MATA4403 — Persamaan Diferensial Parsial
1. Persamaan yang mengandung turunan parsial dari suatu fungsi dengan dua peubah bebas atau lebih disebut sebagai persamaan diferensial …
- A. biasa
- B. eksak
- C. parsial
- D. linear
2. Orde dari suatu persamaan diferensial parsial ditentukan oleh …
- A. turunan tertinggi yang muncul dalam persamaan
- B. pangkat tertinggi dari fungsi yang dicari
- C. jumlah suku dalam persamaan
- D. jumlah peubah bebas dalam persamaan
3. Persamaan diferensial parsial dikatakan linear jika …
- A. fungsi dan turunannya muncul secara linear
- B. hanya memiliki satu turunan parsial
- C. koefisiennya adalah konstanta
- D. orde persamaan adalah satu
4. Persamaan u_xx + u_yy = sin(xy) termasuk jenis persamaan diferensial parsial …
- A. linear homogen
- B. nonlinear
- C. linear non-homogen
- D. quasi-linear
5. Banyaknya konstanta sembarang yang muncul dalam solusi umum persamaan diferensial parsial orde dua dengan dua peubah bebas umumnya adalah …
- A. satu
- B. tak terhingga
- C. dua
- D. bergantung pada bentuk persamaan
6. Solusi umum dari persamaan diferensial parsial u_xy = 0 adalah …
- A. u(x,y) = f(x) + g(y)
- B. u(x,y) = f(x) g(y)
- C. u(x,y) = F(xy)
- D. tidak memiliki solusi
7. Suatu fungsi v(x,y) disebut solusi dari persamaan diferensial parsial jika …
- A. v(x,y) diketahui dari tabel
- B. v(x,y) memenuhi persamaan dan kondisi batas tertentu
- C. v(x,y) diturunkan dari persamaan biasa
- D. v(x,y) merupakan fungsi polinom saja
8. Solusi khusus dari persamaan diferensial parsial diperoleh dengan cara …
- A. menambahkan konstanta sembarang pada solusi umum
- B. menentukan fungsi sembarang dalam solusi umum menggunakan kondisi tambahan
- C. menurunkan orde persamaan
- D. mengubah variabel bebas
9. Jika suatu persamaan diferensial parsial memiliki solusi yang tunggal untuk kondisi awal tertentu, maka masalah tersebut disebut …
- A. overdetermined
- B. underdetermined
- C. ill-posed
- D. well-posed
10. Solusi umum dari persamaan diferensial parsial u_x = 0 adalah …
- A. u(x,y) = f(x)
- B. u(x,y) = f(y)
- C. u(x,y) = C (konstanta)
- D. tidak ada solusi
11. Kondisi yang menentukan nilai suatu fungsi pada batas domain disebut kondisi …
- A. awal
- B. tunggal
- C. eksistensi
- D. batas
12. Pada masalah nilai awal, kondisi biasanya diberikan pada …
- A. titik awal domain
- B. suatu kurva atau permukaan tertentu
- C. seluruh batas domain
- D. hanya untuk fungsi saja
13. Syarat Dirichlet adalah jenis kondisi batas yang menetapkan nilai …
- A. turunan fungsi pada batas
- B. kombinasi linear fungsi dan turunannya pada batas
- C. fungsi itu sendiri pada batas
- D. fungsi di dalam domain
14. Syarat Neumann adalah jenis kondisi batas yang menetapkan nilai …
- A. fungsi pada batas
- B. integral fungsi pada batas
- C. turunan normal fungsi pada batas
- D. fungsi di dalam domain
15. Jika suatu persamaan diferensial parsial orde dua memerlukan dua kondisi batas dan satu kondisi awal, maka persamaan tersebut biasanya bertipe …
- A. hiperbolik
- B. parabolik
- C. eliptik
- D. linear
16. Solusi dari persamaan diferensial parsial orde 1 koefisien konstan a u_x + b u_y = 0 dapat ditemukan dengan metode …
- A. variasi parameter
- B. deret pangkat
- C. transformasi Laplace
- D. karakteristik
17. Jika diberikan persamaan 2 u_x – 3 u_y = 0, maka solusi umumnya adalah …
- A. u(x,y) = f(3x + 2y)
- B. u(x,y) = f(2x + 3y)
- C. u(x,y) = f(3x – 2y)
- D. u(x,y) = f(2x – 3y)
18. Bentuk umum persamaan diferensial parsial orde 1 koefisien konstan adalah a*df/dx + b*df/dy = 0. Jika a=2 dan b=3, maka solusi umum dari persamaan tersebut adalah?
- A. f(x,y)=C(y – (3/2)x)
- B. f(x,y)=C(y + (3/2)x)
- C. f(x,y)=C(y – (2/3)x)
- D. f(x,y)=C(y + (2/3)x)
19. Untuk persamaan df/dx + 5*df/dy = 0, solusi umumnya adalah f(x,y)=g(5x – y). Jika kondisi awal f(0,y)=y^2, maka solusi khususnya adalah?
- A. f(x,y)=y^2 – 10xy + 25x^2
- B. f(x,y)=y^2 + 10xy + 25x^2
- C. f(x,y)=y^2 – 5xy + 25x^2
- D. f(x,y)=y^2 + 5xy + 25x^2
20. Diketahui persamaan 4*df/dx – 2*df/dy = 0. Kurva karakteristik dari persamaan ini adalah?
- A. dy/dx = -2
- B. dy/dx = 1/2
- C. dy/dx = -1/2
- D. dy/dx = 2
21. Persamaan diferensial parsial orde 1 koefisien variabel berbentuk a(x,y)*df/dx + b(x,y)*df/dy = 0. Jika a(x,y)=y dan b(x,y)=x, maka solusi umum dari persamaan tersebut adalah?
- A. f(x,y)=C(x^2 – y^2)
- B. f(x,y)=C(x^2 + y^2)
- C. f(x,y)=C(y^2 – x^2)
- D. f(x,y)=C(xy)
22. Untuk persamaan x*df/dx + y*df/dy = 0, solusi umumnya adalah f(x,y)=g(y/x). Jika x>0 dan y>0, maka bentuk lain yang ekuivalen adalah?
- A. f(x,y)=h(xy)
- B. f(x,y)=h(ln(y/x))
- C. f(x,y)=h(x+y)
- D. f(x,y)=h(x-y)
23. Diketahui persamaan (x+1)*df/dx + (y-2)*df/dy = 0. Solusi umum dari persamaan ini adalah?
- A. f(x,y)=C((x+1)/(y-2))
- B. f(x,y)=C((y-2)/(x+1))
- C. f(x,y)=C(x+y-1)
- D. f(x,y)=C(x-y+3)
24. Persamaan y*df/dx – x*df/dy = 0 memiliki solusi umum f(x,y)=g(x^2 + y^2). Jika kondisi awal f(x,0)= sin x, maka solusi khususnya adalah?
- A. f(x,y)= cos(akar(x^2 + y^2))
- B. f(x,y)= sin(x^2 + y^2)
- C. f(x,y)= cos(x^2 + y^2)
- D. f(x,y)= sin(akar(x^2 + y^2))
25. Untuk persamaan x^2*df/dx + xy*df/dy = 0, kurva karakteristiknya adalah?
- A. dy/dx = x^2/y
- B. dy/dx = x/y
- C. dy/dx = y/x^2
- D. dy/dx = y/x
26. Persamaan quasi linear berbentuk a(x,y,u)*df/dx + b(x,y,u)*df/dy = c(x,y,u). Jika a=1, b=1, c=u, maka solusi umum dari persamaan tersebut adalah?
- A. u(x,y)= e^(x-y)*g(x-y)
- B. u(x,y)= e^(x-y)*g(x+y)
- C. u(x,y)= e^(x+y)*g(x-y)
- D. u(x,y)= e^(x+y)*g(x+y)
27. Diketahui persamaan quasi linear y*df/dx + x*df/dy = 0. Solusi umum dari persamaan ini adalah?
- A. f(x,y)=g(x^2 – y^2)
- B. f(x,y)=g(xy)
- C. f(x,y)=g(x^2 + y^2)
- D. f(x,y)=g(x-y)
28. Untuk persamaan quasi linear u*df/dx + x*df/dy = x, dengan kondisi awal u(x,0)=x, solusi khususnya adalah?
- A. u(x,y)= x/y
- B. u(x,y)= x – y
- C. u(x,y)= xy
- D. u(x,y)= x + y
29. Persamaan quasi linear x*df/dx + y*df/dy = xy. Solusi umum dari persamaan ini adalah?
- A. f(x,y)= (x^2 y/2) + g(y/x)
- B. f(x,y)= xy + g(y/x)
- C. f(x,y)= (xy/2) + g(y/x)
- D. f(x,y)= (xy^2/2) + g(y/x)
30. Diketahui persamaan quasi linear df/dx + df/dy = u^2. Solusi umum dari persamaan ini adalah?
- A. u(x,y)= 1/(C + x + y)
- B. u(x,y)= 1/(C – x – y)
- C. u(x,y)= C/(x+y)
- D. u(x,y)= C(x+y)
31. Masalah nilai awal Cauchy untuk persamaan df/dx + 2*df/dy = 0 dengan kondisi awal u(0,y)=y^2. Solusi khususnya adalah?
- A. u(x,y)= (y – 2x)^2
- B. u(x,y)= (y + 2x)^2
- C. u(x,y)= y^2 – 4x^2
- D. u(x,y)= y^2 + 4x^2
32. Dalam masalah Cauchy, kurva awal diberikan sebagai gamma(s) = (x0(s), y0(s)). Untuk persamaan quasi linear a*df/dx + b*df/dy = c, syarat awal Cauchy adalah u(gamma(s)) = f0(s). Jika a=1, b=1, c=0, dan kurva awal x0(s)=s, y0(s)=0, f0(s)=s, maka solusi khususnya adalah?
- A. u(x,y)= x – y
- B. u(x,y)= x + y
- C. u(x,y)= y – x
- D. u(x,y)= xy
33. Diketahui masalah Cauchy: df/dx + 3*df/dy = 0 dengan kondisi awal u(0,y)= sin y. Solusi khususnya adalah?
- A. u(x,y)= sin(y + 3x)
- B. u(x,y)= sin(y – 3x)
- C. u(x,y)= sin(3y – x)
- D. u(x,y)= sin(3y + x)
34. Untuk masalah Cauchy: y*df/dx + x*df/dy = 0 dengan kondisi awal u(x,1)=x^2. Solusi khususnya adalah?
- A. u(x,y)= x^2 + y^2 – 1
- B. u(x,y)= x^2 – y^2 – 1
- C. u(x,y)= x^2 + y^2 + 1
- D. u(x,y)= x^2 – y^2 + 1
35. Dalam masalah nilai awal Cauchy untuk persamaan diferensial parsial orde 1, kondisi awal diberikan pada suatu kurva yang disebut kurva awal. Jika kurva awal tersebut menyinggung kurva karakteristik, maka masalah nilai awal Cauchy tersebut akan memiliki solusi yang bersifat…
- A. tunggal dan unik
- B. tidak ada solusi
- C. tak hingga banyak solusi
- D. solusi trivial
36. Model persamaan transport murni dinyatakan sebagai u_t + c u_x = 0. Jika c > 0, maka solusi u(x,t) dari persamaan tersebut pada titik (x,t) akan bernilai sama dengan nilai awal pada titik…
- A. x + ct
- B. x – ct
- C. x
- D. ct
37. Pada model persamaan transport, jika kecepatan konstan c = 2 dan kondisi awal u(x,0) = e^(-x), maka solusi u(x,1) pada titik x = 3 adalah…
- A. e^(-1)
- B. e^(-3)
- C. e^(-5)
- D. e^(5)
38. Persamaan transport u_t + 3 u_x = 0 memiliki solusi umum berbentuk u(x,t) = f(x – 3t). Jika diketahui kondisi awal u(x,0) = sin(x), maka bentuk solusi di titik (x,t) adalah…
- A. sin(x + 3t)
- B. sin(x – 3t)
- C. sin(3x – t)
- D. sin(3t)
39. Dalam model persamaan transport dengan koefisien konstan, jika kecepatan c negatif, maka arah perambatan gelombang adalah ke…
- A. kanan
- B. kiri
- C. atas
- D. bawah
40. Model persamaan transport murni u_t + c u_x = 0 termasuk jenis persamaan diferensial parsial orde…
- A. nol
- B. satu
- C. dua
- D. tiga
41. Model persamaan transport dengan peluruhan dinyatakan sebagai u_t + c u_x = -λ u, dengan λ > 0 adalah konstanta peluruhan. Solusi dari persamaan ini dapat diperoleh dengan menggunakan faktor integrasi. Faktor integrasi yang tepat adalah…
- A. e^(λt)
- B. e^(-λt)
- C. e^(λx)
- D. e^(-λx)
42. Diketahui model persamaan transport dengan peluruhan u_t + 4 u_x = -2u. Jika kondisi awal u(x,0) = x^2, maka solusi u(x,t) adalah…
- A. (x – 4t)^2 e^(-2t)
- B. (x + 4t)^2 e^(2t)
- C. (x – 4t)^2 e^(2t)
- D. (x + 4t)^2 e^(-2t)
43. Pada model persamaan transport dengan peluruhan, jika λ = 0, maka persamaan akan berubah menjadi…
- A. persamaan Laplace
- B. persamaan gelombang
- C. persamaan transport murni
- D. persamaan panas
44. Dalam model persamaan transport dengan peluruhan, pengaruh konstanta λ terhadap solusi adalah…
- A. mempercepat rambatan gelombang
- B. menyebabkan amplitudo menurun seiring waktu
- C. menambah kecepatan gelombang
- D. mengubah arah rambatan
45. Klasifikasi persamaan diferensial parsial orde 2 berdasarkan determinan matriks koefisien. Untuk persamaan A u_xx + B u_xy + C u_yy = 0, jika determinan D = B^2 – 4AC lebih besar dari nol, maka persamaan tersebut termasuk jenis…
- A. eliptik
- B. parabolik
- C. hiperbolik
- D. linear
46. Persamaan u_xx – 2u_xy + u_yy = 0 memiliki determinan D = B^2 – 4AC. Nilai B, A, C berturut-turut adalah -2, 1, 1. Maka D bernilai…
- A. 0
- B. 4
- C. -4
- D. 8
47. Jika suatu persamaan diferensial parsial orde 2 memiliki determinan D = 0, maka persamaan tersebut diklasifikasikan sebagai…
- A. hiperbolik
- B. parabolik
- C. eliptik
- D. kuasi linear
48. Persamaan u_xx + u_yy = 0 memiliki koefisien A=1, B=0, C=1. Berdasarkan determinan, persamaan ini termasuk jenis…
- A. hiperbolik
- B. parabolik
- C. eliptik
- D. nonlinear
49. Nilai eigen dari suatu matriks digunakan dalam klasifikasi persamaan diferensial parsial orde 2. Jika nilai eigen matriks koefisien semuanya positif, maka persamaan tersebut termasuk…
- A. hiperbolik
- B. parabolik
- C. eliptik
- D. tidak dapat ditentukan
50. Diberikan matriks koefisien [[2,1],[1,2]] untuk suatu persamaan diferensial parsial orde 2. Nilai eigen dari matriks tersebut adalah…
- A. 1 dan 3
- B. 2 dan 2
- C. 1 dan 2
- D. 3 dan 3
51. Jika matriks koefisien memiliki nilai eigen campuran positif dan negatif, maka persamaan diferensial parsial orde 2 termasuk jenis…
- A. eliptik
- B. parabolik
- C. hiperbolik
- D. degenerasi
52. Diketahui matriks koefisien dari suatu PDP orde 2 adalah A = [[1, 0], [0, 4]]. Nilai eigen dari matriks A adalah…
- A. -1 dan 4
- B. 1 dan 4
- C. 1 dan -4
- D. -1 dan -4
53. Diketahui matriks koefisien PDP orde 2 adalah A = [[3, 1], [1, 3]]. Nilai eigen matriks tersebut adalah…
- A. 2 dan 4
- B. 1 dan 5
- C. 3 dan 3
- D. 0 dan 6
54. Suatu PDP orde 2 memiliki matriks koefisien A dengan nilai eigen lambda1 > 0 dan lambda2 < 0. Berdasarkan klasifikasi dengan nilai eigen, PDP tersebut termasuk jenis…
- A. Eliptik
- B. Parabolik
- C. Hiperbolik
- D. Tidak dapat ditentukan
55. Suatu PDP orde 2 memiliki matriks koefisien A dengan nilai eigen lambda1 = 0 dan lambda2 = 5. Klasifikasi PDP tersebut adalah…
- A. Hiperbolik
- B. Parabolik
- C. Eliptik
- D. Tidak dapat diklasifikasikan
56. Diketahui matriks koefisien PDP orde 2 adalah A = [[2, 0], [0, 2]]. Berdasarkan nilai eigen, klasifikasi PDP tersebut adalah…
- A. Hiperbolik
- B. Parabolik
- C. Eliptik
- D. Eliptik dan Hiperbolik
57. Suatu bentuk normal PDP hiperbolik orde 2 dinyatakan sebagai u_xy + … = 0. Suku berikutnya yang paling umum ditemukan adalah…
- A. Suku sumber atau suku tanpa turunan
- B. Turunan parsial pertama terhadap y
- C. Turunan parsial pertama terhadap x
- D. Suku campuran u_xx dan u_yy
58. Bentuk normal PDP hiperbolik adalah u_xi eta = 0. Solusi umum dari persamaan ini adalah…
- A. u = f(xi) – g(eta)
- B. u = f(xi) * g(eta)
- C. u = f(xi) + g(eta)
- D. u = f(xi) / g(eta)
59. Transformasi koordinat untuk mereduksi PDP hiperbolik ke bentuk normal melibatkan variabel karakteristik xi dan eta. Persamaan karakteristik yang digunakan adalah…
- A. dy/dx = lambda1 + lambda2
- B. dx/dy = lambda1 dan dx/dy = lambda2
- C. dy/dx = lambda1 dan dy/dx = lambda2
- D. dx/dy = lambda1 – lambda2
60. Suatu PDP hiperbolik memiliki bentuk normal u_uv = u. Jika u = e^(av + bu) adalah salah satu solusi, maka nilai a dan b yang mungkin adalah…
- A. a = 1, b = 1
- B. a = 2, b = 2
- C. a = 1, b = 2
- D. a = 2, b = 1
61. Bentuk normal PDP parabolik orde 2 adalah u_xi xi + … = 0. Bentuk paling sederhana dari bentuk normal parabolik adalah…
- A. u_xi xi + u_eta eta = f(xi, eta, u, u_xi, u_eta)
- B. u_eta eta = f(xi, eta, u, u_xi, u_eta)
- C. u_xi eta = f(xi, eta, u, u_xi, u_eta)
- D. u_xi xi = f(xi, eta, u, u_xi, u_eta)
62. Persamaan konduksi panas satu dimensi u_t = k u_xx termasuk jenis parabolik. Bentuk normalnya dapat dinyatakan sebagai…
- A. u_xi eta = 0
- B. u_xi xi = u_eta
- C. u_xi xi = 0
- D. u_xi = u_eta eta
63. Dalam mereduksi PDP parabolik ke bentuk normal, salah satu variabel karakteristik diperoleh dari persamaan diferensial biasa orde 2 dengan akar ganda. Jumlah kurva karakteristik yang dihasilkan adalah…
- A. Satu
- B. Tidak ada
- C. Dua
- D. Tiga
64. Bentuk normal PDP parabolik sering digunakan untuk menyelesaikan masalah difusi. Variabel yang muncul dalam bentuk normal biasanya disebut…
- A. u dan v
- B. x dan t
- C. r dan theta
- D. xi dan eta
65. Suatu PDP eliptik orde 2 memiliki bentuk normal u_xi xi + u_eta eta + … = 0. Bentuk normal eliptik yang paling terkenal adalah…
- A. Persamaan Transport
- B. Persamaan Gelombang
- C. Persamaan Panas
- D. Persamaan Laplace
66. Transformasi koordinat untuk mereduksi PDP eliptik ke bentuk normal melibatkan akar kompleks pada persamaan karakteristik. Akar tersebut berbentuk…
- A. lambda1 = a + bi dan lambda2 = a – bi
- B. lambda1 = lambda2 = bilangan real
- C. lambda1 = a dan lambda2 = b dengan a tidak sama dengan b
- D. lambda1 = 0 dan lambda2 = bilangan real
67. Bentuk normal PDP eliptik dengan suku sumber adalah u_xx + u_yy = f(x,y). Persamaan ini dikenal sebagai…
- A. Persamaan Laplace
- B. Persamaan Poisson
- C. Persamaan Helmholtz
- D. Persamaan Schrodinger
68. Dalam bentuk normal eliptik, sifat solusi umumnya adalah…
- A. Solusi bersifat osilasi
- B. Solusi bersifat difusif
- C. Solusi bersifat eksplosif
- D. Solusi bersifat harmonik atau analitik
69. Persamaan diferensial parsial d^2u/dx^2 + d^2u/dy^2 = 0 jika diintegralkan langsung terhadap x sebanyak dua kali menghasilkan bentuk umum yang mengandung fungsi sembarang. Jika u(x,y) = f(x) + g(y) setelah pengintegralan, maka langkah pertama yang tepat adalah mengintegralkan terhadap x dengan menganggap y konstan, sehingga diperoleh du/dx = sesuatu. Apa yang dimaksud dengan 'sesuatu' tersebut?
- A. du/dx = x g(y)
- B. du/dx = x f'(y)
- C. du/dx = C (konstan)
- D. du/dx = A(y)
70. Diberikan persamaan diferensial parsial d^2u/dxdy = 0. Metode pengintegralan langsung dapat digunakan. Jika diintegralkan terhadap y terlebih dahulu, maka hasil du/dx adalah?
- A. du/dx = f(x)
- B. du/dx = g(y)
- C. du/dx = 0
- D. du/dx = C
71. Persamaan d^2u/dx^2 = 6x dengan syarat batas u(0,y)=y dan du/dx(0,y)=0 akan menghasilkan solusi khusus. Setelah diintegralkan dua kali terhadap x, bentuk u(x,y) adalah?
- A. u(x,y) = x^3 + x + y
- B. u(x,y) = x^3 + y
- C. u(x,y) = 3x^2 + y
- D. u(x,y) = x^3 + xy
72. Jika diberikan d^2u/dy^2 = 2, maka dengan pengintegralan langsung terhadap y, bentuk umum u(x,y) adalah?
- A. u(x,y) = y^2 + x f(x) + g(x)
- B. u(x,y) = y^2 + y f(x) + g(x)
- C. u(x,y) = 2y + f(x)
- D. u(x,y) = y^2 + f(y) + g(x)
73. Dalam metode pemisalan eksponensial, solusi u(x,t) dimisalkan berbentuk e^(ax + bt). Jika diberikan persamaan du/dt + 3 du/dx = 0, maka hubungan antara a dan b adalah?
- A. 3b + a = 0
- B. a + 3b = 0
- C. b + 3a = 0
- D. b = 3a
74. Diberikan persamaan diferensial parsial d^2u/dx^2 – d^2u/dt^2 = 0. Dengan pemisalan eksponensial u = e^(ax+bt), maka hubungan antara a dan b yang memenuhi adalah?
- A. a^2 + b^2 = 0
- B. a^2 – b^2 = 0
- C. a – b = 0
- D. a + b = 0
75. Persamaan du/dt = 4 d^2u/dx^2 dengan pemisalan eksponensial u = e^(ax+bt) akan menghasilkan hubungan. Jika b = 4a^2, maka nilai a yang memenuhi untuk solusi nontrivial adalah?
- A. a harus negatif
- B. hanya a = 0
- C. a harus positif
- D. sembarang bilangan real
76. Dalam metode pemisalan eksponensial, solusi umum persamaan d^2u/dx^2 – 3 du/dx = 0 adalah kombinasi linear dari bentuk eksponensial. Akar karakteristik dari persamaan tersebut adalah?
- A. 0 dan 3
- B. 0 dan -3
- C. 3 dan -3
- D. 0 dan 1
77. Metode pemisahan peubah digunakan untuk menyelesaikan persamaan diferensial parsial dengan memisalkan u(x,t) = X(x)T(t). Untuk persamaan d^2u/dx^2 = d^2u/dt^2, setelah pemisahan diperoleh X''/X = T''/T = k. Jika k = 0, maka bentuk solusi untuk X(x) adalah?
- A. X(x) = A
- B. X(x) = A e^(akar(k)x) + B e^(-akar(k)x)
- C. X(x) = A cos(akar(-k)x) + B sin(akar(-k)x)
- D. X(x) = Ax + B
78. Diberikan persamaan du/dt = d^2u/dx^2. Dengan pemisahan peubah u = X(x)T(t), diperoleh T'/T = X''/X = k. Jika k = -lambda^2 dengan lambda positif, maka solusi X(x) adalah?
- A. X(x) = A cosh(lambda x) + B sinh(lambda x)
- B. X(x) = A e^(lambda x) + B e^(-lambda x)
- C. X(x) = Ax + B
- D. X(x) = A cos(lambda x) + B sin(lambda x)
79. Persamaan u_xx = u_tt dengan syarat batas u(0,t)=0 dan u(L,t)=0 dapat diselesaikan dengan pemisahan peubah. Untuk kasus k = -lambda^2, syarat batas pada X(x) menghasilkan lambda = n pi/L. Bentuk solusi X_n(x) yang memenuhi adalah?
- A. X_n(x) = sin(n pi x / L)
- B. X_n(x) = cos(n pi x / L)
- C. X_n(x) = sinh(n pi x / L)
- D. X_n(x) = e^(n pi x / L)
80. Dalam pemisahan peubah, persamaan du/dx = du/dt dengan u = X(x)T(t) menghasilkan X'/X = T'/T = k. Jika k = 2, maka solusi u(x,t) adalah?
- A. u(x,t) = A e^(2x + 2t)
- B. u(x,t) = A e^(x + t)
- C. u(x,t) = A e^(2x) + B e^(2t)
- D. u(x,t) = A e^(x) + B e^(t)
81. Persamaan gelombang satu dimensi d^2u/dt^2 = c^2 d^2u/dx^2 memiliki penyelesaian umum berbentuk u(x,t) = f(x+ct) + g(x-ct). Fungsi f dan g mewakili?
- A. gelombang berdiri
- B. gelombang stasioner
- C. gelombang yang merambat ke kiri dan kanan
- D. osilasi harmonik
82. Untuk persamaan gelombang u_tt = 9 u_xx, jika bentuk gelombang awal diberikan u(x,0) = sin x dan u_t(x,0) = 0, maka solusi menggunakan d'Alembert adalah?
- A. u(x,t) = sin(x+3t) sin(x-3t)
- B. u(x,t) = (sin(x+3t) + sin(x-3t))/2
- C. u(x,t) = sin(x) cos(3t)
- D. u(x,t) = sin(x+3t)
83. Persamaan gelombang tak-homogen u_tt = c^2 u_xx + F(x,t) dapat diselesaikan dengan prinsip superposisi. Solusi total adalah jumlah dari solusi homogen dan solusi partikular. Jika solusi homogen memenuhi persamaan gelombang biasa, maka solusi partikular diperoleh dengan?
- A. memisalkan u = e^(ax+bt)
- B. mengintegralkan langsung terhadap t
- C. menggunakan metode variasi parameter atau integral Green
- D. memisahkan peubah
84. Diberikan persamaan gelombang u_tt = 4 u_xx dengan kondisi awal u(x,0) = x^2 dan u_t(x,0) = 0. Solusi d'Alembert untuk kasus ini adalah u(x,t) = ( (x+2t)^2 + (x-2t)^2 )/2. Bentuk sederhana dari solusi tersebut adalah?
- A. u(x,t) = 2x^2 + 8t^2
- B. u(x,t) = x^2 – 4t^2
- C. u(x,t) = x^2 + 4t^2
- D. u(x,t) = x^2 + 4t
85. Dalam metode d'Alembert untuk menyelesaikan persamaan gelombang u_tt = a^2 u_xx dengan kondisi awal u(x,0)=f(x) dan u_t(x,0)=g(x), solusi umumnya adalah u(x,t) = …
- A. (f(x-at) + f(x+at))/2 + (1/(2)) integral dari (x-at) hingga (x+at) g(s) ds
- B. (f(x-at) + f(x+at))/2 + (1/(2a)) integral dari (x-at) hingga (x+at) g(s) ds
- C. (f(x-at) – f(x+at))/2 + (1/(2a)) integral dari (x-at) hingga (x+at) g(s) ds
- D. (f(x+at) – f(x-at))/2 + (1/(2a)) integral dari (x-at) hingga (x+at) g(s) ds
86. Diberikan persamaan gelombang u_tt = 4 u_xx dengan kondisi awal u(x,0)=sin x dan u_t(x,0)=0. Solusi menggunakan metode d'Alembert adalah u(x,t) = …
- A. (sin(x-2t) – sin(x+2t))/2
- B. (sin(x-4t) + sin(x+4t))/2
- C. (sin(x-2t) + sin(x+2t))/2
- D. (sin(x+2t) – sin(x-2t))/2
87. Jika persamaan gelombang u_tt = u_xx memiliki kondisi awal u(x,0)=x^2 dan u_t(x,0)=0, maka solusi u(x,t) adalah …
- A. x^2 – t^2
- B. x^2 + t^2
- C. (x^2+t^2)/2
- D. (x^2-t^2)/2
88. Penyelesaian masalah nilai awal Cauchy untuk persamaan gelombang u_tt = a^2 u_xx dengan kondisi awal u(x,0)=0 dan u_t(x,0)=x adalah u(x,t) = …
- A. x t/a
- B. x/(2a)
- C. x t
- D. x t/(2a)
89. Persamaan gelombang tak-homogen u_tt – a^2 u_xx = F(x,t) dengan kondisi awal nol dapat diselesaikan menggunakan metode …
- A. Pemisahan peubah
- B. d'Alembert
- C. Eksponensial
- D. Duhamel
90. Untuk persamaan gelombang tak-homogen u_tt – u_xx = sin x, dengan kondisi awal nol, solusi u(x,t) dapat dinyatakan sebagai integral yang melibatkan fungsi …
- A. sin(x) sin(t)
- B. cos(x) sin(t)
- C. sin(x) cos(t)
- D. cos(x) cos(t)
91. Penyelesaian persamaan gelombang tak-homogen u_tt = 4 u_xx + e^t dengan kondisi awal nol menggunakan metode Duhamel menghasilkan fungsi yang mengandung suku …
- A. e^(t-1)
- B. e^t
- C. cosh(t)
- D. sinh(t)
92. Jika persamaan gelombang tak-homogen u_tt – a^2 u_xx = 0 dengan kondisi awal u(x,0)=0 dan u_t(x,0)=h(x), maka solusinya dapat ditulis sebagai integral yang melibatkan …
- A. h(s) dari x-at ke x+at
- B. turunan h(s)
- C. h(s) dari 0 ke t
- D. h(s) dari 0 ke x
93. Penyelesaian umum persamaan panas u_t = k u_xx menggunakan metode pemisahan peubah menghasilkan solusi berbentuk u(x,t) = X(x) T(t). Persamaan untuk T(t) adalah …
- A. T'' + k lambda T = 0
- B. T' – k lambda T = 0
- C. T' + k lambda T = 0
- D. T'' – k lambda T = 0
94. Dari model persamaan panas, solusi untuk T(t) dengan lambda > 0 akan berbentuk fungsi …
- A. sinusoidal
- B. eksponensial meningkat
- C. eksponensial menurun
- D. konstan
95. Pada model persamaan panas satu dimensi dengan suhu awal f(x) pada batang 0 A. Duhamel B. Cauchy C. d'Alembert D. Sturm-Liouville Lihat Jawaban Jawaban: D. Masalah Sturm-Liouville menghasilkan fungsi eigen yang ortogonal, digunakan dalam ekspansi deret Fourier untuk solusi persamaan panas.
- A. Duhamel
- B. Cauchy
- C. d'Alembert
- D. Sturm-Liouville
96. Jika persamaan panas u_t = u_xx pada batang 0 A. e^{-t} sin x B. e^{t} sin x C. sin x cos t D. sin x sin t Lihat Jawaban Jawaban: A. Dengan pemisahan peubah, lambda=1, maka solusi X(x)=sin x dan T(t)=e^{-t}, sehingga u = e^{-t} sin x.
- A. e^{-t} sin x
- B. e^{t} sin x
- C. sin x cos t
- D. sin x sin t
97. Pada persamaan panas, jika lambda=0 maka solusi untuk X(x) akan berbentuk …
- A. konstan
- B. eksponensial
- C. sinusoidal
- D. linear
98. Penyelesaian masalah nilai awal Cauchy untuk persamaan panas u_t = k u_xx di seluruh garis real dengan kondisi awal u(x,0)=f(x) diberikan oleh integral konvolusi dengan kernel …
- A. Laplace
- B. Dirichlet
- C. Fourier
- D. Gauss
99. Fungsi Green atau kernel untuk persamaan panas pada garis real adalah G(x,t) = 1/(akar(4 pi k t)) e^{-x^2/(4kt)}. Integral dari -tak hingga ke tak hingga G(x,t) dx untuk t>0 sama dengan …
- A. 1
- B. 0
- C. akar(pi)
- D. tak hingga
100. Dengan menggunakan solusi fundamental persamaan panas, solusi masalah Cauchy untuk u_t = u_xx dengan u(x,0)=delta(x) adalah …
- A. 1/(2 akar(pi t)) e^{-x^2/(2t)}
- B. 1/(akar(4 pi t)) e^{-x^2/(4t)}
- C. 1/(akar(pi t)) e^{-x^2/(4t)}
- D. 1/(4 akar(pi t)) e^{-x^2/(4t)}
Latihan Tambahan dengan AI
Salin prompt di bawah ini, lalu tempelkan ke ChatGPT, Gemini, Claude, atau AI lainnya untuk mendapatkan 50 soal latihan baru dengan materi yang sama. Soal yang dihasilkan AI akan berbeda dari soal di halaman ini.