PBIS4317 — Discourse Analysis
1. Discourse analysis sebagai sebuah bidang kajian linguistik secara umum didefinisikan sebagai studi tentang…
- A. Struktur morfologi dan sintaksis dalam kalimat tunggal
- B. Bahasa yang digunakan di atas tataran kalimat dalam konteks penggunaannya
- C. Sistem fonologi dan fonetik dalam tuturan lisan
- D. Hubungan antara leksikon dan semantik dalam wacana tertulis
2. Istilah “discourse” dalam analisis wacana merujuk pada…
- A. Unit bahasa yang lebih besar dari kalimat, baik lisan maupun tulisan
- B. Kumpulan kata-kata yang membentuk paragraf dalam teks tertulis
- C. Percakapan formal yang terjadi dalam situasi akademis
- D. Sekumpulan kalimat yang memiliki tema yang sama dalam satu bab
3. Salah satu ciri utama yang membedakan analisis wacana dari analisis gramatikal kalimat adalah…
- A. Analisis wacana hanya memperhatikan struktur fonologis tuturan
- B. Analisis wacana tidak memerlukan konteks dalam menginterpretasi makna
- C. Analisis wacana mempertimbangkan konteks sosial dan situasional dalam pemaknaan
- D. Analisis wacana berfokus pada aturan morfologi dan pembentukan kata
4. Dalam kajian analisis wacana, “cohesion” didefinisikan sebagai…
- A. Kepaduan makna yang dihasilkan dari struktur sintaksis kalimat
- B. Hubungan logis antara paragraf dalam esai argumentatif
- C. Kesesuaian antara tujuan penulis dan pemahaman pembaca
- D. Keterkaitan unsur-unsur tekstual yang diwujudkan melalui piranti gramatikal dan leksikal
5. Konsep “coherence” dalam sistem wacana berkaitan erat dengan…
- A. Penggunaan kata hubung dalam menghubungkan klausa satu dengan lainnya
- B. Kepaduan makna dan interpretasi yang dibangun pembaca atau pendengar berdasarkan konteks
- C. Ketepatan pemilihan diksi dan gaya bahasa dalam karangan formal
- D. Kesesuaian antara judul teks dan isi paragraf pembuka
6. Piranti kohesi yang menggunakan kata ganti untuk merujuk kembali pada unsur yang telah disebutkan sebelumnya disebut…
- A. Substitusi
- B. Elipsis
- C. Referensi
- D. Konjungsi
7. Dalam analisis wacana, “register” merujuk pada…
- A. Variasi bahasa yang digunakan sesuai dengan situasi, tujuan, dan partisipan komunikasi
- B. Sistem pencatatan tuturan dalam transkripsi percakapan ilmiah
- C. Tingkatan formalitas yang ditentukan oleh kelas sosial penutur
- D. Kategori bahasa berdasarkan wilayah geografis penuturnya
8. Dalam Systemic Functional Linguistics (SFL), tiga komponen metafungsi bahasa yang dikemukakan Halliday adalah…
- A. Fonologi, sintaksis, dan semantik
- B. Pragmatik, stilistika, dan retorika
- C. Leksikal, gramatikal, dan tekstual
- D. Ideasional, interpersonal, dan tekstual
9. Konsep “turn-taking” dalam analisis wacana lisan mengacu pada…
- A. Strategi pembicara dalam mengubah topik pembicaraan secara mendadak
- B. Mekanisme pengaturan giliran berbicara antarpeserta dalam percakapan
- C. Cara penutur mengakhiri percakapan dengan sopan
- D. Teknik memulai percakapan dalam konteks formal
10. Dalam struktur percakapan, pasangan berdekatan (adjacency pairs) adalah…
- A. Dua kalimat yang menggunakan struktur gramatikal yang sama
- B. Dua penutur yang saling memahami tanpa perlu menjelaskan konteks
- C. Pasangan tuturan yang berdampingan dan saling melengkapi secara konvensional
- D. Dua ujaran berurutan yang memiliki tema wacana yang berbeda
11. Dalam analisis wacana lisan, “repair” merujuk pada proses…
- A. Koreksi atau perbaikan terhadap kesalahan atau masalah dalam percakapan
- B. Penyusunan ulang kalimat dalam bahasa tulisan formal
- C. Pemberian umpan balik oleh pendengar kepada pembicara
- D. Pembetulan ejaan dalam transkripsi wacana tertulis
12. Analisis percakapan (conversation analysis) berfokus pada…
- A. Struktur gramatikal kalimat dalam teks percakapan tertulis
- B. Pengaruh budaya terhadap pilihan topik dalam percakapan formal
- C. Perbedaan leksikon antara penutur dari latar belakang berbeda
- D. Organisasi dan struktur interaksi percakapan alamiah secara sekuensial
13. Dalam wacana lisan, “backchannels” adalah sinyal yang digunakan pendengar untuk…
- A. Mengambil alih giliran bicara dari penutur sebelumnya
- B. Menunjukkan bahwa mereka mendengarkan dan memahami tanpa mengambil giliran
- C. Mengakhiri percakapan dan memberi tanda perpisahan
- D. Memperkenalkan topik baru dalam satu giliran bicara
14. Perhatikan penggalan percakapan berikut. Guru: “Siapa yang belum mengerjakan PR?” Murid: (diam). Berdasarkan analisis wacana lisan, diam dalam konteks ini merupakan…
- A. Kegagalan komunikasi karena murid tidak memahami pertanyaan
- B. Bukti bahwa pertanyaan guru tidak relevan dengan situasi kelas
- C. Respons bermakna yang mengindikasikan pengakuan tidak langsung
- D. Pelanggaran terhadap aturan turn-taking dalam percakapan formal
15. Dalam analisis wacana lisan, “opening sequence” dalam percakapan telepon biasanya mencakup…
- A. Penyampaian tujuan utama percakapan sejak kalimat pertama
- B. Penjelasan latar belakang dan maksud penelepon secara rinci
- C. Penyebutan identitas dan konfirmasi ketersediaan penerima telepon
- D. Sapaan, identifikasi, pengakuan, dan pertanyaan “apa kabar” secara berurutan
16. Dalam kajian wacana kelas, pola IRF atau IRE mengacu pada urutan…
- A. Inisiasi guru, Respons siswa, dan Umpan balik atau Evaluasi guru
- B. Instruksi, Refleksi, dan Formulasi ulang materi pelajaran
- C. Interaksi, Reaksi, dan Formulasi dalam diskusi kelompok
- D. Interpretasi, Restatement, dan Feedback dari mitra tutur
17. Perhatikan kutipan berikut. Guru: “What is the capital of France?” Siswa: “Paris.” Guru: “Good!” Dalam analisis wacana kelas, pertukaran ini merupakan contoh dari…
- A. Percakapan spontan antara guru dan siswa dalam konteks informal
- B. Struktur IRE yang merupakan ciri khas wacana kelas
- C. Adjacency pair tanpa komponen evaluatif
- D. Pertukaran wacana berbasis scaffolding kognitif
18. Wacana kelas berbeda dari percakapan biasa dalam hal pola distribusi giliran bicara karena…
- A. Siswa lebih banyak berbicara daripada guru dalam konteks kelas
- B. Tidak ada aturan giliran bicara yang berlaku dalam konteks kelas
- C. Guru umumnya mengontrol giliran bicara dan topik pembicaraan
- D. Siswa dan guru berbagi kontrol giliran bicara secara setara
19. Analisis wacana lisan alamiah (natural discourse) menggunakan rekaman percakapan sehari-hari karena…
- A. Percakapan buatan lebih mudah diperoleh dan lebih sistematis
- B. Bahasa lisan informal tidak memiliki nilai untuk dikaji secara akademis
- C. Transkripsi formal lebih mencerminkan kemampuan gramatikal penutur
- D. Data alamiah mencerminkan penggunaan bahasa yang sesungguhnya dalam konteks nyata
20. Dalam menganalisis wacana kelas bahasa, seorang peneliti menemukan bahwa guru sering mengulang jawaban siswa sebelum memberikan evaluasi. Fungsi pengulangan tersebut dalam wacana kelas paling tepat dianalisis sebagai…
- A. Strategi penguatan dan konfirmasi untuk memastikan seluruh kelas mendengar jawaban yang benar
- B. Indikasi bahwa guru tidak memahami jawaban yang diberikan siswa
- C. Teknik pengalihan topik sebelum guru memberikan pertanyaan berikutnya
- D. Bukti adanya gangguan dalam proses turn-taking di kelas tersebut
21. Dalam kajian analisis wacana tertulis, “written discourse analysis” secara spesifik berfokus pada…
- A. Sistem ejaan dan tanda baca yang digunakan dalam teks formal
- B. Struktur morfologis kata dalam berbagai jenis teks tertulis
- C. Bagaimana teks tertulis diorganisasi dan bermakna di atas tataran kalimat
- D. Perbedaan gaya penulisan antara penulis pemula dan penulis berpengalaman
22. Perbedaan utama antara analisis wacana lisan dan analisis wacana tertulis terletak pada…
- A. Wacana lisan selalu lebih pendek dan tidak terstruktur dibanding wacana tertulis
- B. Medium penyampaian dan sifat interaksi antara penutur atau penulis dan penerima
- C. Wacana tertulis tidak memerlukan analisis kohesi karena sudah tersusun secara formal
- D. Analisis wacana lisan hanya berlaku untuk bahasa Inggris sebagai bahasa ibu
23. Dalam analisis wacana tertulis, “generic structure” atau struktur generik merujuk pada…
- A. Aturan tata bahasa umum yang berlaku dalam semua jenis teks
- B. Kosakata yang sering muncul dalam berbagai jenis teks akademis
- C. Tingkat abstraksi yang digunakan dalam teks ilmiah populer
- D. Pola organisasi tahapan yang khas dan wajib dalam suatu jenis teks tertentu
24. Kohesi leksikal dalam teks tertulis dapat diwujudkan melalui penggunaan…
- A. Reiterasi dan kolokasi
- B. Konjungsi dan elipsis
- C. Referensi dan substitusi
- D. Anafora dan katafora
25. Dalam analisis wacana tertulis berbasis SFL, “field” dalam konteks situasional merujuk pada…
- A. Hubungan sosial antara penulis dan pembaca teks
- B. Saluran atau medium yang digunakan dalam penyampaian teks
- C. Topik atau bidang kegiatan yang sedang dibicarakan dalam teks
- D. Tujuan retoris yang ingin dicapai oleh penulis
26. Dalam analisis wacana berbasis SFL, “tenor” merujuk pada…
- A. Medium atau saluran komunikasi yang digunakan dalam teks
- B. Hubungan sosial dan peran antara peserta dalam interaksi
- C. Tema utama yang dibahas dalam sebuah teks akademis
- D. Struktur kalimat yang digunakan untuk menyatakan perintah
27. Seorang analis membaca sebuah artikel ilmiah dan menemukan bahwa setiap paragraf dimulai dengan kalimat topik yang kemudian dijelaskan oleh kalimat-kalimat pendukung. Pola ini dalam analisis wacana tertulis dikenal sebagai…
- A. Pola induktif karena kesimpulan ditempatkan di akhir paragraf
- B. Pola spiral karena ide berputar kembali ke topik awal
- C. Pola elaboratif karena setiap kalimat menambahkan informasi yang setara
- D. Pola deduktif karena pernyataan umum diikuti oleh perincian pendukung
28. Dalam analisis wacana tertulis, “intra-paragraph cohesion” mengacu pada keterkaitan yang terjadi…
- A. Di dalam satu paragraf, antarkalimat dalam paragraf yang sama
- B. Di antara paragraf-paragraf yang berbeda dalam satu teks
- C. Di antara berbagai teks dalam satu genre yang sama
- D. Di antara berbagai bab dalam satu buku teks akademis
29. Dalam pendekatan SFL untuk analisis wacana tertulis, “mode” dalam konteks situasional merujuk pada…
- A. Topik yang dibahas dalam teks dan relevansinya bagi pembaca
- B. Status sosial penulis dibandingkan pembaca yang dituju
- C. Saluran komunikasi dan peran bahasa dalam teks tersebut
- D. Jenis kalimat yang digunakan, apakah deklaratif atau interogatif
30. Seseorang menganalisis sebuah editorial surat kabar menggunakan pendekatan SFL. Ia menemukan banyak penggunaan modalitas seperti “should”, “must”, dan “ought to”. Penggunaan modalitas tersebut paling erat berkaitan dengan metafungsi…
- A. Ideasional, karena menyatakan pengalaman penulis tentang dunia
- B. Interpersonal, karena mencerminkan sikap dan hubungan penulis dengan pembaca
- C. Tekstual, karena mengorganisasi pesan agar kohesif dan logis
- D. Eksperiensial, karena menggambarkan proses fisik dalam teks
31. Dalam konteks analisis wacana tertulis dengan pendekatan SFL, istilah “genre” didefinisikan sebagai…
- A. Gaya penulisan yang mencerminkan latar belakang budaya penulis
- B. Kategori teks berdasarkan topik yang dibahas
- C. Format visual dokumen yang digunakan dalam teks formal
- D. Proses sosial yang berorientasi tujuan dan terjadi secara bertahap
32. Dalam analisis teks berbasis SFL, proses “relational” dalam transitivity merujuk pada…
- A. Proses yang menyatakan hubungan, atribut, atau identitas antara dua entitas
- B. Proses yang menggambarkan tindakan fisik yang dilakukan oleh pelaku
- C. Proses yang menyatakan persepsi dan reaksi emosional partisipan
- D. Proses yang mengekspresikan tuturan verbal oleh manusia
33. Analisis inter-paragraph cohesion dalam sebuah esai argumentatif bertujuan untuk…
- A. Mengidentifikasi jenis kalimat yang digunakan di tiap paragraf
- B. Menghitung frekuensi kemunculan kata kunci dalam teks
- C. Menunjukkan bagaimana paragraf-paragraf dihubungkan secara logis dan tekstual
- D. Mengevaluasi ketepatan penggunaan tanda baca antarparagraf
34. Dalam analisis SFL terhadap sebuah berita, seorang analis menemukan banyak penggunaan proses material. Temuan ini mengindikasikan bahwa teks tersebut…
- A. Didominasi oleh ekspresi perasaan dan persepsi narasumber
- B. Banyak menceritakan tindakan dan kejadian fisik yang terjadi
- C. Berfokus pada penjelasan hubungan dan karakteristik suatu fenomena
- D. Mengandung banyak kutipan langsung dari narasumber
35. Fungsi discourse analysis dalam konteks pengajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) adalah…
- A. Menggantikan pendekatan komunikatif dengan pendekatan gramatikal yang lebih ketat
- B. Memfokuskan pengajaran hanya pada struktur kalimat yang benar secara gramatikal
- C. Membatasi analisis bahasa pada tataran fonetik dan fonologi
- D. Membantu guru dan siswa memahami bagaimana bahasa digunakan dalam konteks komunikasi nyata
36. Peran analisis wacana lisan dalam pengajaran bahasa Inggris mencakup…
- A. Memberikan pemahaman tentang fitur-fitur percakapan yang autentik untuk dikembangkan dalam kelas
- B. Mengganti penggunaan teks tertulis dalam pembelajaran keterampilan membaca
- C. Memfokuskan latihan hanya pada pengucapan dan intonasi kata tunggal
- D. Mengajarkan aturan morfologi bahasa Inggris melalui contoh percakapan
37. Kontribusi analisis wacana tertulis dalam pengajaran bahasa Inggris dapat terlihat dalam…
- A. Pembatasan jenis teks yang boleh diajarkan di kelas EFL
- B. Pengutamaan penghafalan tata bahasa tanpa memperhatikan teks
- C. Pengembangan kemampuan siswa menghasilkan teks sesuai genre dan tujuan sosialnya
- D. Penggunaan teks lisan untuk menggantikan teks tertulis dalam semua kegiatan
38. Dalam pengajaran keterampilan berbicara bahasa Inggris, pengetahuan tentang “opening and closing sequences” dalam wacana percakapan dapat dimanfaatkan untuk…
- A. Mengajarkan cara menyusun esai argumentatif yang baik dan benar
- B. Melatih siswa membuka dan menutup percakapan dengan cara yang berterima secara sosial
- C. Mengembangkan kemampuan siswa dalam menulis surat resmi berbahasa Inggris
- D. Menganalisis struktur kalimat dalam teks bacaan bahasa Inggris
39. Implikasi analisis wacana kelas bagi guru bahasa Inggris adalah guru dapat…
- A. Menghindari penggunaan bahasa ibu siswa dalam seluruh proses pembelajaran
- B. Menggunakan pola IRF secara eksklusif tanpa variasi untuk semua topik
- C. Mengurangi penggunaan teknik bertanya agar siswa lebih mandiri belajar
- D. Merefleksikan dan meningkatkan kualitas interaksi kelas untuk mendorong keterlibatan siswa
40. Pendekatan berbasis genre (genre-based approach) dalam pengajaran menulis didasarkan pada temuan analisis wacana tertulis bahwa…
- A. Setiap jenis teks memiliki struktur, tujuan, dan fitur linguistik yang berbeda dan perlu diajarkan secara eksplisit
- B. Kemampuan menulis berkembang secara alami tanpa perlu instruksi tentang struktur teks
- C. Semua jenis teks memiliki struktur yang sama sehingga cukup diajarkan satu pola penulisan
- D. Teks lisan lebih penting dari teks tertulis dalam pembelajaran bahasa kedua
41. Dalam analisis wacana, konsep “intertextuality” merujuk pada…
- A. Keterkaitan antara kalimat-kalimat dalam satu teks yang sama
- B. Kemampuan pembaca memahami teks dalam berbagai bahasa
- C. Hubungan antara satu teks dengan teks-teks lain yang mendahului atau melingkupinya
- D. Proses penerjemahan teks dari satu bahasa ke bahasa lain
42. Dalam kajian wacana, “context of situation” menurut Halliday dan Hasan mencakup tiga variabel, yaitu…
- A. Penutur, pesan, dan tujuan komunikasi
- B. Field, tenor, dan mode
- C. Sintaksis, semantik, dan pragmatik
- D. Latar, suasana, dan partisipan
43. Perbedaan antara “text” dan “discourse” dalam kajian analisis wacana adalah…
- A. Text hanya merujuk pada tulisan, sementara discourse hanya merujuk pada tuturan lisan
- B. Text adalah data yang lebih panjang, sedangkan discourse lebih pendek
- C. Text ditulis oleh penulis tunggal, sementara discourse melibatkan banyak penutur
- D. Text adalah produk bahasa yang dapat diamati, sementara discourse menekankan proses dan konteks penggunaannya
44. Konsep “presupposition” dalam analisis wacana merujuk pada…
- A. Informasi yang dianggap sudah diketahui atau diterima bersama oleh penutur dan mitra tutur
- B. Asumsi penulis tentang kemampuan gramatikal pembaca teks
- C. Pernyataan eksplisit tentang topik yang akan dibahas dalam wacana
- D. Kesimpulan yang ditarik pembaca setelah membaca keseluruhan teks
45. Dalam analisis wacana, “implicature” yang diperkenalkan oleh Grice merujuk pada makna yang…
- A. Dinyatakan secara eksplisit dalam teks dan mudah dipahami pembaca
- B. Hanya dapat dipahami oleh penutur asli bahasa tersebut
- C. Dikomunikasikan secara tidak langsung dan melampaui makna literal ujaran
- D. Tersembunyi dalam struktur gramatikal kalimat dan sulit dianalisis
46. Dalam konteks pengajaran bahasa Inggris, analisis wacana tertulis memberikan kontribusi dalam pengembangan materi ajar dengan cara…
- A. Menyediakan daftar kosakata yang harus dihafal siswa untuk setiap genre teks
- B. Membantu seleksi dan sekuensi teks autentik yang sesuai dengan kebutuhan komunikatif siswa
- C. Memberikan aturan tata bahasa universal yang berlaku untuk semua jenis teks
- D. Mengurangi kebutuhan penggunaan teks asli dalam proses pembelajaran
47. Dalam analisis wacana, “speech act” yang dikemukakan Austin dan Searle merujuk pada konsep bahwa…
- A. Tuturan hanya berfungsi untuk menyampaikan informasi faktual kepada pendengar
- B. Setiap bahasa lisan memiliki struktur sintaksis yang berbeda dari bahasa tulisan
- C. Percakapan hanya terjadi dalam konteks formal dan terstruktur
- D. Mengucapkan sesuatu berarti melakukan sebuah tindakan, bukan sekadar menyatakan informasi
48. Seorang guru bahasa Inggris ingin memanfaatkan analisis wacana untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa. Langkah yang paling tepat adalah…
- A. Mengajarkan siswa mengenali struktur generik dan piranti kohesi dalam berbagai jenis teks
- B. Meminta siswa menghafal seluruh kosakata baru dalam teks sebelum membaca
- C. Melatih siswa menerjemahkan teks kata per kata ke dalam bahasa Indonesia
- D. Mengutamakan latihan membaca nyaring dibandingkan membaca pemahaman
49. Salah satu keterbatasan yang perlu diperhatikan dalam penerapan analisis wacana di kelas bahasa adalah…
- A. Analisis wacana tidak dapat diterapkan pada teks berbahasa Inggris sebagai bahasa asing
- B. Konsep-konsep analisis wacana hanya relevan untuk pembelajaran di tingkat universitas
- C. Kompleksitas konsep analisis wacana memerlukan adaptasi yang cermat agar sesuai dengan tingkat kemampuan siswa
- D. Analisis wacana hanya efektif untuk melatih keterampilan menulis dan tidak berguna untuk keterampilan lain
50. Seorang guru mencermati bahwa dalam proses diskusi kelas, siswa jarang berinisiatif mengajukan pertanyaan dan cenderung hanya menjawab pertanyaan guru. Dari perspektif analisis wacana kelas, kondisi ini paling tepat dijelaskan sebagai…
- A. Bukti bahwa siswa telah menguasai materi dan tidak perlu klarifikasi lebih lanjut
- B. Dampak dari pola interaksi IRF yang menempatkan guru sebagai pengontrol utama wacana kelas
- C. Indikasi bahwa metode pengajaran yang digunakan sudah sangat efektif dan efisien
- D. Hasil dari kurangnya kosakata yang dimiliki siswa untuk bertanya dalam bahasa Inggris
Latihan Tambahan dengan AI
Salin prompt di bawah ini, lalu tempelkan ke ChatGPT, Gemini, Claude, atau AI lainnya untuk mendapatkan 50 soal latihan baru dengan materi yang sama. Soal yang dihasilkan AI akan berbeda dari soal di halaman ini.