MATA4230 — Pemrograman Linear
1. Sebuah perusahaan memproduksi dua jenis produk, X dan Y. Setiap unit produk X membutuhkan 2 jam kerja mesin A dan 1 jam kerja mesin B. Setiap unit produk Y membutuhkan 1 jam kerja mesin A dan 3 jam kerja mesin B. Mesin A tersedia 8 jam per hari, mesin B tersedia 12 jam per hari. Keuntungan per unit X adalah Rp40.000 dan per unit Y adalah Rp30.000. Berapakah fungsi tujuan dari model program linear yang tepat?
- A. Maksimum Z = 30.000 X + 40.000 Y
- B. Maksimum Z = 40.000 X + 30.000 Y
- C. Minimum Z = 40.000 X + 30.000 Y
- D. Maksimum Z = 8 X + 12 Y
2. Dalam model program linear, variabel keputusan biasanya dilambangkan dengan huruf tertentu. Jika sebuah perusahaan ingin menentukan jumlah produksi dua barang A dan B, maka variabel keputusan yang tepat adalah
- A. A dan B
- B. X1 dan X2
- C. Z dan C
- D. S1 dan S2
3. Sebuah pabrik roti memproduksi roti manis dan roti asin. Roti manis membutuhkan 200 gram tepung dan 50 gram gula. Roti asin membutuhkan 150 gram tepung dan 30 gram garam. Tepung yang tersedia 10 kg per hari, gula 2 kg per hari, dan garam 1 kg per hari. Keuntungan roti manis Rp5.000 dan roti asin Rp4.000. Manakah kendala yang benar untuk ketersediaan gula jika variabel keputusan adalah X (roti manis) dan Y (roti asin)?
- A. 50 X + 0 Y ≤ 2000
- B. 50 X + 0 Y ≤ 10000
- C. 50 X + 30 Y ≤ 2000
- D. 50 X + 30 Y ≤ 200
4. Dalam merumuskan model program linear, langkah pertama yang harus dilakukan adalah
- A. menentukan fungsi tujuan
- B. menentukan kendala
- C. mengidentifikasi variabel keputusan
- D. menyelesaikan masalah
5. Seorang petani memiliki lahan seluas 100 hektar. Ia akan menanam padi dan jagung. Setiap hektar padi membutuhkan 2 pekerja dan 1 ton pupuk. Setiap hektar jagung membutuhkan 1 pekerja dan 2 ton pupuk. Tersedia 150 pekerja dan 120 ton pupuk. Keuntungan per hektar padi Rp10.000.000 dan jagung Rp8.000.000. Rumusan fungsi kendala untuk lahan yang benar adalah
- A. X + Y ≤ 100
- B. X + Y ≥ 100
- C. 2X + Y ≤ 100
- D. X + Y = 100
6. Dalam masalah program linear, jika terdapat kendala yang bersumber dari permintaan minimum, maka tanda pertidaksamaan yang digunakan adalah
- A. ≤
- B. ≥
- C. =
- D. <
7. Daerah penyelesaian dari sistem pertidaksamaan 2X + Y ≤ 6, X + Y ≤ 5, X ≥ 0, Y ≥ 0 memiliki titik pojok di (0,0), (3,0), dan satu titik lainnya. Titik apakah itu?
- A. (0,5)
- B. (1,4)
- C. (2,2)
- D. (0,6)
8. Daerah penyelesaian dari sistem pertidaksamaan X + Y ≤ 4, X ≥ 0, Y ≥ 0 jika digambarkan dalam grafik akan berbentuk
- A. segitiga
- B. persegi panjang
- C. segiempat
- D. garis lurus
9. Fungsi tujuan maksimum Z = 3X + 2Y dengan kendala X + 2Y ≤ 6, 2X + Y ≤ 8, X ≥ 0, Y ≥ 0. Nilai maksimum Z dicapai pada titik
- A. (0,3)
- B. (4,0)
- C. (10/3, 4/3)
- D. (0,0)
10. Titik (0,0) pada daerah penyelesaian program linear disebut juga titik
- A. optimal
- B. ekstrim
- C. basis
- D. origin
11. Diketahui kendala: 3X + 2Y ≤ 12, X + 3Y ≤ 9, X ≥ 0, Y ≥ 0. Manakah titik berikut yang bukan termasuk daerah penyelesaian?
- A. (2,1)
- B. (1,2)
- C. (4,0)
- D. (0,5)
12. Untuk menentukan daerah penyelesaian pertidaksamaan 2X – Y ≤ 2, saat menguji titik (0,0) diperoleh hasil
- A. 0 ≤ 2, benar, sehingga daerah penyelesaian memuat (0,0)
- B. 0 ≤ 2, salah, sehingga daerah penyelesaian tidak memuat (0,0)
- C. 0 ≤ 2, benar, sehingga daerah penyelesaian tidak memuat (0,0)
- D. 0 ≤ 2, salah, sehingga daerah penyelesaian memuat (0,0)
13. Dalam program linear, suatu fungsi disebut fungsi linear jika memenuhi sifat
- A. aditif dan homogen
- B. konveks dan cekung
- C. diskrit dan kontinu
- D. simetris dan asimetris
14. Himpunan titik-titik yang memenuhi semua kendala dalam program linear disebut
- A. daerah layak
- B. daerah optimal
- C. himpunan solusi
- D. ruang vektor
15. Jika suatu program linear memiliki daerah layak yang tidak terbatas, kemungkinan solusi optimalnya adalah
- A. tidak ada solusi
- B. solusi tunggal
- C. solusi tak terbatas
- D. tak tentu
16. Konsep konveksitas dalam program linear berkaitan dengan sifat daerah layak yang berbentuk
- A. cekung
- B. cembung
- C. lurus
- D. melengkung
17. Dalam metode grafik, solusi optimal program linear selalu terletak pada
- A. pusat daerah layak
- B. sumbu koordinat
- C. salah satu titik sudut daerah layak
- D. sembarang titik
18. Dalam pemrograman linear, suatu solusi yang memenuhi semua kendala disebut dengan solusi …
- A. basis
- B. tidak layak
- C. optimal
- D. layak
19. Daerah yang memenuhi semua kendala dalam program linear disebut sebagai daerah …
- A. infeasible
- B. terbuka
- C. feasible
- D. takterbatas
20. Titik sudut atau pojok dari daerah feasible dalam metode grafik juga sering disebut sebagai titik …
- A. slack
- B. infeasible
- C. ekstrim
- D. surplus
21. Fungsi tujuan dalam program linear dua variabel digambarkan sebagai garis lurus yang disebut …
- A. garis kendala
- B. garis isoprofit atau isocost
- C. garis sumbu
- D. garis lurus biasa
22. Jika daerah feasible suatu program linear tidak terbatas (unbounded), maka kemungkinan solusi optimal adalah …
- A. tidak ada
- B. solusi tunggal
- C. solusi berganda
- D. solusi pada titik pusat
23. Metode grafik dalam program linear hanya dapat digunakan jika jumlah variabel keputusan maksimal sebanyak …
- A. 1
- B. 2
- C. 3
- D. 4
24. Dalam metode grafik, jika fungsi tujuan digerakkan sejajar hingga menyentuh titik ekstrim terakhir sebelum keluar daerah feasible, maka titik tersebut adalah solusi …
- A. tidak terbatas
- B. infeasible
- C. suboptimal
- D. optimal
25. Pada sistem persamaan linear dengan dua persamaan dan tiga variabel, jumlah variabel yang dapat dipilih sebagai variabel nonbasis adalah …
- A. 2
- B. 1
- C. 3
- D. 0
26. Metode eliminasi Gauss-Jordan digunakan untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dengan mengubah matriks menjadi bentuk …
- A. segitiga atas
- B. eselon baris
- C. eselon baris tereduksi
- D. identitas
27. Jika dalam eliminasi Gauss-Jordan ditemukan baris yang seluruh elemennya nol kecuali elemen konstanta, maka sistem persamaan tersebut …
- A. memiliki solusi basis
- B. memiliki solusi tunggal
- C. memiliki solusi tak hingga
- D. tidak memiliki solusi
28. Operasi baris elementer yang menukar dua baris dalam matriks disebut sebagai operasi …
- A. pertukaran baris
- B. penskalaan baris
- C. penggantian baris
- D. penjumlahan baris
29. Jika dalam eliminasi Gauss-Jordan sebuah kolom memiliki elemen utama (pivot) bernilai nol maka langkah yang tepat adalah …
- A. hapus baris tersebut
- B. lanjutkan ke kolom berikutnya
- C. tukar baris dengan baris di bawahnya yang memiliki elemen bukan nol
- D. kalikan baris dengan nol
30. Dalam metode simpleks, bentuk baku mensyaratkan semua kendala pertidaksamaan diubah menjadi persamaan dengan menambahkan variabel …
- A. slack
- B. surplus
- C. buatan
- D. basis
31. Variabel yang nilainya ditetapkan nol dalam solusi basis awal metode simpleks disebut variabel …
- A. nonbasis
- B. basis
- C. slack
- D. artifisial
32. Pada metode simpleks, matriks koefisien yang terdiri dari kolom-kolom variabel basis disebut matriks …
- A. simpleks
- B. identitas
- C. koefisien
- D. basis
33. Bentuk baku program linear maksimasi memiliki fungsi tujuan dengan arah …
- A. Z = maksimum
- B. Z = minimum
- C. Z = nol
- D. Z = tak hingga
34. Setiap pertidaksamaan dalam bentuk baku yang memiliki tanda ≥ harus ditambahkan variabel …
- A. slack
- B. surplus
- C. buatan
- D. basis
35. Dalam metode simpleks, untuk mengubah pertidaksamaan linear menjadi bentuk baku, variabel yang ditambahkan pada pertidaksamaan dengan tanda "≤" adalah…
- A. variabel keputusan
- B. variabel surplus
- C. variabel slack
- D. variabel buatan
36. Pada bentuk baku program linear, fungsi tujuan yang semula maksimasi atau minimasi harus diubah menjadi…
- A. bentuk eksplisit dengan semua variabel di ruas kiri
- B. bentuk persamaan dengan ruas kanan nol
- C. bentuk optimal
- D. bentuk pertidaksamaan
37. Dalam tabel simpleks awal, baris pertama setelah baris judul biasanya disebut…
- A. baris fungsi tujuan
- B. baris kendala
- C. baris variabel basis
- D. baris nilai
38. Pertama kali dalam iterasi simpleks, variabel yang masuk ke basis ditentukan berdasarkan nilai pada baris fungsi tujuan yaitu…
- A. nilai terkecil positif
- B. nilai terbesar positif
- C. nilai nol
- D. nilai negatif terbesar
39. Untuk menentukan variabel yang keluar dari basis dalam tabel simpleks, digunakan rasio minimum dari…
- A. nilai ruas kanan dibagi elemen kolom kunci
- B. elemen pivot dibagi nilai ruas kanan
- C. koefisien baris Z dibagi elemen kolom kunci
- D. elemen kolom kunci dibagi nilai variabel basis
40. Pada tabel simpleks, kolom pertama dari kiri biasanya berisi…
- A. variabel keputusan
- B. variabel basis
- C. koefisien fungsi tujuan
- D. nilai ruas kanan
41. Proses mengubah elemen pivot menjadi 1 dan elemen lain pada kolom pivot menjadi 0 pada metode simpleks disebut…
- A. penentuan basis
- B. eliminasi Gauss
- C. iterasi simpleks
- D. operasi baris elementer
42. Pada tabel simpleks optimal untuk masalah maksimasi, semua koefisien pada baris fungsi tujuan harus…
- A. negatif
- B. positif atau nol
- C. ber nilai positif semua
- D. sama dengan nol
43. Jika dalam iterasi simpleks diperoleh nilai ruas kanan negatif pada salah satu baris kendala, maka solusi yang dihasilkan adalah…
- A. solusi optimal
- B. solusi tidak layak
- C. solusi tak terbatas
- D. solusi degenerasi
44. Langkah pertama dalam menggunakan metode simpleks adalah mengubah model program linear ke dalam…
- A. bentuk grafik
- B. bentuk dual
- C. bentuk baku
- D. bentuk kanonik
45. Pada tabel simpleks, baris Z diperbarui dengan cara…
- A. mengurangi baris Z lama dengan 1
- B. mengalikan baris Z dengan koefisien pivot
- C. menambahkan baris Z dengan baris pivot
- D. mengurangkan baris Z lama dengan (koefisien entering variable dikali baris pivot)
46. Jika semua rasio minimum pada kolom kunci bernilai tak terdefinisi karena elemen kolom kunci bernilai negatif atau nol, maka masalah tersebut memiliki…
- A. solusi tak terbatas
- B. solusi optimal alternatif
- C. solusi optimal tunggal
- D. solusi tidak layak
47. Untuk pertidaksamaan berjenis "≥", variabel yang ditambahkan untuk mengubahnya menjadi persamaan adalah…
- A. variabel surplus dan variabel buatan
- B. variabel slack
- C. variabel buatan saja
- D. variabel keputusan baru
48. Dalam metode simpleks dengan variabel buatan, teknik yang digunakan untuk memaksa variabel buatan keluar dari basis adalah…
- A. metode grafik
- B. metode dual simpleks
- C. metode big M
- D. metode cabang dan batas
49. Pada masalah minimasi dengan semua kendala berjenis ≥, solusi awal yang diperoleh dengan variabel buatan akan menghasilkan…
- A. solusi optimal
- B. solusi layak basis awal
- C. solusi tak terbatas
- D. solusi tidak layak
50. Koefisien fungsi tujuan untuk variabel buatan pada metode big M untuk masalah minimasi adalah…
- A. 0
- B. bilangan negatif sangat besar (-M)
- C. bilangan positif sangat besar (M)
- D. 1
51. Sistem persyaratan campuran (gabungan ≤, =, ≥) dalam bentuk baku memerlukan penambahan…
- A. hanya variabel slack
- B. variabel slack, surplus, dan buatan sesuai jenis pertidaksamaan
- C. hanya variabel surplus
- D. variabel keputusan baru
52. Dalam metode simpleks, jika semua pertaksamaan kendala berjenis '≥', maka untuk mengubahnya ke bentuk baku diperlukan penambahan variabel…
- A. surplus
- B. slack
- C. basis buatan
- D. nonbasis
53. Pada kendala berjenis '≥', variabel buatan ditambahkan dengan tujuan…
- A. membantu mencapai solusi optimal
- B. mengurangi jumlah variabel
- C. mengubah fungsi tujuan
- D. membentuk matriks identitas sebagai basis awal
54. Metode dua fase digunakan untuk menyelesaikan masalah program linear jika kendala mengandung…
- A. variabel buatan
- B. pertaksamaan '≤' saja
- C. variabel slack
- D. variabel keputusan negatif
55. Dalam sistem persyaratan campuran, kendala yang berbentuk persamaan ( = ) ditangani dengan menambahkan…
- A. variabel surplus
- B. variabel buatan
- C. variabel slack
- D. variabel keputusan
56. Jika suatu kendala berbentuk '3×1 + 2×2 ≥ 10' diubah ke bentuk baku, variabel yang ditambahkan adalah…
- A. variabel surplus dan variabel buatan
- B. variabel slack dan variabel buatan
- C. hanya variabel surplus
- D. hanya variabel buatan
57. Pada metode simpleks dengan kendala campuran, fungsi tujuan fase pertama adalah…
- A. memaksimalkan variabel slack
- B. meminimalkan variabel surplus
- C. memaksimalkan fungsi asli
- D. meminimalkan jumlah variabel buatan
58. Diberikan kendala: x1 + x2 = 5 dan x1 – x2 ≥ 3. Setelah diubah ke bentuk baku, jumlah variabel buatan yang ditambahkan adalah…
- A. 0
- B. 2
- C. 1
- D. 3
59. Dalam metode simpleks, jika terdapat kendala '2×1 + 3×2 ≤ 15' dan 'x1 + x2 ≥ 4', bentuk baku yang tepat adalah…
- A. 2×1+3×2+s1=15 ; x1+x2-s2+a2=4
- B. 2×1+3×2+s1=15 ; x1+x2+s2=4
- C. 2×1+3×2-s1=15 ; x1+x2+s2=4
- D. 2×1+3×2+s1=15 ; x1+x2+a2=4
60. Keadaan khusus dalam program linear terjadi ketika fungsi tujuan sejajar dengan salah satu kendala yang mengikat, sehingga menghasilkan…
- A. solusi tak terbatas
- B. solusi optimal tunggal
- C. solusi optimal alternatif/ tak terhingga
- D. tidak ada solusi
61. Dalam tabel simpleks, keadaan degenerasi ditandai dengan…
- A. semua koefisien pada baris tujuan negatif
- B. tidak ada variabel yang bisa masuk basis
- C. baris tujuan memiliki koefisien nol pada variabel nonbasis
- D. nilai ruas kanan sama dengan nol pada variabel basis
62. Jika dalam iterasi simpleks tidak ada variabel yang memenuhi syarat untuk meninggalkan basis (nilai rasio minimum tak terdefinisi), maka masalah memiliki…
- A. solusi tak terbatas
- B. solusi optimal alternatif
- C. degenerasi
- D. infeasibility
63. Penyebab utama terjadinya masalah infeasible dalam program linear adalah…
- A. fungsi tujuan tidak linier
- B. variabel keputusan bernilai negatif
- C. kendala yang saling bertentangan
- D. terlalu banyak variabel
64. Pada tabel simpleks, jika koefisien baris tujuan untuk suatu variabel nonbasis adalah nol dan solusi optimal telah tercapai, maka masalah tersebut menunjukkan…
- A. degenerasi
- B. solusi optimal alternatif
- C. solusi tak terbatas
- D. infeasibility
65. Dalam masalah maksimisasi, jika pada iterasi simpleks semua koefisien baris tujuan sudah nonpositif tetapi masih ada variabel buatan positif pada basis, maka…
- A. solusi optimal tercapai
- B. solusi tak terbatas
- C. masalah infeasible
- D. perlu iterasi lanjutan
66. Keadaan khusus berupa multiple optimal solutions sering dimanfaatkan dalam…
- A. optimasi tunggal
- B. analisis sensitivitas untuk fleksibilitas
- C. metode grafik 3 dimensi
- D. degenerasi
67. Pada metode simpleks, jika terdapat kendala 'x1 – 2×2 ≥ 0' dan fungsi tujuan maksimisasi, maka bentuk baku yang benar adalah…
- A. x1-2×2+a1=0
- B. x1-2×2+s1=0
- C. x1-2×2-s1=0
- D. x1-2×2-s1+a1=0
68. Jika suatu program linear memiliki solusi optimal alternatif, maka nilai fungsi tujuan pada semua titik optimal tersebut adalah…
- A. berbeda
- B. tidak terdefinisi
- C. sama
- D. nol
69. Dalam metode simpleks, ketika ditemukan suatu variabel nonbasis memiliki koefisien positif pada baris fungsi tujuan (untuk masalah maksimasi) tetapi kolom yang bersesuaian tidak memiliki koefisien positif pada kendala, maka masalah tersebut mengalami keadaan khusus berupa…
- A. infeasibilitas
- B. degenerasi
- C. solusi optimal alternatif
- D. solusi tak terbatas
70. Dalam masalah program linear, jika dua atau lebih titik pojok yang berbeda menghasilkan nilai fungsi tujuan yang sama dan optimal, maka keadaan ini disebut…
- A. solusi tak terbatas
- B. degenerasi
- C. solusi optimal alternatif
- D. infeasibilitas
71. Dalam masalah program linear primal yang merupakan masalah maksimasi dengan kendala ≤, maka bentuk dual dari masalah tersebut adalah…
- A. maksimasi dengan kendala ≥
- B. minimasi dengan kendala ≥
- C. minimasi dengan kendala ≤
- D. maksimasi dengan kendala ≤
72. Jika masalah primal memiliki solusi optimal, maka pada dual akan berlaku sifat…
- A. dual belum tentu memiliki solusi optimal
- B. dual juga memiliki solusi optimal dengan nilai fungsi tujuan yang sama
- C. dual tidak memiliki solusi
- D. dual memiliki solusi dengan nilai fungsi tujuan yang berbeda
73. Dalam hubungan primal-dual, nilai variabel dual pada optimalitas disebut juga sebagai…
- A. koefisien fungsi tujuan
- B. variabel surplus
- C. nilai slack
- D. harga bayangan
74. Jika primal adalah masalah minimasi dengan kendala ≥, maka dual dari masalah tersebut adalah…
- A. maksimasi dengan kendala ≥
- B. minimasi dengan kendala ≤
- C. maksimasi dengan kendala ≤
- D. minimasi dengan kendala ≥
75. Dalam model dualitas, jika kendala primal berbentuk persamaan, maka variabel dual yang bersesuaian bersifat…
- A. non-negatif
- B. nol
- C. tidak terbatas tandanya
- D. negatif
76. Metode simpleks-dual digunakan untuk menyelesaikan masalah program linear yang…
- A. memiliki solusi awal yang tidak fisibel
- B. memiliki solusi awal yang fisibel
- C. semua kendala bertipe ≥
- D. semua variabel tidak terbatas
77. Langkah pertama dalam metode simpleks-dual adalah memastikan bahwa baris fungsi tujuan sudah memenuhi kondisi…
- A. fisibilitas
- B. integralitas
- C. non-negatif
- D. optimalitas
78. Dalam metode simpleks-dual, variabel yang keluar basis adalah variabel basis dengan nilai paling…
- A. positif besar
- B. positif kecil
- C. nol
- D. negatif
79. Dalam metode simpleks-dual, rasio untuk menentukan variabel yang masuk basis dihitung dari…
- A. koefisien baris tujuan dibagi koefisien kolom pivot
- B. koefisien kolom pivot dibagi koefisien baris tujuan
- C. nilai ruas kanan dibagi koefisien kolom pivot
- D. koefisien baris tujuan dibagi nilai ruas kanan
80. Jika dalam metode simpleks-dual semua koefisien pada baris variabel yang akan keluar basis bernilai non-negatif, maka masalah tersebut…
- A. tidak memiliki solusi optimal
- B. memiliki solusi optimal unik
- C. memiliki solusi optimal alternatif
- D. mengalami degenerasi
81. Dalam metode simpleks revisi, matriks yang digunakan untuk memperbarui solusi adalah…
- A. matriks koefisien kendala awal
- B. invers dari matriks basis
- C. matriks identitas
- D. matriks fungsi tujuan
82. Keuntungan utama metode simpleks revisi dibandingkan metode simpleks biasa adalah…
- A. lebih sederhana dalam perhitungan
- B. mengurangi kebutuhan memori dan perhitungan yang tidak perlu
- C. selalu menghasilkan solusi integer
- D. dapat digunakan untuk semua jenis kendala
83. Dalam pemrograman parametrik, perubahan parameter pada koefisien fungsi tujuan akan mempengaruhi…
- A. daerah fisibel
- B. invers matriks basis
- C. kemiringan garis fungsi tujuan
- D. nilai optimal variabel dual
84. Dalam pemrograman parametrik, jika suatu parameter terus diubah dan solusi optimal berubah, maka kondisi yang harus dipenuhi agar solusi tetap optimal adalah…
- A. semua koefisien baris tujuan tetap non-negatif
- B. semua nilai ruas kanan tetap non-negatif
- C. matriks basis tetap invertible
- D. semua variabel basis tetap non-negatif
85. Dalam Metode Simpleks Revisi, matriks basis (B) digunakan untuk menghitung koefisien variabel nonbasis. Manakah dari pernyataan berikut yang BENAR mengenai peran matriks basis?
- A. Matriks basis B adalah matriks yang terdiri dari koefisien variabel slack pada iterasi awal
- B. Matriks basis B digunakan untuk menghitung vektor kolom dari variabel nonbasis yang masuk
- C. Matriks basis B adalah submatriks dari matriks koefisien kendala yang terdiri dari kolom-kolom variabel basis
- D. Matriks basis B selalu berukuran m x n, di mana m adalah jumlah kendala dan n adalah jumlah variabel
86. Dalam pemrograman parametrik, ketika nilai parameter λ berubah secara kontinu, bagaimana perubahan solusi optimal terjadi jika koefisien fungsi tujuan berubah?
- A. Solusi optimal tidak pernah berubah untuk sembarang λ
- B. Solusi optimal berubah secara diskrit pada titik kritis tertentu
- C. Solusi optimal berubah terus menerus mengikuti perubahan λ
- D. Solusi optimal hanya berubah jika λ bernilai negatif
87. Diketahui fungsi tujuan maksimasi Z = (2+λ)x1 + (3-λ)x2 dengan kendala x1 + 2×2 ≤ 10 dan x1, x2 ≥ 0. Pada rentang λ = 0 hingga λ = 5, perubahan koefisien fungsi tujuan akan mempengaruhi solusi optimal. Manakah pernyataan yang PALING TEPAT?
- A. Nilai λ tidak mempengaruhi nilai variabel basis
- B. Perubahan λ hanya mempengaruhi ruas kanan kendala
- C. Solusi optimal tetap sama untuk seluruh rentang λ
- D. Nilai λ dapat mengubah variabel yang masuk ke basis
88. Dalam pemrograman parametrik untuk perubahan ruas kanan kendala, misalkan b(λ) = b + λd, di mana d adalah vektor arah perubahan. Manakah yang terjadi ketika λ melampaui batas atas stabilitas basis?
- A. Solusi optimal menjadi tidak terbatas
- B. Basis tidak lagi layak sehingga diperlukan pivot dual
- C. Basis menjadi singular
- D. Nilai fungsi tujuan berhenti berubah
89. Diketahui masalah maksimasi dengan fungsi tujuan Z = (1+λ)x1 + (2-λ)x2, dan kendala: x1 + 2×2 ≤ 10, 3×1 + x2 ≤ 15, x1, x2 ≥ 0. Solusi saat λ=0 adalah x1=4, x2=3 dengan Z=10. Berapa selang λ yang membuat solusi ini tetap optimal?
- A. λ ≤ 1/2
- B. λ ≥ -1
- C. -1 ≤ λ ≤ 1/2
- D. λ ≤ 1
90. Dalam pemrograman parametrik, jika ruas kanan kendala berubah mengikuti b(λ) = (10, 15) + λ(-2, 1) dan basis terdiri dari variabel x1 dan x2, manakah yang menunjukkan kondisi ketika basis menjadi tidak layak?
- A. Nilai variabel basis negatif untuk suatu λ
- B. Nilai variabel basis tetap positif untuk seluruh λ
- C. Fungsi tujuan menjadi konstan
- D. Koefisien fungsi tujuan berubah tanda
91. Dalam pemrograman integer, metode Branch and Bound digunakan untuk menyelesaikan masalah yang memerlukan solusi bilangan bulat. Apa penyebab utama munculnya percabangan (branch) dalam algoritma ini?
- A. Kendala kontinuitas dilanggar
- B. Adanya variabel yang bernilai pecahan pada solusi optimal kontinu
- C. Fungsi tujuan tidak linear
- D. Jumlah kendala lebih banyak dari variabel
92. Diketahui masalah pemrograman integer: Maksimasi Z = 4×1 + 5×2 dengan kendala 2×1 + 3×2 ≤ 10, 5×1 + 2×2 ≤ 15, x1, x2 ≥ 0 dan integer. Solusi relaksasi linear optimal adalah x1=2.5, x2=1.25, Z=16.25. Jika dilakukan branching pada x1, manakah subproblem yang PALING TEPAT?
- A. Subproblem A: x1 ≤ 2, subproblem B: x1 ≥ 3
- B. Subproblem A: x1 ≤ 2.5, subproblem B: x1 ≥ 2.5
- C. Subproblem A: x1 ≤ 2, subproblem B: x1 ≥ 2
- D. Subproblem A: x1 ≤ 3, subproblem B: x1 ≥ 4
93. Dalam metode Branch and Bound, jika suatu subproblem memiliki nilai fungsi tujuan yang lebih rendah dari best solution integer yang sudah ditemukan, apa yang harus dilakukan terhadap subproblem tersebut?
- A. Lanjutkan pencabangan subproblem tersebut
- B. Hapus subproblem tersebut (pruning) karena tidak akan menghasilkan solusi integer yang lebih baik
- C. Selesaikan subproblem dengan metode grafik
- D. Ubah fungsi tujuan subproblem menjadi minimasi
94. Pada relaksasi linear masalah pemrograman integer, diperoleh solusi optimal dengan nilai Z=24,5 dan x1=3,5; x2=2,8. Best solution integer sementara adalah Z=20. Subproblem pertama dengan kendala x1 ≤ 3 menghasilkan Z=22, sedangkan subproblem dengan x1 ≥ 4 menghasilkan Z=23. Berdasarkan data ini, cabang mana yang layak untuk dilanjutkan?
- A. Hanya cabang x1 ≤ 3
- B. Hanya cabang x1 ≥ 4
- C. Kedua cabang
- D. Tidak ada cabang yang layak
95. Dalam algoritma Branch and Bound, manakah kondisi yang menyebabkan suatu node dinyatakan sebagai terminal node (tidak perlu dicabangkan lagi)?
- A. Node menghasilkan solusi dengan variabel integer semua
- B. Node menghasilkan solusi tidak layak
- C. Node memiliki batas atas lebih rendah dari best solution integer
- D. Semua jawaban di atas benar
96. Diketahui masalah pemrograman integer: Maksimasi Z = 3×1 + 2×2 dengan kendala x1 + 2×2 ≤ 8, 3×1 + x2 ≤ 12, x1, x2 ≥ 0 dan integer. Solusi relaksasi linear adalah x1=3,2; x2=2,4; Z=14,4. Nilai fungsi tujuan pada subproblem setelah branching pada x1 dengan kendala x1 ≤ 3 adalah Z=14. Berapa nilai Z subproblem dengan kendala x1 ≥ 4?
- A. 12
- B. 13
- C. 14
- D. 15
97. Suatu masalah pemrograman integer memiliki solusi optimal kontinu dengan x1=2,75 dan x2=1,5. Best solution integer sementara adalah Z=18. Subproblem dengan x2 ≤ 1 menghasilkan Z=17. Tindakan yang PALING TEPAT terhadap subproblem ini adalah:
- A. Lakukan pencabangan lebih lanjut pada subproblem tersebut
- B. Hapus subproblem karena nilai Z lebih rendah dari best solution
- C. Ubah kendala x2 ≤ 1 menjadi x2 ≤ 0
- D. Gabungkan dengan subproblem x2 ≥ 2
98. Dalam metode Branch and Bound untuk masalah minimasi, manakah pernyataan yang SALAH?
- A. Pencabangan dilakukan pada variabel dengan nilai pecahan terkecil
- B. Subproblem dengan nilai fungsi tujuan lebih besar dari best solution dapat dihapus
- C. Subproblem yang tidak layak tidak perlu dieksplorasi lebih lanjut
- D. Solusi integer terbaik sementara menjadi batas atas
99. Pada iterasi Branch and Bound, diperoleh hasil berikut: Subproblem 1 (x1 ≤ 3): layak, Z=20, non-integer. Subproblem 2 (x1 ≥ 4): tidak layak. Subproblem 3 (x1 ≤ 2): layak, Z=18, integer. Subproblem 4 (x1 ≥ 5): tidak layak. Manakah yang menjadi best solution integer?
- A. Subproblem 1
- B. Subproblem 2
- C. Subproblem 3
- D. Subproblem 4
100. Dalam pemrograman integer, mengapa metode Branch and Bound memerlukan eksplorasi cabang?
- A. Untuk memastikan solusi integer ditemukan dengan memeriksa semua kemungkinan secara implisit
- B. Untuk menghitung nilai parameter λ
- C. Untuk mengubah fungsi tujuan menjadi linear
- D. Untuk mengurangi jumlah kendala
Latihan Tambahan dengan AI
Salin prompt di bawah ini, lalu tempelkan ke ChatGPT, Gemini, Claude, atau AI lainnya untuk mendapatkan 50 soal latihan baru dengan materi yang sama. Soal yang dihasilkan AI akan berbeda dari soal di halaman ini.