STAT4431 — Rancangan Percobaan
1. Dalam konteks eksperimen, apa yang dimaksud dengan 'perlakuan'?
- A. Objek yang diamati dalam eksperimen
- B. Alat yang digunakan untuk mengukur respons
- C. Kondisi atau faktor yang diterapkan pada unit eksperimen
- D. Lingkungan tempat eksperimen dilakukan
2. Apa fungsi utama dari pengacakan (randomisasi) dalam rancangan percobaan?
- A. Memastikan semua unit eksperimen identik
- B. Mengurangi jumlah unit eksperimen yang diperlukan
- C. Menyederhanakan analisis data
- D. Menghilangkan bias dan memungkinkan inferensi statistik yang valid
3. Dalam rancangan percobaan, apa yang dimaksud dengan 'unit eksperimen'?
- A. Peneliti yang melakukan eksperimen
- B. Objek terkecil yang menerima perlakuan dan diukur responsnya
- C. Perlakuan yang diterapkan
- D. Lingkungan eksperimen
4. Langkah pertama dalam merencanakan sebuah eksperimen adalah…
- A. Menentukan hipotesis
- B. Mengumpulkan data
- C. Menganalisis variansi
- D. Membuat kesimpulan
5. Apa yang dimaksud dengan 'rancangan perbandingan berpasangan'?
- A. Rancangan di mana setiap perlakuan dibandingkan dengan kontrol
- B. Rancangan di mana unit eksperimen dibagi menjadi blok-blok
- C. Rancangan di mana setiap unit eksperimen menerima semua perlakuan dalam urutan acak
- D. Rancangan di mana setiap perlakuan diterapkan pada satu unit eksperimen
6. Dalam eksperimen perbandingan sederhana dengan rancangan random lengkap, bagaimana perlakuan dialokasikan ke unit eksperimen?
- A. Secara acak ke seluruh unit eksperimen
- B. Secara sistematis berdasarkan urutan
- C. Berdasarkan karakteristik unit
- D. Berdasarkan preferensi peneliti
7. Apa keuntungan utama dari rancangan perbandingan berpasangan dibandingkan rancangan random lengkap?
- A. Lebih sederhana dalam analisis
- B. Tidak memerlukan pengacakan
- C. Memerlukan lebih banyak unit eksperimen
- D. Mengurangi variabilitas akibat perbedaan antar unit
8. Dalam rancangan random lengkap, jika ada 4 perlakuan dan 5 ulangan per perlakuan, berapa total unit eksperimen yang diperlukan?
- A. 9
- B. 20
- C. 16
- D. 25
9. Apa yang dimaksud dengan 'ulangan' dalam konteks rancangan percobaan?
- A. Pengukuran berulang pada unit yang sama
- B. Penerapan perlakuan yang sama pada beberapa unit eksperimen
- C. Pengulangan eksperimen pada waktu yang berbeda
- D. Analisis data yang dilakukan berulang kali
10. Dalam uji t untuk perbandingan berpasangan, apa yang diuji?
- A. Perbedaan rata-rata pasangan data yang berhubungan
- B. Perbedaan rata-rata antara dua kelompok independen
- C. Kesamaan varians antara dua kelompok
- D. Korelasi antara dua variabel
11. Manakah dari berikut ini yang BUKAN merupakan langkah dalam melakukan eksperimen perbandingan sederhana?
- A. Mengumpulkan data tanpa rencana
- B. Melakukan pengacakan
- C. Menentukan hipotesis
- D. Menganalisis data
12. Apa tujuan dari penggunaan kontrol dalam eksperimen?
- A. Memastikan perlakuan yang digunakan adalah yang terbaik
- B. Menyediakan baseline untuk membandingkan efek perlakuan
- C. Meningkatkan jumlah ulangan
- D. Mengurangi biaya eksperimen
13. Dalam rancangan random lengkap dengan model tetap, apa asumsi utama yang harus dipenuhi?
- A. Efek perlakuan adalah konstan dan dapat diestimasi
- B. Perlakuan dipilih secara acak dari populasi
- C. Varians antar perlakuan sama dengan nol
- D. Tidak ada interaksi antar perlakuan
14. Dalam analisis variansi satu arah, jika F hitung lebih besar dari F tabel, apa kesimpulannya?
- A. Terima H0, tidak ada perbedaan antar perlakuan
- B. Data tidak normal
- C. Tolak H0, ada perbedaan signifikan antar perlakuan
- D. Varians tidak homogen
15. Apa yang dimaksud dengan 'jumlah kuadrat antar perlakuan' dalam ANOVA?
- A. Variasi total dalam data
- B. Variasi acak
- C. Variasi dalam setiap perlakuan
- D. Variasi yang disebabkan oleh perbedaan antar perlakuan
16. Dalam model tetap dengan jumlah observasi sama, derajat bebas untuk jumlah kuadrat antar perlakuan adalah…
- A. N-1
- B. k(n-1)
- C. N-k
- D. k-1
17. Apa yang dimaksud dengan 'model tetap' dalam analisis variansi?
- A. Perlakuan dipilih secara acak dari populasi besar
- B. Varians antar perlakuan bervariasi secara acak
- C. Efek perlakuan adalah konstan dan inferensi hanya berlaku untuk perlakuan yang digunakan
- D. Tidak ada asumsi tentang distribusi data
18. Dalam analisis variansi satu arah model tetap dengan jumlah observasi sama tiap perlakuan, sumber keragaman perlakuan memiliki derajat bebas sebesar…
- A. k – n
- B. n – 1
- C. k – 1
- D. nk – 1
19. Pada model tetap satu arah dengan jumlah observasi sama, rumus jumlah kuadrat perlakuan (JKP) adalah…
- A. JKP = n * sigma(Y_i – Y..)^2
- B. JKP = sigma(Y_ij – Y_i.)^2
- C. JKP = sigma(Y_ij – Y..)^2
- D. JKP = sigma(Y_i. – Y..)^2
20. Dalam uji F untuk model tetap satu arah, nilai F hitung diperoleh dari…
- A. KT galat / KT perlakuan
- B. KT perlakuan / KT galat
- C. JKP / JKG
- D. JKG / JKP
21. Jika H0 ditolak dalam analisis variansi satu arah model tetap, maka kesimpulan yang tepat adalah…
- A. semua rata-rata perlakuan sama
- B. tidak ada perbedaan antar perlakuan
- C. paling sedikit satu rata-rata perlakuan berbeda nyata
- D. varians antar perlakuan sama
22. Pada analisis lanjutan setelah H0 ditolak untuk perlakuan kualitatif, metode yang digunakan untuk membandingkan rata-rata perlakuan adalah…
- A. uji t berpasangan
- B. uji perbandingan berganda
- C. uji F global
- D. uji chi-square
23. Dalam uji LSD (Least Significant Difference) untuk perbandingan berganda, nilai LSD dihitung dengan rumus…
- A. LSD = t(alpha/2, db galat) * akar(2 * KT galat / n)
- B. LSD = t(alpha/2, db galat) * akar(KT galat / n)
- C. LSD = F(alpha, db perlakuan, db galat) * akar(2 * KT galat / n)
- D. LSD = t(alpha, db galat) * akar(KT galat / n)
24. Jika jumlah observasi dalam tiap perlakuan tidak sama (model tetap satu arah), maka perbandingan berganda menggunakan metode Tukey-Kramer memerlukan penyesuaian pada…
- A. nilai kritis
- B. rata-rata perlakuan
- C. jumlah kuadrat
- D. derajat bebas galat
25. Pada model tetap dengan jumlah observasi tidak sama, kuadrat tengah galat (KTG) dihitung dengan rumus…
- A. JKG / sigma(n_i – 1)
- B. JKG / (N – k)
- C. JKG / (k – 1)
- D. JKG / (N – 1)
26. Dalam analisis variansi satu arah model tetap dengan jumlah observasi tidak sama, penolakan H0 terjadi jika…
- A. F hitung = F tabel
- B. F hitung < F tabel
- C. F hitung > F tabel
- D. F hitung <= F tabel
27. Jika dalam model tetap satu arah dengan jumlah observasi tidak sama, kita ingin membandingkan dua perlakuan dengan uji t, maka galat baku perbedaan rata-rata adalah…
- A. akar(KTG * (ni + nj))
- B. akar(KTG * (1/ni – 1/nj))
- C. akar(KTG / (ni + nj))
- D. akar(KTG * (1/ni + 1/nj))
28. Pada model II (model random) dalam analisis variansi satu arah, perlakuan dianggap sebagai…
- A. efek acak
- B. efek tetap
- C. efek konstan
- D. efek sistematis
29. Dalam model random satu arah, komponen varians perlakuan dilambangkan dengan…
- A. sigma^2
- B. mu_i
- C. tau_i
- D. sigma_t^2
30. Uji F dalam model random satu arah digunakan untuk menguji hipotesis…
- A. mu_i sama
- B. semua tau_i = 0
- C. sigma_t^2 = 0
- D. varians galat = 0
31. Jika dalam model random satu arah, kuadrat tengah perlakuan (KTP) = 50 dan kuadrat tengah galat (KTG) = 20, maka nilai F hitung adalah…
- A. 0.4
- B. 2.5
- C. 30
- D. 70
32. Pendugaan komponen varians perlakuan dalam model random satu arah diberikan oleh rumus…
- A. sigma_t^2 = (KTP – KTG) / n
- B. sigma_t^2 = (KTP + KTG) / n
- C. sigma_t^2 = KTP / n
- D. sigma_t^2 = KTG / n
33. Asumsi normalitas dalam model random satu arah diperlukan untuk…
- A. menduga parameter
- B. membandingkan rata-rata
- C. menghitung kuadrat tengah
- D. menguji hipotesis
34. Jika data dalam model random tidak memenuhi asumsi homogenitas varians, transformasi yang mungkin digunakan adalah…
- A. transformasi log
- B. transformasi akar kuadrat
- C. transformasi arcsin
- D. transformasi Box-Cox
35. Dalam model random (Model II) pada Analisa Variansi 1 arah, asumsi yang tepat tentang efek perlakuan adalah
- A. efek perlakuan adalah variabel acak yang berdistribusi normal dengan rata-rata nol dan variansi sigma^2 tau
- B. efek perlakuan bersifat tetap dan jumlahnya sama dengan nol
- C. efek perlakuan konstan untuk setiap level perlakuan
- D. efek perlakuan tidak tergantung pada variansi galat
36. Transformasi data dilakukan dalam Analisa Variansi jika asumsi yang dilanggar adalah
- A. kenormalan dan homogenitas variansi
- B. independensi antar observasi
- C. aditifitas efek perlakuan
- D. kebebasan pengamatan dalam blok
37. Jika variansi antar perlakuan tidak homogen, transformasi yang paling tepat untuk data berupa frekuensi atau jumlah dalam beberapa kategori adalah
- A. transformasi logaritma
- B. transformasi arcsin atau akar kuadrat
- C. transformasi kebalikan (1/x)
- D. transformasi pangkat dua (x^2)
38. Suatu data hasil percobaan memiliki variansi yang berbanding lurus dengan rata-rata. Transformasi yang dianjurkan adalah
- A. transformasi arcsin (akar(y))
- B. transformasi akar kuadrat (akar(y))
- C. transformasi logaritma (log y)
- D. transformasi kebalikan (1/y)
39. Uji homogenitas variansi yang sering digunakan dalam Rancangan Percobaan adalah
- A. Uji t student
- B. Uji F Fisher
- C. Uji Bartlett
- D. Uji Chi-kuadrat untuk kesesuaian
40. Jika data tidak memenuhi asumsi normalitas, langkah pertama yang disarankan adalah
- A. segera menggunakan uji nonparametrik
- B. melakukan transformasi data
- C. menambah jumlah ulangan
- D. menghapus data pencilan secara langsung
41. Transformasi Box-Cox termasuk dalam metode untuk
- A. menguji kesamaan rata-rata antar perlakuan
- B. menguji independensi residu
- C. menentukan transformasi yang paling sesuai bagi data
- D. menghitung jumlah kuadrat galat
42. Salah satu asumsi yang harus dipenuhi dalam Analisa Variansi adalah
- A. galat eksperimen berdistribusi normal dengan rata-rata nol dan variansi konstan
- B. efek perlakuan bersifat tetap
- C. semua pengamatan tidak saling bebas
- D. variansi antar perlakuan harus berbeda
43. Pada Rancangan Blok Random Lengkap (RBRL), tujuan utama pembentukan blok adalah
- A. meningkatkan jumlah ulangan perlakuan
- B. memastikan setiap perlakuan muncul dalam satu blok
- C. mempermudah analisis statistik
- D. mengurangi variabilitas yang disebabkan oleh faktor lain yang tidak diteliti
44. Dalam model matematis RBRL: Y_ij = mu + tau_i + beta_j + epsilon_ij, beta_j melambangkan
- A. efek perlakuan ke-j
- B. galat pada blok ke-j
- C. efek blok ke-j
- D. nilai tengah umum pada blok ke-j
45. Derajat bebas untuk galat dalam RBRL dengan a perlakuan dan b blok adalah
- A. (a-1)(b-1)
- B. a – 1
- C. ab – 1
- D. b – 1
46. Jika nilai F hitung perlakuan lebih besar dari F tabel pada taraf signifikansi tertentu dalam RBRL, maka kesimpulannya adalah
- A. semua perlakuan memberikan hasil yang sama
- B. perlakuan dan blok interaksinya signifikan
- C. blok tidak mempengaruhi hasil
- D. ada perbedaan nyata antara rata-rata perlakuan
47. Dalam RBRL, randomisasi dilakukan secara terpisah di dalam setiap blok. Tujuannya adalah
- A. menjamin setiap perlakuan diterapkan secara merata pada blok yang sama
- B. memudahkan perhitungan statistik
- C. memastikan variabilitas antar blok maksimal
- D. menghilangkan bias akibat urutan perlakuan dalam blok
48. Suatu percobaan menggunakan RBRL dengan 4 perlakuan dan 5 blok. Jumlah total unit eksperimen adalah
- A. 20
- B. 16
- C. 9
- D. 25
49. Keuntungan utama RBRL dibanding Rancangan Random Lengkap (RRL) adalah
- A. lebih sederhana dalam analisis
- B. dapat mengurangi galat eksperimen dengan mengelompokkan unit homogen
- C. tidak perlu asumsi kenormalan
- D. memerlukan lebih sedikit ulangan
50. Rancangan Blok Random Tak Lengkap Seimbang (BRTLS) digunakan ketika
- A. jumlah perlakuan lebih kecil dari jumlah blok
- B. setiap blok tidak dapat memuat seluruh perlakuan tetapi setiap pasang perlakuan muncul bersama dalam jumlah blok yang sama
- C. semua perlakuan harus muncul dalam satu blok
- D. hanya ada satu faktor perlakuan tanpa blok
51. Dalam BRTLS, parameter lambda melambangkan
- A. jumlah perlakuan dalam setiap blok
- B. jumlah ulangan per perlakuan
- C. jumlah total blok dalam rancangan
- D. jumlah blok yang memuat pasangan perlakuan tertentu
52. Dalam rancangan blok random tak lengkap seimbang (BIBD), parameter lambda (λ) menunjukkan banyaknya pasangan perlakuan yang muncul bersama dalam suatu blok. Jika terdapat dua perlakuan A dan B yang muncul bersama dalam 3 blok, maka nilai λ adalah
- A. 1
- B. 2
- C. 3
- D. 4
53. Pada BIBD, jika jumlah perlakuan v=7, jumlah blok b=7, ukuran blok k=3, dan setiap perlakuan muncul r=3 kali, maka jumlah pengamatan total (N) adalah
- A. 7
- B. 3
- C. 49
- D. 21
54. Syarat utama agar suatu rancangan disebut BIBD adalah bahwa setiap pasangan perlakuan muncul bersama dalam jumlah blok yang sama, yaitu λ. Rumus yang menghubungkan λ dengan parameter lain adalah
- A. λ = v(v-1) / r(k-1)
- B. λ = r(k-1) * (v-1)
- C. λ = v-1 / r(k-1)
- D. λ = r(k-1) / v-1
55. Dalam BIBD, jika v=5, b=10, r=6, k=3, dan λ=3, maka banyaknya ulangan (replikasi) setiap perlakuan adalah
- A. 3
- B. 10
- C. 6
- D. 5
56. Pada analisis BIBD, jumlah kuadrat untuk perlakuan yang disesuaikan (adjusted treatment sum of squares) diperoleh dengan mengoreksi pengaruh blok. Tujuan penyesuaian ini adalah untuk
- A. menghilangkan pengaruh blok
- B. meningkatkan galat percobaan
- C. mengurangi jumlah perlakuan
- D. memperbesar nilai F
57. Dalam rancangan bujur sangkar Latin (RBSL) berukuran 4×4, jumlah perlakuan yang dapat diuji adalah
- A. 3
- B. 2
- C. 5
- D. 4
58. Keuntungan utama rancangan bujur sangkar Latin dibandingkan rancangan blok random lengkap adalah
- A. mengontrol dua sumber variasi luar
- B. mengontrol satu sumber variasi luar
- C. tidak perlu randomisasi
- D. mengurangi jumlah ulangan
59. Pada RBSL berukuran 3×3, jika perlakuan disusun sehingga setiap perlakuan muncul tepat satu kali di setiap baris dan kolom, maka derajat bebas untuk galat adalah
- A. 3
- B. 2
- C. 4
- D. 1
60. Syarat utama agar RBSL dapat digunakan adalah bahwa
- A. tidak ada interaksi antara baris, kolom, dan perlakuan
- B. ada interaksi antara baris dan perlakuan
- C. jumlah perlakuan lebih besar dari ukuran baris
- D. jumlah kolom lebih kecil dari jumlah perlakuan
61. Pada Rancangan Bujur Sangkar Graeco-Latin (BSGL) berukuran 4×4, jika terdapat tiga faktor luar (baris, kolom, dan huruf Yunani), maka jumlah perlakuan yang diuji adalah
- A. 4
- B. 3
- C. 5
- D. 2
62. Dalam rancangan BSGL, derajat bebas untuk sumber keragaman perlakuan adalah t-1, dengan t adalah ukuran bujur sangkar. Jika t=5, maka derajat bebas perlakuan adalah
- A. 6
- B. 5
- C. 4
- D. 3
63. Tujuan penggunaan Rancangan Bujur Sangkar Graeco-Latin adalah untuk
- A. mengontrol dua sumber variasi luar
- B. mengontrol tiga sumber variasi luar
- C. mengontrol satu sumber variasi luar
- D. tidak mengontrol variasi luar
64. Pada Rancangan Bujur Sangkar Youden (RBSY), struktur rancangan merupakan kombinasi antara
- A. RBSL dan faktorial
- B. RBRL dan RBSL
- C. RBSL dan BIBD
- D. BIBD dan RBRL
65. Dalam RBSY, jumlah perlakuan (v) sama dengan jumlah baris (r), dan setiap perlakuan muncul tepat satu kali dalam setiap baris. Jika v=7, maka jumlah baris adalah
- A. 5
- B. 6
- C. 8
- D. 7
66. Keuntungan Rancangan Bujur Sangkar Youden dibandingkan RBSL adalah
- A. lebih sederhana dalam analisis
- B. dapat digunakan ketika jumlah perlakuan tidak sama dengan jumlah ulangan (baris)
- C. mengontrol lebih banyak variasi luar
- D. tidak memerlukan randomisasi
67. Pada RBSY, derajat bebas untuk galat diperoleh dari rumus
- A. (v-1)(b-1) + (v-1)
- B. (v-1)(b-1) – (v-1)
- C. (v-1)(b-1)
- D. (v-1)(b-1) * (v-1)
68. Salah satu syarat data dalam RBSY adalah bahwa setiap kolom memiliki ukuran yang sama, yaitu k. Jika v=6 dan r=6, maka nilai k maksimum adalah
- A. 6
- B. 5
- C. 4
- D. 3
69. Dalam Rancangan Bujur Sangkar Youden (RBSY), banyaknya baris (blok) sama dengan banyaknya kolom (posisi) tetapi lebih kecil dari banyaknya perlakuan. Jika banyaknya perlakuan adalah 7, maka banyaknya baris dan kolom dalam rancangan tersebut adalah…
- A. 6
- B. 5
- C. 4
- D. 7
70. Suatu penelitian menggunakan RBSY dengan 5 perlakuan dan 4 baris. Setiap perlakuan muncul tepat satu kali dalam setiap baris dan setiap kolom. Pernyataan yang benar tentang karakteristik rancangan ini adalah…
- A. Jumlah kolom sama dengan jumlah perlakuan
- B. Setiap pasangan perlakuan muncul bersama dalam blok yang sama sebanyak jumlah yang sama
- C. Rancangan ini merupakan Bujur Sangkar Latin tidak lengkap
- D. Setiap perlakuan muncul dalam setiap baris tapi tidak setiap kolom
71. Dalam analisis variansi untuk model tetap pada eksperimen faktorial dengan rancangan random lengkap, jika efek interaksi signifikan, maka langkah selanjutnya yang tepat adalah…
- A. Langsung membandingkan rata-rata utama perlakuan
- B. Menyimpulkan bahwa semua perlakuan tidak berbeda nyata
- C. Mengabaikan efek utama dan menganalisis interaksi lebih lanjut
- D. Melakukan uji F untuk efek blok terlebih dahulu
72. Pada eksperimen faktorial dengan faktor A dan B, model tetap, derajat bebas untuk interaksi A x B adalah…
- A. (a-1) + (b-1)
- B. ab – 1
- C. a x b
- D. (a-1)(b-1)
73. Suatu eksperimen faktorial 2 x 2 dengan rancangan random lengkap dan 3 ulangan menghasilkan JK total 150, JK A = 20, JK B = 30, JK AB = 40. Nilai JK galat adalah…
- A. 60
- B. 50
- C. 40
- D. 30
74. Jika dalam eksperimen faktorial 3 x 4 dengan rancangan random lengkap dan 2 ulangan, maka banyaknya derajat bebas galat adalah…
- A. 11
- B. 24
- C. 23
- D. 12
75. Dalam model random untuk eksperimen faktorial, uji signifikansi untuk efek acak menggunakan rasio F dengan…
- A. MSE sebagai penyebut untuk semua efek
- B. Kuadrat tengah interaksi sebagai penyebut untuk efek utama
- C. Kuadrat tengah galat selalu sebagai penyebut
- D. Uji F tidak dapat dilakukan
76. Aturan Erk pada eksperimen faktorial menyatakan bahwa jumlah kuadrat untuk setiap sumber keragaman dapat dihitung dengan…
- A. Mengurangi total kuadrat dengan kuadrat faktor lain
- B. Menggunakan tabel analisis variansi standar
- C. Mengalikan jumlah kuadrat perlakuan dengan derajat bebas
- D. Menjumlahkan kuadrat dari semua pengamatan
77. Pada eksperimen faktorial dengan dua faktor, banyaknya derajat bebas untuk faktor A dengan a level adalah…
- A. a
- B. a x b
- C. a + 1
- D. a – 1
78. Jika suatu rancangan faktorial memiliki 4 level faktor A dan 3 level faktor B dengan 5 ulangan, maka total pengamatan adalah…
- A. 12
- B. 60
- C. 20
- D. 120
79. Aturan untuk menuliskan rumus-rumus jumlah kuadrat dalam analisis faktorial melibatkan…
- A. Penguraian jumlah kuadrat perlakuan menjadi komponen utama dan interaksi
- B. Jumlah kuadrat total langsung dari data
- C. Perhitungan rata-rata perlakuan
- D. Penggunaan matriks korelasi
80. Uji pendekatan F Satterthwaite digunakan ketika…
- A. Model memiliki efek fixed saja
- B. Data berdistribusi normal sempurna
- C. Model acak dan campuran dengan harapan kuadrat tengah yang tidak sederhana
- D. Ukuran sampel sangat besar
81. Dalam analisis faktorial model campuran, efek faktor A tetap dan faktor B acak, maka untuk menguji efek A digunakan rasio F dengan penyebut…
- A. MSE
- B. MSB
- C. MSAB
- D. MSA
82. Jika dalam eksperimen faktorial dengan model acak, kuadrat tengah interaksi lebih kecil dari kuadrat tengah galat, maka langkah yang tepat adalah…
- A. Menggabungkan interaksi dengan galat
- B. Tetap menggunakan MS interaksi sebagai penyebut
- C. Mengabaikan interaksi
- D. Menggunakan uji nonparametrik
83. Dalam rancangan split plot, kesalahan standar untuk membandingkan dua rata-rata main plot cenderung lebih…
- A. Kecil dibanding sub plot
- B. Tidak dapat ditentukan
- C. Sama dengan sub plot
- D. Besar dibanding sub plot
84. Eksperimen faktorial dengan dua faktor atau lebih memungkinkan untuk…
- A. Hanya menguji efek satu faktor
- B. Menghindari perlunya ulangan
- C. Menguji efek utama dan interaksi secara bersamaan
- D. Menggunakan satu jenis perlakuan saja
85. Dalam eksperimen faktorial, jika terdapat dua faktor A dengan 2 taraf dan B dengan 3 taraf, maka jumlah kombinasi perlakuan seluruhnya adalah…
- A. 5
- B. 2
- C. 6
- D. 3
86. Efek interaksi antara faktor A dan B dalam eksperimen faktorial menunjukkan bahwa…
- A. pengaruh faktor A tidak tergantung pada taraf faktor B
- B. tidak ada pengaruh faktor A
- C. pengaruh faktor A tergantung pada taraf faktor B
- D. tidak ada pengaruh faktor B
87. Pada eksperimen faktorial dengan Rancangan Random Lengkap, derajat bebas untuk efek interaksi A x B dengan A bertaraf a dan B bertaraf b adalah…
- A. (a-1)(b-1)
- B. b-1
- C. a-1
- D. ab-1
88. Jika dalam eksperimen faktorial terdapat 3 faktor yaitu A, B, dan C, maka jumlah efek utama (main effect) yang dapat diuji adalah…
- A. 1
- B. 3
- C. 4
- D. 7
89. Rancangan tersarang (hierarchical) berbeda dengan rancangan faktorial dalam hal…
- A. setiap taraf faktor B muncul pada semua taraf faktor A
- B. semua faktor memiliki derajat bebas yang sama
- C. tidak ada interaksi antar faktor
- D. taraf faktor B hanya muncul pada salah satu taraf faktor A
90. Dalam rancangan tersarang dengan dua faktor A dan B, di mana B tersarang dalam A, maka derajat bebas untuk efek B dalam A adalah…
- A. b-1
- B. a(b-1)
- C. (a-1)(b-1)
- D. ab-1
91. Rancangan faktorial tersarang sering digunakan ketika…
- A. semua faktor memiliki jumlah taraf yang sama
- B. hanya ada satu faktor
- C. faktor-faktor tidak dapat dikombinasikan secara bebas
- D. tidak ada replikasi
92. Pada rancangan tersarang, uji F untuk efek utama faktor yang lebih tinggi (misal A) menggunakan error yang berasal dari…
- A. B dalam A
- B. interaksi A x B
- C. galat murni
- D. total
93. Jika faktor A memiliki 2 taraf dan faktor B tersarang dalam A dengan masing-masing taraf A memiliki 3 taraf B, maka jumlah taraf B seluruhnya adalah…
- A. 6
- B. 3
- C. 5
- D. 2
94. Rancangan faktorial 2 x 3 x 4 memiliki jumlah total kombinasi perlakuan sebanyak…
- A. 9
- B. 12
- C. 48
- D. 24
95. Dalam eksperimen faktorial dengan Rancangan Random Lengkap, jika terdapat 3 taraf A dan 4 taraf B, maka derajat bebas untuk galat murni adalah…
- A. (12-1)
- B. 12(n-1)
- C. 11n
- D. tidak dapat ditentukan
96. Eksperimen faktorial dalam Rancangan Blok Random (RBC) bertujuan untuk…
- A. mengendalikan variasi dari satu sumber blok
- B. mengendalikan variasi dari dua sumber blok
- C. menghilangkan interaksi
- D. memperbanyak perlakuan
97. Rancangan Split Plot digunakan ketika…
- A. semua faktor mudah diacak
- B. terdapat dua faktor dengan kesulitan pengacakan berbeda
- C. tidak ada faktor yang sulit diacak
- D. hanya satu faktor
98. Pada rancangan Split-Split Plot, jumlah petak terkecil (sub-sub plot) adalah…
- A. petak utama
- B. anak petak
- C. sub-sub plot
- D. sub plot
99. Jika dalam rancangan Split Plot terdapat 2 ulangan, faktor A sebagai petak utama dengan 4 taraf, dan faktor B sebagai anak petak dengan 3 taraf, maka jumlah total satuan percobaan adalah…
- A. 12
- B. 14
- C. 8
- D. 24
100. Yang dimaksud dengan randomisasi terbatas pada eksperimen faktorial dalam Rancangan Bujur Sangkar Latin adalah…
- A. tidak ada pengacakan
- B. perlakuan diacak bebas tanpa batasan
- C. hanya blok yang diacak
- D. setiap perlakuan muncul satu kali per baris dan kolom
Latihan Tambahan dengan AI
Salin prompt di bawah ini, lalu tempelkan ke ChatGPT, Gemini, Claude, atau AI lainnya untuk mendapatkan 50 soal latihan baru dengan materi yang sama. Soal yang dihasilkan AI akan berbeda dari soal di halaman ini.