling tepat menggambarkan ketidakteraturan dalam komponen deret waktu…
- A. lonjakan harga saham akibat isu politik yang tak terduga
- B. peningkatan penjualan es krim setiap musim kemarau
- C. pertumbuhan PDB yang terus naik selama lima tahun terakhir
- D. fluktuasi penjualan ritel yang berulang tiap akhir pekan
7. Pendekatan iteratif Box-Jenkins dalam pemodelan runtun waktu menekankan bahwa…
- A. siklus identifikasi, estimasi, dan diagnostic checking diulang sampai model memadai
- B. pemodelan hanya melibatkan satu tahap estimasi parameter
- C. model dipilih berdasarkan jumlah parameter terbanyak agar akurat
- D. identifikasi model dilakukan setelah semua parameter ditaksir
8. Prinsip parsimoni dalam pemodelan Box-Jenkins berarti…
- A. memilih model dengan residual terkecil tanpa memperhatikan jumlah parameter
- B. menggunakan seluruh data historis untuk menaksir sebanyak mungkin parameter
- C. memilih model dengan parameter sesedikit mungkin yang masih memenuhi kriteria kecocokan
- D. menyeragamkan jumlah parameter untuk semua model kandidat
9. Seorang analis mencoba tiga model ARIMA berbeda untuk data penjualan bulanan. Model pertama memiliki AIC 320, model kedua AIC 315, dan model ketiga AIC 318. Berdasarkan kriteria informasi saja, model manakah yang lebih direkomendasikan…
- A. model kedua, karena memiliki nilai AIC paling rendah
- B. model pertama, karena memiliki struktur paling kompleks
- C. model ketiga, karena berada di tengah-tengah nilai AIC
- D. ketiga model setara, karena perbedaan AIC tidak signifikan
10. Dalam praktik pemodelan Box-Jenkins, diagnostic checking bertujuan untuk…
- A. menguji apakah residual model bersifat white noise melalui analisis autokorelasi
- B. memperkirakan nilai awal parameter model sebelum estimasi
- C. menghitung rata-rata data historis sebagai dasar peramalan
- D. menentukan jumlah data minimum yang diperlukan dalam estimasi
11. PT Maju Jaya memiliki data inventori harian yang menunjukkan tren naik tidak konstan. Analis menerapkan pemodelan ARIMA dengan membagi data menjadi data pelatihan dan data pengujian untuk memeriksa keakuratan ramalan. Teknik ini disebut…
- A. overfitting
- B. diferensing
- C. identifikasi model
- D. validasi silang
12. Dalam iterasi Box-Jenkins, urutan tahapan yang benar adalah…
- A. diagnostic checking, identifikasi, estimasi
- B. identifikasi, estimasi, diagnostic checking
- C. estimasi, identifikasi, diagnostic checking
- D. identifikasi, diagnostic checking, estimasi
13. Koefisien autokorelasi pada lag k mengukur…
- A. korelasi antara pengamatan waktu t dan t-k setelah menghilangkan pengaruh linear pengamatan di antaranya
- B. korelasi antara residual model pada waktu t dan t-k
- C. korelasi antara pengamatan waktu t dan variabel prediktor eksternal pada lag k
- D. korelasi antara pengamatan waktu t dan t-k tanpa menghilangkan pengaruh pengamatan di antaranya
14. Perbedaan utama antara fungsi autokorelasi (FAK) dan fungsi autokorelasi parsial (FAKP) adalah bahwa FAKP…
- A. tidak dapat digunakan untuk identifikasi orde model
- B. hanya diterapkan pada model yang sudah stasioner
- C. selalu bernilai lebih kecil dibandingkan FAK pada lag yang sama
- D. mengabaikan pengaruh linear pengamatan di antara t dan t-k
15. Seorang analis mengamati plot FAK dari suatu data runtun waktu. Pada lag 1 nilai FAK tinggi, kemudian menurun secara eksponensial pada lag 2 dan 3. Pola ini paling sesuai untuk mengidentifikasi model…
- A. MA(1)
- B. AR(1)
- C. ARMA(2,1)
- D. MA(2)
16. Istilah lag dalam analisis runtun waktu merujuk pada…
- A. selisih antara nilai maksimum dan minimum dalam data
- B. jumlah total pengamatan dalam satu periode musiman
- C. selisih atau jeda waktu antara dua pengamatan
- D. selisih antara nilai ramalan dan nilai aktual
17. Suatu rangkaian data suhu harian Kota Bandung selama Januari 2024 merupakan contoh…
- A. proses stokastik
- B. realisasi
- C. model runtun waktu
- D. fungsi autokorelasi
18. Seorang mahasiswa menghitung korelasi antara data curah hujan hari ini dengan curah hujan tiga hari sebelumnya setelah menghilangkan pengaruh linear dari curah hujan pada satu dan dua hari sebelumnya. Mahasiswa tersebut sedang menghitung…
- A. Fungsi autokorelasi pada lag 3
- B. Fungsi autokorelasi parsial pada lag 3
- C. Koefisien korelasi Pearson biasa
- D. Fungsi autokorelasi pada lag 1
19. Suatu mekanisme probabilistik yang mendasari terbentuknya data runtun waktu disebut…
- A. Realisasi
- B. Model deterministik
- C. Fungsi autokorelasi
- D. Proses stokastik
20. Seorang analis mengamati data penjualan harian suatu toko selama satu bulan. Data yang tercatat tersebut, menurut terminologi analisis runtun waktu, disebut sebagai…
- A. Proses stokastik
- B. Model ARIMA
- C. Realisasi
- D. Fungsi autokorelasi
21. Perbedaan paling mendasar antara proses stokastik dan realisasi adalah…
- A. Proses stokastik adalah mekanisme probabilistik, realisasi adalah data konkret hasil amatan
- B. Proses stokastik adalah data, realisasi adalah persamaan
- C. Proses stokastik bersifat deterministik, realisasi bersifat probabilistik
- D. Proses stokastik hanya ada dalam model linear, realisasi dalam model non-linear
22. PT Nusantara Sejahtera memiliki data harian harga saham selama tiga tahun. Manajemen ingin membuat model yang menggambarkan struktur ketergantungan antar harga saham pada berbagai waktu. Langkah ini termasuk dalam…
- A. Membentuk model runtun waktu
- B. Melakukan diferensing
- C. Menghitung fungsi autokorelasi
- D. Mengidentifikasi komponen musiman
23. Jika suatu proses stokastik memiliki rata-rata dan varians yang konstan, serta kovarians antara dua pengamatan hanya bergantung pada jeda waktu di antaranya, maka proses tersebut bersifat…
- A. Non-stasioner total
- B. Stasioner lemah
- C. Invertibel
- D. Deterministik
24. Suatu model matematis yang merepresentasikan struktur ketergantungan dalam data runtun waktu tetapi tidak mencakup komponen acak disebut…
- A. Model stokastik
- B. Model probabilistik
- C. Model deterministik
- D. Model ARIMA
25. Bu Rina membandingkan dua model ARIMA untuk data penjualan bulanannya. Model X memiliki 3 parameter dengan AIC 250, sedangkan Model Y memiliki 5 parameter dengan AIC 248. Berdasarkan prinsip parsimoni dan kriteria informasi…
- A. Kedua model sama baiknya
- B. Model Y lebih baik karena AIC-nya lebih kecil
- C. Model X lebih baik karena lebih parsimonious dengan AIC yang hampir sama
- D. Perlu menambah parameter lagi pada kedua model
26. Seorang analis mengevaluasi tiga model ARIMA: Model P (p=1, d=0, q=0, AIC=300), Model Q (p=2, d=0, q=1, AIC=295), Model R (p=1, d=0, q=1, AIC=298). Jika menggunakan AIC sebagai kriteria pemilihan model terbaik…
- A. Model P karena paling sederhana
- B. Model P karena beda AIC dengan Q tidak signifikan
- C. Model R karena seimbang antara AR dan MA
- D. Model Q karena AIC paling kecil
27. Setelah mengestimasi model ARIMA, analis memeriksa apakah residual model tidak lagi mengandung struktur autokorelasi. Tahap ini disebut…
- A. Identifikasi model
- B. Estimasi parameter
- C. Peramalan
- D. Diagnostic checking
28. Kriteria Informasi Akaike (AIC) dalam pemilihan model ARIMA digunakan untuk…
- A. Menguji stasionaritas model
- B. Mengukur keseimbangan antara kecocokan model dan jumlah parameter
- C. Menentukan order diferensing yang tepat
- D. Menghitung koefisien autokorelasi residual
29. Seorang peneliti menguji model ARIMA(1,0,1) dan menemukan bahwa residualnya tidak white noise. Langkah yang PALING tepat sesuai iterasi Box-Jenkins adalah…
- A. Menerima model dan melanjutkan ke peramalan
- B. Menambah data observasi
- C. Mengidentifikasi ulang model lain yang lebih memadai
- D. Mengganti metode estimasi tanpa mengubah model
30. PT Mega Retail ingin memilih model ARIMA terbaik dari beberapa kandidat. Analis menggunakan kriteria informasi dan prinsip parsimoni secara bersama-sama. Manakah situasi yang PALING mencerminkan prinsip parsimoni…
- A. Memilih model dengan AIC terendah tanpa memperhatikan jumlah parameter
- B. Memilih model dengan parameter paling sedikit meskipun AIC jauh lebih besar
- C. Selalu memilih model dengan orde AR dan MA tertinggi
- D. Dari dua model dengan AIC hampir sama, memilih yang jumlah parameternya lebih sedikit
31. Dalam studi kasus inventori, data menunjukkan pola non-stasioner dengan tren naik. Langkah awal yang diperlukan sebelum memodelkan dengan ARIMA adalah…
- A. Menerapkan diferensing untuk mencapai stasionaritas
- B. Langsung mengestimasi parameter AR dan MA
- C. Menghapus data yang ekstrem
- D. Mengubah data bulanan menjadi tahunan
32. Seorang mahasiswa mengerjakan studi kasus pemodelan inventori. Ia membagi data menjadi 80% data pelatihan dan 20% data pengujian. Setelah memilih model final, ia mengevaluasi akurasi ramalan pada data pengujian. Kegiatan ini disebut…
- A. Validasi silang
- B. Identifikasi model
- C. Diagnostic checking
- D. Estimasi parameter
33. Dalam studi kasus inventori, seorang analis mengamati bahwa plot FAK data asli menurun sangat lambat dan tidak mendekati nol hingga lag 20. Hal ini mengindikasikan bahwa data…
- A. Sudah stasioner dan siap dimodelkan
- B. Bersifat non-stasioner dan memerlukan diferensing
- C. Bersifat white noise
- D. Mengandung pola musiman dengan periode 12
34. Setelah melalui tahap identifikasi, estimasi, dan diagnostic checking, seorang analis dihadapkan pada dua model yang keduanya memiliki residual white noise. Model A: ARIMA(0,1,1) dengan AIC=400, Model B: ARIMA(0,1,2) dengan AIC=402. Keputusan terbaik berdasarkan praktik pemodelan yang baik adalah…
- A. Memilih Model A karena lebih parsimonious dengan AIC lebih kecil
- B. Memilih Model B karena memiliki orde MA lebih tinggi
- C. Menolak keduanya dan mencari model lain
- D. Merata-ratakan hasil dari kedua model
35. Seorang analis di PT Logistik Nusantara memodelkan data inventori harian yang menunjukkan tren naik tidak konstan. Ia membagi data menjadi 80% data pelatihan dan 20% data pengujian, lalu mengevaluasi akurasi ramalan model final pada data pengujian. Kegiatan evaluasi ini dikenal sebagai…
- A. diagnostic checking
- B. estimasi parameter
- C. validasi silang
- D. identifikasi model
36. Dalam studi kasus inventori, seorang analis menjumpai plot FAK data asli yang nilai-nilainya tetap tinggi dan menurun sangat perlahan hingga lag 15. Pola FAK semacam ini memberikan indikasi kuat bahwa data…
- A. stasioner dalam rata-rata
- B. non-stasioner dalam rata-rata
- C. mengandung komponen musiman
- D. memiliki varians yang konstan
37. Operator backshift B yang diterapkan pada suatu pengamatan Z_t akan menghasilkan…
- A. Z_t dikurangi Z_{t-1}
- B. Z_t ditambah Z_{t-k}
- C. Z_t dikalikan dengan konstanta
- D. pengamatan pada waktu t-k
38. Suatu model ARIMA(2,1,2) memiliki komponen diferensing sebanyak…
- A. satu kali pada lag 1
- B. dua kali berturut-turut
- C. satu kali pada lag musiman
- D. tidak memiliki diferensing
39. Seorang mahasiswa menuliskan model ARIMA(1,0,1) dalam bentuk persamaan menggunakan operator backshift. Bentuk umum yang tepat adalah…
- A. (1 – B) Z_t = (1 – θ_1 B) a_t
- B. (1 – φ_1 B) Z_t = (1 – θ_1 B) a_t
- C. Z_t = (1 – φ_1 B)(1 – θ_1 B) a_t
- D. (1 – φ_1 B)(1 – B) Z_t = a_t
40. Dalam notasi ARIMA(p,d,q), jika d = 0 maka dapat disimpulkan bahwa…
- A. data harus didiferensing sebelum dimodelkan
- B. model hanya memiliki komponen rata-rata bergerak
- C. model tidak memerlukan parameter autoregresif
- D. data sudah stasioner dalam rata-rata
41. Operasi diferensing orde satu pada runtun waktu Z_t ekuivalen dengan mengalikan data asli dengan operator…
- A. (1 – B^2)
- B. (1 + B)
- C. (1 – B)
- D. (1 – φ B)
42. PT Agro Sejahtera memiliki data harga gabah bulanan yang menunjukkan tren naik. Analis menerapkan ARIMA(0,1,1) pada data tersebut. Arti notasi (0,1,1) pada konteks ini adalah…
- A. data didiferensing dua kali, tanpa komponen AR, dengan satu komponen MA
- B. data didiferensing satu kali, tanpa komponen AR, dengan satu komponen MA
- C. data stasioner tanpa diferensing, dengan satu komponen AR dan satu komponen MA
- D. data didiferensing satu kali, dengan satu komponen AR dan tanpa komponen MA
43. Koefisien autoregresif pada model ARIMA menunjukkan…
- A. bobot residual lampau terhadap nilai saat ini
- B. bobot pengamatan lampau terhadap nilai saat ini
- C. jumlah diferensing yang diperlukan
- D. periode musiman dalam data
44. Suatu model ARIMA(0,0,2) memiliki persamaan Z_t = a_t – 0,4 a_{t-1} – 0,3 a_{t-2}. Interpretasi koefisien -0,4 pada model ini adalah…
- A. pengaruh residual satu periode lalu terhadap Z_t
- B. pengaruh pengamatan satu periode lalu terhadap Z_t
- C. korelasi antara Z_t dan Z_{t-1}
- D. koefisien diferensing pada lag 1
45. Seorang analis membandingkan dua model: ARIMA(1,0,0) dengan persamaan Z_t = 0,7 Z_{t-1} + a_t dan ARIMA(0,0,1) dengan persamaan Z_t = a_t – 0,7 a_{t-1}. Meskipun koefisiennya sama-sama 0,7, interpretasi keduanya berbeda karena…
- A. model pertama non-stasioner sedangkan model kedua stasioner
- B. model pertama memerlukan diferensing sedangkan model kedua tidak
- C. koefisien pada model pertama bekerja pada pengamatan lampau, sedangkan pada model kedua bekerja pada residual lampau
- D. tanda koefisien saling berlawanan
46. Model ARIMA(1,1,0) dapat dituliskan secara eksplisit dalam bentuk persamaan sebagai…
- A. (Z_t – Z_{t-1}) = φ_1 (Z_{t-1} – Z_{t-2}) + a_t
- B. Z_t = φ_1 Z_{t-1} + a_t
- C. Z_t = a_t – θ_1 a_{t-1}
- D. Z_t = φ_1 Z_{t-1} – θ_1 a_{t-1} + a_t
47. Dalam interpretasi model ARIMA, koefisien rata-rata bergerak yang bernilai negatif dan signifikan menunjukkan bahwa…
- A. pengamatan lampau menaikkan nilai saat ini
- B. data perlu didiferensing sebelum dimodelkan
- C. residual lampau memiliki efek berlawanan arah terhadap nilai saat ini
- D. model tidak memenuhi syarat invertibilitas
48. Bu Rina memodelkan data jumlah kendaraan yang melintas di jalan tol setiap jam. Ia mendapatkan model Z_t = 1,2 Z_{t-1} – 0,4 Z_{t-2} + a_t. Interpretasi koefisien -0,4 pada model ini adalah…
- A. pengaruh jumlah kendaraan dua jam lalu terhadap jumlah kendaraan saat ini setelah memperhitungkan pengaruh satu jam lalu
- B. pengaruh residual dua jam lalu terhadap jumlah kendaraan saat ini
- C. korelasi parsial antara Z_t dan Z_{t-2}
- D. koefisien diferensing lag 2
49. Suatu proses white noise memiliki karakteristik FAK yang bersifat…
- A. menurun eksponensial mulai dari lag 1
- B. bernilai 1 pada semua lag
- C. terpotong setelah lag 1
- D. tidak berbeda signifikan dari nol untuk semua lag bukan nol
50. Pola FAK dari proses MA(1) dengan parameter θ positif akan menunjukkan…
- A. nilai signifikan negatif pada lag 1 lalu mendekati nol
- B. nilai signifikan positif pada lag 1 lalu mendekati nol
- C. nilai menurun eksponensial dari lag 1
- D. nilai berosilasi tanpa pola jelas
51. Seorang analis mengamati plot FAK dan FAKP dari data return saham harian. FAK menunjukkan satu nilai signifikan pada lag 1 lalu terpotong, sedangkan FAKP menurun secara bertahap. Temuan ini paling konsisten dengan proses…
- A. AR(1)
- B. ARMA(1,1)
- C. White noise
- D. MA(1)
52. Suatu proses white noise dengan varians σ^2 memiliki FAK pada lag 2 sebesar…
- A. 1,0
- B. σ^2
- C. -1
- D. 0
53. Diketahui suatu proses stasioner memiliki FAK yang terpotong setelah lag 1 dan FAKP yang menurun secara eksponensial. Proses tersebut paling mungkin adalah…
- A. MA(1)
- B. AR(1)
- C. ARMA(1,1)
- D. White noise
54. Seorang analis memodelkan data harian suhu dan mendapatkan plot FAK yang menurun perlahan menyerupai gelombang sinus yang meluruh, sementara FAKP menunjukkan nilai signifikan hanya pada lag 1 dan 2 lalu mendekati nol. Karakteristik ini paling sesuai dengan…
- A. AR(1)
- B. MA(2)
- C. AR(2)
- D. ARMA(1,2)
55. Syarat agar suatu proses AR(1) dengan parameter φ bersifat stasioner lemah adalah…
- A. φ = 0
- B. |φ| > 1
- C. φ = 1
- D. |φ| < 1
56. Proses MA(1) dengan parameter θ dikatakan invertible jika…
- A. |θ| < 1
- B. |θ| > 1
- C. θ = 1
- D. θ = -1
57. Perbedaan mendasar antara konsep stasionaritas dan invertibilitas dalam analisis runtun waktu adalah…
- A. Stasionaritas menyangkut sifat probabilistik proses, invertibilitas menyangkut kemampuan menulis ulang model
- B. Stasionaritas menjamin FAK menurun, invertibilitas menjamin FAKP menurun
- C. Stasionaritas berkaitan dengan proses AR, invertibilitas berkaitan dengan proses MA
- D. Keduanya merupakan syarat yang sama namun dengan istilah berbeda
58. Suatu proses AR(2) memiliki persamaan karakteristik 1 – 0,5B – 0,3B^2 = 0. Agar proses ini stasioner, syarat yang harus dipenuhi oleh akar-akar persamaan tersebut adalah…
- A. Semua akar bernilai real positif
- B. Semua akar berada di dalam lingkaran satuan
- C. Semua akar berada di luar lingkaran satuan
- D. Salah satu akar harus bernilai 1
59. Seorang mahasiswa menguji suatu proses MA(2) dan menemukan bahwa salah satu akar persamaan karakteristiknya bernilai 0,8. Kesimpulan yang tepat mengenai proses tersebut adalah…
- A. Proses tidak invertible
- B. Proses tidak stasioner
- C. Proses stasioner tetapi tidak invertible
- D. Proses stasioner dan invertible
60. Jika suatu proses stokastik memiliki rata-rata yang berubah secara sistematis terhadap waktu mengikuti fungsi linear, tetapi varians dan kovariansnya konstan, maka proses tersebut…
- A. Stasioner lemah
- B. Tidak stasioner dalam varians
- C. Tidak stasioner dalam rata-rata
- D. Stasioner kuat
61. PT Nusa Konstruksi mencatat data bulanan penggunaan semen yang menunjukkan kenaikan konsisten sekitar 2% setiap bulan. Pola ini merupakan contoh…
- A. Tren stokastik
- B. Tren deterministik
- C. Random walk
- D. White noise
62. Data harga saham harian sering dimodelkan sebagai random walk. Karakteristik utama random walk yang membedakannya dari proses stasioner adalah…
- A. Variansnya konstan sepanjang waktu
- B. Rata-ratanya konstan tetapi variansnya berubah
- C. Rata-ratanya berubah secara deterministik
- D. Variansnya membesar seiring bertambahnya waktu
63. Untuk mengatasi data dengan tren stokastik, teknik yang paling tepat digunakan sebelum pemodelan ARIMA adalah…
- A. Transformasi logaritma
- B. Transformasi Box-Cox
- C. Diferensing
- D. Pemusatan data
64. Seorang analis mengamati data triwulanan PDB Indonesia selama 20 tahun. Plot data menunjukkan kenaikan yang tidak mulus dan tampak terakumulasi dari waktu ke waktu. Setelah dilakukan diferensing orde satu, data menjadi stasioner. Data asli kemungkinan besar memiliki…
- A. Tren deterministik linear
- B. Tren stokastik
- C. Tren deterministik kuadratik
- D. Komponen musiman
65. Perbedaan utama antara tren deterministik dan tren stokastik terletak pada…
- A. Sifat perubahan rata-rata, apakah sistematis atau akumulasi acak
- B. Keberadaan komponen musiman
- C. Arah tren, apakah naik atau turun
- D. Frekuensi pengamatan data
66. Data penjualan kuartalan suatu perusahaan menunjukkan varians residual yang membesar seiring meningkatnya volume penjualan. Kondisi ini disebut…
- A. Autokorelasi
- B. Heteroskedastisitas
- C. Multikolinearitas
- D. Stasioneritas
67. Transformasi Box-Cox pada data runtun waktu bertujuan untuk…
- A. Menghilangkan tren
- B. Menstabilkan varians
- C. Mengubah data menjadi white noise
- D. Menghilangkan autokorelasi
68. Seorang analis mengamati data bulanan jumlah wisatawan yang menunjukkan varians tinggi pada musim puncak dan varians rendah pada musim sepi. Sebelum memodelkan dengan ARIMA, transformasi yang paling sesuai untuk menangani masalah ini adalah…
- A. Diferensing orde satu
- B. Diferensing musiman
- C. Pemusatan dengan rata-rata
- D. Transformasi logaritma
69. PT Sandang Prima mencatat data penjualan bulanan yang menunjukkan varians residual tinggi saat penjualan sedang puncak dan rendah saat penjualan normal. Kondisi ini dikenal dalam analisis runtun waktu sebagai…
- A. heteroskedastisitas
- B. autokorelasi
- C. non-stasioneritas rata-rata
- D. musiman
70. Seorang analis mengamati data produksi harian pabrik tekstil. Plot residual menunjukkan pola melebar saat level produksi naik. Untuk menstabilkan varians sebelum pemodelan ARIMA, teknik yang paling tepat diterapkan adalah…
- A. diferensing orde satu
- B. transformasi Box-Cox
- C. diferensing musiman
- D. pemusatan data
71. Dalam estimasi parameter model ARIMA, metode yang menyamakan momen sampel dengan momen teoretis model disebut…
- A. least squares
- B. maximum likelihood
- C. metode momen
- D. metode Bayesian
72. Bu Dewi mengestimasi model ARIMA(1,0,1) pada data penjualan kuartalan dengan memilih parameter yang memaksimalkan fungsi peluang data di bawah model tersebut. Metode estimasi yang ia gunakan adalah…
- A. metode momen
- B. least squares tak bersyarat
- C. least squares bersyarat
- D. maximum likelihood
73. Seorang peneliti memilih metode estimasi yang meminimalkan jumlah kuadrat residual untuk memperoleh parameter model ARIMA. Metode ini dikenal sebagai…
- A. metode momen
- B. maximum likelihood
- C. least squares
- D. inferensi Bayesian
74. Perbedaan utama antara conditional least squares dan unconditional least squares dalam estimasi ARIMA terletak pada…
- A. perlakuan terhadap nilai awal residual
- B. cara menghitung fungsi autokorelasi
- C. jenis transformasi data
- D. orde diferensing yang digunakan
75. Pak Ibrahim membandingkan dua pendekatan estimasi: metode momen dan maximum likelihood. Keunggulan utama maximum likelihood dibandingkan metode momen adalah…
- A. perhitungannya lebih sederhana
- B. tidak memerlukan asumsi distribusi
- C. selalu menghasilkan residual white noise
- D. menghasilkan estimator yang lebih efisien secara asimtotik
76. Setelah mengestimasi model ARIMA, Pak Andi memeriksa apakah residual model sudah bersifat white noise. Kegiatan ini merupakan bagian dari tahap…
- A. identifikasi
- B. diagnostic checking
- C. estimasi parameter
- D. peramalan
77. Statistik Ljung-Box digunakan dalam diagnostic checking untuk menguji…
- A. stasionaritas data
- B. normalitas residual
- C. apakah sekumpulan autokorelasi residual secara simultan sama dengan nol
- D. signifikansi parameter model
78. Seorang analis menguji model ARIMA(1,0,0) dan mendapatkan statistik Ljung-Box pada lag 12 dengan p-value 0,03 pada taraf signifikansi 5%. Kesimpulan yang tepat adalah…
- A. terdapat autokorelasi signifikan pada residual
- B. model sudah memadai
- C. residual bersifat white noise
- D. data perlu diferensing
79. Teknik overfitting dalam diagnostic checking dilakukan dengan cara…
- A. mengurangi parameter model
- B. menambah parameter model untuk menguji apakah model lebih sederhana sudah cukup
- C. mentransformasi data
- D. membagi data menjadi dua bagian
80. Dalam diagnostic checking model ARIMA, uji Ljung-Box berbeda dari uji Durbin-Watson terutama karena…
- A. Ljung-Box hanya untuk model AR
- B. Ljung-Box menguji sekelompok autokorelasi sekaligus, bukan hanya lag 1
- C. Durbin-Watson tidak menggunakan residual
- D. Ljung-Box menguji normalitas
81. Suatu peramal dikatakan tak bias dalam konteks ramalan titik jika…
- A. varians galat ramalan minimum
- B. selang kepercayaan ramalan simetris
- C. nilai harapan ramalan sama dengan nilai harapan observasi masa depan
- D. residual model berdistribusi normal
82. PT Logistik Nusa memiliki data permintaan harian. Manajer menginginkan ramalan dengan varians galat terkecil di antara semua peramal linear tak bias. Kriteria ini disebut…
- A. peramal tak bias
- B. peramal efisien asimtotik
- C. peramal konsisten
- D. peramal varians minimum
83. Bu Ratna menghitung ramalan titik untuk 3 bulan ke depan menggunakan model ARIMA(1,1,0). Formula rekursif yang ia gunakan melibatkan parameter model dan data historis. Formula ini dikenal sebagai…
- A. fungsi peramalan ARIMA
- B. fungsi autokorelasi
- C. fungsi likelihood
- D. fungsi transfer
84. Seorang analis membandingkan dua jenis ramalan: ramalan titik memberikan satu nilai, sedangkan ramalan interval memberikan rentang nilai. Perbedaan esensial di antara keduanya terletak pada…
- A. metode estimasi yang digunakan
- B. orde diferensing model
- C. jenis data yang dimodelkan
- D. ada tidaknya informasi tentang ketidakpastian ramalan
85. Pak Darmawan menghitung ramalan permintaan produk untuk bulan depan menggunakan model ARIMA. Ia mendapatkan nilai ramalan sebesar 250 unit. Agar ramalan ini dapat disebut sebagai peramal tak bias, maka syarat yang harus dipenuhi adalah…
- A. nilai harapan ramalan sama dengan nilai harapan observasi masa depan
- B. varians galat ramalan bernilai minimum di antara semua peramal
- C. ramalan selalu tepat sama dengan nilai aktual yang akan terjadi
- D. selang kepercayaan ramalan mencakup nilai nol pada horizon manapun
86. Seiring bertambahnya horizon ramalan dalam model ARIMA, varians galat ramalan cenderung…
- A. menurun menuju nol
- B. tetap konstan untuk seluruh horizon
- C. berfluktuasi tanpa pola tertentu
- D. membesar dan mendekati varians proses
87. PT Bumi Resources memodelkan data produksi minyak harian. Manajer ingin mengetahui rentang nilai yang memuat produksi aktual 5 hari ke depan dengan tingkat keyakinan 95%. Informasi ini diberikan oleh…
- A. ramalan titik dengan varians minimum
- B. selang kepercayaan ramalan
- C. fungsi peramalan ARIMA rekursif
- D. diagnostic checking residual
88. Bu Lestari membandingkan selang kepercayaan ramalan untuk horizon 1 bulan dan 6 bulan ke depan dari model ARIMA yang sama. Ia menemukan bahwa selang untuk horizon 6 bulan lebih lebar. Penyebab utama perbedaan ini adalah…
- A. data historis yang digunakan untuk horizon 6 bulan lebih sedikit
- B. varians galat ramalan membesar seiring bertambahnya horizon
- C. model ARIMA mengalami perubahan parameter pada horizon panjang
- D. tingkat keyakinan yang digunakan berbeda antar horizon
89. Seorang analis menghitung ramalan interval untuk data bulanan 12 periode ke depan. Ia menggunakan taraf signifikansi 5%. Interpretasi yang tepat dari selang kepercayaan 95% pada horizon ke-12 adalah…
- A. 95% data historis berada dalam selang tersebut
- B. 95% dari seluruh ramalan 12 periode akan tepat mengenai nilai aktual
- C. probabilitas nilai aktual horizon ke-12 berada dalam selang adalah 95%
- D. model memiliki kecocokan 95% terhadap data pelatihan
90. Dalam konteks ramalan interval model ARIMA, horizon ramalan didefinisikan sebagai…
- A. jumlah parameter dalam model ARIMA
- B. selisih waktu antara asal ramalan dan waktu yang diramalkan
- C. panjang data historis yang digunakan untuk estimasi
- D. banyaknya iterasi dalam algoritma estimasi
91. Seorang analis mengamati plot FAK data bulanan penjualan es krim. Ia menemukan nilai autokorelasi yang tinggi pada lag 12, 24, dan 36, sementara pada lag lainnya relatif rendah. Pola ini paling mengindikasikan adanya…
- A. komponen musiman dengan periode 12 bulan
- B. tren deterministik jangka panjang
- C. proses white noise dengan pencilan
- D. model ARMA(1,1) non-musiman
92. Periode musiman (s) dalam analisis runtun waktu merujuk pada…
- A. panjang data historis minimum yang diperlukan untuk estimasi
- B. panjang siklus musiman yang tetap dan berulang dalam data
- C. jumlah diferensing yang diperlukan untuk mencapai stasionaritas
- D. selang waktu antara dua pengamatan berturutan dalam deret
93. PT Tirta Segar mencatat data produksi air minum kuartalan yang selalu meningkat tajam setiap kuartal keempat. Sebelum memodelkan dengan ARIMA musiman, analis menerapkan operasi pengurangan antara Z_t dan Z_{t-4}. Teknik ini disebut…
- A. diferensing biasa orde satu
- B. overfitting musiman
- C. transformasi Box-Cox musiman
- D. diferensing musiman dengan periode 4
94. Perbedaan utama antara diferensing biasa dan diferensing musiman terletak pada…
- A. orde diferensing yang selalu lebih tinggi pada diferensing musiman
- B. penggunaan operator backshift yang berbeda secara fundamental
- C. jarak lag antara dua pengamatan yang dikurangkan
- D. tujuan akhir, yaitu stasionaritas varians vs stasionaritas rata-rata
95. Seorang mahasiswa mengamati FAKP data bulanan dan melihat nilai signifikan hanya pada lag 12. Pada lag 1 sampai 11 dan lag 13 sampai 23, FAKP mendekati nol. Pola FAKP seperti ini paling konsisten dengan…
- A. proses AR non-musiman orde 12
- B. proses MA musiman dengan periode 12
- C. proses AR musiman dengan periode 12 dan orde P=1
- D. proses white noise dengan outlier tahunan
96. Model ARIMA musiman dengan notasi ARIMA(p,d,q)(P,D,Q)_s menggunakan pendekatan multiplikatif. Arti dari pendekatan multiplikatif dalam konteks ini adalah…
- A. komponen musiman dan non-musiman dijumlahkan secara linear
- B. hanya komponen musiman yang diestimasi, non-musiman diabaikan
- C. semua parameter model dikalikan dengan faktor musiman s
- D. polinomial AR/MA non-musiman dan musiman dikalikan dalam persamaan model
97. PT Sentosa Abadi memodelkan data penjualan bulanannya dengan model ARIMA(0,1,1)(1,0,0)_12. Berdasarkan notasi ini, komponen musiman model memiliki karakteristik…
- A. diferensing musiman orde 1 dan MA musiman orde 1
- B. MA musiman orde 1 tanpa diferensing musiman
- C. AR musiman orde 1 tanpa diferensing musiman
- D. AR musiman orde 2 dengan diferensing musiman orde 1
98. Seorang analis membandingkan dua model untuk data kuartalan: Model A adalah ARIMA(1,0,0)(0,1,1)_4 dan Model B adalah ARIMA(1,0,0) dengan tambahan variabel dummy kuartalan. Perbedaan fundamental antara kedua pendekatan ini adalah…
- A. Model A menangani musiman melalui operator backshift multiplikatif, Model B melalui regresi
- B. Model A mengasumsikan efek musiman deterministik, Model B stokastik
- C. Model A hanya dapat digunakan untuk data bulanan, Model B untuk data kuartalan
- D. Model A menghasilkan ramalan titik, Model B menghasilkan ramalan interval
99. Dalam model ARIMA(1,0,0)(0,1,1)_12, koefisien MA musiman pada komponen (0,1,1)_12 bekerja pada…
- A. seluruh lag dari 1 hingga 12
- B. semua lag genap dalam deret waktu
- C. hanya pada lag pertama setelah diferensing biasa
- D. lag-lag kelipatan periode musiman, yaitu 12, 24, 36, dan seterusnya
100. PT Nusa Logistics mengamati data pengiriman barang bulanan yang menunjukkan pola puncak setiap Desember. Analis mengusulkan model ARIMA(0,1,1)(1,0,0)_12. Koefisien AR musiman pada lag 12 dalam model ini menginterpretasikan bahwa…
- A. pengiriman bulan ini dipengaruhi oleh pengiriman 12 bulan lalu secara langsung
- B. pengiriman bulan ini dipengaruhi oleh residual 12 bulan lalu
- C. pengiriman bulan ini dipengaruhi oleh pengiriman 1 bulan lalu
- D. pengiriman bulan ini dipengaruhi oleh diferensing 12 bulan lalu
Latihan Tambahan dengan AI
Salin prompt di bawah ini, lalu tempelkan ke ChatGPT, Gemini, Claude, atau AI lainnya untuk mendapatkan 50 soal latihan baru dengan materi yang sama. Soal yang dihasilkan AI akan berbeda dari soal di halaman ini.