MSIM4305 — Manajemen Risiko Dan Audit Sistem Informasi
1. Kontrol dalam sistem informasi berfungsi untuk memastikan bahwa sistem informasi berjalan sesuai dengan tujuan organisasi. Yang dimaksud dengan kontrol preventif adalah…
- A. Kontrol yang mendeteksi kesalahan setelah terjadi dalam proses pengolahan data
- B. Kontrol yang dirancang untuk mencegah terjadinya kesalahan atau penyimpangan sebelum terjadi
- C. Kontrol yang dilakukan untuk memperbaiki kesalahan yang sudah terjadi dalam sistem
- D. Kontrol yang mengawasi jalannya sistem secara berkala setelah sistem berjalan
2. Dalam konteks audit sistem informasi, yang dimaksud dengan “auditee” adalah…
- A. Pihak atau organisasi yang menjadi objek pemeriksaan oleh auditor
- B. Pihak yang melaksanakan kegiatan pemeriksaan terhadap sistem informasi
- C. Lembaga yang mengeluarkan standar audit sistem informasi secara internasional
- D. Dokumen hasil pemeriksaan yang diterbitkan setelah proses audit selesai
3. Teknologi audit mencakup berbagai alat bantu yang digunakan auditor dalam melaksanakan tugasnya. Salah satu pemanfaatan teknologi dalam audit adalah penggunaan perangkat lunak audit yang dikenal dengan istilah…
- A. ERP (Enterprise Resource Planning)
- B. DSS (Decision Support System)
- C. CAAT (Computer Assisted Audit Techniques)
- D. MIS (Management Information System)
4. Fungsi manajemen dalam audit sistem informasi mencakup perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian. Dalam konteks ini, fungsi manajemen audit sistem informasi yang berkaitan dengan penetapan tujuan dan ruang lingkup audit disebut…
- A. Fungsi pengendalian audit
- B. Fungsi pengorganisasian audit
- C. Fungsi pelaksanaan audit
- D. Fungsi perencanaan audit
5. Audit sistem informasi mencakup pemeriksaan terhadap berbagai aspek teknologi informasi. Aspek yang menjadi fokus utama dalam audit sistem informasi adalah…
- A. Kepatuhan karyawan terhadap peraturan ketenagakerjaan perusahaan
- B. Keandalan, keamanan, dan efektivitas sistem informasi yang digunakan organisasi
- C. Kinerja keuangan dan laporan laba rugi perusahaan secara keseluruhan
- D. Strategi pemasaran dan pengembangan produk baru organisasi
6. Dalam fungsi audit sistem informasi, seorang auditor perlu memiliki kompetensi khusus. Kompetensi yang WAJIB dimiliki auditor sistem informasi adalah…
- A. Kemampuan merancang perangkat lunak aplikasi bisnis dari awal
- B. Keahlian dalam mengelola proyek pengembangan sistem informasi baru
- C. Pemahaman tentang teknologi informasi, pengendalian internal, dan metodologi audit
- D. Kemampuan teknis dalam membangun infrastruktur jaringan komputer
7. Risiko sistem informasi dapat didefinisikan sebagai kemungkinan terjadinya kerugian akibat kelemahan atau ancaman pada sistem informasi. Jenis risiko yang berkaitan dengan kegagalan sistem dalam memproses transaksi secara akurat disebut…
- A. Risiko integritas data
- B. Risiko ketersediaan sistem
- C. Risiko akses tidak sah
- D. Risiko kepatuhan regulasi
8. Dalam konsep audit, istilah “materialitas” mengacu pada…
- A. Jenis bahan dan perangkat fisik yang digunakan dalam proses audit
- B. Jumlah auditor yang ditugaskan untuk melaksanakan proses audit
- C. Tingkat kelengkapan dokumentasi yang dihasilkan selama proses audit
- D. Ambang batas signifikansi suatu temuan yang dapat mempengaruhi keputusan pengguna laporan
9. Sebuah perusahaan mengalami gangguan sistem informasi akibat serangan siber yang menyebabkan data pelanggan bocor. Dari perspektif manajemen risiko sistem informasi, kondisi ini merupakan contoh dari…
- A. Risiko operasional akibat kesalahan prosedur internal perusahaan
- B. Risiko keamanan informasi yang berdampak pada kerahasiaan data
- C. Risiko kepatuhan yang timbul dari pelanggaran peraturan keuangan
- D. Risiko strategis akibat kebijakan manajemen puncak yang tidak tepat
10. Konsep audit yang mengharuskan auditor untuk tidak memihak kepada siapapun dalam proses pemeriksaan disebut…
- A. Kompetensi profesional
- B. Kerahasiaan informasi
- C. Independensi auditor
- D. Integritas laporan
11. ISACA adalah organisasi internasional yang menerbitkan standar audit sistem informasi. Kepanjangan dari ISACA adalah…
- A. Information Systems Audit and Control Association
- B. International Standards for Auditing and Compliance Association
- C. Information Security and Audit Certification Authority
- D. Institute of Systems Auditors and Control Administrators
12. Standar audit sistem informasi yang diterbitkan oleh ISACA berfungsi sebagai acuan dalam pelaksanaan audit TI. Standar ini dikenal dengan nama…
- A. ISO 27001
- B. NIST Cybersecurity Framework
- C. ITIL Service Management
- D. ITAF (IT Assurance Framework)
13. Pedoman audit sistem informasi versi ISACA menekankan pentingnya pendekatan berbasis risiko dalam audit. Hal ini berarti auditor harus…
- A. Memeriksa seluruh transaksi dan data tanpa terkecuali dalam setiap siklus audit
- B. Memfokuskan sumber daya audit pada area dengan risiko tinggi yang berpotensi signifikan
- C. Mengutamakan pemeriksaan aspek teknis infrastruktur dibanding aspek pengendalian
- D. Melaporkan semua temuan tanpa mempertimbangkan tingkat signifikansinya
14. Standar audit ISACA mengatur tiga tingkatan dokumen panduan yang terdiri dari standar, panduan, dan prosedur. Yang membedakan “standar” dari “panduan” dalam hierarki dokumen ISACA adalah…
- A. Standar bersifat sukarela sedangkan panduan bersifat wajib diikuti auditor
- B. Standar diterbitkan untuk kalangan internal ISACA sedangkan panduan untuk publik umum
- C. Standar bersifat wajib dan mengikat sedangkan panduan bersifat rekomendasi praktik terbaik
- D. Standar hanya berlaku untuk audit keuangan sedangkan panduan berlaku untuk audit TI
15. Pengendalian internal dalam sistem informasi dirancang untuk melindungi aset organisasi dan memastikan keandalan informasi. Komponen pengendalian internal menurut kerangka COSO yang berkaitan dengan nilai-nilai dan budaya organisasi adalah…
- A. Lingkungan pengendalian (control environment)
- B. Penilaian risiko (risk assessment)
- C. Aktivitas pengendalian (control activities)
- D. Pemantauan (monitoring)
16. Pemisahan tugas (segregation of duties) merupakan salah satu prinsip penting dalam pengendalian internal. Tujuan utama dari penerapan pemisahan tugas adalah…
- A. Meningkatkan produktivitas karyawan dengan spesialisasi pekerjaan secara sempit
- B. Mempercepat proses bisnis dengan membagi pekerjaan kepada lebih banyak staf
- C. Menyederhanakan alur kerja agar lebih mudah dipahami oleh semua karyawan
- D. Mencegah terjadinya kecurangan dengan memastikan tidak ada satu orang yang mengendalikan seluruh proses
17. Pertimbangan tambahan dalam konsep pengendalian internal mencakup aspek yang melampaui pengendalian dasar. Salah satu pertimbangan tambahan yang penting dalam lingkungan sistem informasi berbasis komputer adalah…
- A. Pembuatan struktur organisasi yang hierarkis dan formal
- B. Pengendalian akses logis terhadap sistem dan data yang tersimpan
- C. Penetapan target kinerja finansial untuk setiap unit bisnis
- D. Penyusunan kebijakan sumber daya manusia dan rekrutmen karyawan
18. Seorang auditor TI menemukan bahwa perusahaan tidak memiliki prosedur backup data yang terdokumentasi. Berdasarkan konsep pengendalian internal, temuan ini mencerminkan kelemahan pada komponen…
- A. Penilaian risiko organisasi
- B. Lingkungan pengendalian manajemen
- C. Aktivitas pengendalian operasional
- D. Informasi dan komunikasi internal
19. Manajemen risiko sistem informasi bertujuan untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko yang berkaitan dengan teknologi informasi. Urutan proses manajemen risiko yang benar adalah…
- A. Identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, perlakuan risiko
- B. Analisis risiko, identifikasi risiko, perlakuan risiko, evaluasi risiko
- C. Evaluasi risiko, identifikasi risiko, analisis risiko, perlakuan risiko
- D. Perlakuan risiko, identifikasi risiko, evaluasi risiko, analisis risiko
20. Fungsi sistem informasi dalam manajemen risiko antara lain adalah menyediakan data yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan. Dalam konteks manajemen risiko, fungsi sistem informasi yang berperan dalam pemantauan risiko secara berkelanjutan disebut…
- A. Sistem pemrosesan transaksi harian
- B. Sistem pendukung keputusan strategis
- C. Sistem manajemen basis data relasional
- D. Sistem informasi eksekutif untuk pemantauan indikator risiko
21. Manajemen risiko dan pengembangan sistem informasi memiliki keterkaitan yang erat. Pada tahap pengembangan sistem baru, risiko yang paling umum dihadapi organisasi adalah…
- A. Risiko kenaikan harga perangkat keras komputer di pasaran
- B. Risiko kegagalan proyek akibat pembengkakan biaya dan waktu yang tidak terkendali
- C. Risiko kehilangan pelanggan akibat perubahan strategi pemasaran
- D. Risiko perubahan kebijakan pemerintah terhadap industri teknologi
22. Dalam manajemen risiko sistem informasi, ancaman (threat) dan kerentanan (vulnerability) merupakan dua konsep yang saling berkaitan. Yang dimaksud dengan kerentanan dalam konteks ini adalah…
- A. Pihak eksternal yang berniat melakukan serangan terhadap sistem informasi
- B. Dampak finansial yang ditimbulkan akibat gangguan pada sistem informasi
- C. Kelemahan pada sistem yang dapat dieksploitasi oleh ancaman untuk menyebabkan kerugian
- D. Probabilitas terjadinya insiden keamanan dalam rentang waktu tertentu
23. Rencana audit TI secara umum disusun untuk memberikan arah dan cakupan kegiatan audit. Salah satu elemen wajib yang harus tercantum dalam rencana audit TI adalah…
- A. Tujuan audit, ruang lingkup, metodologi, dan jadwal pelaksanaan
- B. Daftar nama seluruh karyawan yang akan diwawancara selama audit berlangsung
- C. Anggaran belanja modal untuk infrastruktur TI di tahun mendatang
- D. Rincian teknis arsitektur jaringan dan spesifikasi perangkat keras yang digunakan
24. Tahapan rinci dari perencanaan audit sistem informasi mencakup beberapa langkah yang harus dilakukan secara berurutan. Langkah pertama yang dilakukan auditor sebelum menyusun rencana audit adalah…
- A. Menyusun laporan audit pendahuluan untuk manajemen
- B. Melaksanakan pengujian pengendalian pada sistem yang akan diaudit
- C. Menetapkan anggaran biaya yang dibutuhkan selama proses audit
- D. Memahami bisnis dan lingkungan organisasi yang akan diaudit
25. Dalam perencanaan audit sistem informasi, auditor melakukan penilaian risiko awal untuk menentukan area yang perlu mendapat perhatian lebih. Dokumen yang dihasilkan dari tahap perencanaan ini dan menjadi panduan bagi tim audit disebut…
- A. Laporan audit final yang berisi kesimpulan dan rekomendasi
- B. Program audit atau audit program yang memuat prosedur pengujian
- C. Kertas kerja audit yang memuat bukti dan temuan pemeriksaan
- D. Surat penugasan audit dari manajemen kepada tim auditor
26. Proses manajemen audit sistem informasi mencakup kegiatan yang memastikan audit berjalan sesuai rencana. Yang dimaksud dengan “audit universe” dalam konteks perencanaan manajemen audit adalah…
- A. Keseluruhan anggaran yang dialokasikan untuk seluruh kegiatan audit dalam satu tahun
- B. Kumpulan standar internasional yang digunakan sebagai acuan pelaksanaan audit
- C. Keseluruhan area, proses, dan objek yang berpotensi menjadi subjek audit dalam suatu organisasi
- D. Jaringan auditor eksternal yang dapat dilibatkan dalam pelaksanaan audit besar
27. Dalam melaksanakan pekerjaan audit TI, auditor mengumpulkan bukti audit untuk mendukung kesimpulannya. Bukti audit yang diperoleh langsung dari pengamatan auditor terhadap kegiatan yang sedang berlangsung disebut bukti…
- A. Bukti fisik dari observasi langsung
- B. Bukti dokumenter dari arsip perusahaan
- C. Bukti testimonial dari wawancara personel
- D. Bukti analitis dari perhitungan dan perbandingan data
28. Dalam pelaksanaan pekerjaan audit TI, auditor perlu mendokumentasikan seluruh proses dan temuan audit. Dokumen yang berfungsi sebagai catatan resmi yang membuktikan pekerjaan audit telah dilaksanakan disebut…
- A. Laporan audit internal yang ditujukan kepada direksi perusahaan
- B. Surat representasi manajemen yang ditandatangani auditee
- C. Notulen rapat koordinasi antara auditor dan manajemen
- D. Kertas kerja audit yang memuat prosedur, bukti, dan kesimpulan
29. Pelaporan audit merupakan tahap akhir dari proses audit yang mengomunikasikan hasil pemeriksaan kepada pihak yang berkepentingan. Karakteristik laporan audit yang baik antara lain adalah…
- A. Menggunakan bahasa teknis yang sangat spesifik agar hanya dapat dipahami oleh auditor
- B. Objektif, akurat, jelas, ringkas, konstruktif, dan tepat waktu
- C. Memuat seluruh detail teknis sistem informasi tanpa memfilter informasi yang tidak relevan
- D. Menyertakan opini pribadi auditor tentang kinerja manajemen perusahaan
30. Pelaporan interim dalam audit sistem informasi diterbitkan sebelum laporan akhir audit selesai. Tujuan utama dari penerbitan laporan interim adalah…
- A. Menggantikan laporan audit akhir apabila proses audit tidak dapat diselesaikan
- B. Memberikan tagihan biaya audit sementara kepada pihak yang diaudit
- C. Menyampaikan temuan penting atau kritis yang memerlukan tindakan segera sebelum audit selesai
- D. Meminta persetujuan auditee atas rencana dan metodologi audit yang akan digunakan
31. Kontrol aplikasi dalam sistem informasi berbeda dengan kontrol umum. Kontrol aplikasi adalah…
- A. Pengendalian yang berlaku untuk seluruh lingkungan TI secara menyeluruh
- B. Kebijakan keamanan fisik yang diterapkan pada ruang server perusahaan
- C. Prosedur pengamanan jaringan komunikasi data antar cabang perusahaan
- D. Pengendalian yang diterapkan spesifik pada proses input, pengolahan, dan output suatu aplikasi
32. Dalam audit sistem informasi, auditor mengkaji pengendalian umum TI (IT general controls). Yang termasuk dalam kategori pengendalian umum TI adalah…
- A. Pengendalian perubahan program, keamanan logis, dan operasi komputer
- B. Validasi input data pada formulir entri transaksi penjualan
- C. Pengecekan total batch dalam pemrosesan data penggajian karyawan
- D. Rekonsiliasi output laporan keuangan dengan data buku besar
33. Audit sistem informasi dapat dikategorikan berdasarkan tujuannya. Jenis audit yang bertujuan menilai apakah sistem informasi yang dibangun sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan pengguna disebut…
- A. Audit kepatuhan terhadap peraturan dan regulasi yang berlaku
- B. Audit pengembangan sistem atau audit pascaimplementasi
- C. Audit operasional untuk menilai efisiensi proses bisnis
- D. Audit forensik untuk menyelidiki dugaan kecurangan digital
34. Dalam proses manajemen risiko, perlakuan risiko (risk treatment) dapat dilakukan dengan beberapa cara. Strategi perlakuan risiko di mana organisasi memutuskan untuk tidak melanjutkan kegiatan yang menghasilkan risiko tersebut disebut…
- A. Mitigasi risiko atau pengurangan dampak risiko
- B. Transfer risiko kepada pihak ketiga seperti asuransi
- C. Penghindaran risiko dengan menghentikan kegiatan berisiko
- D. Penerimaan risiko dengan memantau perkembangannya
35. Dalam konteks audit sistem informasi, pengujian pengendalian (test of controls) dilakukan untuk…
- A. Menilai kelayakan rencana strategis jangka panjang perusahaan
- B. Mengukur kinerja keuangan perusahaan dibandingkan dengan anggaran
- C. Mengevaluasi kemampuan manajer TI dalam mengelola timnya
- D. Menilai apakah pengendalian yang ditetapkan berjalan efektif sesuai rancangan
36. Seorang auditor TI diminta untuk menilai efektivitas pengendalian akses pada sistem perbankan online. Pendekatan yang paling tepat untuk mengumpulkan bukti adalah dengan…
- A. Meninjau kebijakan akses, log sistem, dan melakukan uji penetrasi terbatas
- B. Mewawancarai nasabah tentang kepuasan layanan perbankan online
- C. Membandingkan laporan keuangan tahun ini dengan tahun sebelumnya
- D. Melakukan survei kepuasan pengguna terhadap antarmuka aplikasi mobile
37. Kerangka kerja COBIT (Control Objectives for Information and Related Technologies) yang diterbitkan oleh ISACA sering digunakan dalam audit TI. Fungsi utama COBIT dalam konteks audit sistem informasi adalah…
- A. Menyediakan panduan teknis untuk membangun infrastruktur jaringan yang aman
- B. Mengatur prosedur rekrutmen tenaga ahli TI yang kompeten di perusahaan
- C. Menyediakan kerangka tata kelola dan manajemen TI yang dapat digunakan sebagai acuan audit
- D. Menentukan anggaran TI yang optimal bagi organisasi berdasarkan ukuran bisnis
38. Dalam melaksanakan pekerjaan audit TI, auditor perlu memahami perbedaan antara “temuan audit” dan “rekomendasi audit”. Perbedaan mendasar antara keduanya adalah…
- A. Temuan audit hanya dibuat oleh auditor eksternal sedangkan rekomendasi dibuat oleh auditor internal
- B. Temuan audit adalah fakta kondisi yang ditemukan sedangkan rekomendasi adalah saran perbaikan
- C. Temuan audit bersifat rahasia sedangkan rekomendasi audit dapat dipublikasikan secara terbuka
- D. Temuan audit berlaku untuk periode lalu sedangkan rekomendasi berlaku untuk periode mendatang saja
39. Analisis risiko dapat dilakukan secara kualitatif maupun kuantitatif. Keunggulan pendekatan analisis risiko kualitatif dibandingkan kuantitatif adalah…
- A. Menghasilkan nilai numerik yang presisi untuk setiap risiko yang dinilai
- B. Selalu lebih akurat karena didukung oleh data historis yang lengkap
- C. Dapat menghitung kerugian finansial secara tepat dalam satuan mata uang
- D. Lebih mudah diterapkan dan tidak memerlukan data numerik yang lengkap
40. Dalam tahapan perencanaan audit sistem informasi, auditor perlu memahami risiko inheren dan risiko pengendalian. Risiko inheren (inherent risk) didefinisikan sebagai…
- A. Risiko yang melekat pada suatu area sebelum mempertimbangkan efektivitas pengendalian yang ada
- B. Risiko yang timbul akibat kegagalan pengendalian internal yang telah diterapkan
- C. Risiko bahwa auditor tidak menemukan salah saji material dalam proses pemeriksaan
- D. Risiko yang berasal dari lingkungan eksternal yang tidak dapat dikendalikan organisasi
41. Seorang manajer audit TI perlu menyusun rencana audit tahunan. Dalam menentukan prioritas objek audit, faktor yang paling utama dipertimbangkan adalah…
- A. Lokasi geografis kantor yang paling mudah dijangkau oleh tim auditor
- B. Preferensi pribadi manajemen puncak terhadap unit bisnis tertentu
- C. Tingkat risiko inheren dan signifikansi dampak terhadap tujuan organisasi
- D. Waktu terakhir kali unit bisnis tersebut menerima kunjungan dari regulator
42. Dalam proses audit sistem informasi, teknik wawancara digunakan untuk mengumpulkan informasi dari personel kunci. Kelemahan utama dari teknik pengumpulan bukti melalui wawancara adalah…
- A. Wawancara tidak dapat dilakukan secara langsung karena terbatas oleh aturan kerahasiaan
- B. Informasi yang diperoleh bergantung pada kejujuran dan ingatan narasumber sehingga perlu dikonfirmasi
- C. Wawancara menghasilkan bukti yang selalu lebih lemah dibandingkan semua jenis bukti lainnya
- D. Teknik wawancara hanya dapat dilakukan oleh auditor bersertifikat tertentu saja
43. Sebuah perusahaan ingin mengembangkan sistem informasi manajemen baru. Dari perspektif manajemen risiko, langkah yang harus dilakukan PERTAMA dalam mengelola risiko pengembangan sistem adalah…
- A. Mengalokasikan anggaran kontinjensi untuk mengantisipasi pembengkakan biaya
- B. Membeli asuransi proyek untuk mengalihkan risiko kepada pihak ketiga
- C. Menghentikan proyek apabila estimasi risiko dinilai terlalu tinggi
- D. Mengidentifikasi dan mendokumentasikan seluruh risiko yang mungkin timbul dalam proyek
44. Dalam pelaporan audit sistem informasi, struktur laporan audit yang lazim terdiri dari beberapa bagian utama. Bagian laporan audit yang memuat kondisi aktual yang ditemukan, kriteria yang seharusnya dipenuhi, sebab terjadinya kondisi, dan dampaknya disebut…
- A. Bagian temuan audit beserta elemen-elemennya
- B. Bagian opini auditor tentang kewajaran laporan
- C. Bagian ruang lingkup dan metodologi pemeriksaan
- D. Bagian latar belakang dan tujuan penugasan audit
45. Dalam konteks pengembangan sistem informasi, manajemen risiko yang diterapkan pada fase desain sistem bertujuan untuk…
- A. Melakukan pengujian akhir terhadap fungsionalitas sistem yang telah selesai dibangun
- B. Mengevaluasi kepuasan pengguna setelah sistem beroperasi secara penuh
- C. Mengidentifikasi dan mengelola risiko sejak dini sehingga biaya koreksi lebih rendah
- D. Memastikan sistem telah memenuhi seluruh persyaratan regulasi yang berlaku
46. Standar audit ISACA mewajibkan auditor untuk menjaga kompetensi profesionalnya. Cara yang paling tepat bagi auditor sistem informasi untuk mempertahankan kompetensi profesionalnya adalah…
- A. Mengaudit perusahaan yang sama setiap tahun agar pengalaman terus terakumulasi
- B. Mengikuti pendidikan profesional berkelanjutan dan pembaruan pengetahuan TI secara rutin
- C. Mempertahankan jumlah klien yang sama setiap periode tanpa menambah beban kerja baru
- D. Menggunakan metodologi audit yang sama untuk semua klien agar konsistensi terjaga
47. Dalam melaksanakan audit TI, auditor menemukan bahwa manajemen telah mengetahui suatu kelemahan pengendalian namun memilih untuk tidak mengambil tindakan karena biaya perbaikan melebihi manfaatnya. Sikap manajemen ini dalam manajemen risiko dikenal sebagai…
- A. Transfer risiko kepada pihak ketiga yang lebih mampu mengelolanya
- B. Mitigasi risiko melalui penerapan kontrol kompensasi yang memadai
- C. Penghindaran risiko dengan mengubah proses bisnis yang berisiko
- D. Penerimaan risiko berdasarkan pertimbangan biaya dan manfaat
48. Dalam contoh kasus pelaporan audit, suatu temuan dinyatakan sebagai “temuan signifikan”. Kriteria yang menjadikan suatu temuan audit dikategorikan signifikan adalah…
- A. Temuan tersebut berpotensi menimbulkan dampak material terhadap pencapaian tujuan organisasi
- B. Temuan tersebut ditemukan pada unit bisnis dengan jumlah karyawan terbanyak
- C. Temuan tersebut dilaporkan oleh lebih dari satu anggota tim audit secara independen
- D. Temuan tersebut berkaitan dengan pelanggaran yang terjadi dalam tiga tahun terakhir
49. Perbedaan antara audit internal dan audit eksternal dalam konteks audit sistem informasi yang paling fundamental adalah…
- A. Audit internal menggunakan standar ISACA sedangkan audit eksternal menggunakan standar AICPA
- B. Audit internal selalu lebih teliti dibandingkan audit eksternal karena memiliki akses penuh
- C. Audit internal dilakukan oleh pegawai organisasi sendiri sedangkan audit eksternal oleh pihak independen di luar organisasi
- D. Audit internal hanya mencakup aspek keuangan sedangkan audit eksternal mencakup seluruh operasional TI
50. Seorang auditor TI sedang mengevaluasi proses manajemen perubahan sistem informasi pada sebuah perusahaan. Auditor menemukan bahwa perubahan pada sistem produksi dilakukan tanpa melalui prosedur persetujuan dan pengujian yang ditetapkan. Kondisi ini menunjukkan kelemahan pada…
- A. Pengendalian akses fisik terhadap ruang server perusahaan
- B. Pengendalian perubahan sebagai bagian dari pengendalian umum TI
- C. Pengendalian input pada aplikasi sistem informasi yang bersangkutan
- D. Pengendalian output berupa laporan yang dihasilkan sistem tersebut
Latihan Tambahan dengan AI
Salin prompt di bawah ini, lalu tempelkan ke ChatGPT, Gemini, Claude, atau AI lainnya untuk mendapatkan 50 soal latihan baru dengan materi yang sama. Soal yang dihasilkan AI akan berbeda dari soal di halaman ini.