PEMA4526 — Metode Numerik
1. Dalam perhitungan numerik, galat (error) yang disebabkan oleh penggunaan aproksimasi dalam proses komputasi dikenal sebagai…
- A. Galat bawaan
- B. Galat pemotongan
- C. Galat pembulatan
- D. Galat pengukuran
2. Jika suatu bilangan 0.3333… (3 berulang) dibulatkan menjadi 0.3333, maka galat relatif yang terjadi adalah…
- A. Sekitar 0.0001
- B. Sekitar 0.0003333
- C. Sekitar 0.01%
- D. Sekitar 0.03333%
3. Notasi selisih terhingga biasa Δf(x) didefinisikan sebagai…
- A. f(x+h) – f(x-h)
- B. f(x+h) – f(x)
- C. f(x) – f(x-h)
- D. (f(x+h)-f(x))/h
4. Rumus selisih pembagi (divided difference) untuk data (x0,f0) dan (x1,f1) adalah…
- A. (f0 – f1)/(x0 – x1)
- B. (f1 – f0)/(x1 – x0)
- C. f1 – f0
- D. (x1 – x0)/(f1 – f0)
5. Metode biseksi untuk mencari akar persamaan f(x)=0 memerlukan syarat awal bahwa f(a) dan f(b) memiliki…
- A. Nilai yang sama
- B. Nilai positif
- C. Nilai negatif
- D. Tanda yang berlawanan
6. Dalam metode iteratif x_{n+1} = g(x_n), proses konvergen jika |g'(x)| < 1 di sekitar akar. Prinsip ini dikenal sebagai…
- A. Teorema Taylor
- B. Syarat Lipschitz
- C. Teorema konvergensi iterasi titik tetap
- D. Metode Aitken
7. Metode Newton-Raphson menggunakan rumus rekursif x_{n+1} = x_n – f(x_n)/f'(x_n). Metode ini memiliki kelemahan utama yaitu…
- A. Membutuhkan turunan pertama f'(x)
- B. Konvergensi lambat
- C. Hanya bisa untuk persamaan linear
- D. Memerlukan dua tebakan awal
8. Interpolasi beda maju Newton untuk selang sama menggunakan tabel selisih. Jika data dengan titik x0, x1, x2, … dan h konstan, maka rumusnya menggunakan notasi…
- A. Δ, ∇
- B. Δ, δ
- C. Δ, s
- D. d, s
9. Interpolasi Lagrange untuk n+1 titik menghasilkan polinomial derajat…
- A. n+1
- B. n
- C. n-1
- D. 2n
10. Jika matriks A memiliki eigenvalue λ dan vektor eigen v, maka hubungan A v = λ v berlaku. Eigenvalue diperoleh dari persamaan…
- A. det(A – λI) = 0
- B. det(A + λI) = 0
- C. A v = 0
- D. det(A) = 0
11. Metode Gauss-Jordan adalah modifikasi eliminasi Gauss yang menghasilkan…
- A. Matriks segitiga atas
- B. Matriks identitas
- C. Matriks diagonal
- D. Matriks tridiagonal
12. Metode faktorisasi LU memfaktorkan matriks A menjadi…
- A. L dan U dengan L segitiga bawah, U segitiga atas
- B. L dan U dengan L segitiga atas, U segitiga bawah
- C. L dan U dengan L diagonal, U identitas
- D. L dan U dengan L dan U segitiga bebas
13. Diferensiasi numerik dengan selisih maju untuk turunan pertama f'(x0) didekati dengan rumus…
- A. (f(x0+h) – f(x0))/h
- B. (f(x0) – f(x0-h))/h
- C. (f(x0+h) – f(x0-h))/(2h)
- D. (f(x0+2h) – f(x0))/h
14. Metode integrasi numerik Simpson 1/3 menggunakan pendekatan polinomial derajat…
- A. 0 (konstan)
- B. 1 (linear)
- C. 2 (kuadrat)
- D. 3 (kubik)
15. Metode Euler untuk menyelesaikan persamaan diferensial y' = f(x,y) menggunakan rumus iteratif…
- A. y_{n+1} = y_n + h f(x_n, y_n)
- B. y_{n+1} = y_n + h f(x_{n+1}, y_{n+1})
- C. y_{n+1} = y_n + (h/2) [f(x_n,y_n) + f(x_{n+1},y_{n+1})]
- D. y_{n+1} = y_n + h^2 f(x_n, y_n)
16. Metode Runge-Kutta orde 4 menggunakan rata-rata tertimbang dari beberapa slope. Jumlah evaluasi fungsi per langkah adalah…
- A. 2
- B. 3
- C. 4
- D. 5
17. Metode Prediktor-Korektor untuk persamaan diferensial biasanya menggabungkan metode eksplisit dan implisit. Metode implisit yang sering digunakan sebagai korektor adalah…
- A. Euler maju
- B. Runge-Kutta orde 2
- C. Trapesium (Crank-Nicolson)
- D. Euler mundur
18. Dalam perhitungan numerik, kesalahan yang disebabkan oleh pembulatan angka karena keterbatasan kemampuan komputer dalam menyajikan bilangan real disebut dengan istilah…
- A. Kesalahan pemotongan (truncation error)
- B. Kesalahan pembulatan (round-off error)
- C. Kesalahan absolut
- D. Kesalahan relatif
19. Diberikan suatu fungsi f(x) = x³ + 2x. Menggunakan selisih terhingga maju dengan langkah h = 0.1, nilai aproksimasi f'(1) adalah…
- A. 5.61
- B. 5.00
- C. 5.31
- D. 5.10
20. Rumus selisih pembagi untuk data (x₀, f₀), (x₁, f₁), (x₂, f₂) pada selisih pembagi orde pertama adalah…
- A. f[x₀, x₁] = (f₁ – f₀) / (x₁ – x₀)
- B. f[x₀, x₁] = (f₁ + f₀) / (x₁ + x₀)
- C. f[x₀, x₁] = (f₁ – f₀) / (x₁ + x₀)
- D. f[x₀, x₁] = (f₁ + f₀) / (x₁ – x₀)
21. Metode biseksi digunakan untuk mencari akar persamaan f(x) = 0 pada interval [a, b] dengan syarat…
- A. f(a) dan f(b) sama tanda
- B. f(a) dan f(b) berlawanan tanda
- C. f(a) = f(b) = 0
- D. f(a) > 0 dan f(b) > 0
22. Dalam metode Newton-Raphson, rumus iterasi untuk mencari akar persamaan f(x) = 0 adalah…
- A. x_{n+1} = x_n – f(x_n) / f'(x_n)
- B. x_{n+1} = x_n + f(x_n) / f'(x_n)
- C. x_{n+1} = x_n – f'(x_n) / f(x_n)
- D. x_{n+1} = x_n + f'(x_n) / f(x_n)
23. Metode posisi palsu (false position) pada dasarnya mirip dengan metode biseksi, namun perbedaannya terletak pada…
- A. Penggunaan garis singgung kurva
- B. Penggunaan garis lurus melalui (a, f(a)) dan (b, f(b)) untuk menentukan titik potong
- C. Penggunaan turunan fungsi
- D. Pemilihan titik tengah interval sebagai tebakan
24. Dalam interpolasi Newton untuk data berselang sama, koefisien yang digunakan dalam polinomial didasarkan pada…
- A. Selisih terhingga maju
- B. Selisih pembagi
- C. Integral numerik
- D. Diferensial numerik
25. Diberikan titik-titik data (0,1), (1,3), (2,7). Polinomial Lagrange orde 2 yang melalui titik-titik tersebut adalah…
- A. x² + x + 1
- B. x² + 2x + 1
- C. x² + 3x + 1
- D. x² + 4x + 1
26. Jika diberikan titik data (x₀, y₀), (x₁, y₁), …, (xₙ, yₙ) dengan jarak antar x tidak sama, maka metode interpolasi yang paling tepat digunakan adalah…
- A. Interpolasi Newton-Gregory maju
- B. Interpolasi Newton-Gregory mundur
- C. Interpolasi Lagrange
- D. Interpolasi beda tengah Stirling
27. Metode eliminasi Gauss digunakan untuk menyelesaikan sistem persamaan linear. Langkah utama dalam eliminasi Gauss adalah…
- A. Membentuk matriks menjadi matriks identitas
- B. Mengubah matriks menjadi matriks segitiga atas
- C. Menghitung determinan matriks
- D. Mencari invers matriks langsung
28. Dalam metode faktorisasi LU, matriks A didekomposisi menjadi perkalian matriks L dan U, di mana L adalah matriks…
- A. Segitiga bawah dengan diagonal utama 1
- B. Segitiga atas dengan diagonal utama 1
- C. Segitiga bawah dengan diagonal utama 0
- D. Segitiga atas dengan diagonal utama 0
29. Diferensiasi numerik untuk menghitung f'(x) dengan metode selisih pusat orde O(h²) menggunakan rumus…
- A. f'(x) ≈ (f(x+h) – f(x-h)) / (2h)
- B. f'(x) ≈ (f(x+h) – f(x)) / h
- C. f'(x) ≈ (f(x) – f(x-h)) / h
- D. f'(x) ≈ (f(x+2h) – f(x)) / (2h)
30. Dalam integrasi numerik, metode Simpson 1/3 menghasilkan aproksimasi integral dengan galat yang sebanding dengan…
- A. h⁴
- B. h³
- C. h²
- D. h
31. Metode trapesium untuk menghitung integral ∫ₐᵇ f(x) dx dengan satu panel memiliki rumus…
- A. (b-a) * (f(a) + f(b)) / 2
- B. (b-a) * (f(a) – f(b)) / 2
- C. (b-a) * (f(a) + f(b))
- D. (b-a) * (f(a) – f(b))
32. Metode deret Taylor untuk solusi persamaan diferensial biasa y' = f(x, y) dengan kondisi awal y(x₀)=y₀, mengaproksimasi y(x₁) dengan rumus…
- A. y₁ = y₀ + h f(x₀, y₀) + (h²/2!) f'(x₀, y₀) + …
- B. y₁ = y₀ + h f(x₁, y₁)
- C. y₁ = y₀ + h f(x₀, y₀)
- D. y₁ = y₀ + (h/2) (f(x₀, y₀) + f(x₁, y₁))
33. Metode Runge-Kutta orde 4 untuk persamaan diferensial y' = f(x, y) menggunakan perhitungan empat buah slope. Rumus untuk k₂ adalah…
- A. h f(xₙ + h/2, yₙ + k₁/2)
- B. h f(xₙ + h/2, yₙ + k₁/2)
- C. h f(xₙ + h, yₙ + k₃)
- D. h f(xₙ, yₙ)
34. Metode prediktor-korektor untuk persamaan diferensial biasa terdiri dari dua langkah. Langkah prediktor biasanya menggunakan metode…
- A. Euler maju
- B. Euler mundur
- C. Runge-Kutta orde 4
- D. Deret Taylor orde 2
35. Dalam perhitungan numerik, jenis kekeliruan yang disebabkan oleh pembulatan bilangan pada proses komputasi disebut …
- A. Kekeliruan bawaan
- B. Kekeliruan pemotongan
- C. Kekeliruan pembulatan
- D. Kekeliruan relatif
36. Rumus selisih terhingga maju orde pertama untuk turunan pertama f'(x) adalah …
- A. (f(x+h) – f(x)) / h
- B. (f(x) – f(x-h)) / h
- C. (f(x+h) – f(x-h)) / 2h
- D. (f(x+2h) – 2f(x+h) + f(x)) / h^2
37. Selisih pembagi untuk data (x0, f(x0)) dan (x1, f(x1)) didefinisikan sebagai …
- A. f[x0, x1] = (f(x1) – f(x0)) / (x1 – x0)
- B. f[x0, x1] = (f(x1) + f(x0)) / (x1 + x0)
- C. f[x0, x1] = (x1 – x0) / (f(x1) – f(x0))
- D. f[x0, x1] = (f(x1) – f(x0)) * (x1 – x0)
38. Metode biseksi digunakan untuk mencari akar persamaan f(x)=0 dengan syarat interval [a,b] harus memenuhi …
- A. f(a) * f(b) > 0
- B. f(a) * f(b) = 0
- C. f(a) * f(b) < 0
- D. f(a) = f(b)
39. Dalam metode iteratif titik tetap, fungsi iterasi x = g(x) harus dipilih sehingga konvergen. Syarat konvergensi lokal adalah …
- A. |g'(x)| < 1 di sekitar akar
- B. |g'(x)| > 1 di sekitar akar
- C. |g'(x)| = 1 di sekitar akar
- D. |g(x)| < 1 di sekitar akar
40. Metode Newton-Raphson memiliki rumus iterasi untuk mencari akar f(x)=0 adalah …
- A. x_{n+1} = x_n + f(x_n)/f'(x_n)
- B. x_{n+1} = x_n – f(x_n)/f'(x_n)
- C. x_{n+1} = x_n – f'(x_n)/f(x_n)
- D. x_{n+1} = x_n + f'(x_n)/f(x_n)
41. Metode interpolasi Newton untuk data berselang sama menggunakan tabel …
- A. Selisih maju
- B. Selisih mundur
- C. Selisih pembagi
- D. Selisih tengah
42. Rumus interpolasi Lagrange untuk dua titik (x0, y0) dan (x1, y1) adalah …
- A. P(x) = y0 * (x-x1)/(x0-x1) + y1 * (x-x0)/(x1-x0)
- B. P(x) = y0 * (x-x0)/(x1-x0) + y1 * (x-x1)/(x0-x1)
- C. P(x) = y0 * (x+x1)/(x0+x1) + y1 * (x+x0)/(x1+x0)
- D. P(x) = y0 * (x-x1)/(x0+x1) + y1 * (x-x0)/(x1+x0)
43. Diberikan matriks A berukuran n x n. Nilai eigenvalue λ memenuhi persamaan …
- A. det(A – λI) = 0
- B. det(A + λI) = 0
- C. det(λA – I) = 0
- D. det(A/λ – I) = 0
44. Metode eliminasi Gauss untuk menyelesaikan sistem persamaan linear Ax = b melibatkan langkah …
- A. Membentuk matriks segitiga atas
- B. Membentuk matriks segitiga bawah
- C. Mengalikan matriks A dengan vektor b
- D. Menjumlahkan semua baris
45. Rumus diferensiasi numerik untuk turunan pertama menggunakan selisih pusat orde kedua adalah …
- A. (f(x+h) – f(x-h)) / (2h)
- B. (f(x+h) – f(x)) / h
- C. (f(x) – f(x-h)) / h
- D. (f(x+h) – 2f(x) + f(x-h)) / h^2
46. Metode integrasi numerik dengan aturan trapesium untuk integral f(x) dari a ke b adalah …
- A. (b-a) * (f(a) + f(b))/2
- B. (b-a) * (f(a) + f(b))
- C. (b-a) * (f(a) – f(b))/2
- D. (b-a) * (f(a) * f(b))/2
47. Metode Simpson 1/3 untuk integrasi numerik memerlukan jumlah subinterval yang …
- A. Genap
- B. Ganjil
- C. Sembarang
- D. Kelipatan 3
48. Solusi persamaan diferensial dy/dx = f(x,y) dengan deret Taylor orde pertama menghasilkan metode …
- A. Euler
- B. Runge-Kutta orde 4
- C. Picard
- D. Prediktor-korektor
49. Metode Picard untuk menyelesaikan persamaan diferensial dilakukan dengan …
- A. Iterasi integral berulang
- B. Integrasi numerik langsung
- C. Diferensiasi numerik
- D. Eliminasi Gauss
50. Metode Runge-Kutta orde 4 untuk persamaan diferensial dy/dx = f(x,y) menggunakan …
- A. Empat evaluasi fungsi f per langkah
- B. Dua evaluasi fungsi f per langkah
- C. Satu evaluasi fungsi f per langkah
- D. Tiga evaluasi fungsi f per langkah
Latihan Tambahan dengan AI
Salin prompt di bawah ini, lalu tempelkan ke ChatGPT, Gemini, Claude, atau AI lainnya untuk mendapatkan 50 soal latihan baru dengan materi yang sama. Soal yang dihasilkan AI akan berbeda dari soal di halaman ini.