PBIS4102 — Cross Cultural Understanding
1. Secara umum, budaya dapat didefinisikan sebagai…
- A. Sekumpulan aturan hukum yang mengatur perilaku masyarakat dalam suatu negara
- B. Keseluruhan cara hidup yang dimiliki bersama oleh suatu kelompok masyarakat, termasuk nilai, kepercayaan, dan perilaku
- C. Produk seni dan karya sastra yang dihasilkan oleh masyarakat tertentu sepanjang sejarah
- D. Sistem komunikasi verbal yang digunakan oleh suatu kelompok untuk berinteraksi satu sama lain
2. Hubungan antara bahasa dan budaya dalam konteks Cross Cultural Understanding adalah…
- A. Bahasa merupakan cerminan budaya suatu masyarakat dan menjadi alat utama transmisi budaya
- B. Bahasa dan budaya adalah dua hal yang sepenuhnya terpisah dan tidak saling memengaruhi
- C. Budaya hanya memengaruhi kosakata bahasa, tetapi tidak memengaruhi struktur gramatikalnya
- D. Bahasa hanya berfungsi sebagai alat komunikasi formal tanpa kaitan dengan nilai budaya
3. Konsep yang menjelaskan bahwa bahasa yang digunakan seseorang dapat memengaruhi cara berpikirnya dikenal sebagai…
- A. Teori Krashen
- B. Teori Piaget
- C. Hipotesis Sapir-Whorf
- D. Hipotesis Monitor
4. Dalam pengajaran bahasa asing, pemahaman budaya target dianggap penting karena…
- A. Peserta didik cukup menguasai tata bahasa tanpa perlu memahami konteks budayanya
- B. Budaya target tidak relevan dalam proses belajar bahasa di tingkat dasar
- C. Penguasaan kosakata saja sudah cukup untuk berkomunikasi lintas budaya
- D. Kemampuan komunikasi yang efektif membutuhkan pemahaman konteks budaya penutur asli bahasa tersebut
5. Kompetensi komunikatif lintas budaya dalam pembelajaran bahasa asing meliputi kemampuan…
- A. Menghafal seluruh kosakata dan ungkapan idiomatik dari bahasa target
- B. Menggunakan bahasa secara tepat sesuai konteks sosial dan budaya yang berlaku
- C. Menerjemahkan teks dari bahasa ibu ke bahasa target secara harfiah
- D. Menguasai struktur kalimat kompleks dalam bahasa target secara tertulis
6. Konflik budaya (cultural conflict) paling tepat didefinisikan sebagai…
- A. Benturan nilai, norma, atau kebiasaan yang terjadi ketika dua kelompok budaya yang berbeda berinteraksi
- B. Perselisihan fisik antara dua individu yang berasal dari negara yang berbeda
- C. Proses adaptasi seseorang terhadap budaya baru yang dimasuki
- D. Penolakan seseorang terhadap nilai budayanya sendiri demi mengikuti budaya asing
7. Etnosentrisme dalam konteks konflik budaya merujuk pada kecenderungan seseorang untuk…
- A. Mempelajari dan menghargai keunikan setiap budaya yang ditemuinya
- B. Mengadopsi nilai-nilai budaya asing secara penuh tanpa seleksi
- C. Menilai budaya lain berdasarkan standar dan nilai budayanya sendiri sebagai ukuran kebenaran
- D. Menolak semua bentuk komunikasi dengan kelompok budaya yang berbeda
8. Seorang mahasiswa asal Indonesia yang baru tiba di Amerika Serikat merasa terkejut dan tidak nyaman dengan kebiasaan orang Amerika yang berbicara sangat langsung dan tegas. Reaksi ini merupakan contoh dari…
- A. Akulturasi budaya
- B. Asimilasi budaya
- C. Relativisme budaya
- D. Culture shock
9. Penyesuaian budaya (cultural adjustment) adalah proses di mana seseorang…
- A. Menolak budaya baru dan mempertahankan seluruh nilai budaya asalnya
- B. Beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan nilai serta norma budaya baru di lingkungan barunya
- C. Mengganti seluruh identitas budayanya dengan identitas budaya yang baru
- D. Mempelajari bahasa baru tanpa perlu memahami budaya penutur aslinya
10. Tahapan culture shock yang ditandai dengan sikap antusias dan rasa kagum terhadap budaya baru disebut tahap…
- A. Frustrasi
- B. Adaptasi
- C. Honeymoon
- D. Integrasi
11. Strategi terbaik untuk mengatasi culture shock dalam proses penyesuaian budaya adalah…
- A. Bersikap terbuka, mau belajar tentang budaya setempat, dan membangun hubungan sosial dengan komunitas lokal
- B. Menghindari interaksi dengan penduduk lokal dan hanya bergaul dengan sesama warga negara asal
- C. Memaksakan nilai budaya asal kepada lingkungan baru agar cepat diterima
- D. Menganggap budaya setempat lebih rendah daripada budaya asal agar tidak terbawa arus
12. Gender dalam perspektif lintas budaya dipahami sebagai…
- A. Perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan yang bersifat universal
- B. Klasifikasi individu berdasarkan jenis kelamin yang tercantum dalam dokumen kependudukan
- C. Kemampuan fisik yang membedakan laki-laki dan perempuan dalam pekerjaan tertentu
- D. Konstruksi sosial dan budaya yang membentuk peran, ekspektasi, dan identitas laki-laki serta perempuan
13. Kesenjangan gender dalam pendidikan di berbagai budaya paling sering disebabkan oleh…
- A. Perbedaan kemampuan intelektual bawaan antara laki-laki dan perempuan
- B. Norma dan stereotip budaya yang membatasi akses atau peran perempuan dalam pendidikan
- C. Kurangnya minat belajar yang dimiliki perempuan dibandingkan laki-laki secara alami
- D. Kebijakan pemerintah yang secara sengaja membatasi jumlah perempuan di sekolah
14. Di banyak budaya patriarki, perempuan sering menghadapi hambatan di lingkungan kerja yang dikenal sebagai…
- A. Glass ceiling
- B. Cultural barrier
- C. Social stratification
- D. Gender gap
15. Perbandingan peran gender di tempat kerja antara budaya individualistis dan budaya kolektivistis menunjukkan bahwa…
- A. Budaya kolektivistis selalu memberikan kesetaraan gender yang lebih baik daripada budaya individualistis
- B. Budaya individualistis tidak pernah mengalami diskriminasi gender di lingkungan kerja
- C. Norma gender di tempat kerja sangat dipengaruhi oleh nilai budaya yang berlaku di masyarakat tersebut
- D. Peran gender di tempat kerja bersifat seragam di seluruh dunia tanpa dipengaruhi budaya
16. Gender dalam masyarakat memiliki keterkaitan erat dengan struktur sosial karena…
- A. Struktur sosial hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan tidak berkaitan dengan gender
- B. Peran gender adalah hal yang bersifat pribadi dan tidak memengaruhi tatanan sosial
- C. Gender hanya relevan dalam konteks keluarga dan tidak berdampak pada masyarakat luas
- D. Peran gender yang dikonstruksi budaya turut menentukan pembagian kekuasaan, status, dan sumber daya dalam masyarakat
17. Nilai (values) dalam konteks lintas budaya didefinisikan sebagai…
- A. Aturan tertulis yang ditetapkan pemerintah untuk mengatur perilaku warga negaranya
- B. Keyakinan mendalam tentang apa yang dianggap baik, benar, dan penting dalam kehidupan oleh suatu kelompok budaya
- C. Harga ekonomis suatu barang atau jasa dalam sistem perdagangan masyarakat
- D. Kebiasaan sehari-hari yang dilakukan secara berulang oleh individu dalam masyarakat
18. Nilai personal (personal values) dalam perspektif lintas budaya merujuk pada…
- A. Nilai yang ditetapkan oleh institusi keagamaan dan berlaku wajib bagi seluruh anggotanya
- B. Standar moral yang dirumuskan oleh pemerintah untuk seluruh warga negara
- C. Prinsip dan standar yang dipegang oleh individu sebagai panduan dalam membuat keputusan dan berperilaku
- D. Nilai ekonomis yang dimiliki seseorang berdasarkan aset dan kekayaan pribadinya
19. Perbedaan nilai keluarga antara budaya Barat dan budaya Asia Timur umumnya terlihat dari…
- A. Budaya Barat cenderung menekankan kemandirian individu, sedangkan budaya Asia Timur lebih mengutamakan keharmonisan dan kebersamaan keluarga
- B. Budaya Barat selalu menolak institusi keluarga, sedangkan budaya Asia Timur sangat mendewakan keluarga
- C. Budaya Asia Timur lebih menekankan kebebasan individu dibandingkan budaya Barat
- D. Tidak ada perbedaan nilai keluarga yang signifikan antara kedua budaya tersebut
20. Nilai kerja (work values) dalam konteks lintas budaya mencakup…
- A. Hanya besaran gaji dan tunjangan yang diterima oleh pekerja
- B. Standar teknis yang ditetapkan manajemen untuk mengukur produktivitas karyawan
- C. Jadwal kerja formal yang berlaku di suatu organisasi atau perusahaan
- D. Keyakinan dan prioritas seseorang mengenai tujuan, makna, dan cara yang tepat dalam melakukan pekerjaan
21. Seseorang yang dibesarkan dalam budaya yang sangat menghargai kerja keras dan dedikasi profesional kemungkinan besar akan memiliki nilai kerja yang berfokus pada…
- A. Meminimalkan jam kerja dan memaksimalkan waktu istirahat
- B. Pencapaian, produktivitas tinggi, dan komitmen terhadap kualitas pekerjaan
- C. Menghindari tanggung jawab tambahan di luar deskripsi pekerjaan resmi
- D. Membangun hubungan sosial sebagai prioritas utama di atas kinerja
22. Dalam konteks hubungan sosial lintas budaya, istilah “small talk” merujuk pada…
- A. Percakapan formal antara atasan dan bawahan mengenai tugas pekerjaan
- B. Presentasi singkat yang dilakukan dalam rapat bisnis internasional
- C. Percakapan ringan dan informal yang bertujuan membangun keakraban sosial
- D. Pidato singkat yang disampaikan dalam acara peringatan budaya
23. Cara memperkenalkan diri dalam konteks lintas budaya dapat berbeda secara signifikan karena dipengaruhi oleh…
- A. Norma kesopanan, hierarki sosial, dan protokol budaya yang berlaku dalam masing-masing budaya
- B. Kemampuan berbahasa asing dan tingkat kecerdasan verbal seseorang
- C. Usia dan jenis kelamin sebagai satu-satunya faktor penentu cara berkenalan
- D. Standar internasional tunggal yang berlaku di seluruh negara di dunia
24. Di beberapa budaya Asia, cara menerima kartu nama dari mitra bisnis dilakukan dengan menggunakan kedua tangan dan membaca isinya dengan seksama. Perilaku ini mencerminkan…
- A. Ketidakefisienan dalam protokol bisnis dibandingkan standar Barat
- B. Kurangnya kepercayaan diri dalam lingkungan bisnis internasional
- C. Keengganan untuk memulai percakapan bisnis secara langsung
- D. Penghormatan terhadap identitas dan status sosial mitra yang merupakan bagian dari norma budaya setempat
25. Dalam komunikasi lintas budaya, ekspresi ketidaksetujuan secara tidak langsung (indirect disagreement) lebih umum ditemukan dalam budaya…
- A. Individualistis dengan komunikasi konteks rendah (low-context)
- B. Kolektivistis dengan komunikasi konteks tinggi (high-context)
- C. Monochronic dengan orientasi waktu yang sangat ketat
- D. Budaya Barat yang mengutamakan keterbukaan dan konfrontasi langsung
26. Frasa “I’ll think about it” dalam konteks bisnis dengan mitra dari budaya Jepang kemungkinan besar bermakna…
- A. Persetujuan penuh yang diungkapkan dengan cara yang sopan
- B. Permintaan waktu tambahan untuk mengonsultasikan dengan tim
- C. Penolakan halus yang disampaikan tanpa mengatakan “tidak” secara langsung
- D. Pernyataan netral yang belum menunjukkan keputusan apapun
27. Dalam situasi negosiasi bisnis lintas budaya, perbedaan dalam cara menyatakan “setuju” dan “tidak setuju” dapat mengakibatkan…
- A. Kesalahpahaman dan kegagalan komunikasi karena perbedaan gaya komunikasi langsung dan tidak langsung
- B. Peningkatan efisiensi negosiasi karena setiap pihak menggunakan cara yang paling nyaman baginya
- C. Kesepakatan yang lebih baik karena diversitas perspektif selalu menguntungkan semua pihak
- D. Tidak ada dampak signifikan karena konteks bisnis bersifat universal
28. Meminta izin (asking permission) dalam interaksi sosial lintas budaya menunjukkan pentingnya…
- A. Ketidakmampuan seseorang dalam mengambil keputusan secara mandiri
- B. Ketergantungan yang berlebihan pada otoritas dalam budaya hierarkis
- C. Kelemahan karakter individu dalam budaya yang mengutamakan dominasi
- D. Penghormatan terhadap batasan pribadi orang lain dan norma kesopanan yang berlaku dalam budaya tersebut
29. Penggunaan ungkapan “May I…?” dan “Could I…?” dalam bahasa Inggris untuk meminta izin mencerminkan fungsi bahasa sebagai…
- A. Alat untuk menunjukkan kemampuan gramatikal pembicara kepada pendengar
- B. Sarana untuk menjaga hubungan sosial yang harmonis melalui strategi kesantunan berbahasa
- C. Ekspresi keraguan dan ketidakpastian yang dimiliki oleh pembicara
- D. Tanda kelemahan sosial karena tidak berani menyampaikan permintaan secara langsung
30. Perayaan keagamaan (religious days) dalam perspektif lintas budaya dipandang sebagai…
- A. Hari libur komersial yang hanya berdampak pada kegiatan ekonomi suatu negara
- B. Kegiatan ritual yang hanya bersifat privat dan tidak berdampak pada interaksi sosial
- C. Ekspresi identitas budaya dan spiritual suatu komunitas yang memiliki makna kolektif mendalam
- D. Tradisi kuno yang tidak relevan dalam kehidupan masyarakat modern
31. Pemahaman tentang hari perayaan keagamaan budaya lain dalam konteks bisnis internasional penting karena…
- A. Menjadwalkan pertemuan pada hari suci mitra bisnis dapat dianggap tidak menghormati dan merusak hubungan profesional
- B. Semua perayaan keagamaan bersifat universal sehingga tidak perlu dipelajari secara khusus
- C. Hari raya keagamaan tidak memengaruhi jadwal kerja di lingkungan bisnis global
- D. Hanya perayaan keagamaan mayoritas yang perlu diperhatikan dalam komunikasi bisnis
32. Hari nasional (national day) suatu negara dalam kajian lintas budaya berfungsi sebagai…
- A. Perayaan yang hanya bersifat seremonial tanpa makna budaya yang mendalam
- B. Kegiatan pariwisata yang dirancang untuk menarik wisatawan mancanegara
- C. Agenda politik pemerintah untuk mengalihkan perhatian dari masalah sosial
- D. Perayaan kolektif yang memperkuat identitas nasional, rasa kebersamaan, dan kebanggaan sebagai suatu bangsa
33. Relativisme budaya (cultural relativism) sebagai pendekatan dalam memahami budaya lain menyarankan agar…
- A. Budaya yang lebih maju secara teknologi berhak menilai dan memperbaiki budaya yang lebih primitif
- B. Setiap individu bebas mengadopsi nilai budaya mana pun yang paling menguntungkan dirinya
- C. Praktik dan nilai suatu budaya dipahami dalam konteks budaya itu sendiri, bukan diukur dengan standar budaya lain
- D. Tidak ada budaya yang lebih baik atau lebih buruk sehingga semua tindakan dalam budaya apapun harus diterima tanpa kritik
34. Komunikasi nonverbal dalam konteks lintas budaya meliputi…
- A. Hanya bahasa isyarat formal yang digunakan oleh komunitas penyandang tunarungu
- B. Gestur, ekspresi wajah, kontak mata, postur tubuh, dan jarak fisik antar individu
- C. Pesan tertulis yang tidak diucapkan secara lisan dalam komunikasi formal
- D. Penggunaan simbol matematika dan ilmiah dalam komunikasi akademik
35. Konsep “face” atau “muka” dalam budaya Asia Timur dan Asia Tenggara berkaitan dengan…
- A. Kehormatan, reputasi, dan harga diri seseorang di hadapan orang lain dalam komunitasnya
- B. Penampilan fisik seseorang yang mencerminkan status ekonominya
- C. Kemampuan seseorang untuk menyembunyikan emosi dalam situasi konflik
- D. Topeng tradisional yang digunakan dalam upacara adat tertentu
36. Dimensi budaya “power distance” yang dikemukakan Hofstede mengukur sejauh mana…
- A. Masyarakat menghargai kompetisi dan pencapaian individu di atas kerja sama kelompok
- B. Individu merasa nyaman menghadapi ketidakpastian dan ambiguitas dalam kehidupan
- C. Suatu budaya berorientasi pada tujuan jangka panjang dibandingkan kepuasan jangka pendek
- D. Anggota masyarakat yang kurang berkuasa menerima dan mengharapkan ketidaksetaraan distribusi kekuasaan
37. Seorang manajer asal Amerika Serikat merasa frustrasi karena karyawannya di Indonesia tidak berani mengemukakan pendapat berbeda dalam rapat. Perbedaan ini paling tepat dijelaskan oleh dimensi budaya…
- A. Maskulinitas versus feminitas
- B. Orientasi jangka panjang versus jangka pendek
- C. Power distance yang tinggi dalam budaya Indonesia
- D. Indeks penghindaran ketidakpastian yang rendah
38. Stereotip budaya dalam komunikasi lintas budaya berbahaya karena…
- A. Membantu individu untuk memahami pola umum perilaku budaya secara efisien
- B. Menyederhanakan kompleksitas budaya secara berlebihan dan mengabaikan keragaman individu dalam kelompok budaya tersebut
- C. Mendorong rasa ingin tahu seseorang untuk mempelajari budaya yang distereotipkan
- D. Menciptakan ekspektasi yang selalu tepat sasaran dalam interaksi lintas budaya
39. Empati budaya (cultural empathy) dalam hubungan sosial lintas budaya didefinisikan sebagai kemampuan untuk…
- A. Mengidentifikasi kesalahan dan kelemahan budaya orang lain secara objektif
- B. Meniru perilaku budaya orang lain secara sempurna dalam setiap situasi
- C. Menghindari kontak dengan budaya yang dianggap terlalu berbeda untuk dipahami
- D. Memahami dan merasakan perspektif, perasaan, serta pengalaman orang dari latar belakang budaya yang berbeda
40. Proksemik (proxemics) dalam komunikasi nonverbal lintas budaya mengacu pada…
- A. Penggunaan dan persepsi ruang fisik serta jarak interpersonal dalam komunikasi
- B. Studi tentang makna kata-kata yang digunakan dalam percakapan sehari-hari
- C. Analisis pola gerakan tangan dan lengan dalam komunikasi antarbudaya
- D. Penelitian tentang nada dan intonasi suara dalam komunikasi lintas budaya
41. Kecerdasan budaya (cultural intelligence/CQ) paling tepat didefinisikan sebagai…
- A. Kemampuan menghafal fakta-fakta tentang berbagai kebudayaan di seluruh dunia
- B. Keterampilan berbicara dalam lebih dari dua bahasa asing secara fasih
- C. Kemampuan untuk berfungsi secara efektif dalam situasi yang beragam secara budaya melalui kesadaran, pengetahuan, dan adaptasi
- D. Kecerdasan intelektual yang memungkinkan seseorang memahami semua sistem budaya di dunia
42. Akulturasi dalam proses penyesuaian budaya berbeda dari asimilasi karena akulturasi…
- A. Mengharuskan individu untuk sepenuhnya meninggalkan identitas budaya asalnya
- B. Memungkinkan individu untuk mengadopsi unsur budaya baru sambil mempertahankan identitas budaya asalnya
- C. Hanya terjadi ketika dua budaya yang memiliki latar belakang geografis yang berdekatan bertemu
- D. Merupakan proses yang berlangsung dalam waktu singkat dan tidak meninggalkan dampak jangka panjang
43. Ketika seorang guru mengintegrasikan konten budaya target ke dalam pembelajaran bahasa, pendekatan ini disebut…
- A. Pendekatan terjemahan gramatikal
- B. Pendekatan audiolingual
- C. Pendekatan natural
- D. Pendekatan komunikatif berbasis budaya
44. Globalisasi berdampak pada identitas budaya lokal dengan cara…
- A. Memunculkan ketegangan antara homogenisasi budaya global dan upaya pelestarian identitas budaya lokal
- B. Menghapus semua perbedaan budaya lokal dan menciptakan budaya dunia yang seragam
- C. Memperkuat isolasi budaya lokal dari pengaruh luar secara otomatis
- D. Tidak berdampak apa pun terhadap budaya lokal yang sudah mengakar kuat
45. Perbedaan mendasar antara “seks” dan “gender” dalam kajian lintas budaya adalah…
- A. Seks merupakan konstruksi sosial, sedangkan gender adalah karakteristik biologis
- B. Keduanya merupakan konstruksi sosial yang dapat berubah sesuai tren budaya yang berlaku
- C. Seks merujuk pada perbedaan biologis bawaan, sedangkan gender merupakan konstruksi sosial dan budaya
- D. Keduanya identik dan digunakan secara bergantian dalam kajian lintas budaya
46. Dalam budaya yang memiliki konsep waktu monochronic (seperti Jerman dan Swiss), perilaku yang dianggap paling tepat dalam konteks bisnis adalah…
- A. Mengelola beberapa tugas secara bersamaan dan bersikap fleksibel terhadap jadwal
- B. Mengerjakan satu tugas pada satu waktu, menghormati jadwal yang telah ditetapkan, dan menganggap keterlambatan sebagai ketidaksopanan
- C. Mengutamakan hubungan personal di atas ketepatan waktu dalam setiap pertemuan
- D. Bersikap spontan dan tidak terikat pada jadwal yang sudah direncanakan sebelumnya
47. Prinsip “jangan menghakimi buku dari sampulnya” dalam konteks lintas budaya mengajarkan pentingnya…
- A. Menggunakan penampilan fisik sebagai indikator awal dalam menilai karakter seseorang
- B. Menghindari membaca literatur budaya yang ditulis dalam bahasa asing
- C. Memilih mitra bisnis hanya berdasarkan reputasi dan popularitas budayanya
- D. Menghindari penilaian prematur terhadap individu atau budaya berdasarkan kesan pertama atau stereotip yang ada
48. Salah satu komponen utama kompetensi lintas budaya yang harus dimiliki seorang pengajar bahasa asing adalah…
- A. Kesadaran akan perbedaan budaya serta kemampuan memfasilitasi diskusi tentang persamaan dan perbedaan antar budaya
- B. Kemampuan untuk menghafal semua aturan tata bahasa dari setiap bahasa yang diajarkan
- C. Penguasaan metode pengajaran tradisional berbasis hapalan dan pengulangan
- D. Kemampuan melakukan perjalanan ke luar negeri minimal sekali dalam setahun
49. Seseorang yang memiliki pandangan bahwa tidak ada budaya yang lebih unggul dari budaya lainnya dan setiap praktik budaya harus dipahami dalam konteksnya sendiri dikatakan memiliki sikap…
- A. Etnosentris
- B. Xenosentris
- C. Relativis budaya
- D. Asimilasionis
50. Tujuan utama pembelajaran mata kuliah Cross Cultural Understanding (CCU) bagi mahasiswa pendidikan bahasa Inggris adalah agar mereka mampu…
- A. Menghafal seluruh tradisi dan adat istiadat dari setiap negara berbahasa Inggris di dunia
- B. Berkomunikasi secara efektif dan sensitif dalam konteks budaya yang beragam serta memahami keterkaitan bahasa dan budaya
- C. Memilih satu budaya asing yang paling disukai dan mengadopsinya sepenuhnya
- D. Membuktikan bahwa budaya Indonesia lebih unggul dibandingkan budaya-budaya lain yang dipelajari
Latihan Tambahan dengan AI
Salin prompt di bawah ini, lalu tempelkan ke ChatGPT, Gemini, Claude, atau AI lainnya untuk mendapatkan 50 soal latihan baru dengan materi yang sama. Soal yang dihasilkan AI akan berbeda dari soal di halaman ini.