SATS4411 — Metode Statistika Non Parametrik
1. Statistika nonparametrik disebut juga sebagai distribution free karena…
- A. selalu menggunakan uji parametrik
- B. hanya berlaku untuk data berdistribusi normal
- C. membutuhkan parameter populasi yang diketahui
- D. tidak memerlukan asumsi tentang distribusi populasi
2. Salah satu keunggulan metode statistika nonparametrik dibandingkan parametrik adalah…
- A. memerlukan sampel yang sangat besar
- B. dapat digunakan untuk data skala nominal atau ordinal
- C. hanya bisa digunakan untuk data interval
- D. memerlukan distribusi normal populasi
3. Jika data yang dianalisis berupa peringkat atau ranking, maka metode statistika yang tepat adalah…
- A. statistika parametrik
- B. uji t
- C. analisis regresi
- D. statistika nonparametrik
4. Dalam statistika nonparametrik, uji yang digunakan untuk menguji hipotesis tentang median populasi adalah…
- A. uji t satu sampel
- B. uji z
- C. uji tanda
- D. uji F
5. Data yang paling sesuai untuk metode statistika nonparametrik adalah data dengan skala…
- A. rasio
- B. interval
- C. nominal atau ordinal
- D. kontinu
6. Jika asumsi distribusi normal tidak terpenuhi pada data dengan skala interval, maka alternatif yang tepat adalah…
- A. tetap menggunakan uji parametrik
- B. menggunakan metode statistika nonparametrik
- C. mengabaikan asumsi
- D. menambah sampel
7. Uji binomial digunakan untuk menguji proporsi pada data yang berskala…
- A. interval
- B. rasio
- C. nominal
- D. ordinal
8. Dalam uji binomial, jika n=10 dan nilai p=0,5, maka distribusi yang digunakan adalah…
- A. distribusi binomial
- B. distribusi t
- C. distribusi normal
- D. distribusi chi-kuadrat
9. Uji kuantil digunakan untuk menguji hipotesis tentang…
- A. rata-rata populasi
- B. varians populasi
- C. median atau kuantil populasi
- D. korelasi populasi
10. Jika suatu uji kuantil dilakukan pada data dengan n kecil, maka pendekatan yang digunakan adalah…
- A. distribusi binomial
- B. distribusi t
- C. distribusi normal
- D. distribusi chi-kuadrat
11. Dalam uji binomial, hipotesis nol yang umum diuji adalah…
- A. p sama dengan 0,25
- B. p sama dengan 1
- C. p sama dengan 0
- D. p sama dengan 0,5
12. Jika hasil uji binomial menunjukkan nilai p-value kurang dari taraf nyata, maka keputusan adalah…
- A. tolak H0
- B. terima H0
- C. tidak bisa ditentukan
- D. perlu uji ulang
13. Uji tanda untuk sampel tunggal digunakan untuk menguji…
- A. median populasi
- B. rata-rata populasi
- C. varians populasi
- D. proporsi populasi
14. Dalam uji tanda, data yang digunakan berupa…
- A. nilai numerik absolut
- B. tanda positif atau negatif
- C. peringkat
- D. frekuensi
15. Jika dalam uji tanda terdapat nilai yang sama dengan median hipotetis, maka nilai tersebut…
- A. dihilangkan dari analisis
- B. dihitung sebagai negatif
- C. dihitung sebagai positif
- D. digandakan
16. Statistik uji pada uji tanda untuk sampel tunggal mengikuti distribusi…
- A. normal
- B. binomial
- C. t
- D. chi-kuadrat
17. Uji tanda termasuk dalam kategori uji…
- A. parametrik
- B. bayesian
- C. semiparametrik
- D. nonparametrik
18. Dalam uji tanda untuk sampel tunggal, jika kita memiliki data berpasangan dan ingin menguji apakah median perbedaan sama dengan nol, maka langkah pertama yang dilakukan adalah…
- A. Menghitung nilai rata-rata selisih
- B. Menjumlahkan semua selisih positif
- C. Menentukan tanda positif atau negatif dari selisih
- D. Menghitung selisih setiap pasangan data
19. Uji trend digunakan untuk menguji apakah data suatu deret waktu menunjukkan pola tertentu, seperti peningkatan atau penurunan. Statistik uji yang digunakan dalam uji trend adalah…
- A. Statistik Mann-Kendall
- B. Statistik Chi-Kuadrat
- C. Statistik Kolmogorov-Smirnov
- D. Statistik Wilcoxon
20. Dalam uji trend, jika nilai statistik uji Mann-Kendall lebih besar dari nilai kritis pada tingkat signifikansi tertentu, maka keputusan yang diambil adalah…
- A. Tidak dapat mengambil keputusan
- B. Terima H0, tidak ada trend
- C. Tolak H0, ada trend signifikan
- D. Perlu dilakukan uji lanjutan
21. Pada uji trend untuk data yang tidak terdistribusi normal, metode yang paling tepat digunakan adalah…
- A. Uji t berpasangan
- B. Uji Mann-Kendall
- C. Uji ANOVA
- D. Uji Chi-Kuadrat
22. Jika dalam uji trend terdapat nilai data yang sama (ties), maka penanganan yang dilakukan adalah…
- A. Menggunakan koreksi ties dalam perhitungan varian
- B. Membuang data ties
- C. Mengganti ties dengan nilai rata-rata
- D. Tidak perlu koreksi karena ties tidak berpengaruh
23. Hipotesis nol dalam uji trend adalah…
- A. Ada trend positif dalam data
- B. Tidak ada trend dalam data
- C. Ada trend negatif dalam data
- D. Data bersifat musiman
24. Hasil perhitungan statistik uji Mann-Kendall menunjukkan nilai S = 12. Jika varian S adalah 20, maka nilai Z yang diperoleh adalah…
- A. 0,60
- B. 1,20
- C. 2,68
- D. 3,00
25. Dalam uji tanda untuk dua sampel berhubungan, data yang digunakan adalah…
- A. Data dari tiga sampel atau lebih
- B. Data independen dari dua sampel yang berbeda
- C. Data satu sampel yang diukur satu kali
- D. Data berpasangan dari dua sampel yang saling terkait
26. Jika dalam uji tanda untuk dua sampel berhubungan terdapat 10 pasangan data dimana 7 pasangan menunjukkan selisih positif, 2 pasangan negatif, dan 1 pasangan nol, maka banyaknya data yang digunakan dalam perhitungan adalah…
- A. 8
- B. 10
- C. 7
- D. 9
27. Hipotesis alternatif dalam uji tanda untuk dua sampel berhubungan dapat berupa…
- A. Median perbedaan tidak sama dengan nol
- B. Rata-rata perbedaan sama dengan nol
- C. Proporsi positif sama dengan proporsi negatif
- D. Data berdistribusi normal
28. Dalam uji tanda untuk dua sampel berhubungan, jika jumlah tanda positif adalah 8 dan jumlah tanda negatif adalah 2, maka nilai statistik uji yang digunakan adalah…
- A. 2
- B. 10
- C. 6
- D. 8
29. Nilai kritis untuk uji tanda dengan n=12 dan taraf signifikansi 0,05 satu arah adalah…
- A. 3
- B. 2
- C. 4
- D. 5
30. Uji McNemar digunakan untuk data…
- A. Kategorikal independen
- B. Numerik berpasangan
- C. Kategorikal berpasangan
- D. Numerik independen
31. Dalam uji McNemar, tabel kontingensi yang digunakan adalah tabel…
- A. 2×2
- B. 3×3
- C. 1×2
- D. 2×3
32. Rumus statistik uji McNemar adalah…
- A. (a-d)^2/(a+d)
- B. (b-c)^2/(b+c)
- C. (b-c)^2/(b-c)
- D. (a+b)^2/(c+d)
33. Jika dalam uji McNemar nilai b=15 dan c=5, maka statistik uji yang diperoleh adalah…
- A. 10
- B. 2,5
- C. 5
- D. 3
34. Distribusi yang digunakan untuk menentukan nilai kritis dalam uji McNemar adalah…
- A. Chi-kuadrat dengan derajat bebas 1
- B. Normal standar
- C. Chi-kuadrat dengan derajat bebas 2
- D. Distribusi t
35. Dalam uji McNemar untuk data berpasangan, tabel kontingensi 2×2 digunakan untuk menguji hipotesis tentang perubahan. Nilai statistik uji McNemar dihitung berdasarkan sel mana?
- A. Sel a dan d
- B. Sel b dan c
- C. Sel a dan b
- D. Sel c dan d
36. Dalam uji Wilcoxon untuk dua sampel berhubungan, jika selisih antara pasangan data menghasilkan nilai T+=15 dan T-=20 dengan n=8, maka nilai statistik uji Wilcoxon yang digunakan adalah?
- A. 35
- B. 20
- C. 8
- D. 15
37. Pada uji Walsh untuk dua sampel berhubungan, jika data berdistribusi simetris, maka nilai median dari selisih pasangan dapat diestimasi menggunakan?
- A. Rata-rata Walsh
- B. Rata-rata aritmetik
- C. Median Walsh
- D. Modus Walsh
38. Dalam uji Wilcoxon untuk dua sampel berhubungan, jika terdapat beberapa pasangan dengan selisih nol, maka langkah yang dilakukan adalah?
- A. Mengabaikan selisih nol
- B. Memberi peringkat tertinggi
- C. Memberi peringkat terendah
- D. Memasukkan dalam peringkat gabungan
39. Jika dalam uji Walsh, data selisih pasangan adalah: 2,3,5,7, dan 10, maka banyaknya pasangan Walsh yang terbentuk adalah?
- A. 10
- B. 15
- C. 5
- D. 20
40. Dalam uji Wilcoxon, jika nilai T hitung lebih kecil dari T tabel pada taraf signifikansi tertentu, maka keputusan yang diambil adalah?
- A. Tolak H0
- B. Terima H0
- C. Tidak dapat disimpulkan
- D. Perlu uji lanjutan
41. Uji Chi-Kuadrat untuk satu sampel digunakan untuk menguji apakah data observasi sesuai dengan distribusi teoretis tertentu. Jika terdapat 4 kategori dengan frekuensi harapan masing-masing 10, dan frekuensi observasi adalah 8,12,9,11, maka derajat bebas uji adalah?
- A. 4
- B. 3
- C. 2
- D. 1
42. Pada uji Chi-Kuadrat untuk satu sampel, jika nilai Chi-Kuadrat hitung lebih besar dari Chi-Kuadrat tabel pada derajat bebas tertentu, maka kesimpulannya adalah?
- A. Data sesuai dengan distribusi teoretis
- B. Data homogen
- C. Tidak ada perbedaan antar kategori
- D. Data tidak sesuai dengan distribusi teoretis
43. Jika dalam uji Chi-Kuadrat satu sampel terdapat frekuensi harapan yang kurang dari 5 pada suatu kategori, maka langkah yang disarankan adalah?
- A. Menambah jumlah sampel
- B. Mengabaikan kategori tersebut
- C. Menggabungkan kategori tersebut dengan kategori lain
- D. Menggunakan uji nonparametrik lain
44. Dalam uji Chi-Kuadrat untuk satu sampel dengan 3 kategori, frekuensi observasi adalah 20,30, dan 50. Jika frekuensi harapan sama untuk setiap kategori, maka nilai Chi-Kuadrat hitung adalah?
- A. 14
- B. 12
- C. 10
- D. 16
45. Jika dalam uji Chi-Kuadrat satu sampel, frekuensi observasi sama persis dengan frekuensi harapan, maka nilai Chi-Kuadrat adalah?
- A. 0
- B. 1
- C. Tak terdefinisi
- D. Negatif
46. Dalam uji Chi-Kuadrat (lanjutan) untuk tabel kontingensi 3×2, derajat bebas yang digunakan adalah?
- A. 6
- B. 3
- C. 5
- D. 2
47. Pada uji Chi-Kuadrat untuk tabel kontingensi, jika nilai harapan pada suatu sel kurang dari 5, maka uji alternatif yang dapat digunakan adalah?
- A. Uji Wilcoxon
- B. Uji McNemar
- C. Uji Eksak Fisher
- D. Uji Median
48. Diketahui tabel kontingensi 2×2 dengan data: a=10, b=20, c=30, d=40. Nilai Chi-Kuadrat hitung adalah?
- A. 0.5
- B. 1.5
- C. 1.0
- D. 2.0
49. Dalam uji Chi-Kuadrat lanjutan, jika pada tabel kontingensi 2×3 diperoleh Chi-Kuadrat hitung 6.5, maka pada taraf signifikansi 0.05, keputusan uji dengan derajat bebas yang sesuai adalah?
- A. Tidak dapat ditentukan
- B. Tolak H0
- C. Terima H0
- D. Perlu uji ulang
50. Dalam uji Chi-Kuadrat lanjutan, jika pada tabel kontingensi 2×3 diperoleh Chi-Kuadrat hitung 6.5, maka pada taraf signifikansi 0.05, keputusan uji dengan derajat bebas yang sesuai adalah?
- A. Terima H0
- B. Perlu uji ulang
- C. Tidak dapat ditentukan
- D. Tolak H0
51. Uji Median untuk dua sampel independen digunakan untuk menguji apakah dua sampel berasal dari populasi dengan median yang sama. Jika data sampel pertama memiliki 8 observasi dan sampel kedua 12 observasi, dan setelah digabung, median gabungan adalah 15. Jika banyaknya data di atas median pada sampel pertama adalah 3, maka pada sampel kedua, banyaknya data di atas median adalah?
- A. 5
- B. 9
- C. 7
- D. 4
52. Dalam uji Eksak Fisher untuk tabel kontingensi 2×2, jika data menunjukkan nilai p hitung lebih besar dari taraf signifikansi 0.05, maka kesimpulannya adalah?
- A. Ada hubungan signifikan antar variabel
- B. Tidak ada hubungan signifikan antar variabel
- C. Data tidak memenuhi asumsi
- D. Perlu transformasi data
52. Dalam uji median untuk dua sampel independen, apa yang dimaksud dengan median gabungan?
- A. Median dari sampel pertama
- B. Median dari seluruh data kedua sampel yang digabung
- C. Median dari sampel kedua
- D. Nilai tengah antara median sampel pertama dan kedua
53. Pada uji median untuk dua sampel independen, tabel kontingensi yang digunakan berukuran…
- A. 3 x 3
- B. 2 x 3
- C. 3 x 2
- D. 2 x 2
54. Uji Eksak Fisher digunakan sebagai alternatif uji chi-kuadrat ketika…
- A. Ukuran sampel besar
- B. Data berdistribusi normal
- C. Frekuensi harapan kecil, biasanya kurang dari 5
- D. Variabel berskala interval
55. Dalam uji median, jika nilai median gabangan sudah ditentukan, langkah selanjutnya adalah…
- A. Membuat tabel kontingensi 2 x 2
- B. Menghitung mean masing-masing sampel
- C. Melakukan uji normalitas
- D. Menghitung varians
56. Uji Mann Whitney digunakan untuk membandingkan dua sampel independen berdasarkan…
- A. Nilai mean
- B. Peringkat (rank) data
- C. Nilai median
- D. Frekuensi
57. Statistik uji pada uji Mann Whitney biasanya dilambangkan dengan…
- A. U
- B. T
- C. H
- D. Z
58. Jika dalam uji Mann Whitney nilai U1 + U2 sama dengan…
- A. n1 + n2
- B. n1 x n2
- C. (n1 + n2)/2
- D. n1 – n2
59. Uji Kilat Tukey (Tukey's Quick Test) adalah uji nonparametrik yang digunakan untuk…
- A. Membandingkan lebih dari dua sampel
- B. Menguji normalitas data
- C. Membandingkan dua sampel independen dengan cepat
- D. Menguji homoskedastisitas
60. Dalam uji Kilat Tukey, statistik uji dihitung berdasarkan…
- A. Jumlah pengamatan yang tumpang tindih
- B. Selisih median
- C. Jumlah pengamatan yang tidak tumpang tindih
- D. Rata-rata peringkat
61. Koefisien kontingensi digunakan untuk mengukur…
- A. Hubungan antara dua variabel kategorik
- B. Korelasi antara dua variabel numerik
- C. Perbedaan mean antar grup
- D. Kesamaan distribusi
62. Nilai koefisien kontingensi berkisar antara…
- A. -1 dan 1
- B. -1 dan 0
- C. 0 dan tak terhingga
- D. 0 dan 1
63. Koefisien kontingensi dihitung berdasarkan nilai statistik…
- A. Chi-kuadrat
- B. F
- C. t
- D. Z
64. Rumus koefisien kontingensi C adalah…
- A. C = akar(chi-kuadrat / n)
- B. C = chi-kuadrat / n
- C. C = akar(chi-kuadrat / (n + chi-kuadrat))
- D. C = chi-kuadrat / (n + chi-kuadrat)
65. Jika nilai koefisien kontingensi mendekati 1, maka hubungan antara dua variabel kategorik…
- A. Lemah
- B. Tidak ada
- C. Negatif
- D. Kuat
66. Koefisien korelasi rank Spearman digunakan untuk mengukur…
- A. Korelasi monotonik antara dua variabel ordinal
- B. Korelasi linear antara dua variabel numerik
- C. Perbedaan median
- D. Kesamaan proporsi
67. Nilai koefisien korelasi rank Spearman berkisar antara…
- A. 0 dan 1
- B. -1 dan 1
- C. -1 dan 0
- D. 0 dan tak terhingga
68. Untuk menghitung koefisien korelasi rank Spearman, data harus diubah menjadi…
- A. Nilai z
- B. Frekuensi
- C. Logaritma
- D. Peringkat
69. Jika data dua sampel berpasangan diukur dengan skala ordinal, uji yang paling tepat untuk mengetahui perbedaan antara kedua sampel tersebut adalah
- A. Uji Wilcoxon
- B. Uji Friedman
- C. Uji Q-Cochran
- D. Uji Durbin
70. Uji Q-Cochran digunakan ketika data berskala
- A. Interval
- B. Nominal dikotomi
- C. Rasio
- D. Ordinal
71. Dalam uji Friedman, statistik uji didasarkan pada
- A. Rata-rata data asli
- B. Jumlah ranking dalam setiap perlakuan
- C. Median data
- D. Proporsi keberhasilan
72. Apabila nilai statistik uji Q-Cochran lebih besar dari nilai kritis tabel chi-kuadrat pada taraf nyata tertentu, maka keputusan yang diambil adalah
- A. Terima H0
- B. Tidak dapat disimpulkan
- C. Tolak H0
- D. Perlu uji lanjutan
73. Uji Friedman merupakan alternatif nonparametrik dari
- A. ANOVA satu arah
- B. Uji chi-kuadrat
- C. Uji t berpasangan
- D. ANOVA dua arah dengan satu observasi per sel
74. Dalam uji Q-Cochran, jika ada 4 perlakuan dan 10 blok, maka derajat bebas untuk distribusi chi-kuadrat adalah
- A. 10
- B. 4
- C. 9
- D. 3
75. Uji Durbin digunakan ketika data berasal dari
- A. Rancangan blok tidak lengkap
- B. Rancangan blok lengkap
- C. Sampel independen
- D. Satu sampel
76. Salah satu kelebihan uji Durbin dibandingkan uji Friedman adalah uji Durbin
- A. Dapat menangani data hilang secara alami
- B. Lebih sederhana perhitungannya
- C. Tidak memerlukan ranking
- D. Hanya untuk data nominal
77. Statistik uji Durbin mengikuti distribusi
- A. Normal
- B. t
- C. Chi-kuadrat
- D. F
78. Dalam uji Bell-Doksum, hipotesis nol yang diuji adalah
- A. Varians antar perlakuan sama
- B. Ada perbedaan antar perlakuan
- C. Data berasal dari distribusi normal
- D. Tidak ada perbedaan antar perlakuan
79. Uji Durbin dan Bell-Doksum sama-sama digunakan untuk data
- A. Nominal
- B. Ordinal
- C. Interval
- D. Rasio
80. Jika terdapat 3 perlakuan dan 4 blok, tetapi setiap blok hanya memuat 2 perlakuan, maka uji yang tepat adalah
- A. Uji Durbin
- B. Uji Q-Cochran
- C. Uji Friedman
- D. Uji Wilcoxon
81. Uji chi-kuadrat untuk k sampel independen digunakan untuk data berskala
- A. Interval
- B. Ordinal
- C. Nominal
- D. Rasio
82. Dalam uji median untuk k sampel independen, jika nilai median gabungan sudah diketahui, maka langkah selanjutnya adalah
- A. Menghitung ranking setiap data
- B. Membuat tabel kontingensi 2 x k
- C. Melakukan uji normalitas
- D. Menghitung rata-rata setiap sampel
83. Pada uji chi-kuadrat untuk k sampel independen, jika nilai harapan pada salah satu sel kurang dari 5, maka tindakan yang dianjurkan adalah
- A. Mengabaikan sel tersebut
- B. Menggunakan uji eksak Fisher
- C. Menambah jumlah sampel
- D. Menggabungkan kategori yang berdekatan
84. Dalam uji median untuk k sampel independen, statistik uji yang digunakan mengikuti distribusi
- A. Normal
- B. t
- C. Chi-kuadrat
- D. F
85. Uji Chi-Kuadrat untuk k sampel independen digunakan untuk menguji hipotesis bahwa k populasi memiliki proporsi yang sama dalam setiap kategori. Jika terdapat 3 kelompok sampel dan setiap pengamatan diklasifikasikan ke dalam 4 kategori, maka derajat bebas (df) untuk statistik uji Chi-Kuadrat adalah …
- A. 2
- B. 6
- C. 3
- D. 12
86. Dalam uji Kruskal-Wallis, data dari k sampel independen digabung lalu diberi peringkat. Statistik uji H mengikuti distribusi Chi-Kuadrat dengan derajat bebas …
- A. k-1
- B. k
- C. n-1
- D. n-k
87. Dalam uji Kruskal-Wallis, jika terdapat 3 kelompok dengan ukuran sampel masing-masing n1=5, n2=6, dan n3=7, maka total ukuran sampel N adalah …
- A. 15
- B. 16
- C. 18
- D. 17
88. Pada uji Kruskal-Wallis, jika tidak ada ikatan (ties) antar peringkat, maka rumus statistik H dinyatakan sebagai: H = 12/(N(N+1)) * sigma(Ri²/ni) – 3(N+1). Nilai dari sigma(Ri²/ni) adalah …
- A. jumlah kuadrat peringkat total
- B. jumlah total peringkat setiap kelompok
- C. jumlah kuadrat peringkat setiap kelompok dibagi ukuran kelompok lalu dijumlah
- D. rata-rata peringkat setiap kelompok
89. Uji Kruskal-Wallis digunakan jika data berskala …
- A. nominal
- B. nominal dan rasio
- C. rasio dan berdistribusi normal
- D. ordinal atau interval tetapi tidak memenuhi asumsi normalitas
90. Dalam uji Kruskal-Wallis, jika terdapat ikatan (ties) pada peringkat, maka digunakan koreksi ties. Langkah pertama dalam koreksi ties adalah …
- A. menggunakan peringkat tengah (average rank)
- B. mengabaikan ikatan tersebut
- C. mengurangi derajat bebas
- D. menghitung ulang semua peringkat
91. Uji Kolmogorov-Smirnov satu sampel digunakan untuk menguji apakah suatu sampel berasal dari populasi dengan distribusi tertentu. Fungsi distribusi kumulatif empiris (F_n(x)) dihitung sebagai …
- A. median data dalam sampel
- B. jumlah data yang lebih besar dari x
- C. rata-rata data dalam sampel
- D. proporsi data yang kurang dari atau sama dengan x
92. Dalam uji Lilliefors, statistik uji dihitung sebagai selisih maksimum antara distribusi kumulatif empiris dan distribusi kumulatif normal. Perbedaan utama uji Lilliefors dengan uji Kolmogorov-Smirnov adalah …
- A. uji Lilliefors memperkirakan mean dan varians dari data
- B. uji Lilliefors menggunakan tabel distribusi normal standar
- C. uji Lilliefors hanya untuk data nominal
- D. uji Lilliefors tidak memerlukan peringkat
93. Uji Cramer-Von Mises merupakan uji goodness-of-fit yang didasarkan pada …
- A. selisih maksimum antara dua distribusi kumulatif
- B. jumlah kuadrat selisih antara distribusi kumulatif empiris dan teoritis
- C. median dari sampel
- D. rangking data
94. Dalam uji Kolmogorov-Smirnov satu sampel, hipotesis nol (Ho) adalah …
- A. median populasi sama dengan nol
- B. sampel tidak berasal dari populasi dengan distribusi tertentu
- C. kedua sampel berasal dari populasi yang sama
- D. sampel berasal dari populasi dengan distribusi tertentu
95. Statistik uji Lilliefors adalah D = max|F_n(x) – F_0(x)|, di mana F_0(x) adalah …
- A. fungsi distribusi kumulatif empiris
- B. fungsi distribusi kumulatif normal dengan mean dan varians yang diestimasi
- C. fungsi distribusi kumulatif teoritis yang diketahui
- D. fungsi densitas probabilitas
96. Uji Smirnov digunakan untuk membandingkan dua distribusi kumulatif empiris dari dua sampel independen. Statistik uji Smirnov dihitung sebagai …
- A. rata-rata selisih antara dua distribusi
- B. jumlah selisih antara dua distribusi
- C. selisih maksimum antara dua fungsi distribusi kumulatif empiris
- D. median selisih antara dua distribusi
97. Dalam uji Smirnov dua sampel independen, jika statistik uji D melebihi nilai kritis pada tabel, maka keputusannya adalah …
- A. terima Ho, kedua sampel berasal dari populasi yang sama
- B. tidak dapat disimpulkan
- C. terima Ho, kedua sampel berasal dari populasi yang berbeda
- D. tolak Ho, kedua sampel berasal dari populasi yang berbeda
98. Uji Cramer-Von Mises untuk dua sampel independen menggunakan statistik uji T, yang didasarkan pada …
- A. selisih maksimum antara dua distribusi
- B. jumlah kuadrat selisih antara dua distribusi kumulatif empiris
- C. rangking gabungan kedua sampel
- D. median dari kedua sampel
99. Dalam uji Smirnov dua sampel, jika ukuran sampel pertama n1 dan sampel kedua n2, maka nilai kritis D untuk alpha tertentu umumnya bergantung pada …
- A. hanya n1
- B. hanya n2
- C. n1 dan n2 secara bersama
- D. tidak bergantung pada ukuran sampel
100. Dalam uji Cramer-Von Mises untuk dua sampel independen, jika statistik uji T lebih kecil dari nilai kritis, maka kesimpulannya adalah …
- A. tidak cukup bukti untuk menolak Ho bahwa kedua distribusi sama
- B. kedua sampel berasal dari populasi yang berbeda
- C. kedua sampel memiliki median yang berbeda
- D. kedua sampel memiliki varians yang berbeda
Latihan Tambahan dengan AI
Salin prompt di bawah ini, lalu tempelkan ke ChatGPT, Gemini, Claude, atau AI lainnya untuk mendapatkan 50 soal latihan baru dengan materi yang sama. Soal yang dihasilkan AI akan berbeda dari soal di halaman ini.