PBIS4319 — Translation
1. Salah satu alasan utama yang mendasari pentingnya penerjemahan bagi Indonesia adalah kebutuhan untuk mengakses ilmu pengetahuan dari negara-negara maju. Alasan ini berkaitan dengan kondisi Indonesia sebagai negara yang…
- A. Memiliki bahasa daerah yang sangat beragam sehingga perlu penyeragaman
- B. Sedang berkembang dan memerlukan transfer ilmu pengetahuan serta teknologi
- C. Memiliki tradisi lisan yang kuat sehingga budaya tulis perlu ditingkatkan
- D. Baru merdeka dan membutuhkan pengakuan internasional melalui terjemahan
2. Penerjemahan berperan penting dalam pembangunan nasional Indonesia karena melalui penerjemahan, bangsa Indonesia dapat…
- A. Menyerap hasil pemikiran dan kemajuan ilmu dari bangsa lain
- B. Menggantikan bahasa asing dengan bahasa Indonesia dalam semua bidang
- C. Menyebarluaskan budaya lokal ke seluruh dunia secara sistematis
- D. Mengembangkan tata bahasa Indonesia yang lebih baku dan ilmiah
3. Dalam BMP Translation UT, istilah “penerjemahan” (dengan akhiran -an) mengacu pada…
- A. Produk akhir berupa teks yang telah dialihbahasakan
- B. Orang yang melakukan kegiatan mengalihbahasakan teks
- C. Proses atau kegiatan mengalihkan pesan dari satu bahasa ke bahasa lain
- D. Bidang kajian akademis yang mempelajari teori dan praktik alih bahasa
4. Perbedaan antara istilah “menerjemahkan” dan “penerjemahan” dalam konteks studi Translation adalah…
- A. Menerjemahkan adalah kegiatan lisan, sedangkan penerjemahan adalah kegiatan tertulis
- B. Menerjemahkan digunakan untuk teks sastra, sedangkan penerjemahan untuk teks ilmiah
- C. Menerjemahkan mengacu pada hasil terjemahan, sedangkan penerjemahan mengacu pada pelakunya
- D. Menerjemahkan adalah bentuk kata kerja (aktivitas), sedangkan penerjemahan adalah bentuk nomina (proses/bidang)
5. Menurut definisi yang dikemukakan dalam BMP Translation UT, inti dari kegiatan penerjemahan adalah…
- A. Mengubah struktur gramatikal bahasa sumber menjadi struktur bahasa sasaran
- B. Mengalihkan pesan dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran
- C. Menyederhanakan teks bahasa sumber agar mudah dipahami pembaca sasaran
- D. Mengganti setiap kata bahasa sumber dengan padanannya dalam bahasa sasaran
6. Istilah “terjemahan” dalam kajian Translation UT merujuk pada…
- A. Proses kognitif yang dilakukan oleh penerjemah dalam mengalihkan makna
- B. Seseorang yang memiliki kompetensi mengalihkan teks antarbahasa
- C. Produk atau hasil akhir dari proses penerjemahan
- D. Metode yang digunakan untuk mengalihkan pesan antarbahasa
7. Seorang penerjemah yang bekerja berdasarkan pemahaman bahwa tugasnya adalah menyampaikan pesan teks sumber secara setia kepada pembaca teks sasaran termasuk dalam definisi “penerjemah” sebagai…
- A. Pelaku atau agen yang melaksanakan kegiatan penerjemahan
- B. Mediator budaya yang menciptakan teks baru secara bebas
- C. Penulis ulang yang mengubah isi teks sesuai kebutuhan pembaca
- D. Editor yang menyempurnakan terjemahan orang lain
8. Menurut BMP Translation UT, tipe penerjemah yang bekerja secara profesional dan dibayar untuk pekerjaannya disebut…
- A. Penerjemah sastrawi
- B. Penerjemah akademis
- C. Penerjemah sukarela
- D. Penerjemah profesional
9. Penerjemahan sebagai proses mencakup tahapan yang dilalui oleh penerjemah. Tahap pertama yang umumnya dilakukan penerjemah dalam proses penerjemahan adalah…
- A. Menyusun teks sasaran sesuai dengan kaidah bahasa sasaran
- B. Membaca dan memahami teks sumber secara menyeluruh
- C. Mencari padanan kata dalam kamus dwibahasa
- D. Melakukan revisi dan penyuntingan teks terjemahan
10. Dalam model proses penerjemahan, fase di mana penerjemah mengubah pemahaman teks sumber menjadi ungkapan dalam bahasa sasaran disebut fase…
- A. Analisis
- B. Verifikasi
- C. Restrukturisasi
- D. Pembandingan
11. Kompetensi penerjemahan mencakup berbagai aspek kemampuan. Kemampuan yang paling mendasar yang harus dimiliki oleh seorang penerjemah adalah…
- A. Penguasaan bahasa sumber dan bahasa sasaran secara memadai
- B. Kemampuan menggunakan perangkat lunak penerjemahan berbantuan komputer
- C. Pemahaman mendalam tentang sejarah hubungan antarbangsa
- D. Kemampuan menulis sastra dalam bahasa sasaran
12. Selain kompetensi linguistik, kompetensi penerjemah juga mencakup kompetensi bidang yang berkaitan dengan…
- A. Kemampuan berbicara di depan umum dalam bahasa sumber
- B. Keahlian mengedit naskah secara teknis dan tipografis
- C. Kemampuan menghafalkan kosakata sebanyak mungkin
- D. Pengetahuan tentang pokok bahasan atau bidang teks yang diterjemahkan
13. Seorang penerjemah yang memahami konteks situasi dan budaya kedua bahasa yang digunakan menunjukkan penguasaan kompetensi…
- A. Kompetensi transfer
- B. Kompetensi budaya
- C. Kompetensi tekstual
- D. Kompetensi leksikografikal
14. Dalam kajian jenis-jenis makna dalam penerjemahan, makna yang didasarkan pada hubungan antara tanda linguistik dengan konsep atau referennya disebut makna…
- A. Konotatif
- B. Afektif
- C. Referensial atau denotatif
- D. Pragmatis
15. Kata “rumah” dalam kalimat “Dia merindukan rumah” memiliki makna yang melampaui makna harfiahnya, yaitu merindukan keluarga dan tempat tinggal yang nyaman. Jenis makna yang terdapat pada konteks ini adalah…
- A. Makna konotatif
- B. Makna denotatif
- C. Makna referensial
- D. Makna leksikal
16. Dalam menerjemahkan teks, penerjemah perlu memperhatikan makna pragmatis karena makna ini berkaitan dengan…
- A. Nilai estetika atau keindahan bahasa yang digunakan penulis
- B. Hubungan antara bentuk kata dan maknanya dalam kamus
- C. Struktur gramatikal kalimat dalam teks sumber
- D. Maksud tuturan dalam konteks situasi penggunaan bahasa
17. Salah satu parameter utama terjemahan yang berkualitas menurut BMP Translation UT adalah keakuratan, yang berarti…
- A. Terjemahan menggunakan kosakata yang banyak dan kaya
- B. Pesan teks sumber tersampaikan secara tepat dalam teks sasaran
- C. Terjemahan mengikuti struktur kalimat teks sumber kata per kata
- D. Terjemahan bebas dari kesalahan ejaan dan tanda baca
18. Terjemahan yang terasa wajar dan mudah dipahami oleh pembaca bahasa sasaran, seolah-olah bukan merupakan terjemahan, memenuhi parameter kualitas terjemahan yang disebut…
- A. Keakuratan
- B. Kesetiaan
- C. Keberterimaan
- D. Keterbacaan
19. Seorang penilai terjemahan menemukan bahwa terjemahan sebuah teks medis sangat akurat secara isi, tetapi kalimat-kalimatnya terasa janggal dan tidak sesuai dengan gaya bahasa Indonesia. Terjemahan ini dinilai kurang memenuhi parameter…
- A. Keberterimaan
- B. Keakuratan
- C. Ketepatan istilah
- D. Keutuhan teks
20. Ideologi penerjemahan yang berorientasi pada teks sumber dan berupaya mempertahankan kekhasan budaya serta gaya bahasa sumber disebut ideologi…
- A. Domestikasi
- B. Naturalisasi
- C. Adaptasi
- D. Foreignisasi
21. Ideologi domestikasi dalam penerjemahan dipilih ketika penerjemah bertujuan untuk…
- A. Memperkenalkan budaya asing kepada pembaca bahasa sasaran
- B. Membuat terjemahan terasa akrab dan mudah dipahami oleh pembaca sasaran
- C. Mempertahankan unsur leksikal dan gramatikal bahasa sumber
- D. Menonjolkan perbedaan budaya antara bahasa sumber dan bahasa sasaran
22. Penerjemah memilih metode penerjemahan harfiah (literal translation) ketika…
- A. Tujuan penerjemahan adalah menghasilkan teks yang sangat berterima dalam bahasa sasaran
- B. Teks yang diterjemahkan adalah teks sastra yang memerlukan adaptasi budaya
- C. Struktur bahasa sumber dan bahasa sasaran relatif serupa sehingga terjemahan kata per kata masih berterima
- D. Penerjemah ingin menyesuaikan teks dengan selera pembaca bahasa sasaran
23. Metode penerjemahan bebas (free translation) ditandai oleh kecenderungan penerjemah untuk lebih mengutamakan…
- A. Gaya dan efek komunikatif dalam bahasa sasaran dibandingkan kesetiaan pada bentuk teks sumber
- B. Padanan kata demi kata antara bahasa sumber dan bahasa sasaran
- C. Kesetiaan penuh pada struktur kalimat dan paragraf teks sumber
- D. Penggunaan istilah teknis yang baku sesuai bidang teks
24. Teknik penerjemahan yang dilakukan dengan menambahkan informasi atau penjelasan dalam teks sasaran yang tidak terdapat secara eksplisit dalam teks sumber disebut teknik…
- A. Reduksi
- B. Modulasi
- C. Transposisi
- D. Amplifikasi
25. Teknik transposisi dalam penerjemahan adalah teknik yang mengubah…
- A. Sudut pandang atau perspektif makna tanpa mengubah isi informasi
- B. Kelas kata atau kategori gramatikal dari bahasa sumber ke bahasa sasaran
- C. Unsur budaya dari teks sumber menjadi unsur budaya teks sasaran
- D. Jumlah kata atau kalimat dalam teks sumber menjadi lebih sedikit
26. Teknik modulasi dalam penerjemahan diterapkan ketika penerjemah mengubah…
- A. Urutan unsur kalimat dari pola aktif menjadi pola pasif
- B. Kelas kata dari nomina menjadi verba atau sebaliknya
- C. Sudut pandang atau perspektif makna tanpa mengubah informasi yang disampaikan
- D. Istilah budaya asing menjadi padanan budaya lokal yang dikenal pembaca
27. Penerjemahan kalimat “She gave him a cold shoulder” menjadi “Dia bersikap acuh tak acuh padanya” merupakan contoh penerapan teknik…
- A. Padanan deskriptif atau parafrase
- B. Peminjaman atau borrowing
- C. Kalke atau calque
- D. Naturalisasi
28. Teknik peminjaman (borrowing) dalam penerjemahan dilakukan dengan cara…
- A. Mengubah kategori gramatikal kata sumber menjadi kategori berbeda dalam bahasa sasaran
- B. Menerjemahkan ungkapan sumber secara harfiah kata per kata ke dalam bahasa sasaran
- C. Mengganti unsur budaya sumber dengan unsur budaya yang dikenal dalam bahasa sasaran
- D. Mengambil kata atau ungkapan dari bahasa sumber dan menggunakannya langsung dalam teks sasaran
29. Penerjemahan frasa adalah penerjemahan pada tataran unit bahasa yang terdiri atas satu kata inti dan unsur-unsur yang mendampinginya. Frasa nomina dalam bahasa Inggris “the old wooden table” dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi “meja kayu tua.” Perubahan urutan unsur ini menunjukkan adanya…
- A. Perbedaan jumlah kata dalam kedua bahasa
- B. Perbedaan pola urutan frasa nomina antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia
- C. Penghilangan informasi dari teks sumber ke teks sasaran
- D. Penggunaan teknik modulasi dalam menerjemahkan frasa
30. Dalam penerjemahan frasa verba, penerjemah perlu memperhatikan aspek dan modalitas. Kalimat “She must have left early” diterjemahkan menjadi “Dia pasti sudah pergi lebih awal.” Kata “must have” diterjemahkan menjadi “pasti sudah” untuk menyampaikan makna…
- A. Kewajiban yang ditunjukkan oleh kata “must”
- B. Kemungkinan yang belum pasti terjadi di masa depan
- C. Keyakinan atau inferensi tentang peristiwa yang telah terjadi
- D. Keharusan untuk melakukan sesuatu di masa lampau
31. Dalam penerjemahan klausa, penerjemah menghadapi tantangan terkait perbedaan sistem klausa relatif. Klausa relatif bahasa Inggris “The book that I bought yesterday” secara harfiah berbeda strukturnya dari padanannya dalam bahasa Indonesia. Padanan yang paling tepat adalah…
- A. Buku yang saya beli kemarin
- B. Buku, saya beli kemarin itu
- C. Kemarin buku yang saya beli
- D. Buku telah saya beli kemarin
32. Dalam penerjemahan klausa kondisional tipe pertama bahasa Inggris (first conditional), seperti “If it rains, we will cancel the trip,” struktur yang paling tepat dalam bahasa Indonesia adalah…
- A. Jika hujan, kami telah membatalkan perjalanan
- B. Kalau hujan, kami mungkin sudah membatalkan perjalanan
- C. Seandainya hujan, kami akan membatalkan perjalanan
- D. Jika hujan, kami akan membatalkan perjalanan
33. Salah satu tantangan dalam penerjemahan kalimat adalah perbedaan sistem kala (tense) antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Cara yang paling tepat untuk mengatasi ketiadaan sistem kala gramatikal dalam bahasa Indonesia adalah…
- A. Mengabaikan informasi waktu dan hanya menerjemahkan isi pokok kalimat
- B. Menggunakan keterangan waktu atau aspek leksikal untuk menyatakan waktu kejadian
- C. Menambahkan kata bantu “adalah” atau “merupakan” di setiap kalimat
- D. Menerjemahkan semua kalimat dalam bentuk kalimat aktif masa kini
34. Penerjemahan kalimat pasif bahasa Inggris “The report was submitted by the manager” ke dalam bahasa Indonesia yang paling berterima adalah…
- A. Laporan itu sudah diserahkan oleh manajer kepada pihak yang berwenang
- B. Oleh manajer, laporan itu diserahkan
- C. Laporan itu diserahkan oleh manajer
- D. Manajer itu menyerahkan laporan kepada atasan
35. Penerjemahan pada tataran makro berkaitan dengan penerjemahan teks secara keseluruhan sebagai satu kesatuan. Tataran makro memperhatikan aspek yang TIDAK diperhatikan pada tataran mikro, yaitu…
- A. Koherensi, kohesi, dan jenis teks secara keseluruhan
- B. Padanan kata dan frasa dalam kamus
- C. Struktur gramatikal kalimat individual
- D. Pemilihan teknik penerjemahan kata serapan
36. Dalam penerjemahan teks bidang pendidikan, penerjemah perlu memperhatikan konvensi penulisan teks akademik dalam bahasa sasaran. Hal ini bertujuan agar…
- A. Terjemahan menggunakan istilah yang lebih umum dan mudah dipahami masyarakat luas
- B. Penerjemah dapat menambahkan opininya dalam terjemahan teks pendidikan
- C. Terjemahan menjadi lebih panjang dari teks aslinya agar lebih jelas
- D. Terjemahan memenuhi standar dan format teks akademik yang berlaku dalam bahasa sasaran
37. Teks kedokteran memiliki karakteristik khusus yang harus dipahami penerjemah. Salah satu ciri khas teks kedokteran adalah penggunaan…
- A. Bahasa figuratif dan metafora untuk mendeskripsikan gejala penyakit
- B. Istilah teknis berbasis bahasa Latin dan Yunani yang sangat spesifik
- C. Gaya bahasa populer agar dapat dipahami pasien awam
- D. Ungkapan idiomatis yang bervariasi antara satu penulis dan penulis lain
38. Teks biologi yang berisi deskripsi spesies baru mencantumkan nama ilmiah dalam bahasa Latin, seperti “Panthera tigris sumatrae.” Dalam penerjemahan teks tersebut ke dalam bahasa Indonesia, nama ilmiah tersebut sebaiknya…
- A. Diterjemahkan langsung ke dalam bahasa Indonesia
- B. Diganti dengan nama lokal yang dikenal masyarakat Indonesia
- C. Dipertahankan dalam bentuk aslinya karena merupakan nama ilmiah universal
- D. Dihilangkan dan diganti dengan penjelasan deskriptif
39. Dalam penerjemahan teks penelitian, abstrak merupakan bagian yang sangat penting. Tantangan utama dalam menerjemahkan abstrak penelitian adalah…
- A. Memadatkan informasi secara akurat sekaligus mengikuti konvensi penulisan abstrak dalam bahasa sasaran
- B. Menambahkan informasi latar belakang yang tidak ada dalam abstrak asli
- C. Menerjemahkan judul penelitian secara kreatif agar menarik minat pembaca
- D. Mengubah metodologi penelitian agar sesuai dengan standar penelitian lokal
40. Teks ekonomi, sosial, dan budaya memiliki karakteristik yang berbeda dari teks ilmu pengetahuan alam. Perbedaan yang paling mencolok adalah…
- A. Teks ekonomi lebih banyak menggunakan angka dan rumus matematis daripada narasi
- B. Teks sosial tidak memerlukan penerjemah yang memahami konteks budaya sasaran
- C. Teks budaya selalu bersifat universal sehingga tidak memerlukan adaptasi
- D. Teks ekonomi, sosial, dan budaya mengandung unsur budaya spesifik yang memerlukan kepekaan konteks
41. Penerjemahan teks yang mengandung unsur budaya spesifik seperti nama makanan khas daerah tertentu menimbulkan masalah budaya dalam penerjemahan. Strategi yang paling tepat untuk menangani istilah budaya yang tidak memiliki padanan dalam bahasa sasaran adalah…
- A. Menghilangkan istilah tersebut dari terjemahan karena tidak ada padanannya
- B. Mempertahankan istilah asli disertai catatan kaki atau penjelasan singkat
- C. Mengganti istilah dengan istilah budaya yang paling populer dalam bahasa sasaran
- D. Menerjemahkan istilah secara harfiah kata per kata tanpa penjelasan tambahan
42. Metode penerjemahan yang berupaya menemukan padanan yang paling alami dan wajar dalam bahasa sasaran, baik dari sisi makna maupun gaya, disebut metode…
- A. Penerjemahan harfiah
- B. Penerjemahan kata per kata
- C. Penerjemahan komunikatif
- D. Penerjemahan semantis
43. Penerjemahan semantis berbeda dari penerjemahan komunikatif karena penerjemahan semantis lebih berorientasi pada…
- A. Makna kontekstual teks sumber dan kesetiaan pada gaya bahasa penulis asli
- B. Efek yang diterima pembaca bahasa sasaran tanpa mempertimbangkan gaya teks sumber
- C. Adaptasi budaya agar terjemahan sepenuhnya terasa seperti teks asli bahasa sasaran
- D. Kecepatan proses penerjemahan dengan bantuan perangkat lunak otomatis
44. Seorang penerjemah sedang menerjemahkan teks iklan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Ia memutuskan untuk mengubah slogan “Just Do It” menjadi ungkapan yang memiliki daya persuasi serupa dalam bahasa Indonesia. Keputusan ini mencerminkan penerapan metode…
- A. Penerjemahan harfiah
- B. Penerjemahan semantis
- C. Penerjemahan kata per kata
- D. Penerjemahan komunikatif atau adaptasi
45. Teknik kalke (calque) dalam penerjemahan dilakukan dengan cara…
- A. Mengambil kata asing langsung tanpa perubahan apapun ke dalam teks sasaran
- B. Menerjemahkan secara harfiah unsur-unsur pembentuk kata atau ungkapan sumber
- C. Menyesuaikan lafal kata asing mengikuti sistem bunyi bahasa sasaran
- D. Mendeskripsikan makna kata asing menggunakan frasa bahasa sasaran
46. Dalam konteks penerjemahan, konsep “kesepadanan dinamis” yang dikemukakan oleh Nida menekankan bahwa terjemahan yang baik harus menghasilkan…
- A. Struktur kalimat yang identik antara teks sumber dan teks sasaran
- B. Terjemahan yang mempertahankan semua unsur budaya teks sumber
- C. Respons pembaca teks sasaran yang setara dengan respons pembaca teks sumber
- D. Jumlah kata yang sama antara teks sumber dan teks sasaran
47. Perbandingan antara foreignisasi dan domestikasi: penerjemah yang memilih foreignisasi dianggap “membawa pembaca ke teks sumber,” sedangkan penerjemah yang memilih domestikasi dianggap “membawa teks sumber ke pembaca.” Pernyataan ini paling tepat mencerminkan pandangan dari tokoh…
- A. Lawrence Venuti
- B. Eugene Nida
- C. Peter Newmark
- D. Roman Jakobson
48. Seorang mahasiswa membandingkan dua versi terjemahan novel yang sama: Terjemahan A menggunakan nama tempat dan ungkapan asli dari bahasa sumber, sedangkan Terjemahan B mengganti semua nama dan ungkapan tersebut dengan padanan lokal. Berdasarkan analisis ini, Terjemahan A menggunakan ideologi, sedangkan Terjemahan B menggunakan ideologi…
- A. Terjemahan A menggunakan domestikasi, Terjemahan B menggunakan foreignisasi
- B. Terjemahan A menggunakan adaptasi, Terjemahan B menggunakan harfiah
- C. Terjemahan A menggunakan naturalisasi, Terjemahan B menggunakan kalke
- D. Terjemahan A menggunakan foreignisasi, Terjemahan B menggunakan domestikasi
49. Dalam mengevaluasi kualitas terjemahan teks ekonomi, penilai menemukan bahwa istilah “bear market” diterjemahkan menjadi “pasar beruang.” Terjemahan ini dinilai tidak tepat karena…
- A. Penerjemah seharusnya menggunakan teknik peminjaman dan menulis “bear market”
- B. Istilah tersebut adalah istilah teknis ekonomi yang memiliki padanan baku, yaitu “pasar lesu” atau “pasar merosot”
- C. Terjemahan harfiah “pasar beruang” sudah banyak digunakan sehingga bukan masalah
- D. Penerjemah seharusnya menghilangkan istilah ini karena tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia
50. Seorang penerjemah diminta menerjemahkan artikel ilmiah tentang sosiologi budaya yang membahas konsep “cultural capital” dari Pierre Bourdieu. Penerjemah memilih menerjemahkannya sebagai “modal budaya” dan menambahkan penjelasan konsep dalam catatan kaki. Keputusan ini menunjukkan penerapan kompetensi…
- A. Kompetensi leksikografikal semata
- B. Kompetensi linguistik tanpa mempertimbangkan konteks budaya
- C. Kompetensi bidang dan kompetensi budaya secara terpadu
- D. Kompetensi transfer yang mengabaikan makna konseptual
Latihan Tambahan dengan AI
Salin prompt di bawah ini, lalu tempelkan ke ChatGPT, Gemini, Claude, atau AI lainnya untuk mendapatkan 50 soal latihan baru dengan materi yang sama. Soal yang dihasilkan AI akan berbeda dari soal di halaman ini.