PBIS4203 — Semantics
1. Semantics sebagai cabang linguistik secara khusus mengkaji…
- A. Struktur bunyi dalam sebuah bahasa
- B. Makna dalam bahasa
- C. Susunan kalimat secara gramatikal
- D. Hubungan sosial antara penutur dan mitra tutur
2. Istilah “semantics” berasal dari kata Yunani yang berarti…
- A. Bermakna atau berarti
- B. Berbicara atau bertutur
- C. Menulis atau mencatat
- D. Mendengar atau menyimak
3. Cakupan semantics sebagai bidang ilmu meliputi kajian makna pada tingkat…
- A. Fonem dan morfem saja
- B. Paragraf dan wacana saja
- C. Kata, frasa, klausa, dan kalimat
- D. Bunyi dan intonasi saja
4. Semantics dikategorikan sebagai bagian dari linguistik karena…
- A. Mempelajari bunyi-bunyi bahasa secara empiris
- B. Membahas aspek sosial penggunaan bahasa
- C. Menganalisis struktur sintaksis kalimat
- D. Mengkaji makna sebagai komponen inti sistem bahasa
5. Hubungan semantics dengan cabang linguistik lain seperti sintaksis adalah…
- A. Semantics sepenuhnya terpisah dari sintaksis
- B. Semantics dan sintaksis saling berkaitan dalam membentuk makna kalimat
- C. Sintaksis menentukan seluruh aspek makna tanpa perlu semantics
- D. Semantics hanya berkaitan dengan fonologi, bukan sintaksis
6. Teori makna yang menyatakan bahwa makna sebuah kata ditentukan oleh objek atau entitas yang diacunya di dunia nyata disebut…
- A. Teori ideasional
- B. Teori kontekstual
- C. Teori referensial
- D. Teori behavioristik
7. Dalam teori referensial, hubungan antara kata “kucing” dengan hewan berbulu berkumis yang sebenarnya merupakan contoh dari…
- A. Hubungan antara simbol linguistik dan referennya
- B. Hubungan antara makna denotatif dan konotatif
- C. Hubungan antara sense dan reference
- D. Hubungan antara penanda dan petanda secara arbitrer
8. Kelemahan utama teori referensial sebagai teori makna adalah…
- A. Teori ini terlalu kompleks untuk diterapkan pada kata benda konkret
- B. Teori ini tidak dapat menjelaskan makna kata kerja
- C. Teori ini mengabaikan aspek bunyi dalam bahasa
- D. Teori ini sulit diterapkan pada kata abstrak yang tidak memiliki referen fisik
9. Konsep “sense” dalam semantics merujuk pada…
- A. Objek fisik yang diacu oleh sebuah kata
- B. Relasi makna suatu ekspresi dengan ekspresi lain dalam bahasa
- C. Kesan emosional yang ditimbulkan oleh sebuah kata
- D. Konteks tuturan yang melingkupi sebuah ujaran
10. Kata “pagi” dan “siang” memiliki hubungan makna yang disebut…
- A. Sinonimi
- B. Hiponimi
- C. Antonimi
- D. Meronimi
11. Hubungan makna di mana kata “bunga” mencakup makna “mawar”, “melati”, dan “anggrek” disebut…
- A. Hiponimi
- B. Sinonimi
- C. Meronimi
- D. Polisemi
12. Dua kata disebut bersinonim apabila…
- A. Keduanya memiliki ejaan yang hampir sama tetapi makna berbeda
- B. Keduanya berasal dari bahasa yang berbeda
- C. Salah satu kata mencakup makna kata lainnya
- D. Keduanya memiliki makna yang sama atau sangat mirip
13. Hubungan makna antara “roda” dan “mobil” di mana “roda” merupakan bagian dari “mobil” disebut…
- A. Hiponimi
- B. Meronimi
- C. Antonimi
- D. Sinonimi
14. Perluasan makna kata (ameliorasi) terjadi ketika…
- A. Makna kata menyempit menjadi lebih spesifik dari makna asalnya
- B. Makna kata bergeser ke arah nilai yang lebih rendah
- C. Makna kata mencakup konsep yang lebih luas dari makna asalnya
- D. Makna kata berubah total tanpa hubungan dengan makna asalnya
15. Kategori gramatikal yang mempengaruhi makna leksikal suatu kata mencakup…
- A. Kelas kata, jumlah, aspek, dan kala
- B. Nada, tekanan, intonasi, dan jeda
- C. Ejaan, tipografi, paragraf, dan wacana
- D. Dialek, idiolek, sosiolek, dan kronolek
16. Derivational relation dalam semantics leksikal merujuk pada…
- A. Hubungan makna antara kata-kata yang bersinonim
- B. Hubungan antara kalimat induk dan kalimat turunan
- C. Perubahan makna kata akibat pergeseran budaya
- D. Hubungan makna antara kata dasar dan kata turunannya
17. Kalimat “Semua mahasiswa lulus ujian” secara logis mengimplikasikan bahwa…
- A. Tidak ada mahasiswa yang lulus ujian
- B. Budi sebagai mahasiswa juga lulus ujian
- C. Sebagian mahasiswa lulus dan sebagian tidak
- D. Hanya mahasiswa tertentu yang lulus ujian
18. Dalam semantics, hubungan logis di mana kebenaran kalimat P secara otomatis memastikan kebenaran kalimat Q disebut…
- A. Presupposisi
- B. Implikatur
- C. Entailment
- D. Kontradiksi
19. Presupposisi berbeda dari entailment karena presupposisi…
- A. Tetap dipertahankan meskipun kalimat utama dinegasikan
- B. Hanya berlaku pada kalimat tanya saja
- C. Selalu bersifat eksplisit dalam tuturan
- D. Hilang ketika kalimat diubah menjadi kalimat negatif
20. Kalimat “Apakah kamu sudah berhenti merokok?” mengandung presupposisi bahwa…
- A. Merokok adalah kebiasaan yang berbahaya
- B. Penanya tidak mengetahui kebiasaan lawan bicara
- C. Lawan bicara akan berhenti merokok
- D. Lawan bicara pernah atau masih merokok
21. Jenis kebenaran dalam semantics yang berlaku berdasarkan fakta dan keadaan di dunia nyata disebut…
- A. Kebenaran analitik
- B. Kebenaran sintetik
- C. Kebenaran tautologis
- D. Kebenaran kontradiktif
22. Kalimat “Bujang perjaka itu belum menikah” merupakan contoh kebenaran…
- A. Sintetik, karena bergantung pada fakta empiris
- B. Kontradiksi, karena mengandung pertentangan makna
- C. Analitik, karena kebenarannya ditentukan oleh makna kata-katanya
- D. Tautologi yang membutuhkan verifikasi empiris
23. Kalimat “Kucing adalah anjing” merupakan contoh…
- A. Kontradiksi semantis
- B. Tautologi semantis
- C. Kebenaran sintetik
- D. Kebenaran analitik
24. Conditional truth condition menyatakan bahwa sebuah kalimat bernilai benar apabila…
- A. Kalimat tersebut diucapkan oleh penutur yang kompeten
- B. Kalimat tersebut mengandung informasi baru
- C. Kalimat tersebut bersifat logis dan gramatikal
- D. Kondisi kebenaran yang disyaratkan kalimat itu terpenuhi di dunia nyata
25. Makna konvensional (conventional meaning) suatu kata adalah makna yang…
- A. Ditentukan oleh konteks percakapan saat itu
- B. Telah disepakati bersama oleh komunitas penutur bahasa tersebut
- C. Hanya diketahui oleh penutur asli bahasa tersebut
- D. Berubah sesuai dengan niat komunikatif penutur
26. Perhatikan percakapan berikut. A: “Apakah kamu bisa menutup jendela itu?” B menutup jendela tanpa menjawab “ya” atau “tidak”. Respons B menunjukkan bahwa B memahami tuturan A sebagai…
- A. Pertanyaan tentang kemampuan fisik B
- B. Pertanyaan retoris yang tidak perlu dijawab
- C. Permintaan tidak langsung untuk menutup jendela
- D. Ungkapan keheranan terhadap kondisi jendela
27. Prinsip kerjasama Grice (Cooperative Principle) menyatakan bahwa dalam percakapan, penutur diharapkan…
- A. Memberikan kontribusi yang sesuai dengan tujuan percakapan yang sedang berlangsung
- B. Selalu mengucapkan kebenaran dalam setiap tuturannya
- C. Menghindari penggunaan bahasa kiasan dalam percakapan formal
- D. Menggunakan kalimat yang singkat dan tidak panjang
28. Maksim kualitas (maxim of quality) dalam teori Grice mengharuskan penutur untuk…
- A. Menyampaikan informasi sebanyak yang diperlukan
- B. Menyampaikan tuturan yang relevan dengan topik
- C. Menggunakan ungkapan yang jelas dan tidak ambigu
- D. Tidak mengatakan sesuatu yang diyakini tidak benar
29. Seorang dosen bertanya kepada mahasiswanya, “Bagaimana nilai ujianmu?” dan mahasiswa menjawab, “Cuacanya bagus ya, Pak.” Jawaban mahasiswa tersebut melanggar maksim…
- A. Kuantitas
- B. Relevansi
- C. Kualitas
- D. Cara
30. Conversational implicature adalah makna yang…
- A. Tersurat secara eksplisit dalam tuturan
- B. Terkandung dalam makna leksikal kata-kata yang digunakan
- C. Tersirat dan dapat disimpulkan dari konteks percakapan
- D. Ditentukan oleh struktur gramatikal kalimat
31. Dalam semantics kalimat, “situation type” merujuk pada…
- A. Jenis peristiwa atau keadaan yang digambarkan oleh kalimat
- B. Konteks sosial tempat kalimat diujarkan
- C. Jenis kalimat berdasarkan struktur sintaksisnya
- D. Situasi komunikasi antara penutur dan pendengar
32. Kalimat “Ani sedang berlari di taman” menggambarkan situation type berupa…
- A. State, karena menggambarkan kondisi yang statis
- B. Achievement, karena menggambarkan peristiwa sesaat
- C. Accomplishment, karena memiliki titik akhir yang jelas
- D. Activity, karena menggambarkan aktivitas yang berlangsung tanpa batas akhir yang jelas
33. Aspek gramatikal “perfektif” dalam semantics menyatakan bahwa suatu peristiwa…
- A. Sedang berlangsung pada saat tuturan
- B. Telah selesai atau dipandang sebagai keseluruhan yang utuh
- C. Akan berlangsung di masa mendatang
- D. Berlangsung secara berulang-ulang
34. Modalitas dalam semantics kalimat berkaitan dengan…
- A. Urutan waktu terjadinya peristiwa yang diacu kalimat
- B. Hubungan tematik antara partisipan dan predikat
- C. Sikap penutur terhadap proposisi yang dituturkannya
- D. Jenis kalimat berdasarkan fungsi komunikatifnya
35. Thematic role “agent” dalam semantics merujuk pada…
- A. Partisipan yang dengan sengaja melakukan suatu tindakan
- B. Partisipan yang menerima dampak dari suatu tindakan
- C. Partisipan yang berpindah tempat karena suatu peristiwa
- D. Partisipan yang mengalami suatu keadaan psikologis
36. Dalam kalimat “Buku itu dipukul oleh Rudi”, thematic role “Rudi” adalah…
- A. Patient
- B. Theme
- C. Experiencer
- D. Agent
37. Thematic role “patient” berbeda dari “theme” karena patient…
- A. Merupakan pelaku tindakan yang tidak disengaja
- B. Mengalami perubahan kondisi akibat tindakan yang dilakukan padanya
- C. Merupakan entitas yang berpindah lokasi dalam peristiwa
- D. Mengalami kondisi mental atau emosional tertentu
38. Grammatical relation “subjek” dan “objek” dalam semantics dapat dianalisis berdasarkan…
- A. Posisi kata dalam kalimat saja
- B. Bunyi yang dihasilkan saat mengucapkannya
- C. Thematic role yang diemban oleh nomina tersebut
- D. Jumlah suku kata yang dimiliki nomina tersebut
39. Voice (diatesis) dalam semantics berkaitan dengan…
- A. Cara perspektif peristiwa dipresentasikan melalui relasi gramatikal subjek dan objek
- B. Tinggi rendahnya nada suara penutur saat bertutur
- C. Ekspresi emosi penutur yang tampak dalam pilihan kata
- D. Jenis modal yang digunakan dalam kalimat
40. Cognitive semantics berbeda dari pendekatan semantics formal karena…
- A. Cognitive semantics hanya mengkaji kata benda konkret
- B. Cognitive semantics tidak menggunakan analisis kalimat
- C. Cognitive semantics berfokus pada struktur logika formal
- D. Cognitive semantics menekankan bahwa makna berkaitan dengan struktur konseptual dan pengalaman manusia
41. Metafora konseptual dalam cognitive semantics, seperti “ARGUMEN ADALAH PERANG” (argument is war), menunjukkan bahwa…
- A. Argumen dan perang merupakan konsep yang identik
- B. Konsep abstrak dipahami melalui pemetaan dari domain yang lebih konkret
- C. Bahasa hanya digunakan untuk menggambarkan pertempuran verbal
- D. Metafora hanya berfungsi sebagai gaya bahasa dalam puisi
42. Dalam cognitive semantics, metafora dipahami bukan sekadar sebagai gaya bahasa, melainkan sebagai…
- A. Kesalahan penggunaan bahasa yang perlu dihindari
- B. Teknik retorika untuk memperindah tulisan
- C. Cara berpikir dan memahami realitas yang mendasar
- D. Fenomena khusus dalam bahasa puisi saja
43. Polisemi terjadi ketika sebuah kata memiliki…
- A. Beberapa makna yang saling berkaitan dan berasal dari satu sumber yang sama
- B. Dua bentuk penulisan yang berbeda tetapi bermakna sama
- C. Beberapa makna yang tidak saling berkaitan sama sekali
- D. Makna yang berlawanan tergantung pada konteks penggunaannya
44. Kata “kepala” dalam frasa “kepala manusia”, “kepala surat”, dan “kepala desa” merupakan contoh…
- A. Homonimi, karena ketiga makna tersebut tidak berkaitan
- B. Sinonimi, karena ketiga kata merujuk hal yang sama
- C. Antonimi, karena ketiga makna tersebut saling berlawanan
- D. Polisemi, karena ketiga makna berasal dari konsep asal yang sama
45. Ambiguitas leksikal terjadi ketika…
- A. Sebuah kalimat memiliki dua struktur sintaksis yang berbeda
- B. Sebuah kata memiliki lebih dari satu makna yang mungkin dalam konteks tersebut
- C. Penutur menggunakan bahasa dengan makna yang berbeda dari makna sebenarnya
- D. Sebuah kalimat tidak dapat ditentukan nilai kebenarannya
46. Kalimat “Saya melihat pria dengan teropong” merupakan contoh ambiguitas…
- A. Leksikal, karena kata “pria” bermakna ganda
- B. Pragmatis, karena makna bergantung pada konteks sosial
- C. Struktural, karena kalimat dapat dianalisis dengan dua struktur berbeda
- D. Fonetis, karena pelafalan kata menimbulkan kesalahpahaman
47. Maksim kuantitas dalam prinsip kerjasama Grice mengharuskan penutur untuk…
- A. Memberikan informasi yang cukup, tidak lebih dan tidak kurang dari yang diperlukan
- B. Tidak mengucapkan hal yang diyakini salah
- C. Menyampaikan tuturan yang relevan dengan topik
- D. Menggunakan bahasa yang jelas dan tidak bermakna ganda
48. Seorang penutur yang mengatakan “Matahari terbit di timur” sedang menyampaikan tuturan yang termasuk jenis kebenaran…
- A. Kontradiksi, karena pernyataan tersebut dapat salah dalam kondisi tertentu
- B. Analitik, karena maknanya terkandung dalam kata-katanya sendiri
- C. Tautologi, karena selalu benar tanpa perlu diverifikasi
- D. Sintetik, karena kebenarannya bergantung pada fakta empiris di dunia
49. Perbedaan utama antara polisemi dan homonimi terletak pada…
- A. Jumlah makna yang dimiliki oleh masing-masing kata tersebut
- B. Ada tidaknya kaitan historis atau semantis antara makna-makna yang dimilikinya
- C. Panjang pendeknya kata yang bersangkutan
- D. Kelas kata dari kata yang bersangkutan
50. Seorang atasan berkata kepada bawahannya, “Sudah jam 12 siang.” Berdasarkan prinsip Grice, tuturan tersebut kemungkinan besar mengimplikasikan…
- A. Atasan sedang memberi tahu bawahan tentang kondisi cuaca saat itu
- B. Atasan ingin mengajak bawahan membahas jadwal harian
- C. Sudah waktunya istirahat makan siang atau menyelesaikan pekerjaan
- D. Atasan sedang memverifikasi jam pada jam tangannya
Latihan Tambahan dengan AI
Salin prompt di bawah ini, lalu tempelkan ke ChatGPT, Gemini, Claude, atau AI lainnya untuk mendapatkan 50 soal latihan baru dengan materi yang sama. Soal yang dihasilkan AI akan berbeda dari soal di halaman ini.