SATS4420 — Pengantar Statistika Matematis 2
1. Suatu sampel acak berukuran n ditarik dari populasi dengan mean μ dan variansi σ^2. Jika rata-rata sampel adalah X̄, maka nilai harapan E(X̄) sama dengan…
- A. σ^2
- B. μ
- C. μ/n
- D. σ^2/n
2. Jika X1, X2, …, Xn adalah sampel acak dari populasi dengan variansi σ^2, maka variansi dari rata-rata sampel X̄ adalah…
- A. σ^2
- B. σ/√n
- C. σ^2/n
- D. σ
3. Suatu sampel acak berukuran n=100 ditarik dari populasi dengan mean 50 dan variansi 25. Berapa simpangan baku dari rata-rata sampel?
- A. 0,5
- B. 5
- C. 0,25
- D. 2,5
4. Sampel acak sederhana adalah sampel yang dipilih sedemikian sehingga setiap subset berukuran n dari populasi memiliki…
- A. peluang berbeda untuk terpilih
- B. peluang ditentukan oleh peneliti
- C. peluang bergantung pada urutan
- D. peluang yang sama untuk terpilih
5. Jika X1 dan X2 adalah dua observasi independen dari populasi dengan mean μ dan variansi σ^2, maka taksiran yang tidak bias untuk μ adalah…
- A. (X1+X2)/3
- B. X1*X2
- C. (X1+X2)/2
- D. X1-X2
6. Diketahui sampel acak X1, X2, …, Xn dari populasi dengan fungsi distribusi F(x). Statistik T = T(X1,…,Xn) disebut statistik jika nilainya tidak bergantung pada parameter yang tidak diketahui.
- A. cukup
- B. ancillary
- C. invarians
- D. bias
7. Distribusi khi-kuadrat dengan derajat bebas ν memiliki nilai mean sebesar…
- A. ν
- B. 2ν
- C. √ν
- D. ν^2
8. Jika Z berdistribusi normal standar dan V berdistribusi khi-kuadrat dengan derajat bebas ν, serta Z dan V independen, maka distribusi dari T = Z/√(V/ν) adalah…
- A. Normal standar
- B. Khi-kuadrat dengan derajat bebas 1
- C. F dengan derajat bebas 1 dan ν
- D. t-Student dengan derajat bebas ν
9. Jika U dan V adalah dua variabel acak khi-kuadrat independen dengan derajat bebas ν1 dan ν2, maka distribusi dari (U/ν1)/(V/ν2) adalah…
- A. t-Student
- B. F dengan derajat bebas ν1 dan ν2
- C. Normal
- D. Khi-kuadrat dengan derajat bebas ν1+ν2
10. Jika X1, X2, …, Xn adalah sampel acak dari populasi Normal(μ, σ^2), maka statistik (n-1)S^2/σ^2 berdistribusi…
- A. Normal(0,1)
- B. t-Student dengan n-1 derajat bebas
- C. Khi-kuadrat dengan n-1 derajat bebas
- D. Khi-kuadrat dengan n derajat bebas
11. Dua sampel independen dari populasi Normal, masing-masing berukuran n1 dan n2, digunakan untuk menguji kesamaan dua mean. Jika variansi populasi tidak diketahui tetapi sama, statistik uji yang tepat adalah…
- A. Z = (X̄1-X̄2)/√(σ1^2/n1+σ2^2/n2)
- B. t dengan derajat bebas n1+n2-2
- C. F = s1^2/s2^2
- D. Khi-kuadrat
12. Distribusi sampling dari rata-rata sampel akan mendekati distribusi normal jika ukuran sampel besar, terlepas dari bentuk distribusi populasi. Ini merupakan teorema…
- A. Markov
- B. Bayes
- C. Chebyshev
- D. Limit Pusat
13. Penaksir titik θ̂ dikatakan tak bias untuk parameter θ jika…
- A. E(θ̂) = θ
- B. E(θ̂) > θ
- C. E(θ̂) < θ
- D. Var(θ̂) = 0
14. Jika X1, X2, …, Xn adalah sampel acak dari populasi Bernoulli dengan parameter p, maka penaksir tak bias untuk p adalah…
- A. X1
- B. ΣXi
- C. ΣXi/n
- D. X1*X2
15. Mean squared error (MSE) dari suatu penaksir θ̂ adalah…
- A. E(θ̂) – θ
- B. E[(θ̂ – θ)]
- C. Var(θ̂)
- D. E[(θ̂ – θ)^2]
16. Suatu penaksir θ̂ memiliki variansi yang lebih kecil dibandingkan penaksir lain untuk semua nilai parameter. Penaksir ini disebut…
- A. efisien
- B. tak bias
- C. konsisten
- D. cukup
17. Diketahui sampel acak X1, X2, …, Xn dari distribusi dengan mean μ dan variansi σ^2. Penaksir T=ΣXi/n adalah penaksir tak bias untuk μ. Jika penaksir lain U=Σ(Xi)/k dengan k ≠ n, maka pernyataan yang benar adalah…
- A. U bias untuk μ
- B. U juga tak bias untuk μ
- C. U memiliki MSE lebih kecil dari T
- D. U dan T memiliki variansi sama
18. Dalam penaksiran titik, sifat tak bias (unbiasedness) berarti bahwa untuk suatu penaksir T dari parameter θ, nilai harapan dari T sama dengan…
- A. Parameter populasi yang sebenarnya
- B. Varians dari populasi
- C. Ukuran sampel
- D. Nilai tengah sampel
19. Seorang peneliti ingin menilai suatu penaksir titik untuk parameter populasi. Jika penaksir tersebut memiliki varians yang kecil dan tidak bias, maka penaksir tersebut dikatakan memiliki sifat…
- A. Konsisten
- B. Cukup
- C. Efisien
- D. Robust
20. Dalam kriteria menilai penaksir, MSE (Mean Square Error) dari suatu penaksir T untuk parameter θ didefinisikan sebagai…
- A. E(T-θ)^2
- B. E(T^2)-θ^2
- C. E(T)-θ
- D. Var(T)+[Bias(T)]^2
21. Jika suatu penaksir T memiliki bias yang mendekati nol dan varians yang mendekati nol seiring bertambahnya ukuran sampel, maka penaksir tersebut dikatakan…
- A. Tak bias
- B. Efisien
- C. Cukup
- D. Konsisten
22. Dua penaksir tak bias T1 dan T2 untuk parameter yang sama. Jika Var(T1) A. Konsisten B. Efisien C. Tak bias D. Cukup Lihat Jawaban Jawaban: B. Dalam perbandingan dua penaksir tak bias, penaksir dengan varians lebih kecil disebut lebih efisien karena memiliki presisi lebih tinggi.
- A. Konsisten
- B. Efisien
- C. Tak bias
- D. Cukup
23. Suatu penaksir T dikatakan penaksir tak bias linear terbaik (BLUE) jika T adalah penaksir linear, tak bias, dan memiliki varians…
- A. Terkecil
- B. Terbesar
- C. Nol
- D. Sama dengan parameter
24. Dalam uji kriteria penaksir, sifat konsisten memerlukan bahwa ketika ukuran sampel menuju tak hingga, penaksir konvergen dalam probabilitas ke…
- A. Parameter yang ditaksir
- B. Nol
- C. Rata-rata sampel
- D. Varians populasi
25. Untuk sampel besar, distribusi dari penaksir yang konsisten biasanya mendekati distribusi…
- A. Uniform
- B. Eksponensial
- C. Normal
- D. Chi-kuadrat
26. Salah satu sifat sampel besar dari penaksir adalah konsistensi, yang secara matematis dinyatakan sebagai…
- A. T konvergen dalam distribusi ke normal
- B. T konvergen dalam probabilitas ke θ
- C. E(T)=θ untuk semua n
- D. Var(T) menuju 1
27. Jika suatu penaksir T memiliki MSE yang menuju nol seiring n membesar, maka T pasti bersifat…
- A. Tak bias
- B. Efisien
- C. Cukup
- D. Konsisten
28. Dalam sifat sampel besar, penaksir yang konsisten asimtotik normal (CAN) memiliki distribusi asimtotik…
- A. Poisson
- B. Binomial
- C. Normal
- D. Uniform
29. Misalkan T adalah penaksir dari θ dengan E(T)=θ+1/n. Sifat tak bias asimtotik berarti…
- A. Bias(T)=0 untuk n berhingga
- B. Bias(T) menuju 0 saat n→∞
- C. Var(T)=0
- D. T konvergen ke distribusi normal
30. Jika penaksir T konsisten dan variansnya menuju nol, maka distribusi asimtotik T adalah…
- A. Degenerasi di θ
- B. Normal dengan varians nol
- C. Uniform di sekitar θ
- D. Chi-kuadrat
31. Dalam penaksiran Bayes, fungsi kerugian yang umum digunakan untuk memperoleh penaksir Bayes adalah kerugian kuadrat, yang menghasilkan penaksir berupa…
- A. Median dari distribusi posterior
- B. Modus dari distribusi posterior
- C. Varians dari distribusi posterior
- D. Mean dari distribusi posterior
32. Penaksir minimax adalah penaksir yang meminimumkan risiko maksimum, di mana risiko didefinisikan sebagai…
- A. Nilai harapan dari kerugian
- B. Varians dari penaksir
- C. Bias dari penaksir
- D. MSE dari penaksir
33. Jika distribusi prior bersifat non-informatif, maka penaksir Bayes seringkali sama dengan…
- A. Penaksir tak bias
- B. Penaksir minimax
- C. Penaksir MLE
- D. Penaksir konsisten
34. Dalam penaksir Bayes, distribusi prior dikombinasikan dengan likelihood untuk menghasilkan…
- A. Distribusi sampel
- B. Distribusi posterior
- C. Fungsi kemungkinan
- D. Distribusi marginal
35. Misalkan X1, X2, …, Xn adalah sampel acak dari distribusi Bernoulli dengan parameter p (0 < p < 1). Jika digunakan prior Beta(a,b) untuk p, maka penaksir Bayes untuk p adalah:
- A. (sum Xi + a)/(n + a + b)
- B. (sum Xi + a – 1)/(n + a + b – 2)
- C. (sum Xi + a – 1)/(n + a + b)
- D. (sum Xi + a)/(n + a + b – 2)
36. Dalam penaksiran minimax, suatu penaksir delta disebut penaksir minimax jika:
- A. fungsi risikonya konstan untuk semua parameter
- B. maksimum dari fungsi risikonya minimum di antara semua penaksir
- C. minimum dari fungsi risikonya maksimum di antara semua penaksir
- D. fungsi risikonya sama dengan fungsi rugi
37. Diketahui X1, X2, …, Xn adalah sampel acak dari distribusi N(miu, sigma^2) dengan sigma diketahui. Untuk menaksir miu, penaksir Bayes dengan prior N(miu0, tau^2) dan fungsi rugi kuadrat adalah:
- A. (n * X_bar)/(sigma^2)
- B. (n * tau^2 * miu0 + sigma^2 * X_bar)/(n * tau^2 + sigma^2)
- C. (miu0 + n * X_bar)/(n + 1)
- D. (sigma^2 * miu0 + n * tau^2 * X_bar)/(sigma^2 + n * tau^2)
38. Statistik T(X1, X2, …, Xn) dikatakan statistik cukup untuk parameter theta jika:
- A. T merupakan penaksir tak bias untuk theta
- B. distribusi marginal dari T tidak bergantung pada theta
- C. T merupakan fungsi linear dari sampel
- D. distribusi bersyarat dari sampel diberikan T tidak bergantung pada theta
39. Misalkan X1, X2, …, Xn adalah sampel acak dari distribusi Bernoulli dengan parameter p (0 < p < 1). Statistik T = sum Xi adalah statistik cukup untuk p. Faktorkan fungsi likelihood menjadi g(t,p) * h(x) dengan h(x) = 1. Maka g(t,p) adalah:
- A. p^t * (1-p)^(n-t)
- B. p^t * (1-p)^(n)
- C. p^(n-t) * (1-p)^t
- D. p^t + (1-p)^(n-t)
40. Diketahui X1, X2, …, Xn sampel acak dari distribusi Poisson dengan parameter lambda > 0. Statistik yang merupakan statistik cukup untuk lambda adalah:
- A. X1
- B. median dari X1, X2, …, Xn
- C. X1^2 + X2^2 + … + Xn^2
- D. X1 + X2 + … + Xn
41. Berdasarkan teorema faktorisasi Neyman, suatu statistik T dikatakan cukup untuk parameter theta jika fungsi kepadatan probabilitas bersama f(x1, x2, …, xn; theta) dapat ditulis sebagai:
- A. g(x1, theta) * h(x2, theta)
- B. g(T, theta) * h(x1, x2, …, xn)
- C. g(T) * h(theta)
- D. g(x1, x2, …, xn) * h(theta)
42. Misalkan X1, X2, …, Xn adalah sampel acak dari distribusi eksponensial dengan parameter lambda > 0 dan fungsi kepadatan f(x) = (1/lambda) * exp(-x/lambda) untuk x>0. Statistik cukup untuk lambda adalah:
- A. X1
- B. min(X1, X2, …, Xn)
- C. X1 + X2 + … + Xn
- D. max(X1, X2, …, Xn)
43. Diketahui X1, X2, …, Xn adalah sampel acak dari distribusi seragam pada interval [0, theta] dengan theta>0. Statistik cukup untuk theta adalah:
- A. max(X1, X2, …, Xn)
- B. X1 + X2 + … + Xn
- C. akar dari X1^2 + X2^2 + … + Xn^2
- D. X1
44. Fungsi kepadatan probabilitas (fkp) dari keluarga eksponensial satu parameter memiliki bentuk: f(x;theta) = exp(c(theta) * T(x) + d(theta) + S(x)). Dalam bentuk ini, statistik yang merupakan statistik cukup untuk theta adalah:
- A. c(theta)
- B. d(theta)
- C. T(x)
- D. S(x)
45. Suatu statistik T dikatakan statistik lengkap untuk parameter theta jika untuk setiap fungsi g:
- A. E[g(T)] tidak bergantung pada theta
- B. E[g(T)] = 0 untuk semua theta mengakibatkan g(T)=0 untuk semua theta
- C. E[g(T)] = 0 untuk semua theta mengakibatkan P(g(T)=0)=1 untuk semua theta
- D. Var(g(T)) minimum
46. Keluarga distribusi yang termasuk dalam kelas eksponensial memiliki statistik cukup yang tidak hanya cukup tetapi juga lengkap jika:
- A. fungsi S(x) sama dengan nol
- B. sample space terbatas
- C. fungsi d(theta) konstan
- D. parameter space mengandung interval terbuka
47. Diketahui X1, X2, …, Xn adalah sampel acak dari distribusi Poisson dengan parameter lambda. Statistik T = sum Xi termasuk dalam kelas eksponensial. Sifat kelengkapan dari T berguna untuk:
- A. menentukan fungsi likelihood
- B. menentukan penaksir tak bias variansi minimum
- C. menentukan distribusi T
- D. menentukan momen T
48. Misalkan X1, X2, …, Xn sampel acak dari distribusi N(miu,1). Statistik T = X_bar. termasuk dalam keluarga eksponensial. Manakah pernyataan yang benar?
- A. Tidak lengkap karena T adalah fungsi linear
- B. Tidak cukup karena ukuran sampel besar
- C. Lengkap karena parameter space miu di R mengandung interval terbuka
- D. Lengkap hanya jika n samar dengan tak hingga
49. Dari sampel acak berukuran n dari distribusi eksponensial dengan mean theta, diperoleh T = sum Xi sebagai statistik cukup. Taksiran interval untuk theta dengan koefisien kepercayaan (1-alpha) menggunakan statistik T adalah:
- A. dari T / chi_alpha/2^2(2n) hingga T / chi_1-alpha/2^2(2n)
- B. dari 2T / chi_alpha/2^2(2n) hingga 2T / chi_1-alpha/2^2(2n)
- C. dari T / chi_alpha^2(2n) hingga T / chi_1-alpha^2(2n)
- D. dari 2T / chi_1-alpha/2^2(2n) hingga 2T / chi_alpha/2^2(2n)
50. Untuk sampel acak dari distribusi Bernoulli dengan parameter p, taksiran interval untuk p dengan pendekatan normal dan koefisien kepercayaan (1-alpha) adalah:
- A. p_hat plus minus z_alpha/2 * akar(p_hat*(1-p_hat)/n)
- B. p_hat plus minus z_alpha * akar(p_hat*(1-p_hat)/n)
- C. p_hat plus minus t_alpha/2 * akar(p_hat*(1-p_hat)/n)
- D. p_hat plus minus chi_alpha/2 * akar(p_hat*(1-p_hat)/n)
51. Diketahui X1, X2, …, Xn adalah sampel acak dari distribusi N(miu, sigma^2) dengan miu dan sigma^2 tidak diketahui. Taksiran interval untuk miu dengan koefisien kepercayaan (1-alpha) adalah:
- A. X_bar plus minus t_alpha/2; n-1 * s/akar(n)
- B. X_bar plus minus z_alpha/2 * sigma/akar(n)
- C. X_bar plus minus t_alpha/2; n * s/akar(n)
- D. X_bar plus minus chi_alpha/2; n-1 * s/akar(n)
52. Dalam menaksir interval kepercayaan untuk rata-rata populasi ketika simpangan baku populasi diketahui, distribusi apa yang digunakan sebagai dasar perhitungan?
- A. Distribusi t dengan derajat bebas n-1
- B. Distribusi normal baku
- C. Distribusi chi-kuadrat
- D. Distribusi F
53. Jika kita ingin menaksir interval kepercayaan 95% untuk rata-rata populasi dengan simpangan baku populasi tidak diketahui dan ukuran sampel kecil, tabel distribusi apa yang digunakan?
- A. Distribusi normal baku
- B. Distribusi chi-kuadrat
- C. Distribusi t dengan derajat bebas n-1
- D. Distribusi F
54. Rumus umum untuk interval kepercayaan rata-rata populasi dengan simpangan baku diketahui adalah x bar dikurangi z sub alpha per 2 dikali sigma dibagi akar n hingga x bar ditambah z sub alpha per 2 dikali sigma dibagi akar n. Apa yang dimaksud dengan z sub alpha per 2?
- A. Nilai z dari distribusi normal baku yang luas area di kanannya adalah alpha per 2
- B. Nilai z dari distribusi normal baku yang luas area di kanannya adalah alpha
- C. Nilai z dari distribusi t yang luas area di kanannya adalah alpha per 2
- D. Nilai z dari distribusi normal baku yang luas area di kirinya adalah alpha per 2
55. Dalam menaksir interval kepercayaan untuk proporsi populasi p, distribusi apa yang digunakan sebagai pendekatan?
- A. Distribusi normal baku
- B. Distribusi chi-kuadrat
- C. Distribusi t
- D. Distribusi F
56. Untuk menaksir interval kepercayaan varians populasi ketika data berdistribusi normal, statistik apa yang digunakan?
- A. Distribusi normal baku
- B. Distribusi t
- C. Distribusi chi-kuadrat
- D. Distribusi F
57. Diketahui data sampel: 10, 12, 14, 16, 18. Jika simpangan baku populasi diketahui 3 dan tingkat kepercayaan 95% dengan z sub 0.025 = 1.96, maka batas bawah interval kepercayaan untuk rata-rata populasi adalah?
- A. 12.95
- B. 15.05
- C. 14.00
- D. 13.37
58. Interval kepercayaan untuk selisih dua rata-rata populasi dengan simpangan baku populasi diketahui menggunakan statistik?
- A. Distribusi t
- B. Distribusi normal baku
- C. Distribusi chi-kuadrat
- D. Distribusi F
59. Dalam menaksir interval kepercayaan untuk varians populasi sigma kuadrat, rumus yang digunakan adalah (n-1) s kuadrat dibagi chi kuadrat alpha per 2 hingga (n-1) s kuadrat dibagi chi kuadrat 1 kurang alpha per 2. Apa syarat penggunaan rumus ini?
- A. Data berdistribusi normal
- B. Ukuran sampel besar
- C. Simpangan baku populasi diketahui
- D. Data berdistribusi Poisson
60. Jika kita ingin menaksir interval kepercayaan untuk proporsi p dan ukuran sampel n = 50 dengan proporsi sampel p hat = 0.6, maka syarat untuk menggunakan pendekatan normal adalah?
- A. n p hat dan n (1-p hat) lebih besar dari 5
- B. n lebih besar dari 30
- C. p hat mendekati 0.5
- D. Data berdistribusi t
61. Diketahui n = 100, p hat = 0.4, hitung interval kepercayaan 90% untuk p dengan z sub 0.05 = 1.645. Batas atas interval adalah?
- A. 0.5494
- B. 0.4500
- C. 0.5200
- D. 0.4806
62. Hipotesis nol biasanya dinotasikan dengan H0 dan hipotesis alternatif dengan H1. Apa yang dimaksud dengan hipotesis nol?
- A. Pernyataan yang ingin didukung oleh data
- B. Pernyataan yang dianggap benar sampai ada bukti sebaliknya
- C. Pernyataan yang selalu salah
- D. Pernyataan yang berasal dari teori
63. Kesalahan tipe I dalam uji hipotesis adalah?
- A. Menolak H0 padahal H0 salah
- B. Gagal menolak H0 padahal H0 salah
- C. Menerima H0 padahal H0 salah
- D. Menolak H0 padahal H0 benar
64. Tingkat signifikansi alpha dalam uji hipotesis adalah?
- A. Probabilitas melakukan kesalahan tipe II
- B. Probabilitas melakukan kesalahan tipe I
- C. Probabilitas menerima H0
- D. Ukuran sampel
65. Jika dalam uji hipotesis kita ingin menguji H0: miu = 10 melawan H1: miu lebih besar dari 10, maka jenis uji ini disebut?
- A. Uji satu sisi kanan
- B. Uji dua sisi
- C. Uji satu sisi kiri
- D. Uji nonparametrik
66. Nilai p (p-value) dalam uji hipotesis adalah?
- A. Probabilitas menolak H0
- B. Tingkat signifikansi
- C. Probabilitas menerima H0
- D. Probabilitas mendapatkan data se-ekstrim atau lebih ekstrim dari data observasi jika H0 benar
67. Jika nilai p lebih kecil dari alpha, maka keputusan dalam uji hipotesis adalah?
- A. Gagal menolak H0
- B. Menerima H0
- C. Menolak H0
- D. Tidak dapat diputuskan
68. Wilayah kritis dalam uji hipotesis adalah?
- A. Daerah di mana H0 diterima
- B. Daerah di mana nilai p dihitung
- C. Daerah di mana H0 ditolak
- D. Daerah di mana statistik uji sama dengan nol
69. Dalam teori uji hipotesis, fungsi kekuatan (power function) dari suatu uji didefinisikan sebagai…
- A. probabilitas menolak H0 ketika H0 benar
- B. probabilitas menerima H0 ketika H0 benar
- C. probabilitas menolak H0 ketika H1 benar
- D. probabilitas menerima H0 ketika H1 benar
70. Jika suatu uji hipotesis memiliki fungsi kekuatan theta = 0.05 untuk theta = theta0, maka nilai tersebut adalah…
- A. galat jenis II
- B. kekuatan uji
- C. taraf signifikansi atau ukuran uji
- D. nilai p
71. Dalam uji hipotesis satu arah untuk mean populasi dengan varians diketahui, statistik uji yang digunakan adalah…
- A. z = (xbar – mu0) / (sigma/akar(n))
- B. t = (xbar – mu0) / (s/akar(n))
- C. F = s1^2 / s2^2
- D. chi-square = (n-1)s^2 / sigma0^2
72. Untuk menguji H0: mu = mu0 melawan H1: mu > mu0 dengan alpha = 0.05, daerah kritis yang tepat adalah…
- A. z > 1.96 atau z < -1.96
- B. z < -1.645
- C. z > 1.645
- D. z < -1.96
73. Dalam uji hipotesis dua arah untuk mean, jika nilai p < alpha, maka keputusan yang tepat adalah…
- A. menerima H0
- B. mengubah alpha
- C. menambah sampel
- D. menolak H0
74. Untuk menguji H0: sigma^2 = sigma0^2 melawan H1: sigma^2 > sigma0^2, statistik uji yang digunakan adalah…
- A. z = (s^2 – sigma0^2) / (sigma0^2/akar(n))
- B. chi-square = (n-1)s^2 / sigma0^2
- C. t = (s^2 – sigma0^2) / (s^2/akar(n))
- D. F = s^2 / sigma0^2
75. Dalam uji hipotesis untuk proporsi, statistik uji z dihitung dengan rumus…
- A. z = (pbar – p0) / (sigma/akar(n))
- B. z = (pbar – p0) / akar(pbar(1-pbar)/n)
- C. z = (pbar – p0) / (s/akar(n))
- D. z = (pbar – p0) / akar(p0(1-p0)/n)
76. Uji t untuk dua sampel independen dengan varians yang diasumsikan sama menggunakan derajat bebas…
- A. n1 + n2
- B. n1 + n2 – 2
- C. n1 + n2 – 1
- D. n1 + n2 + 2
77. Dalam uji t berpasangan, selisih antara dua observasi dihitung sebagai dj = …
- A. x1j – x2j
- B. x1j + x2j
- C. x1j * x2j
- D. x1j / x2j
78. Untuk menguji H0: mu1 = mu2 melawan H1: mu1 < mu2 dengan varians tidak diketahui dan diasumsikan berbeda, digunakan uji…
- A. t dua sampel dengan varians berbeda (Welch)
- B. t dua sampel dengan varians sama
- C. z dua sampel
- D. F dua sampel
79. Uji Mann-Whitney digunakan sebagai alternatif nonparametrik untuk uji…
- A. t satu sampel
- B. chi-square satu sampel
- C. t berpasangan
- D. t dua sampel independen
80. Pada uji tanda (sign test) untuk satu sampel median, jika tidak ada perubahan pada beberapa pasangan, data tersebut…
- A. dihitung sebagai tanda positif
- B. dihitung sebagai tanda negatif
- C. dibuang dari analisis
- D. dikonversi menjadi 0.5
81. Uji Wilcoxon signed-rank untuk satu sampel menguji hipotesis tentang…
- A. median populasi
- B. rata-rata populasi
- C. varians populasi
- D. proporsi populasi
82. Dalam uji Mann-Whitney, data dari dua sampel digabung kemudian…
- A. dihitung rata-ratanya
- B. dihitung selisihnya
- C. dibandingkan dengan tabel F
- D. diberi peringkat
83. Uji Kolmogorov-Smirnov satu sampel digunakan untuk membandingkan…
- A. dua mean populasi
- B. distribusi empiris dengan distribusi teoritis
- C. dua varians populasi
- D. dua proporsi populasi
84. Pada uji Wilcoxon-Mann-Whitney, jika semua peringkat terkonsentrasi pada satu sampel, maka nilai W akan…
- A. mendekati nol
- B. mendekati nilai maksimum
- C. sama dengan n
- D. tidak terdefinisi
85. Dalam uji nonparametrik satu sampel, uji tanda (sign test) digunakan untuk menguji hipotesis tentang median populasi. Jika terdapat 12 pasangan data dan jumlah tanda positif adalah 9, berapakah nilai statistik uji tanda yang digunakan?
- A. 9
- B. 8
- C. 12
- D. 3
86. Dalam uji Mann-Whitney untuk dua sampel independen, jika sampel pertama berukuran n1=5 dan sampel kedua berukuran n2=6, serta jumlah peringkat sampel pertama adalah 45, berapakah nilai statistik U?
- A. 45
- B. 30
- C. 15
- D. 10
87. Dua sampel independen masing-masing berukuran 8 dan 10. Dalam uji Mann-Whitney, jika jumlah peringkat sampel pertama adalah 100, hitung nilai statistik U1.
- A. 36
- B. 80
- C. 64
- D. 72
88. Dalam uji Mann-Whitney, jika n1=5, n2=5, dan U1=18, berapakah U2?
- A. 30
- B. 25
- C. 7
- D. 13
89. Uji Kolmogorov-Smirnov untuk dua sampel independen menguji apakah dua sampel berasal dari distribusi yang identik. Berikut adalah data dua sampel: sampel A: 2, 3, 5; sampel B: 1, 4, 6. Berapakah nilai D maksimum?
- A. 1/3
- B. 2/3
- C. 1/2
- D. 1/6
90. Dalam uji Wilcoxon untuk dua sampel dependen (berpasangan), jika terdapat 8 pasangan data dan jumlah peringkat positif adalah 30, sedangkan jumlah peringkat negatif adalah 6, berapakah nilai statistik uji W?
- A. 6
- B. 30
- C. 36
- D. 24
91. Dalam model regresi linear sederhana, persamaan garis regresi adalah Y = a + bX. Jika diketahui b = 2, rata-rata X = 5, dan rata-rata Y = 12, berapakah nilai a?
- A. 22
- B. 10
- C. 7
- D. 2
92. Dalam regresi linear, koefisien determinasi R^2 mengukur proporsi variabilitas variabel dependen yang dijelaskan oleh variabel independen. Jika total sum of squares (SST) = 200 dan sum of squares due to regression (SSR) = 150, berapakah R^2?
- A. 0,25
- B. 0,75
- C. 0,50
- D. 0,85
93. Diketahui data: X: 1, 2, 3, 4, 5 dan Y: 2, 4, 5, 7, 8. Hitung nilai b (slope) dalam regresi linear.
- A. 1,0
- B. 0,5
- C. 2,0
- D. 1,5
94. Dalam regresi linear, standard error of estimate mengukur sebaran residual. Jika residual sum of squares (SSE)=20 dan jumlah observasi n=10, berapakah standard error of estimate?
- A. 2,0
- B. 4,0
- C. sqrt(20/9)
- D. sqrt(20/8)
95. Dalam uji F untuk regresi linear sederhana, jika MSR = 300 dan MSE = 20, berapakah nilai F hitung?
- A. 20
- B. 30
- C. 10
- D. 15
96. Dalam model linear umum, jika terdapat 3 variabel independen (p=3) dan jumlah observasi n=30, berapakah derajat bebas untuk residual?
- A. 26
- B. 27
- C. 29
- D. 28
97. Dalam model linear umum, matriks X berukuran n x (p+1) dengan n=20 dan p=4. Berapakah dimensi matriks X'X?
- A. 4×4
- B. 20×20
- C. 5×5
- D. 5×20
98. Dalam regresi linear berganda, jika koefisien determinasi R^2=0,64, berapakah koefisien korelasi berganda?
- A. 0,80
- B. 0,40
- C. 0,64
- D. 0,50
99. Dalam model linear umum, uji parsial t untuk koefisien regresi menggunakan standard error dari estimator. Jika estimasi koefisien b1=5 dan standard error=2, berapakah nilai t hitung?
- A. 2,5
- B. 3,0
- C. 4,0
- D. 1,5
100. Dalam model linear umum, jika terdapat multikolinearitas tinggi antar variabel independen, masalah utama yang timbul adalah:
- A. koefisien regresi menjadi bias
- B. varian estimator membesar
- C. koefisien determinasi mengecil
- D. uji F menjadi tidak valid
Latihan Tambahan dengan AI
Salin prompt di bawah ini, lalu tempelkan ke ChatGPT, Gemini, Claude, atau AI lainnya untuk mendapatkan 50 soal latihan baru dengan materi yang sama. Soal yang dihasilkan AI akan berbeda dari soal di halaman ini.