SPAI4313 — Ilmu Dakwah

Pend. Agama Islam 50 soal

1. Secara bahasa, kata 'dakwah' berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti…

  • A. Mengajar dan mendidik
  • B. Memanggil, mengundang, atau menyeru
  • C. Memerintah dan melarang
  • D. Menyebarkan dan mempublikasikan
Jawaban: B. Secara etimologi, kata dakwah berasal dari bahasa Arab 'da'a – yad'u – da'watan' yang berarti memanggil, mengundang, atau menyeru seseorang kepada sesuatu.

2. Dalil Al-Qur'an yang paling sering dijadikan landasan normatif kewajiban dakwah adalah Surah An-Nahl ayat 125. Metode dakwah yang disebutkan dalam ayat tersebut terdiri dari…

  • A. Bil lisan, bil hal, dan bil qalam
  • B. Hikmah, mau'izhah hasanah, dan mujadalah bil lati hiya ahsan
  • C. Taklim, tarbiyah, dan tadzkir
  • D. Tabligh, bayan, dan indzar
Jawaban: B. Surah An-Nahl ayat 125 secara eksplisit menyebutkan tiga metode dakwah yaitu hikmah (kebijaksanaan), mau'izhah hasanah (nasihat yang baik), dan mujadalah bil lati hiya ahsan (diskusi dengan cara yang santun).

3. Pada periode dakwah Nabi Muhammad SAW di Mekah, pendekatan dakwah yang diutamakan adalah…

  • A. Pembentukan negara Islam dan hukum syariah
  • B. Pembangunan infrastruktur masjid sebagai pusat dakwah
  • C. Penanaman akidah dan tauhid secara intensif kepada kaum dekat
  • D. Penyebaran dakwah ke seluruh jazirah Arab
Jawaban: C. Pada periode Mekah, dakwah Nabi SAW difokuskan pada penanaman akidah dan tauhid secara intensif, dimulai dari orang-orang terdekat secara sembunyi-sembunyi (sirriyah) karena kondisi sosial politik yang tidak kondusif.

4. Dalam unsur-unsur dakwah, da'i memiliki kedudukan sebagai…

  • A. Objek dakwah yang menerima pesan
  • B. Subjek dakwah yang menyampaikan pesan
  • C. Media dakwah yang menjadi perantara
  • D. Evaluator efektivitas dakwah
Jawaban: B. Da'i adalah subjek dakwah, yaitu pihak yang berperan aktif menyampaikan pesan dakwah kepada mad'u (objek dakwah). Kedudukan da'i sebagai subjek menunjukkan bahwa ia merupakan pelaku utama dalam proses dakwah.

5. Klasifikasi mad'u berdasarkan tingkat keimanan mencakup beberapa kelompok. Kelompok mad'u yang terdiri dari orang-orang yang belum memeluk Islam dan menjadi sasaran dakwah untuk diajak masuk Islam disebut…

  • A. Munafiqun
  • B. Fasiqun
  • C. Ghairu Muslimin
  • D. Muallaf
Jawaban: C. Ghairu Muslimin adalah kelompok mad'u yang belum memeluk agama Islam. Mereka menjadi sasaran dakwah dengan tujuan mengajak mereka untuk mengenal dan memeluk Islam, berbeda dengan muallaf yang sudah masuk Islam namun masih perlu pembinaan.

6. Materi dakwah (maddah) dalam ilmu dakwah terbagi menjadi tiga pokok utama, yaitu…

  • A. Tauhid, fiqih, dan tasawuf
  • B. Akidah, syariah, dan akhlak
  • C. Iman, Islam, dan ihsan
  • D. Ibadah, muamalah, dan uqubah
Jawaban: B. Materi dakwah (maddah) secara umum terbagi menjadi tiga pokok yaitu akidah (keyakinan), syariah (hukum-hukum Islam), dan akhlak (perilaku dan moral). Pembagian ini merupakan klasifikasi yang paling banyak diterima dalam ilmu dakwah.

7. Konsep 'hikmah' dalam metode dakwah bil hikmah mengandung makna…

  • A. Kemampuan berdebat dan mematahkan argumen lawan
  • B. Ketegasan dalam menyampaikan kebenaran tanpa kompromi
  • C. Kebijaksanaan dalam memilih cara, waktu, dan tempat yang tepat dalam berdakwah
  • D. Kemampuan menggunakan media massa secara efektif
Jawaban: C. Hikmah dalam dakwah berarti kebijaksanaan, yaitu kemampuan da'i dalam memilih pendekatan, cara, waktu, dan tempat yang paling tepat sesuai kondisi mad'u, sehingga pesan dakwah dapat diterima dengan baik.

8. Dakwah bil hal merupakan pendekatan dakwah yang menekankan pada…

  • A. Penyampaian pesan melalui tulisan dan karya literasi
  • B. Ceramah dan khutbah di depan publik
  • C. Keteladanan nyata dan aksi sosial dalam kehidupan sehari-hari
  • D. Penggunaan media elektronik dan digital
Jawaban: C. Dakwah bil hal adalah pendekatan dakwah melalui perbuatan nyata, keteladanan, dan aksi sosial. Da'i menunjukkan nilai-nilai Islam melalui perilaku dan tindakan konkret yang dapat dilihat dan ditiru oleh masyarakat sekitarnya.

9. Dalam psikologi dakwah, pendekatan humanistik menekankan pentingnya da'i untuk…

  • A. Menggunakan ancaman dan peringatan agar mad'u takut berbuat dosa
  • B. Menghargai martabat, kebutuhan, dan potensi mad'u sebagai individu
  • C. Menyeragamkan metode dakwah untuk semua kelompok masyarakat
  • D. Mengutamakan kuantitas mad'u daripada kualitas pemahaman
Jawaban: B. Pendekatan humanistik dalam dakwah menekankan penghargaan terhadap martabat manusia, mengakui kebutuhan dan potensi mad'u sebagai individu unik, sehingga dakwah dilakukan dengan cara yang menghormati dan memuliakan manusia.

10. Dalam materi dakwah tentang akidah, tauhid dibagi menjadi tiga jenis. Yang dimaksud dengan Tauhid Rububiyyah adalah…

  • A. Mengesakan Allah dalam hal peribadatan dan ketaatan
  • B. Mengesakan Allah dalam nama-nama dan sifat-sifat-Nya
  • C. Mengesakan Allah sebagai satu-satunya pencipta, pemilik, dan pengatur alam semesta
  • D. Mengesakan Allah sebagai sumber hukum dan perundang-undangan
Jawaban: C. Tauhid Rububiyyah adalah pengakuan dan keyakinan bahwa hanya Allah SWT yang menjadi satu-satunya pencipta (khaliq), pemilik, pemelihara, dan pengatur seluruh alam semesta beserta isinya.

11. Salah satu prinsip komunikasi Islami dalam penyampaian pesan dakwah adalah qaulan sadidan yang berarti…

  • A. Perkataan yang lemah lembut dan menyentuh hati
  • B. Perkataan yang benar, jujur, dan tepat sasaran
  • C. Perkataan yang mudah dipahami oleh semua kalangan
  • D. Perkataan yang mulia dan meninggikan derajat lawan bicara
Jawaban: B. Qaulan sadidan berasal dari QS. An-Nisa: 9 dan QS. Al-Ahzab: 70, berarti perkataan yang benar, jujur, tepat sasaran, dan tidak mengandung kebohongan. Ini merupakan salah satu prinsip utama komunikasi Islami dalam dakwah.

12. Pemanfaatan platform media sosial seperti Instagram, YouTube, dan TikTok sebagai wahana dakwah kontemporer memiliki tantangan utama berupa…

  • A. Minimnya pengguna aktif di kalangan generasi muda
  • B. Keterbatasan jangkauan geografis pesan dakwah
  • C. Potensi penyebaran konten hoaks dan dakwah yang tidak bertanggung jawab
  • D. Tingginya biaya operasional penggunaan media sosial
Jawaban: C. Tantangan utama dakwah di media sosial adalah potensi penyebaran konten hoaks, informasi agama yang tidak sahih, dan dakwah yang provokatif atau intoleran. Oleh karena itu, etika dakwah digital dan literasi digital da'i menjadi sangat penting.

13. Komponen retorika yang berkaitan dengan kredibilitas dan karakter da'i sebagai pembicara dalam dakwah disebut…

  • A. Logos
  • B. Pathos
  • C. Ethos
  • D. Mythos
Jawaban: C. Ethos adalah komponen retorika yang berkaitan dengan kredibilitas, karakter, dan integritas pembicara. Dalam dakwah, ethos da'i meliputi pengetahuan agama yang luas, akhlak mulia, dan reputasi yang baik di mata mad'u.

14. Model dakwah berbasis komunitas dan kearifan lokal dalam konteks pemberdayaan masyarakat Islam di Indonesia tercermin dalam praktik…

  • A. Pendirian pesantren sebagai lembaga pendidikan dan dakwah berbasis komunitas
  • B. Penghapusan tradisi lokal yang dianggap bertentangan dengan Islam
  • C. Penyeragaman metode dakwah nasional oleh pemerintah
  • D. Pembatasan dakwah hanya di lingkungan masjid dan mushola
Jawaban: A. Pesantren merupakan contoh nyata model dakwah berbasis komunitas dan kearifan lokal di Indonesia. Pesantren mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal, menjadi pusat pemberdayaan masyarakat sekaligus lembaga dakwah yang mengakar kuat.

15. Dalam konteks dakwah multikultural, prinsip Islam Rahmatan lil Alamin mengandung implikasi bahwa dakwah harus…

  • A. Dilakukan secara eksklusif hanya untuk umat Islam
  • B. Mengutamakan pendekatan yang membawa kebaikan dan kedamaian bagi seluruh umat manusia
  • C. Berfokus pada penolakan terhadap budaya dan agama lain
  • D. Menggunakan cara-cara keras untuk menegakkan kebenaran Islam
Jawaban: B. Islam Rahmatan lil Alamin (rahmat bagi seluruh alam) mengimplikasikan bahwa dakwah harus dilakukan dengan pendekatan yang membawa kebaikan, kedamaian, dan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia tanpa memandang latar belakang agama dan budaya.

16. Dalam manajemen dakwah, fungsi organizing (pengorganisasian) bertujuan untuk…

  • A. Menetapkan tujuan dan sasaran program dakwah jangka panjang
  • B. Mengatur dan mendistribusikan sumber daya dakwah secara sistematis
  • C. Melaksanakan seluruh kegiatan dakwah yang telah direncanakan
  • D. Menilai dan mengukur tingkat keberhasilan program dakwah
Jawaban: B. Organizing (pengorganisasian) dalam manajemen dakwah adalah fungsi yang bertujuan mengatur, mengelompokkan, dan mendistribusikan sumber daya manusia serta non-manusia secara sistematis agar program dakwah dapat berjalan efektif dan efisien.

17. Paradigma keilmuan dakwah yang memandang dakwah sebagai gejala sosial yang dapat diteliti secara empiris dengan menggunakan metode ilmiah disebut paradigma…

  • A. Normatif-teologis
  • B. Empiris-ilmiah
  • C. Tradisional-doktriner
  • D. Spiritualis-metafisik
Jawaban: B. Paradigma empiris-ilmiah dalam ilmu dakwah memandang fenomena dakwah sebagai gejala sosial yang dapat diamati, diukur, dan diteliti secara ilmiah menggunakan metode penelitian sosial, sehingga menghasilkan pengetahuan yang dapat diverifikasi dan dikembangkan secara akademis.

18. Secara bahasa, kata 'dakwah' berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti…

  • A. Menyebarkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat luas
  • B. Mengajak, memanggil, atau menyeru
  • C. Menghukum orang yang melanggar syariat
  • D. Membimbing anak-anak dalam pendidikan agama
Jawaban: B. Secara etimologis, dakwah berasal dari kata da'a-yad'u-da'watan yang berarti mengajak, memanggil, atau menyeru seseorang kepada sesuatu.

19. Dalam khazanah keilmuan Islam, kedudukan ilmu dakwah dikategorikan sebagai…

  • A. Ilmu bantu yang hanya melengkapi ilmu fikih
  • B. Disiplin ilmu yang berdiri sendiri dengan objek kajian dan metodologi tersendiri
  • C. Cabang dari ilmu tasawuf yang membahas spiritualitas
  • D. Subdisiplin ilmu sejarah Islam yang membahas penyebaran agama
Jawaban: B. Ilmu dakwah telah berkembang menjadi disiplin ilmu yang mandiri dengan objek kajian, metodologi, dan pendekatan tersendiri dalam khazanah keilmuan Islam.

20. Dalil Al-Qur'an yang paling sering dijadikan landasan kewajiban dakwah adalah Surah Ali Imran ayat 104 yang memerintahkan umat Islam untuk…

  • A. Mendirikan shalat berjamaah di masjid setiap waktu
  • B. Berpuasa di bulan Ramadhan sebagai bentuk ketaatan
  • C. Mengajak kepada kebaikan, memerintahkan yang makruf, dan mencegah yang mungkar
  • D. Membayar zakat kepada golongan yang berhak menerimanya
Jawaban: C. QS. Ali Imran: 104 memerintahkan adanya segolongan umat yang mengajak kepada kebaikan (al-khayr), memerintahkan yang makruf, dan mencegah yang mungkar, yang menjadi dasar kewajiban dakwah.

21. Salah satu karakteristik dakwah Nabi Muhammad SAW pada periode Mekah adalah…

  • A. Dakwah dilakukan secara terbuka dan massal sejak awal
  • B. Dakwah berfokus pada pembentukan negara Islam
  • C. Dakwah dilakukan secara sembunyi-sembunyi pada awalnya dan berfokus pada penanaman akidah tauhid
  • D. Dakwah mengutamakan hukum syariah dan peraturan kemasyarakatan
Jawaban: C. Pada periode Mekah, dakwah Nabi SAW diawali secara sembunyi-sembunyi (sirriyah) dengan fokus utama pada penanaman akidah tauhid dan pembentukan karakter Muslim.

22. Wali Songo dikenal sebagai tokoh penyebar Islam di Nusantara yang menggunakan pendekatan dakwah melalui…

  • A. Peperangan dan penaklukan wilayah kerajaan Hindu-Buddha
  • B. Akulturasi budaya lokal dan kearifan setempat
  • C. Penolakan total terhadap tradisi dan budaya lokal
  • D. Pengiriman pasukan militer dari Timur Tengah
Jawaban: B. Wali Songo terkenal dengan pendekatan dakwah yang mengakulturasikan nilai-nilai Islam dengan budaya dan kearifan lokal Nusantara, sehingga Islam diterima secara damai oleh masyarakat.

23. Syarat utama seorang da'i yang ideal menurut ilmu dakwah adalah…

  • A. Memiliki kekayaan materi yang cukup untuk membiayai kegiatan dakwah
  • B. Berasal dari keturunan ulama yang terpandang di masyarakat
  • C. Memiliki kompetensi keilmuan yang memadai, akhlak mulia, dan konsistensi antara ucapan dan perbuatan
  • D. Mampu berbicara dalam berbagai bahasa asing secara fasih
Jawaban: C. Da'i yang ideal harus memiliki kompetensi keilmuan (ilmu agama), akhlak yang mulia sebagai teladan, serta konsistensi (istiqamah) antara apa yang diucapkan dan yang dilakukan.

24. Klasifikasi mad'u berdasarkan tingkat keimanan dibagi menjadi beberapa kelompok. Kelompok yang belum mengenal Islam dan menjadi sasaran dakwah untuk pertama kali masuk Islam disebut…

  • A. Fasiq
  • B. Munafiq
  • C. Non-Muslim (kafir)
  • D. Muslim awam
Jawaban: C. Dalam klasifikasi mad'u berdasarkan tingkat keimanan, kelompok non-Muslim (kafir/musyrik) adalah mereka yang belum memeluk Islam dan menjadi sasaran dakwah untuk diajak masuk Islam.

25. Materi dakwah (maddah) dalam ilmu dakwah mencakup tiga komponen pokok, yaitu…

  • A. Tafsir, hadis, dan sirah nabawiyah
  • B. Akidah, syariah, dan akhlak
  • C. Fikih, usul fikih, dan ilmu kalam
  • D. Tasawuf, tarikat, dan suluk
Jawaban: B. Materi dakwah (maddah) secara umum mencakup tiga komponen pokok yaitu akidah (keyakinan), syariah (hukum dan ibadah), serta akhlak (perilaku dan budi pekerti).

26. Metode dakwah bil hikmah dalam QS. An-Nahl ayat 125 diartikan sebagai…

  • A. Berdakwah dengan cara memaksa dan menghukum orang yang menolak
  • B. Berdakwah dengan kearifan, kebijaksanaan, dan ilmu yang tepat sesuai kondisi mad'u
  • C. Berdakwah hanya melalui jalur formal dan lembaga pendidikan
  • D. Berdakwah dengan cara membagi-bagikan hadiah kepada mad'u
Jawaban: B. Bil hikmah berarti berdakwah dengan kearifan dan kebijaksanaan, menempatkan sesuatu pada tempatnya, memilih cara yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi serta kemampuan mad'u.

27. Dakwah bil hal merupakan pendekatan dakwah yang dilakukan melalui…

  • A. Penyampaian ceramah dan khutbah di masjid-masjid
  • B. Penulisan buku, artikel, dan konten di media sosial
  • C. Keteladanan nyata dan tindakan sosial yang mencerminkan nilai-nilai Islam
  • D. Perdebatan akademis di forum-forum ilmiah tentang Islam
Jawaban: C. Dakwah bil hal adalah dakwah melalui perbuatan nyata, keteladanan, dan aksi sosial yang mencerminkan nilai-nilai Islam sehingga masyarakat terpengaruh melalui contoh konkret.

28. Pendekatan psikologis dalam dakwah bertujuan untuk…

  • A. Mengubah struktur sosial masyarakat secara revolusioner
  • B. Memahami kondisi jiwa, kebutuhan, dan motivasi mad'u agar pesan dakwah lebih efektif diterima
  • C. Memberikan sanksi psikologis kepada mad'u yang tidak mengikuti ajaran Islam
  • D. Melatih da'i agar mampu berbicara dengan suara yang keras dan memukau
Jawaban: B. Pendekatan psikologis dalam dakwah bertujuan memahami kondisi jiwa, kebutuhan, dan motivasi mad'u sehingga pesan dakwah dapat disampaikan secara tepat sasaran dan diterima dengan baik.

29. Dalam materi akidah, konsep Tauhid Uluhiyyah merujuk pada…

  • A. Keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah dan diibadahi
  • B. Keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya pencipta dan pemelihara alam semesta
  • C. Keyakinan tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah yang sempurna
  • D. Keyakinan tentang para malaikat yang ditugaskan mengawasi manusia
Jawaban: A. Tauhid Uluhiyyah adalah pengesaan Allah dalam hal ibadah, yakni keyakinan bahwa hanya Allah yang berhak disembah, dimintai pertolongan, dan diibadahi.

30. Etika dakwah digital yang harus diperhatikan oleh da'i di era media sosial antara lain adalah…

  • A. Menyebarkan informasi secepat mungkin tanpa perlu melakukan verifikasi terlebih dahulu
  • B. Menggunakan nama samaran agar identitas da'i tidak diketahui publik
  • C. Memverifikasi kebenaran informasi sebelum disebarkan dan menghindari konten yang menimbulkan perpecahan
  • D. Hanya menggunakan platform media sosial yang berbahasa Arab
Jawaban: C. Etika dakwah digital mengharuskan da'i untuk memverifikasi kebenaran informasi (tabayyun) sebelum disebarkan, menghindari hoaks, dan tidak menyebarkan konten yang dapat memicu perpecahan umat.

31. Komponen retorika 'ethos' dalam konteks dakwah merujuk pada…

  • A. Kemampuan da'i membangkitkan emosi dan perasaan audiens
  • B. Kekuatan argumen logis dan bukti yang disampaikan da'i
  • C. Kredibilitas, karakter, dan kepercayaan yang dimiliki da'i di hadapan audiens
  • D. Kemampuan da'i menggunakan alat bantu visual dalam ceramah
Jawaban: C. Ethos dalam retorika merujuk pada kredibilitas dan karakter pembicara. Dalam dakwah, ethos da'i mencakup reputasi, keahlian, dan kepercayaan yang membuat audiens yakin terhadap pesan yang disampaikan.

32. Konsep Islam Rahmatan lil Alamin sebagai landasan dakwah multikultural mengandung makna…

  • A. Islam hanya membawa rahmat bagi umat Muslim saja di seluruh dunia
  • B. Islam membawa rahmat dan kasih sayang bagi seluruh alam semesta tanpa terkecuali
  • C. Islam mewajibkan penyeragaman budaya seluruh umat manusia
  • D. Islam mendorong isolasi dari pengaruh budaya non-Muslim
Jawaban: B. Islam Rahmatan lil Alamin (QS. Al-Anbiya: 107) berarti Islam membawa rahmat bagi seluruh alam semesta, menjadi landasan dakwah yang inklusif, toleran, dan menghargai kemajemukan.

33. Dalam manajemen dakwah, fungsi 'actuating' atau pengarahan bertujuan untuk…

  • A. Menyusun rencana kegiatan dakwah untuk periode tertentu
  • B. Membagi tugas dan wewenang kepada seluruh anggota organisasi dakwah
  • C. Menggerakkan dan memotivasi sumber daya manusia agar melaksanakan program dakwah sesuai rencana
  • D. Mengukur tingkat keberhasilan program dakwah yang telah dilaksanakan
Jawaban: C. Actuating dalam manajemen dakwah adalah fungsi menggerakkan, mengarahkan, dan memotivasi seluruh sumber daya manusia yang terlibat agar melaksanakan program dakwah sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

34. Paradigma keilmuan dakwah yang bersifat empiris berarti penelitian dakwah dilakukan dengan…

  • A. Hanya berpedoman pada teks Al-Qur'an dan hadis tanpa melihat realitas lapangan
  • B. Mengamati dan mengkaji fenomena dakwah secara nyata di lapangan menggunakan metode ilmiah
  • C. Mengikuti pendapat ulama klasik tanpa mempertimbangkan perkembangan zaman
  • D. Membatasi kajian hanya pada aspek teologis dan normatif semata
Jawaban: B. Paradigma empiris dalam penelitian ilmu dakwah mengkaji fenomena dakwah secara nyata di lapangan menggunakan metode ilmiah seperti observasi, wawancara, dan survei untuk memahami realitas dakwah yang sesungguhnya.

35. Secara bahasa, kata 'dakwah' berasal dari bahasa Arab yang memiliki makna pokok…

  • A. Mengajarkan ilmu pengetahuan agama kepada umat
  • B. Memanggil, mengundang, atau menyeru kepada sesuatu
  • C. Menghukum orang yang melanggar aturan agama
  • D. Menulis dan menyebarkan risalah keislaman
Jawaban: B. Secara etimologis, kata dakwah berasal dari bahasa Arab 'da'a-yad'u-da'watan' yang berarti memanggil, mengundang, menyeru, atau mengajak kepada sesuatu. Ini merupakan makna dasar yang menjadi landasan seluruh konsep dakwah Islam.

36. Dalam hierarki keilmuan Islam, kedudukan ilmu dakwah dapat ditempatkan sebagai…

  • A. Ilmu bantu yang hanya bersifat praktis tanpa dimensi teoritis
  • B. Disiplin ilmu mandiri yang memiliki objek kajian, metodologi, dan epistemologi tersendiri
  • C. Bagian dari ilmu fiqih yang mengatur hukum-hukum ibadah
  • D. Sub-disiplin dari ilmu kalam yang membahas teologi Islam
Jawaban: B. Ilmu dakwah telah berkembang menjadi disiplin ilmu yang mandiri dengan memiliki objek kajian tersendiri, metodologi penelitian, dan epistemologi yang khas. Hal ini menempatkannya sejajar dengan disiplin-disiplin ilmu Islam lainnya dalam khazanah keilmuan Islam.

37. Ayat Al-Qur'an yang paling sering dijadikan landasan normatif kewajiban dakwah dan mengandung tiga metode dasar dakwah adalah…

  • A. QS. Ali Imran: 104
  • B. QS. An-Nahl: 125
  • C. QS. Al-Maidah: 67
  • D. QS. At-Taubah: 71
Jawaban: B. QS. An-Nahl ayat 125 berbunyi 'Ud'u ila sabili rabbika bil hikmah wal mau'izhatil hasanah wa jadilhum billati hiya ahsan' yang mengandung tiga metode dakwah yaitu hikmah, mau'izhah hasanah, dan mujadalah. Ayat ini menjadi landasan normatif utama dalam ilmu dakwah.

38. Fase dakwah Nabi Muhammad SAW di Mekah memiliki karakteristik utama berupa…

  • A. Dakwah terbuka dan massal dengan dukungan pemerintah setempat
  • B. Fokus pada pembangunan negara Islam dan sistem hukum
  • C. Dakwah sembunyi-sembunyi dan penguatan akidah tauhid kepada kelompok kecil
  • D. Penyebaran Islam melalui jalur perdagangan ke seluruh Jazirah Arab
Jawaban: C. Dakwah periode Mekah (sebelum hijrah) ditandai dengan dakwah secara sembunyi-sembunyi (sirriyah) terlebih dahulu, kemudian berlanjut secara terbuka namun tetap menghadapi tekanan hebat. Fokus utamanya adalah penanaman akidah tauhid karena masyarakat Mekah masih dalam tradisi kemusyrikan.

39. Da'i yang berdakwah melalui lembaga atau organisasi Islam seperti NU, Muhammadiyah, atau MUI termasuk dalam tipologi da'i…

  • A. Individual
  • B. Kelembagaan
  • C. Komunitas
  • D. Informal
Jawaban: B. Tipologi da'i kelembagaan adalah da'i yang berdakwah dalam naungan organisasi atau lembaga formal seperti NU, Muhammadiyah, MUI, atau lembaga dakwah resmi lainnya. Tipologi ini berbeda dengan da'i individual yang berdakwah atas inisiatif pribadi.

40. Dalam klasifikasi mad'u berdasarkan tingkat keimanan, kelompok yang sudah beriman tetapi masih lemah dalam pengamalan disebut…

  • A. Muslim yang fasik
  • B. Muallaf
  • C. Muslim yang kuat imannya
  • D. Non-Muslim yang simpatik
Jawaban: A. Klasifikasi mad'u berdasarkan tingkat keimanan mencakup antara lain kelompok muslim yang fasik yaitu mereka yang sudah beriman dan bersyahadat namun masih lemah dalam pengamalan ajaran Islam atau masih sering melakukan pelanggaran. Pendekatan dakwah untuk kelompok ini berbeda dengan kelompok lainnya.

41. Materi dakwah yang membahas tata cara beribadah, hubungan manusia dengan sesama, serta ketentuan hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam kategori…

  • A. Maddah akidah
  • B. Maddah akhlak
  • C. Maddah syariah
  • D. Maddah tasawuf
Jawaban: C. Maddah syariah mencakup seluruh ketentuan hukum Islam yang mengatur hubungan manusia dengan Allah (ibadah) dan hubungan manusia dengan sesama (muamalah). Ini termasuk fiqih ibadah, muamalah, pernikahan, waris, dan berbagai ketentuan hukum Islam lainnya.

42. Konsep dakwah bil hikmah mengandung makna bahwa seorang da'i harus…

  • A. Menggunakan kekerasan jika persuasi tidak berhasil
  • B. Menyampaikan dakwah dengan bijaksana, tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat cara
  • C. Hanya berdakwah kepada orang-orang yang memiliki tingkat pendidikan tinggi
  • D. Menghindari dialog dan hanya memberikan ceramah satu arah
Jawaban: B. Dakwah bil hikmah berarti menyampaikan dakwah dengan penuh kebijaksanaan, yaitu menempatkan sesuatu pada tempatnya, memilih waktu yang tepat, sasaran yang sesuai, dan cara yang bijak. Hikmah bukan sekadar kepandaian tetapi mencakup kecerdasan emosional dan spiritual dalam berdakwah.

43. Dakwah bil hal yang paling utama dimulai dari diri da'i sendiri disebut dengan istilah…

  • A. Tabligh
  • B. Uswah hasanah atau keteladanan
  • C. Mau'izhah
  • D. Irsyad
Jawaban: B. Dakwah bil hal menekankan keteladanan melalui perbuatan nyata. Prinsip uswah hasanah (teladan yang baik) menjadi fondasi dakwah ini, di mana da'i harus terlebih dahulu mengamalkan apa yang didakwahkannya sebelum mengajak orang lain, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.

44. Dalam konteks psikologi dakwah, pendekatan humanistik menekankan pentingnya da'i untuk…

  • A. Memaksa mad'u mengikuti seluruh perintah tanpa mempertimbangkan kondisi mereka
  • B. Menghargai potensi, martabat, dan keunikan setiap individu mad'u
  • C. Menggunakan metode ancaman dan rasa takut sebagai motivasi
  • D. Mengabaikan latar belakang psikologis dan hanya fokus pada pesan
Jawaban: B. Pendekatan humanistik dalam psikologi dakwah menempatkan mad'u sebagai manusia yang memiliki martabat, potensi, dan keunikan tersendiri. Da'i harus memahami kebutuhan psikologis, menghargai kebebasan, dan memfasilitasi pertumbuhan mad'u secara positif.

45. Tauhid yang berkaitan dengan keyakinan bahwa hanya Allah yang berhak disembah dan ditujukan ibadah kepadanya disebut…

  • A. Tauhid Rububiyyah
  • B. Tauhid Uluhiyyah
  • C. Tauhid Asma wa Sifat
  • D. Tauhid Mulkiyyah
Jawaban: B. Tauhid Uluhiyyah adalah tauhid yang berkaitan dengan pengesaan Allah dalam hal ibadah, yaitu keyakinan bahwa hanya Allah yang berhak menerima segala bentuk ibadah dan penghambaan. Ini berbeda dengan Tauhid Rububiyyah yang berkaitan dengan pengakuan Allah sebagai pencipta dan pengatur alam.

46. Etika dakwah digital yang paling penting dalam mencegah penyebaran informasi yang menyesatkan di media sosial adalah…

  • A. Memperbanyak konten dakwah tanpa memperhatikan kebenaran sumbernya
  • B. Melakukan tabayyun (verifikasi) sebelum menyebarkan informasi keagamaan
  • C. Menggunakan bahasa yang provokatif untuk menarik perhatian
  • D. Membatasi dakwah hanya pada platform resmi pemerintah
Jawaban: B. Tabayyun atau verifikasi informasi merupakan etika paling mendasar dalam dakwah digital. Prinsip ini bersumber dari QS. Al-Hujurat: 6 yang memerintahkan kaum mukmin untuk memverifikasi berita sebelum menyebarkannya, guna mencegah penyebaran hoaks dan fitnah di media sosial.

47. Komponen retorika yang berkaitan dengan kredibilitas dan karakter moral pembicara dalam konteks dakwah disebut…

  • A. Logos
  • B. Pathos
  • C. Ethos
  • D. Mythos
Jawaban: C. Ethos dalam retorika Aristoteles yang diterapkan dalam dakwah berkaitan dengan kredibilitas, karakter moral, dan reputasi da'i sebagai pembicara. Da'i yang memiliki ethos kuat akan lebih dipercaya mad'u karena dipandang sebagai pribadi yang dapat diteladani.

48. Model dakwah berbasis komunitas yang mengintegrasikan nilai-nilai lokal masyarakat setempat dalam proses penyampaian pesan Islam dikenal sebagai…

  • A. Dakwah Transnasional
  • B. Dakwah Berbasis Kearifan Lokal
  • C. Dakwah Kontemporer Global
  • D. Dakwah Formatif
Jawaban: B. Dakwah berbasis kearifan lokal mengintegrasikan nilai-nilai dan tradisi budaya setempat sebagai media dan pendekatan dakwah. Metode ini efektif karena pesan Islam disampaikan melalui bahasa dan simbol budaya yang familiar bagi masyarakat, seperti yang dilakukan Wali Songo di Nusantara.

49. Prinsip Islam Rahmatan lil Alamin sebagai landasan dakwah multikultural mengandung implikasi bahwa dakwah Islam harus…

  • A. Memaksakan nilai-nilai Islam kepada seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang
  • B. Menolak dialog dengan pemeluk agama lain demi menjaga kemurnian akidah
  • C. Menjadi rahmat dan membawa kebaikan bagi seluruh umat manusia tanpa diskriminasi
  • D. Hanya ditujukan kepada umat Islam saja dan tidak boleh kepada non-Muslim
Jawaban: C. Islam Rahmatan lil Alamin (QS. Al-Anbiya: 107) bermakna Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Dalam konteks dakwah multikultural, ini berarti dakwah Islam harus membawa kebaikan, keadilan, dan kedamaian bagi semua manusia tanpa memandang suku, budaya, atau agama.

50. Dalam manajemen dakwah, fungsi yang berkaitan dengan penetapan tujuan, penyusunan strategi, dan penentuan langkah-langkah untuk mencapai sasaran dakwah disebut…

  • A. Organizing (Pengorganisasian)
  • B. Actuating (Penggerakan)
  • C. Controlling (Pengawasan)
  • D. Planning (Perencanaan)
Jawaban: D. Planning atau perencanaan adalah fungsi manajemen pertama dan terpenting yang mencakup penetapan tujuan dakwah, analisis situasi, perumusan strategi, dan penyusunan langkah-langkah untuk mencapai sasaran dakwah secara sistematis dan terukur sebelum implementasi dilakukan.

Latihan Tambahan dengan AI

Salin prompt di bawah ini, lalu tempelkan ke ChatGPT, Gemini, Claude, atau AI lainnya untuk mendapatkan 50 soal latihan baru dengan materi yang sama. Soal yang dihasilkan AI akan berbeda dari soal di halaman ini.

Kamu adalah dosen mata kuliah SPAI4313 Ilmu Dakwah untuk mahasiswa program studi Pend. Agama Islam Universitas Terbuka. Buatkan 50 soal latihan UAS baru dalam format multiple choice (A/B/C/D) yang mencakup topik-topik berikut: dakwah, islam, disebut, pendekatan, bahasa, memiliki, mengandung, paling, landasan, ayat. Syarat soal: - Soal harus berbeda dari soal yang sudah ada, jangan mengulang soal yang sama - Setiap soal memiliki 4 pilihan jawaban (A, B, C, D) - Sertakan kunci jawaban dan penjelasan singkat setelah tiap soal - Tingkat kesulitan setara soal UAS Universitas Terbuka Format output: file HTML5 lengkap yang bisa langsung disimpan sebagai .html dan dibuka di browser. Gunakan struktur: nomor soal, teks soal, pilihan A-D, lalu jawaban + penjelasan dalam elemen yang bisa di-toggle (tombol Lihat Jawaban).