SATS4220 — Matematika 3
1. Bentuk umum persamaan diferensial biasa orde-n adalah…
- A. F(x, y, y') = 0
- B. F(x, y, dy/dx) = 0
- C. F(x, y, y', y'', …, y^{(n)}) = 0
- D. y^{(n)} + a_1 y^{(n-1)} + … + a_n y = 0
2. Diketahui fungsi y = e^{2x} + C, dengan C konstanta. Apakah fungsi ini merupakan penyelesaian dari persamaan diferensial y' – 2y = 0…
- A. Ya, karena turunan y adalah 2e^{2x}, dan substitusi menghasilkan 2e^{2x} – 2(e^{2x} + C) = -2C ≠ 0, sehingga bukan penyelesaian.
- B. Ya, karena turunan y adalah 2e^{2x}, dan substitusi menghasilkan 2e^{2x} – 2(e^{2x} + C) = -2C, sehingga hanya penyelesaian jika C = 0.
- C. Tidak, karena turunan y adalah 2e^{2x}, dan substitusi menghasilkan 2e^{2x} – 2(e^{2x} + C) = -2C ≠ 0 secara umum.
- D. Tidak, karena persamaan diferensial tersebut tidak memiliki penyelesaian berbentuk eksponensial.
3. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini. Manakah yang BUKAN merupakan contoh persamaan diferensial…
- A. d^2y/dx^2 + 3 dy/dx – 5y = sin x
- B. x^2 + y^2 = 25
- C. ∂z/∂x + ∂z/∂y = z
- D. y'' + 2y' + y = 0
4. Jika suatu persamaan diferensial memiliki fungsi yang tidak diketahui bergantung pada dua atau lebih variabel bebas, maka persamaan tersebut diklasifikasikan sebagai…
- A. persamaan diferensial biasa
- B. persamaan diferensial linear
- C. persamaan diferensial parsial
- D. persamaan diferensial non-linear
5. Diberikan persamaan diferensial y' = 3x^2. Orde dari persamaan diferensial tersebut adalah…
- A. 1
- B. 0
- C. 2
- D. 3
6. Manakah dari berikut ini yang merupakan persamaan diferensial biasa linear dengan koefisien konstan…
- A. y'' + 3y' – 2y = e^x
- B. y'' + x y' + y = 0
- C. y y' + y = x
- D. (y')^2 + y = 0
7. Penyelesaian khusus dari persamaan diferensial dy/dx = 2x yang memenuhi y(1) = 3 adalah…
- A. y = x^2 – 3
- B. y = x^2 + 2
- C. y = x^2 + 3
- D. y = 2x + 1
8. Diketahui persamaan diferensial y' = ky dengan k konstanta. Bentuk penyelesaian umum dari persamaan tersebut adalah…
- A. y = kx + C
- B. y = Ce^{x}
- C. y = e^{kx} + C
- D. y = Ce^{kx}
9. Suatu benda bergerak dengan kecepatan yang berubah terhadap waktu: dv/dt = -kv, dengan k > 0 dan v adalah kecepatan. Jika pada t = 0 kecepatannya v_0, kecepatan benda pada waktu t adalah…
- A. v(t) = v_0 e^{-kt}
- B. v(t) = v_0 – kt
- C. v(t) = v_0 e^{kt}
- D. v(t) = v_0 / (1 + kt)
10. Persamaan diferensial (x^2 + y) dx + (x + y^2) dy = 0 dapat diklasifikasikan sebagai persamaan…
- A. linear
- B. eksak
- C. variabel terpisah
- D. homogen
11. Syarat perlu dan cukup agar persamaan diferensial M(x,y) dx + N(x,y) dy = 0 disebut eksak adalah…
- A. M dan N kontinu
- B. ∂M/∂x = ∂N/∂y
- C. ∂M/∂y = ∂N/∂x
- D. M dan N linear
12. Diketahui persamaan diferensial (2xy + y^2) dx + (x^2 + 2xy) dy = 0. Nilai dari ∂M/∂y – ∂N/∂x untuk persamaan ini adalah…
- A. 4x
- B. 2x – 2y
- C. 2x + 2y
- D. 0
13. Suatu persamaan diferensial berbentuk M dx + N dy = 0 dengan ∂M/∂y ≠ ∂N/∂x. Untuk menyelesaikannya, dapat digunakan metode…
- A. faktor integrasi
- B. variabel terpisah
- C. substitusi homogen
- D. koefisien konstan
14. Bentuk umum persamaan diferensial dengan variabel terpisah adalah…
- A. dy/dx = f(x) . g(y)
- B. dy/dx = f(x) + g(y)
- C. dy/dx = f(x)/g(y)
- D. dy/dx = f(x+y)
15. Dalam suatu percobaan peluruhan radioaktif, laju peluruhan sebanding dengan jumlah zat yang tersisa. Jika N(t) menyatakan jumlah zat pada waktu t, bentuk persamaan diferensial yang tepat adalah…
- A. dN/dt = kN
- B. dN/dt = -kN
- C. dN/dt = k/t
- D. dN/dt = -k/t
16. Diberikan persamaan diferensial (x^3 + y) dx + (x + y^3) dy = 0. Agar persamaan tersebut menjadi eksak, diperlukan faktor integrasi yang hanya bergantung pada…
- A. x/y
- B. y
- C. xy
- D. x
17. Sebuah tangki berisi 100 liter air garam dengan konsentrasi garam 0,2 kg per liter. Air garam dengan konsentrasi 0,1 kg per liter mengalir masuk dengan laju 5 liter per menit, dan campuran keluar dengan laju yang sama. Jika S(t) menyatakan jumlah garam dalam tangki setelah t menit, model persamaan diferensial yang tepat adalah…
- A. dS/dt = 1 – 0,05 S
- B. dS/dt = 0,5 – S/20
- C. dS/dt = 0,5 – 0,01 S
- D. dS/dt = 0,5 – 0,05 S
18. Suatu persamaan diferensial berbentuk M(x,y) dx + N(x,y) dy = 0. Langkah awal untuk menentukan apakah persamaan tersebut merupakan persamaan eksak adalah…
- A. menghitung turunan parsial ∂M/∂y dan ∂N/∂x lalu membandingkannya
- B. memeriksa apakah M dan N merupakan fungsi polinomial
- C. mengintegralkan M terhadap x dan N terhadap y secara terpisah
- D. memisahkan variabel x dan y ke ruas yang berbeda
19. Diberikan persamaan diferensial (y^2 – 2x) dx + (2xy + 1) dy = 0. Untuk mengubah persamaan tersebut ke bentuk variabel terpisah, substitusi yang tepat adalah…
- A. w = y – x
- B. v = x/y
- C. u = y/x
- D. t = x^2 + y^2
20. Persamaan diferensial (x + 2y) dx + (2x – y) dy = 0 termasuk dalam bentuk persamaan yang dapat dibawa ke persamaan dengan variabel terpisah karena…
- A. persamaan tersebut merupakan persamaan eksak
- B. persamaan tersebut merupakan persamaan linear
- C. persamaan tersebut memiliki faktor integrasi konstan
- D. persamaan tersebut merupakan persamaan homogen
21. Persamaan diferensial dy/dx = (2x – y)/(x + 3y) dapat diselesaikan dengan substitusi…
- A. u = x + y
- B. x = vy
- C. y = ux
- D. v = 2x – y
22. Diketahui persamaan diferensial (x^2 + y^2) dx – 2xy dy = 0. Setelah substitusi y = ux, bentuk persamaan yang diperoleh dalam u dan x adalah…
- A. du/dx = (1 + u^2)/(2u)
- B. du/dx = (1 + u^2)/(2ux)
- C. du/dx = (1 – u^2)/(2ux)
- D. du/dx = (1 + u^2)/(2x)
23. Suatu persamaan diferensial homogen dapat dikenali dari sifat…
- A. setiap suku M dan N memiliki derajat yang berbeda
- B. M dan N merupakan fungsi homogen dengan derajat yang sama
- C. M dan N merupakan fungsi linear terhadap x dan y
- D. persamaan tersebut selalu dapat dipisahkan variabelnya
24. Bentuk umum persamaan yang dapat dibawa ke persamaan dengan variabel terpisah melalui substitusi y = ux adalah persamaan diferensial yang berbentuk dy/dx = f(y/x). Ciri utama dari persamaan tersebut adalah…
- A. variabel x dan y sudah terpisah secara langsung
- B. fungsi f hanya bergantung pada rasio y/x
- C. fungsi f merupakan fungsi linear dalam x dan y
- D. persamaan tersebut tidak mengandung suku konstan
25. Faktor integrasi μ(x) untuk persamaan diferensial linear dy/dx + P(x)y = Q(x) didefinisikan sebagai…
- A. μ(x) = e^{∫ P(x) dx}
- B. μ(x) = e^{∫ Q(x) dx}
- C. μ(x) = ∫ P(x) dx
- D. μ(x) = P(x)
26. Diberikan persamaan diferensial dy/dx + (2/x) y = x^3. Faktor integrasi untuk persamaan tersebut adalah…
- A. x^2
- B. e^{2x}
- C. x
- D. ln x
27. Untuk menyelesaikan persamaan diferensial (x^2 + y) dx + (x + y^2) dy = 0 yang tidak eksak, diperiksa bahwa (∂M/∂y – ∂N/∂x)/N hanya bergantung pada x, sehingga faktor integrasi yang sesuai adalah…
- A. faktor integrasi konstan
- B. μ(y) = e^{∫ g(y) dy}
- C. μ(x,y) = x^a y^b
- D. μ(x) = e^{∫ f(x) dx}
28. Suatu persamaan diferensial M dx + N dy = 0 tidak eksak. Diketahui bahwa (N_x – M_y)/M hanya merupakan fungsi y. Bentuk faktor integrasi yang tepat adalah…
- A. μ(y) = e^{∫ g(y) dy}
- B. μ(x) = e^{∫ g(x) dx}
- C. μ(x,y) = xy
- D. μ(x) = ∫ g(y) dy
29. Sebuah persamaan diferensial diberikan sebagai (2xy – y) dx + (x^2 + x) dy = 0. Agar persamaan ini menjadi eksak, diperlukan faktor integrasi yang berupa…
- A. 1/y
- B. y
- C. x
- D. 1/x
30. Faktor integrasi digunakan untuk mengubah persamaan diferensial yang tidak eksak menjadi eksak. Prinsip kerja faktor integrasi adalah…
- A. mengalikan persamaan dengan suatu fungsi sehingga syarat eksak terpenuhi
- B. menjumlahkan suatu fungsi ke kedua ruas persamaan
- C. mensubstitusi variabel baru ke dalam persamaan
- D. mengintegralkan persamaan secara langsung
31. Bentuk umum persamaan diferensial linear tingkat satu adalah…
- A. M dx + N dy = 0
- B. dy/dx = f(x,y)
- C. dy/dx + P(x)y = Q(x)
- D. d^2y/dx^2 + P(x) dy/dx + Q(x)y = R(x)
32. Suatu tangki berisi larutan garam. Laju perubahan jumlah garam S(t) dalam tangki dimodelkan oleh dS/dt + (1/10)S = 5. Bentuk umum penyelesaian dari persamaan diferensial ini adalah…
- A. S(t) = Ce^{t/10} + 50
- B. S(t) = Ce^{-t/10} + 50
- C. S(t) = Ce^{-10t} + 5
- D. S(t) = Ce^{10t} + 5
33. Diberikan persamaan diferensial dy/dx + 3y = e^{-2x}. Setelah dikalikan dengan faktor integrasi yang sesuai, ruas kiri persamaan menjadi…
- A. d/dx (e^{2x} y)
- B. d/dx (e^{-3x} y)
- C. d/dx (e^{3x} y)
- D. d/dx (e^{-2x} y)
34. Suatu populasi bakteri tumbuh dengan laju yang sebanding dengan jumlah bakteri saat itu. Jika populasi awal adalah 100 dan setelah 2 jam menjadi 300, model persamaan diferensial yang tepat untuk pertumbuhan populasi N(t) adalah…
- A. dN/dt = k (300 – N)
- B. dN/dt = k N
- C. dN/dt = k t N
- D. dN/dt = 100 N
35. Bentuk umum persamaan diferensial linear tingkat satu dapat ditulis sebagai dy/dx + P(x)y = Q(x). Fungsi P(x) dan Q(x) diasumsikan sebagai fungsi kontinu. Sifat yang membedakan persamaan ini dari persamaan diferensial tingkat satu lainnya adalah…
- A. tidak mengandung suku yang berupa hasil kali y dengan turunannya
- B. derajat tertinggi dari y adalah satu dan koefisiennya konstan
- C. suku P(x)y merupakan hasil kali fungsi P(x) dengan y
- D. koefisien dari dy/dx harus sama dengan 1
36. Sebuah benda bermassa m dijatuhkan dari ketinggian tertentu. Hambatan udara yang dialami benda sebanding dengan kecepatan v. Jika hukum Newton kedua memberikan persamaan m dv/dt = mg – kv, dengan g adalah percepatan gravitasi dan k konstanta hambatan, makna dari suku -kv pada ruas kanan persamaan adalah…
- A. benda mencapai kecepatan terminal saat dv/dt bernilai nol
- B. gaya hambat udara berlawanan arah dengan gerak benda
- C. laju pertambahan kecepatan benda berkurang secara linear
- D. massa benda berkurang seiring waktu karena gesekan
37. Dalam model pertumbuhan populasi terbatas, persamaan diferensial dN/dt = rN(1 – N/K) dikenal sebagai persamaan logistik. Faktor (1 – N/K) pada ruas kanan fungsi sebagai…
- A. laju pertumbuhan maksimum populasi
- B. daya dukung lingkungan tempat populasi hidup
- C. faktor pengurangan laju pertumbuhan akibat keterbatasan sumber daya
- D. jumlah populasi saat mencapai kesetimbangan
38. Suatu zat radioaktif meluruh dengan laju yang sebanding dengan jumlah zat yang tersisa. Jika N(t) adalah jumlah zat pada waktu t dan λ adalah konstanta peluruhan positif, persamaan diferensial yang tepat adalah…
- A. dN/dt = λN
- B. dN/dt = -N/λ
- C. dN/dt = -λN
- D. dN/dt = λ/N
39. Sebuah tangki bervolume 100 liter berisi air murni. Mulai waktu t = 0, larutan garam dengan konsentrasi 0,2 kg/liter dialirkan masuk dengan laju 2 liter/menit. Campuran diaduk merata dan keluar dengan laju 2 liter/menit. Jika S(t) menyatakan jumlah garam dalam kg di dalam tangki pada waktu t menit, model persamaan diferensial yang sesuai adalah…
- A. dS/dt = 0,2 – (2/100)S
- B. dS/dt = 0,4 – (2/100)S
- C. dS/dt = 0,4 – (1/100)S
- D. dS/dt = 0,2 – (1/50)S
40. Suatu rangkaian listrik RL seri terdiri dari resistor R dan induktor L yang dihubungkan dengan sumber tegangan konstan V_0. Hukum Kirchhoff memberikan persamaan L dI/dt + RI = V_0. Jika pada t = 0 kuat arus I = 0, penyelesaian khusus dari persamaan diferensial tersebut adalah…
- A. I(t) = (V_0/R)(1 – e^{-Rt/L})
- B. I(t) = (V_0/R)e^{-Rt/L}
- C. I(t) = (V_0/L)(1 – e^{-Rt/L})
- D. I(t) = (V_0/R)(1 + e^{-Rt/L})
41. Dalam teori operator diferensial, operator D didefinisikan sebagai D = d/dx. Jika D diterapkan pada fungsi y, ditulis Dy = dy/dx. Notasi D^2y berarti…
- A. (dy/dx)^2
- B. d^2y/dx^2
- C. d/dx dari dy/dx, yaitu turunan kedua
- D. kuadrat dari operator turunan pertama
42. Suatu persamaan diferensial linear orde-n dapat ditulis dalam bentuk operator sebagai L(y) = R(x), dengan L adalah operator diferensial linear. Jika L = D^2 + 3D + 2, dan R(x) = 0, maka persamaan diferensial tersebut termasuk…
- A. persamaan diferensial linear non-homogen
- B. persamaan diferensial homogen dengan koefisien konstan
- C. persamaan diferensial eksak
- D. persamaan diferensial variabel terpisah
43. Diberikan operator diferensial P(D) = D^2 – 5D + 6. Jika P(D) diterapkan pada fungsi y = e^{2x}, hasilnya adalah…
- A. 12 e^{2x}
- B. 0
- C. 2 e^{2x}
- D. -2 e^{2x}
44. Jika operator diferensial L = D^2 – 2D + 1 dituliskan sebagai (D – 1)^2, maka bentuk ini disebut…
- A. komposisi operator non-linear
- B. ekspansi binomial operator
- C. invers operator diferensial
- D. faktorisasi operator linear
45. Suatu persamaan diferensial linear homogen dengan koefisien konstan dinyatakan oleh (D^2 + 4D + 4)y = 0. Akar persamaan karakteristik dari operator diferensial tersebut adalah…
- A. -2 dan 2
- B. -2 dan -2 (kembar)
- C. 2 dan 2 (kembar)
- D. -4 dan 0
46. Penyelesaian umum dari persamaan diferensial y'' – y' – 6y = 0 adalah…
- A. y = C_1 e^{3x} + C_2 e^{2x}
- B. y = C_1 e^{2x} + C_2 e^{-3x}
- C. y = C_1 e^{-3x} + C_2 e^{2x}
- D. y = C_1 e^{3x} + C_2 e^{-2x}
47. Jika persamaan diferensial homogen y'' – 6y' + 9y = 0 memiliki akar persamaan karakteristik kembar r = 3, maka penyelesaian umumnya adalah…
- A. y = (C_1 + C_2 x) e^{3x}
- B. y = C_1 e^{3x} + C_2 e^{-3x}
- C. y = C_1 e^{3x} + C_2 e^{3x}
- D. y = C_1 e^{3x} + C_2 x e^{3x}
48. Persamaan diferensial y'' – 4y' + 13y = 0 memiliki persamaan karakteristik dengan akar kompleks. Penyelesaian umum yang tepat adalah…
- A. y = e^{2x}(C_1 cos 3x + C_2 sin 3x)
- B. y = e^{-2x}(C_1 cos 3x + C_2 sin 3x)
- C. y = e^{2x}(C_1 cosh 3x + C_2 sinh 3x)
- D. y = e^{2x}(C_1 cos 2x + C_2 sin 2x)
49. Diketahui persamaan diferensial y''' – 3y'' + 3y' – y = 0. Persamaan karakteristik dari persamaan diferensial tersebut adalah…
- A. r^3 – 3r^2 + 3r – 1 = 0
- B. r^3 + 3r^2 + 3r + 1 = 0
- C. (r – 1)^3 = 0
- D. r^3 – 1 = 0
50. Penyelesaian khusus dari persamaan diferensial y'' – 4y = 0 dengan syarat awal y(0) = 1 dan y'(0) = 0 adalah…
- A. y = e^{2x}
- B. y = cos 2x
- C. y = cosh 2x
- D. y = (1/2)(e^{2x} + e^{-2x})
51. Suatu pegas dengan konstanta k = 4 N/m digantungi massa m = 1 kg. Sistem berada dalam medium yang memberikan redaman dengan konstanta redaman b = 4 N s/m. Simpangan x(t) dari posisi setimbang memenuhi persamaan diferensial d^2x/dt^2 + b/m dx/dt + k/m x = 0. Jenis peredaman yang terjadi pada sistem ini adalah…
- A. tak teredam
- B. teredam kurang
- C. teredam lebih
- D. teredam kritis
52. Bentuk umum penyelesaian khusus dari persamaan diferensial linear dengan koefisien konstan y'' + 3y' + 2y = 10 sin x jika dicoba dengan metode koefisien tak tentu adalah…
- A. y_p = A sin x
- B. y_p = A cos x + B sin x
- C. y_p = Ax cos x + Bx sin x
- D. y_p = Ax e^{x} cos x + Bx e^{x} sin x
53. Dalam metode koefisien tak tentu untuk persamaan y'' – 2y' + y = 3e^{x}, tebakan awal untuk penyelesaian khusus adalah A e^{x}. Namun, karena e^{x} merupakan penyelesaian dari persamaan homogen, tebakan yang benar setelah dikalikan dengan x adalah…
- A. A e^{x}
- B. Ax^2 e^{x}
- C. Ax e^{x}
- D. A e^{x} + Bx e^{x}
54. Jika suatu rangkaian RLC seri dimodelkan dengan persamaan L d^2q/dt^2 + R dq/dt + (1/C)q = E(t), dan tegangan sumber E(t) = 100 cos 50t, maka bentuk tebakan untuk penyelesaian khusus muatan q_p(t) adalah…
- A. q_p = A cos 50t
- B. q_p = At cos 50t + Bt sin 50t
- C. q_p = A e^{50t}
- D. q_p = A cos 50t + B sin 50t
55. Prinsip superposisi pada persamaan diferensial linear homogen menyatakan bahwa…
- A. setiap penyelesaian dapat dinyatakan sebagai kombinasi linear dari penyelesaian-penyelesaian lainnya
- B. hasil kali dua penyelesaian adalah juga penyelesaian
- C. jumlah dari dua penyelesaian adalah juga penyelesaian
- D. turunan dari suatu penyelesaian adalah juga penyelesaian
56. Persamaan diferensial x^2 y'' – 2xy' + 2y = 0 merupakan persamaan Euler-Cauchy. Transformasi yang tepat untuk mengubahnya menjadi persamaan dengan koefisien konstan adalah dengan substitusi…
- A. t = e^{x}
- B. t = x^2
- C. t = ln x
- D. t = 1/x
57. Diketahui persamaan diferensial x^2 y'' + xy' – y = 0. Persamaan karakteristik yang diperoleh dari substitusi y = x^r adalah…
- A. r^2 – r – 1 = 0
- B. r^2 + r – 1 = 0
- C. r^2 – 2r + 1 = 0
- D. r^2 – 1 = 0
58. Penyelesaian umum dari persamaan Euler-Cauchy x^2 y'' + 3xy' + y = 0 adalah…
- A. y = c_1 x + c_2 x^{-1}
- B. y = c_1 x^{-1} + c_2 x^{-1} ln x
- C. y = c_1 e^{x} + c_2 e^{-x}
- D. y = c_1 cos(ln x) + c_2 sin(ln x)
59. Suatu persamaan diferensial berbentuk x^2 y'' + xy' + y = 0 memiliki penyelesaian umum y = c_1 cos(ln x) + c_2 sin(ln x). Hal ini menunjukkan bahwa persamaan karakteristiknya memiliki akar…
- A. riil dan berbeda
- B. kompleks konjugat dengan bagian riil nol
- C. riil dan kembar
- D. kompleks konjugat dengan bagian riil tak nol
60. Jika suatu persamaan Euler-Cauchy x^2 y'' + axy' + by = 0 memiliki akar persamaan karakteristik riil dan berbeda, maka bentuk penyelesaian umumnya adalah…
- A. y = c_1 x^{r_1} + c_2 x^{r_2}
- B. y = c_1 e^{r_1 x} + c_2 e^{r_2 x}
- C. y = c_1 x^{r_1} ln x + c_2 x^{r_2}
- D. y = c_1 cos(r_1 ln x) + c_2 sin(r_2 ln x)
61. Transformasi Laplace dari fungsi f(t) = t^2 adalah…
- A. 1/(s^2 + 1)
- B. 1/s^3
- C. 2/s^2
- D. 2/s^3
62. Salah satu syarat cukup agar Transformasi Laplace dari fungsi f(t) ada adalah bahwa f(t) kontinu bagian demi bagian pada selang [0, ∞) dan…
- A. f(t) berorde eksponensial untuk t menuju tak hingga
- B. f(t) periodik
- C. f(t) memiliki turunan untuk semua t
- D. f(t) terintegralkan Riemann pada [0,∞)
63. Transformasi Laplace dari fungsi tangga satuan u(t-a) adalah…
- A. 1/s
- B. e^{-as}
- C. e^{-as}/s
- D. 1/(s-a)
64. Untuk suatu fungsi f(t) yang didefinisikan untuk t >= 0, Transformasi Laplace L{f(t)} didefinisikan sebagai integral tak wajar dari f(t) dikalikan dengan…
- A. e^{-st}
- B. e^{st}
- C. e^{-t}
- D. e^{t}
65. Transformasi Laplace dari fungsi f(t) = 3 cos 2t adalah…
- A. 3s/(s^2 + 4)
- B. 3/(s^2 + 4)
- C. 2/(s^2 + 4)
- D. 3s/(s^2 – 4)
66. Transformasi Laplace dari turunan pertama suatu fungsi f(t), yaitu L{f'(t)}, dapat dinyatakan sebagai…
- A. s F(s) + f(0)
- B. F(s) – f(0)
- C. s F(s) – f(0)
- D. F(s)/s – f(0)
67. Suatu rangkaian RC seri dengan resistansi R dan kapasitansi C dihubungkan dengan sumber tegangan konstan V_0. Hukum Kirchhoff memberikan persamaan R dq/dt + q/C = V_0. Jika muatan awal q(0) = 0, Transformasi Laplace dari bentuk dq/dt adalah…
- A. s Q(s) + q(0)
- B. s^2 Q(s) – s q(0) – q'(0)
- C. Q(s)/s
- D. s Q(s) – q(0)
68. Untuk menyelesaikan persamaan diferensial y'' + 4y = cos 2t dengan syarat awal y(0) = 0 dan y'(0) = 1 menggunakan Transformasi Laplace, Transformasi dari y'' adalah…
- A. s^2 Y(s) – s y(0) – y'(0)
- B. s Y(s) – y'(0)
- C. s Y(s) – y(0)
- D. s^2 Y(s) – s y(0) – y''(0)
69. Transformasi Laplace dari turunan pertama suatu fungsi f(t), yaitu L{f'(t)}, jika dinyatakan dalam transformasi dari fungsi itu sendiri dan nilai awalnya adalah…
- A. sF(s) – f(0)
- B. sF(s) + f(0)
- C. F(s) – sf(0)
- D. s^2 F(s) – sf(0) – f'(0)
70. Untuk menyelesaikan suatu persamaan diferensial orde dua menggunakan Transformasi Laplace, transformasi dari turunan kedua f''(t) sangat penting. Jika F(s) = L{f(t)} dan diketahui f(0) serta f'(0), maka L{f''(t)} adalah…
- A. s^2 F(s) – s f(0) – f'(0)
- B. sF(s) – f(0)
- C. (1/2) s^2 F(s) – f(0)
- D. s^2 F(s) – f'(0)
71. Diketahui transformasi Laplace dari suatu fungsi adalah F(s) = (s – 2)/(s^2 – 4). Invers transformasi Laplace dari F(s) yang paling tepat adalah…
- A. cos 2t
- B. e^{2t}
- C. cosh 2t
- D. e^{-2t}
72. Suatu fungsi memiliki transformasi Laplace 1/(s – a). Invers transformasi Laplace dari fungsi tersebut adalah…
- A. e^{at}
- B. t e^{at}
- C. e^{-at}
- D. t e^{-at}
73. Diketahui F(s) = (5s + 3)/(s^2 + 9). Invers transformasi Laplace dari F(s) adalah…
- A. 5 sin 3t + (1/3) cos 3t
- B. 5 cos 3t + (1/3) sin 3t
- C. 5 sin 3t + cos 3t
- D. 5 cos 3t + sin 3t
74. Invers transformasi Laplace dari fungsi F(s) = 1/(s^2 + 4s + 5) adalah…
- A. e^{-2t} cos t
- B. e^{-2t} sin t
- C. sinh 2t
- D. e^{2t} cos t
76. Sebuah sistem getaran pegas tanpa redaman memiliki persamaan diferensial d^2x/dt^2 + 9x = 0, dengan x adalah simpangan dari posisi setimbang. Jika penyelesaian umumnya adalah x(t) = A cos 3t + B sin 3t, maka frekuensi natural dari sistem tersebut adalah…
- A. 6 rad/s
- B. 9 rad/s
- C. π/3 rad/s
- D. 3 rad/s
77. Suatu pegas dengan konstanta pegas k digantungi massa m. Persamaan gerak tanpa redaman adalah m d^2x/dt^2 + kx = 0. Frekuensi natural ω dari sistem ini dinyatakan oleh…
- A. k/m
- B. sqrt(k/m)
- C. m/k
- D. sqrt(m/k)
78. Pada getaran pegas dengan redaman, persamaan diferensialnya adalah m d^2x/dt^2 + b dx/dt + kx = 0. Jika b^2 – 4mk < 0, maka jenis redaman yang terjadi adalah…
- A. critically damped
- B. overdamped
- C. underdamped
- D. unstable
79. Sebuah pegas dengan konstanta k = 8 N/m dan massa m = 2 kg berada dalam medium tanpa redaman. Jika sistem diberi gaya eksternal F(t) = 5 sin 2t N, persamaan diferensial gerak yang tepat adalah…
- A. 2 d^2x/dt^2 + 8x = 5 sin 2t
- B. 2 d^2x/dt^2 + 8 dx/dt + 8x = 5 sin 2t
- C. 8 d^2x/dt^2 + 2x = 5 sin 2t
- D. d^2x/dt^2 + 8x = 5 sin 2t
80. Suatu pegas dengan konstanta k = 100 N/m digantungi massa 4 kg. Sistem berada dalam peredam dengan konstanta redaman b = 40 N s/m. Jenis redaman yang terjadi adalah (diketahui sqrt(400 – 1600) = sqrt(-1200))…
- A. overdamped
- B. underdamped
- C. critically damped
- D. not damped
81. Diketahui persamaan diferensial y'' – 3y' + 2y = e^{3t} dengan syarat awal y(0) = 1 dan y'(0) = 0. Transformasi Laplace dari persamaan ini menghasilkan…
- A. (s^2 Y – s) – 3(sY – 1) + 2Y = 1/(s-3)
- B. (s^2 Y – s – 0) – 3(sY – 1) + 2Y = 1/(s-3)
- C. (s^2 Y – 1) – 3(sY – 0) + 2Y = 1/(s-3)
- D. (s^2 Y – s – 0) – 3(sY – 1) + 2Y = 1/(s+3)
82. Pada suatu rangkaian RLC seri, diketahui L = 1 henry, R = 2 ohm, C = 1 farad, dan tegangan sumber E(t) = 10 volt. Persamaan diferensial untuk muatan q(t) adalah L d^2q/dt^2 + R dq/dt + (1/C)q = E(t). Jika syarat awal q(0) = 0 dan q'(0) = 0, maka Transformasi Laplace dari persamaan tersebut adalah…
- A. (s^2 Q) + 2(sQ – 1) + Q = 10/s
- B. (s^2 Q) + 2(sQ) + Q = 10
- C. (s^2 Q – s) + 2(sQ) + Q = 10/s
- D. (s^2 Q) + 2(sQ) + Q = 10/s
83. Penyelesaian suatu persamaan diferensial menggunakan Transformasi Laplace menghasilkan Y(s) = (s + 1)/((s – 2)(s + 3)). Invers transformasi Laplace dari Y(s) adalah…
- A. e^{2t} + e^{-3t}
- B. (2/5)e^{2t} + (3/5)e^{-3t}
- C. (1/5)e^{2t} + (4/5)e^{-3t}
- D. (3/5)e^{2t} + (2/5)e^{-3t}
84. Suatu persamaan diferensial orde dua dengan syarat awal diselesaikan menggunakan Transformasi Laplace. Jika diperoleh Y(s) = (s + 5)/(s^2 + 6s + 13), maka invers transformasi Laplace dari Y(s) adalah…
- A. e^{3t} cos 2t + 2e^{3t} sin 2t
- B. e^{-3t} cos 2t + e^{-3t} sin 2t
- C. e^{-3t} cos 2t + 2e^{-3t} sin 2t
- D. e^{-3t} cos 2t + 4e^{-3t} sin 2t
85. Sebuah pegas dengan konstanta k = 16 N/m digantungi massa m = 4 kg. Sistem digetarkan tanpa adanya redaman. Jika simpangan awal x(0) = 0,1 m dan kecepatan awal x'(0) = 0, frekuensi natural dari sistem getaran tersebut adalah…
- A. 0,5 rad/s
- B. 1 rad/s
- C. 2 rad/s
- D. 4 rad/s
86. Sebuah bandul sederhana dengan panjang tali L dan massa m disimpangkan dengan sudut kecil θ dari posisi setimbangnya. Persamaan diferensial untuk gerak bandul tersebut adalah d^2θ/dt^2 + (g/L)θ = 0, dengan g adalah percepatan gravitasi. Jika panjang tali diperpanjang menjadi 4L, frekuensi natural dari bandul yang baru akan menjadi…
- A. dua kali frekuensi awal
- B. setengah kali frekuensi awal
- C. seperempat kali frekuensi awal
- D. empat kali frekuensi awal
87. Sebuah balok homogen dengan panjang L ditumpu pada kedua ujungnya dan menerima beban terdistribusi merata w(x) = w_0 (konstan). Persamaan diferensial untuk lendutan y(x) balok adalah EI d^4y/dx^4 = w_0, dengan E adalah modulus elastisitas dan I adalah momen inersia penampang. Orde dari persamaan diferensial tersebut adalah…
- A. orde satu
- B. orde dua
- C. orde tiga
- D. orde empat
88. Dalam analisis lendutan (bengkokan) balok, momen lentur M(x) dan lendutan y(x) dihubungkan oleh persamaan M(x) = EI d^2y/dx^2. Syarat batas untuk balok yang dijepit di ujung kiri (x = 0) adalah…
- A. y(0) = 0 dan y''(0) = 0
- B. y(0) = 0 dan y'(0) = 0
- C. y'(0) = 0 dan y''(0) = 0
- D. y''(0) = 0 dan y'''(0) = 0
89. Sebuah bandul sederhana dengan panjang tali L = 1 m disimpangkan dengan sudut awal θ(0) = 0,2 rad dan dilepaskan dari keadaan diam (θ'(0) = 0). Jika percepatan gravitasi g = 10 m/s^2, penyelesaian khusus dari persamaan gerak d^2θ/dt^2 + 10θ = 0 adalah…
- A. θ(t) = 0,2 sin(10 t)
- B. θ(t) = 0,2 sin(√10 t)
- C. θ(t) = 0,2 cos(10 t)
- D. θ(t) = 0,2 cos(√10 t)
90. Sistem persamaan diferensial linear dikatakan homogen jika…
- A. persamaan diferensial hanya terdiri dari dua buah persamaan
- B. koefisien dari semua fungsi yang tidak diketahui adalah bernilai konstan
- C. semua fungsi yang tidak diketahui hanya bergantung pada satu variabel bebas yang sama
- D. semua suku yang mengandung fungsi yang tidak diketahui berada di ruas kiri dan ruas kanan sama dengan nol
91. Sebuah sistem persamaan diferensial linear nonhomogen diberikan sebagai dx/dt = 3x – y + t, dy/dt = x + y – e^{t}. Ruas kanan yang menyebabkan sistem tersebut menjadi nonhomogen adalah…
- A. suku 3x – y dan x + y
- B. suku t dan e^{t}
- C. suku dx/dt dan dy/dt
- D. suku x dan y
92. Bentuk umum sistem persamaan diferensial linear orde satu dengan dua fungsi yang tidak diketahui x(t) dan y(t) dapat dinyatakan dalam notasi matriks sebagai dX/dt = A X + F(t), dengan X = [x(t) y(t)]^T. Matriks A pada sistem dx/dt = 2x + y, dy/dt = x – 3y adalah…
- A. [[2, 0], [0, -3]]
- B. [[1, 2], [-3, 1]]
- C. [[2, 1], [1, -3]]
- D. [[0, 2], [-3, 1]]
93. Nilai eigen dari matriks koefisien A = [[2, 0], [0, 3]] pada sistem persamaan diferensial dX/dt = A X adalah…
- A. λ_1 = 2 dan λ_2 = 3
- B. λ_1 = 1 dan λ_2 = 2
- C. λ_1 = 0 dan λ_2 = 5
- D. λ_1 = -2 dan λ_2 = -3
94. Diketahui sistem persamaan diferensial dx/dt = 2x + 3y, dy/dt = 2x + y. Dalam bentuk matriks, sistem tersebut dapat ditulis sebagai dX/dt = A X. Vektor eigen yang bersesuaian dengan nilai eigen λ_1 = -1 adalah…
- A. [1, -1]^T
- B. [1, 1]^T
- C. [1, 0]^T
- D. [0, 1]^T
95. Penyelesaian umum sistem persamaan diferensial dX/dt = A X dengan A = [[4, 0], [0, 1]] adalah…
- A. X(t) = c_1 e^{4t} [0, 1]^T + c_2 e^{t} [1, 0]^T
- B. X(t) = c_1 e^{t} [1, 0]^T + c_2 e^{4t} [0, 1]^T
- C. X(t) = c_1 e^{4t} [1, 0]^T + c_2 e^{t} [0, 1]^T
- D. X(t) = c_1 e^{t} [1, 1]^T + c_2 e^{4t} [1, 0]^T
96. Sebuah sistem persamaan diferensial linear dx/dt = 3x – y, dy/dt = x + y memiliki matriks koefisien A = [[3, -1], [1, 1]]. Jika salah satu nilai eigen dari A adalah 2 + i, bentuk penyelesaian umum dari sistem tersebut akan memuat fungsi…
- A. e^{2t} sin t dan e^{2t} cos t
- B. e^{t} sin 2t dan e^{t} cos 2t
- C. e^{3t} sin t dan e^{3t} cos t
- D. e^{t} sin t dan e^{t} cos t
97. Dalam penyelesaian sistem persamaan diferensial linear dengan matriks, langkah pertama yang harus dilakukan setelah mendapatkan nilai eigen adalah…
- A. menghitung determinan dari matriks koefisien
- B. menentukan invers dari matriks koefisien
- C. menentukan vektor eigen untuk setiap nilai eigen
- D. mengintegralkan setiap persamaan secara terpisah
98. Sebuah sistem persamaan diferensial dX/dt = A X diketahui memiliki dua nilai eigen riil yang berbeda, yaitu λ_1 = -2 dan λ_2 = 3. Sifat kestabilan titik kesetimbangan (0,0) dari sistem tersebut adalah…
- A. stabil (sink)
- B. sadel (saddle point)
- C. tidak stabil (source)
- D. pusat (center)
99. Sistem persamaan diferensial dX/dt = A X dengan A = [[-3, 1], [1, -3]] memiliki penyelesaian umum. Nilai eigen dari matriks A adalah…
- A. λ_1 = -2 dan λ_2 = -4
- B. λ_1 = 2 dan λ_2 = 4
- C. λ_1 = -3 dan λ_2 = 1
- D. λ_1 = -1 dan λ_2 = 1
Latihan Tambahan dengan AI
Salin prompt di bawah ini, lalu tempelkan ke ChatGPT, Gemini, Claude, atau AI lainnya untuk mendapatkan 50 soal latihan baru dengan materi yang sama. Soal yang dihasilkan AI akan berbeda dari soal di halaman ini.