MATA4113 — Aljabar Linear Elementer 2
1. Himpunan vektor-vektor di R^3 dengan operasi penjumlahan vektor biasa dan perkalian skalar biasa. Manakah dari himpunan berikut yang merupakan ruang bagian (subspace) dari R^3?
- A. Semua vektor (x, y, z) dengan x + y + z = 1
- B. Semua vektor (x, y, z) dengan x^2 + y^2 = 1
- C. Semua vektor (x, y, z) dengan x = y = z
- D. Semua vektor (x, y, z) dengan xyz = 0
2. Diketahui V adalah himpunan semua matriks berukuran 2×2 dengan entri bilangan real. Manakah dari himpunan berikut yang merupakan ruang bagian dari V?
- A. Semua matriks yang simetris
- B. Semua matriks yang determinannya nol
- C. Semua matriks yang invertible
- D. Semua matriks yang memiliki elemen diagonal sama dengan 1
3. Misalkan V adalah ruang vektor Rn. Jika W adalah himpunan semua vektor di Rn yang komponen pertamanya sama dengan nol, maka pernyataan yang benar adalah:
- A. W bukan ruang bagian karena tidak mengandung vektor nol
- B. W bukan ruang bagian karena tidak tertutup terhadap perkalian skalar
- C. W bukan ruang bagian karena tidak tertutup terhadap penjumlahan
- D. W adalah ruang bagian dari V
4. Diberikan himpunan S = { (a, b, c) ∈ R^3 | a = 2b }. Himpunan S merupakan ruang bagian dari R^3. Manakah pernyataan yang benar mengenai dimensi dari S?
- A. Dimensi S adalah 0
- B. Dimensi S adalah 2
- C. Dimensi S adalah 1
- D. Dimensi S adalah 3
5. Jika W adalah ruang bagian dari ruang vektor V, maka pernyataan di bawah ini yang benar adalah:
- A. W harus sama dengan V
- B. W hanya berisi vektor-vektor yang bebas linear
- C. W tidak boleh mengandung vektor nol
- D. W harus mengandung vektor nol dari V
6. Himpunan semua vektor di R^2 dengan bentuk (t, 2t) untuk t bilangan real, merupakan ruang bagian dari R^2. Pernyataan yang tepat mengenai ruang bagian ini adalah:
- A. Tidak mengandung vektor nol
- B. Merupakan garis lurus yang melalui titik asal
- C. Bukan ruang bagian karena tidak tertutup terhadap perkalian skalar
- D. Merupakan bidang datar
7. Vektor-vektor v1 = (1, 2, 3), v2 = (2, 4, 6), dan v3 = (0, 1, 1) di R^3. Apakah himpunan {v1, v2, v3} bebas linear?
- A. Ya, karena ketiga vektor tersebut tidak saling berkelipatan
- B. Ya, karena jumlah vektor sama dengan dimensi ruang
- C. Tidak, karena v2 = 2.v1, sehingga ada ketergantungan linear
- D. Tidak, karena hanya ada dua vektor yang bebas linear
8. Diberikan vektor-vektor u = (1, 2), v = (3, 4), dan w = (5, 6) di R^2. Manakah pernyataan yang benar?
- A. {u, v, w} bergantung linear karena jumlah vektor melebihi dimensi ruang
- B. {u, v, w} bebas linear karena tidak ada yang nol
- C. {u, v, w} bebas linear karena semua vektor berbeda
- D. {u, v, w} bergantung linear karena u dan v bebas linear
9. Vektor-vektor p1 = 1 + x, p2 = 1 – x, dan p3 = 2 di ruang vektor polinom P2. Manakah pernyataan yang benar?
- A. p3 dapat dinyatakan sebagai kombinasi linear p1 dan p2
- B. Ketiga vektor bebas linear
- C. Tidak ada kombinasi linear yang menghasilkan vektor nol
- D. Ketiga vektor membangun P2
10. Diketahui himpunan S = { (1, 0, 1), (0, 1, 1), (1, 1, 2) } di R^3. Manakah pernyataan yang benar?
- A. S bebas linear dan membangun R^3
- B. S bergantung linear, karena (1,1,2) = (1,0,1)+(0,1,1)
- C. S bebas linear tetapi tidak membangun R^3
- D. S bergantung linear, dan tidak membangun R^3
11. Vektor-vektor v1 = (1, 2, 1), v2 = (2, 3, 2), v3 = (1, 1, 1) di R^3. Apakah vektor-vektor tersebut membangun R^3?
- A. Ya, karena ketiganya bebas linear
- B. Tidak, karena hanya ada tiga vektor dan tidak cukup untuk membangun R^3
- C. Tidak, karena ketiganya bergantung linear
- D. Ya, karena determinan matriks yang dibentuk vektor-vektor tersebut tidak nol
12. Diberikan vektor-vektor a = (1, 0), b = (0, 1), c = (1, 1) di R^2. Kombinasi linear mana yang menghasilkan vektor (2, 3)?
- A. 3a + b
- B. 2a + b
- C. 3a + 2b
- D. 2a + 3b
13. Basis standar untuk ruang vektor polinom P2 adalah:
- A. {1, x, x^2}
- B. {1, x}
- C. {x, x^2}
- D. {1, x^2}
14. Diketahui himpunan B = { (1, 1), (1, -1) } di R^2. Manakah pernyataan yang benar tentang B?
- A. B bukan basis karena kedua vektor tidak membangun R^2
- B. B bukan basis karena kedua vektor bergantung linear
- C. B adalah basis untuk R^2
- D. B hanya dapat membangun subset dari R^2
15. Dimensi dari ruang vektor semua matriks berukuran 2×2 dengan entri real adalah:
- A. 4
- B. 2
- C. 3
- D. 1
16. Diberikan himpunan S = { (1, 0, 0), (0, 1, 0), (0, 0, 1), (1, 1, 0) } di R^3. Manakah pernyataan yang benar mengenai S?
- A. S adalah basis untuk R^3 karena mengandung vektor-vektor yang bebas linear
- B. S adalah basis karena membangun R^3
- C. S bukan basis karena jumlah vektor melebihi dimensi R^3
- D. S bukan basis karena tidak mengandung vektor nol
17. Misalkan W adalah ruang bagian dari R^3 yang dibangun oleh vektor-vektor (1, 1, 0) dan (0, 1, 1). Dimensi dari W adalah:
- A. 1
- B. 2
- C. 3
- D. 0
18. Diketahui basis B = {(1,0),(0,1)} pada R^2. Dimensi dari ruang vektor R^2 adalah…
- A. 2
- B. 1
- C. 3
- D. 0
19. Diberikan vektor u = (2,-1,3) dan v = (4,0,-2) di R^3. Hasil perkalian skalar u·v adalah…
- A. 8
- B. 4
- C. 2
- D. 6
20. Vektor a = (1,2) dan b = (3,4) di R^2. Nilai dari a·b adalah…
- A. 10
- B. 13
- C. 12
- D. 11
21. Diketahui vektor p = (0,1,1) dan q = (1,0,1) di R^3. Perkalian skalar p·q sama dengan…
- A. 1
- B. 0
- C. 2
- D. 3
22. Jika u = (2,-3) dan v = (-1,2), maka u·v adalah…
- A. -4
- B. 8
- C. -8
- D. 4
23. Hasil perkalian skalar antara vektor x = (1,0,0) dan y = (0,1,0) di R^3 adalah…
- A. 1
- B. 0
- C. -1
- D. 2
24. Diberikan vektor s = (3,1,2) dan t = (2,0,-1). Nilai s·t adalah…
- A. 7
- B. 5
- C. 6
- D. 4
25. Panjang vektor u = (3,4) di R^2 adalah…
- A. 7
- B. 5
- C. √7
- D. 25
26. Diketahui vektor v = (1,1,1) di R^3. Panjang vektor v adalah…
- A. 1
- B. 3
- C. √3
- D. √2
27. Sudut antara vektor a = (1,0) dan b = (0,1) di R^2 adalah…
- A. 0°
- B. 45°
- C. 90°
- D. 180°
28. Jika u = (2,2) dan v = (2,0) di R^2, maka cosinus sudut antara u dan v adalah…
- A. √2/2
- B. 1/2
- C. 1
- D. 0
29. Panjang vektor w = (0,0,5) di R^3 adalah…
- A. 5
- B. 0
- C. 25
- D. √5
30. Diketahui vektor p = (1,2,2) dan q = (2,1,2) di R^3. Nilai cosinus sudut antara p dan q adalah…
- A. 7/9
- B. 8/9
- C. 1/3
- D. 2/3
31. Basis ortogonal untuk R^2 yang terdiri dari vektor-vektor satuan disebut…
- A. basis vektor
- B. basis standar
- C. basis linear
- D. basis orthonormal
32. Diberikan himpunan vektor {(1,0),(0,1)} di R^2. Himpunan ini bersifat…
- A. ortogonal dan orthonormal
- B. hanya ortogonal
- C. hanya orthonormal
- D. tidak ortogonal
33. Jika B = {v1, v2, v3} adalah basis ortogonal untuk R^3, maka v1·v2 adalah…
- A. 1
- B. 0
- C. -1
- D. tak terdefinisi
34. Himpunan vektor {(1/√2, 1/√2), (-1/√2, 1/√2)} di R^2 membentuk basis yang…
- A. bukan ortogonal
- B. hanya ortogonal
- C. hanya orthonormal
- D. ortogonal dan orthonormal
35. Diketahui vektor u = (1,2) dan v = (2,1) di R^2 dengan hasil kali dalam Euclidean. Manakah dari pasangan vektor berikut yang ortogonal?
- A. u dan u
- B. v dan v
- C. u dan v
- D. (1,0) dan (0,1)
36. Himpunan vektor {v1, v2, …, vn} dalam ruang hasil kali dalam disebut ortogonal jika setiap pasangan vektor yang berbeda memenuhi kondisi:
- A. hasil kali dalam kedua vektor sama dengan satu
- B. hasil kali dalam kedua vektor sama dengan nol
- C. panjang kedua vektor sama
- D. kedua vektor saling segaris
37. Diketahui titik x = (3,4) pada bidang R^2 dan subruang W yang merupakan sumbu x (garis y=0). Proyeksi ortogonal x pada W adalah:
- A. (0,4)
- B. (3,4)
- C. (3,0)
- D. (0,0)
38. Diketahui vektor x = (2,3,1) di R^3 dengan hasil kali dalam Euclidean dan subruang W yang dibangun oleh vektor (1,0,0). Proyeksi ortogonal x pada W adalah:
- A. (2,0,0)
- B. (0,3,1)
- C. (2,3,1)
- D. (1,0,0)
39. Diketahui vektor u = (1,2) dan v = (2,1) di R^2 dengan hasil kali dalam Euclidean. Jika W adalah ruang yang dibangun oleh v, maka proyeksi ortogonal u pada W adalah:
- A. (1,2)
- B. (1,2) kali v
- C. ((u.v)/(v.v)) v
- D. v
40. Jika W adalah subruang dari ruang hasil kali dalam V dan x anggota V, maka proyeksi ortogonal x pada W adalah anggota W yang memenuhi kondisi:
- A. jarak antara x dan proyeksinya maksimal
- B. vektor x dikurangi proyeksinya tegak lurus terhadap setiap anggota W
- C. proyeksi tersebut sama dengan x
- D. proyeksi tersebut nol
41. Diketahui vektor x = (1,2,2) dan subruang W yang dibangun oleh vektor (1,0,0) dan (0,1,1). Proyeksi ortogonal x pada W adalah:
- A. (1,2,2)
- B. (1,1,1)
- C. (1,2,2) tidak dapat dihitung
- D. (1,0,0)
42. Diketahui vektor x = (2,0,1) dan subruang W yang dibangun oleh vektor (1,0,0). Proyeksi ortogonal x pada W adalah:
- A. (2,0,0)
- B. (0,0,1)
- C. (2,0,1)
- D. (1,0,0)
43. Proses Gram-Schmidt digunakan untuk mengubah suatu basis menjadi basis:
- A. ortonormal
- B. ortogonal
- C. standar
- D. sembarang
44. Diketahui basis {v1, v2} di R^2 dengan v1=(1,1) dan v2=(1,0) dan hasil kali dalam Euclidean. Dengan proses Gram-Schmidt, vektor ortogonal pertama u1 adalah:
- A. (1,0)
- B. (1,1)
- C. (0,1)
- D. (1,1) dinormalisasi
45. Diketahui basis {v1, v2} di R^2 dengan v1=(1,1), v2=(1,0) dan hasil kali dalam Euclidean. Setelah memperoleh u1=(1,1), vektor u2 yang ortogonal terhadap u1 adalah:
- A. (0, -1)
- B. (1, -1)
- C. (0,5, -0,5)
- D. (1, 0)
46. Proses Gram-Schmidt pada basis {v1, v2, v3} menghasilkan vektor u3 dengan rumus:
- A. u3 = v3 – ((v3.u1)/(u1.u1)) u1 – ((v3.u2)/(u2.u2)) u2
- B. u3 = v3 – ((v3.v1)/(v1.v1)) v1 – ((v3.v2)/(v2.v2)) v2
- C. u3 = v3 – ((v3.u1)/(u1.u1)) u1
- D. u3 = u1 + u2
47. Diketahui basis {v1, v2} dengan v1=(1,0), v2=(1,2) di R^2. Hasil proses Gram-Schmidt (tanpa normalisasi) menghasilkan basis ortogonal:
- A. {(1,0), (1,2)}
- B. {(1,0), (0,2)}
- C. {(1,0), (0,1)}
- D. {(1,0), (2,2)}
48. Diketahui basis {v1, v2} dengan v1=(1,1), v2=(1,2) di R^2. Hasil proses Gram-Schmidt (tanpa normalisasi) menghasilkan basis ortogonal:
- A. {(1,1), (0,1)}
- B. {(1,1), (1,2)}
- C. {(1,1), (-0,5,0,5)}
- D. {(1,1), (0,5, -0,5)}
49. Diketahui titik-titik data (1,1), (2,3), (3,4). Garis lurus hampiran terbaik y = a + bx dengan metode kuadrat terkecil diperoleh dari sistem:
- A. 3a + 6b = 8 dan 6a + 14b = 19
- B. 3a + 6b = 19 dan 6a + 14b = 8
- C. a + 2b = 3 dan 2a + 3b = 4
- D. 3a + 2b = 8 dan 2a + 14b = 19
50. Diketahui titik data (1,2), (2,3). Garis lurus hampiran terbaik y = a + bx dengan metode kuadrat terkecil memiliki koefisien b sebesar:
- A. 1
- B. 0,5
- C. 2
- D. 0
51. Dalam hampiran terbaik menggunakan metode kuadrat terkecil, vektor galat (residual) antara data dan hampiran selalu:
- A. sejajar dengan ruang kolom matriks desain
- B. ortogonal terhadap ruang kolom matriks desain
- C. sama dengan nol
- D. sejajar dengan vektor data
52. Diketahui suatu himpunan vektor pada ruang hasil kali dalam. Vektor v merupakan hampiran terbaik untuk suatu vektor w dari subruang S jika dan hanya jika selisih w−v …
- A. ortogonal terhadap S
- B. sejajar dengan S
- C. memiliki panjang maksimum
- D. ortogonal terhadap w
53. Diberikan subruang S dari R^3 dengan basis {u1,u2}. Vektor w diproyeksikan ke S menghasilkan v. Syarat agar v disebut hampiran terbaik bagi w di S adalah …
- A. v tegak lurus terhadap w
- B. v merupakan titik di S yang jaraknya paling jauh ke w
- C. v sama dengan w
- D. v merupakan titik di S yang jaraknya paling dekat ke w
54. Misalkan W subruang dari ruang hasil kali dalam V. Jika w∈W dan v∈V, maka proyeksi ortogonal v pada W adalah hampiran terbaik untuk v di W. Pernyataan tersebut …
- A. salah, karena W harus berdimensi satu
- B. salah, karena proyeksi ortogonal bukan hampiran terbaik
- C. salah, karena hampiran terbaik harus berupa vektor satuan
- D. benar
55. Diberikan pemetaan T: R^2 → R^2 dengan T(x,y) = (2x, y+1). Sifat pemetaan T adalah …
- A. pemetaan linear
- B. pemetaan linear hanya jika domainnya R
- C. bukan pemetaan linear
- D. pemetaan linear hanya jika kodomainnya R
56. Suatu pemetaan T: V → W dikatakan pemetaan linear jika memenuhi …
- A. T(u+v) = T(u) + T(v) dan T(k u) = k T(u) untuk semua u,v∈V dan skalar k
- B. T(u+v) = T(u) + T(v) untuk semua u,v∈V
- C. T(k u) = k T(u) untuk semua u∈V dan skalar k
- D. T(0)=0
57. Diketahui T: R^3 → R^2 dengan T(x,y,z) = (x−y, 2z). Nilai T(1,2,3) adalah …
- A. (1,6)
- B. (−1,6)
- C. (−1,−6)
- D. (1,−6)
58. Pemetaan T: R^2 → R^2 didefinisikan T(x,y) = (x+1, y). Pemetaan ini termasuk …
- A. bukan pemetaan linear
- B. pemetaan linear
- C. pemetaan linear karena T(0,0)=(0,0)
- D. pemetaan linear hanya untuk x=0
59. Diketahui T: R^2 → R^2 adalah pemetaan linear dengan T(1,0) = (2,3) dan T(0,1) = (4,5). Maka T(1,1) adalah …
- A. (8,10)
- B. (2,3)
- C. (4,5)
- D. (6,8)
60. Jika T: R^2 → R^2 adalah pemetaan linear dengan T(1,0) = (2,−1) dan T(0,1) = (0,3), maka bayangan vektor (2,−1) adalah …
- A. (2,2)
- B. (4,2)
- C. (2,−5)
- D. (4,−5)
61. Diketahui matriks A = [[1,2],[3,4]]. Jika T(x) = A x dengan x∈R^2, maka pemetaan T adalah …
- A. hanya linear jika A matriks identitas
- B. bukan pemetaan linear
- C. pemetaan linear
- D. hanya linear jika A matriks nol
62. Diketahui matriks A berukuran 2×3. Pemetaan T: R^3 → R^2 didefinisikan T(x)=Ax. Matriks A yang sesuai untuk T adalah berukuran …
- A. 3×2
- B. 2×3
- C. 2×2
- D. 3×3
63. Diberikan basis B={v1,v2} di R^2 dan basis C={w1,w2} di R^2. Matriks representasi dari pemetaan linear T: R^2→R^2 terhadap basis B dan C adalah matriks M yang memenuhi …
- A. [v]_C = M [T(v)]_B
- B. [T(v)]_B = M [v]_C
- C. [T(v)]_C = M [v]_B
- D. [v]_B = M [T(v)]_C
64. Jika T: R^2→R^2 adalah pemetaan linear dengan matriks standar [[1,0],[0,2]], maka matriks T terhadap basis B = {(1,1),(1,−1)} adalah …
- A. [[1.5,−0.5],[−0.5,1.5]]
- B. [[1,1],[1,−1]]
- C. [[1,0],[0,2]]
- D. [[2,0],[0,1]]
65. Diketahui T: R^3→R^2 dengan T(x,y,z)=(x−y, y+z). Matriks standar untuk T adalah …
- A. [[1,0,−1],[0,1,1]]
- B. [[1,−1,0],[0,1,1]]
- C. [[1,−1,0],[1,1,0]]
- D. [[1,0,1],[0,−1,1]]
66. Inti (kernel) dari pemetaan linear T: R^2→R^2 dengan T(x,y)=(2x,0) adalah …
- A. {(0,y) | y∈R}
- B. {(x,0) | x∈R}
- C. {(0,0)}
- D. {(x,y) | x+y=0}
67. Diketahui T: R^3→R^3 dengan T(x,y,z)=(x, y, 0). Ruang peta (range) dari T adalah …
- A. {(x,0,z) | x,z∈R}
- B. {(x,y,0) | x,y∈R}
- C. {(0,y,z) | y,z∈R}
- D. R^3
68. Dimensi inti dari pemetaan linear T: R^3→R^2 dengan T(x,y,z)=(x+y, y+z) adalah …
- A. 3
- B. 2
- C. 1
- D. 0
69. Misalkan T: R^3 -> R^2 adalah pemetaan linear yang didefinisikan oleh T(x,y,z) = (x+2y, y-z). Inti (kernel) dari T adalah himpunan vektor (x,y,z) sehingga …
- A. x+2y=0 dan y-z=0
- B. x+2y=0 dan y+z=0
- C. x-2y=0 dan y-z=0
- D. x+2y=1 dan y-z=0
70. Diketahui pemetaan linear T: R^2 -> R^2 dengan T(x,y) = (x+y, x-y). Ruang peta (range) dari T adalah …
- A. R^2
- B. R
- C. himpunan vektor (a,b) dengan a=b
- D. himpunan (x,0)
71. Diberikan basis B = {v1, v2} untuk R^2 dengan v1=(1,2), v2=(3,4). Matriks transisi dari basis B ke basis standar S = {e1, e2} adalah matriks yang kolom-kolomnya merupakan …
- A. v1 dan v2
- B. e1 dan e2
- C. koordinat v1 terhadap S dan v2 terhadap S
- D. koordinat e1 terhadap B dan e2 terhadap B
72. Misalkan B = {u1, u2} dengan u1=(1,1), u2=(1,-1). Matriks transisi dari basis standar S ke basis B adalah …
- A. [[1,1],[1,-1]]
- B. [[0.5,0.5],[0.5,-0.5]]
- C. [[1,-1],[-1,1]]
- D. [[0.5,-0.5],[-0.5,0.5]]
73. Vektor x = (5,3) dinyatakan terhadap basis B = {(1,1), (2,1)}. Koordinat x terhadap B adalah …
- A. (1,2)
- B. (2,1)
- C. (-1,3)
- D. (3,-1)
74. Diketahui matriks transisi P = [[1,2],[3,4]] dari basis B ke basis S. Koordinat vektor x terhadap S adalah (7,9), maka koordinat x terhadap basis B adalah …
- A. (5,-2)
- B. (-5,2)
- C. (2,5)
- D. (-2,5)
75. Matriks yang menyatakan perubahan basis dari basis B ke basis yang sama (B ke B) adalah …
- A. matriks nol
- B. matriks identitas
- C. matriks diagonal
- D. matriks singular
76. Jika matriks P adalah matriks transisi dari basis A ke basis B, maka matriks transisi dari basis B ke basis A adalah …
- A. P
- B. P^T
- C. P^{-1}
- D. P^2
77. Diberikan matriks A = [[2,1],[1,2]]. Vektor eigen dari A yang bersesuaian dengan nilai eigen 1 adalah …
- A. (1,1)
- B. (1,-1)
- C. (2,1)
- D. (0,1)
78. Nilai eigen dari matriks diagonal A = [[3,0],[0,5]] adalah …
- A. 3 dan 5
- B. 0 dan 3
- C. 5 dan 0
- D. 3 dan 0
79. Jika λ adalah nilai eigen dari matriks A, maka nilai eigen dari A^{-1} (jika ada) adalah …
- A. λ
- B. 1/λ
- C. -λ
- D. λ^2
80. Vektor (2,3) adalah vektor eigen dari matriks [[4,2],[3,5]] dengan nilai eigen …
- A. 1
- B. 2
- C. 7
- D. 8
81. Diketahui matriks A berukuran 2×2 memiliki nilai eigen 2 dan 3. Jumlah nilai eigen (trace) A adalah …
- A. 2
- B. 3
- C. 5
- D. 6
82. Matriks A = [[2,0],[0,2]] memiliki kegandaan aljabar untuk nilai eigen 2 sebesar …
- A. 1
- B. 2
- C. 3
- D. 4
83. Matriks A = [[2,1],[0,2]] memiliki nilai eigen 2. Kegandaan geometri dari nilai eigen 2 adalah …
- A. 1
- B. 2
- C. 3
- D. 0
84. Matriks A berdimensi 3×3 memiliki polinom karakteristik (λ-1)^2(λ-2). Jika ruang eigen untuk λ=1 berdimensi 1, maka matriks A …
- A. dapat didiagonalkan
- B. tidak dapat didiagonalkan
- C. memiliki 3 vektor eigen bebas
- D. merupakan matriks diagonal
85. Jika suatu matriks A memiliki nilai eigen λ dengan kegandaan aljabar 3 dan kegandaan geometri 2, maka matriks A…
- A. dapat didiagonalkan
- B. tidak dapat didiagonalkan
- C. memiliki basis eigen yang lengkap
- D. merupakan matriks singular
86. Matriks A berukuran 3×3 memiliki nilai eigen λ=2 dengan kegandaan aljabar 3 dan ruang eigen berdimensi 1. Berapa jumlah vektor eigen bebas linear yang dapat diperoleh?
- A. 2
- B. 1
- C. 3
- D. 0
87. Matriks A dapat didiagonalkan jika dan hanya jika…
- A. determinan A tidak nol
- B. semua nilai eigen A berbeda
- C. A simetris
- D. terdapat matriks invertibel P dan matriks diagonal D sehingga A = PDP^{-1}
88. Diketahui matriks A memiliki vektor-vektor eigen yang membentuk basis di R^n. Maka matriks A…
- A. pasti singular
- B. pasti memiliki invers
- C. tidak dapat didiagonalkan
- D. dapat didiagonalkan
89. Matriks A berukuran 2×2 memiliki nilai eigen λ1=3 dan λ2=3, dan ruang eigen untuk λ=3 berdimensi 2. Maka matriks A…
- A. dapat didiagonalkan
- B. tidak dapat didiagonalkan
- C. memiliki determinan 0
- D. memiliki trace 3
90. Jika matriks A memiliki n nilai eigen yang berbeda, maka A…
- A. pasti dapat didiagonalkan
- B. pasti tidak dapat didiagonalkan
- C. hanya dapat didiagonalkan jika simetris
- D. tidak memiliki vektor eigen
91. Matriks P disebut matriks ortogonal jika…
- A. P^{-1} = P
- B. det(P) = 0
- C. P^T = -P
- D. P^{-1} = P^T
92. Jika P adalah matriks ortogonal, maka nilai determinan P adalah…
- A. 1 atau -1
- B. 0
- C. selalu 1
- D. selalu -1
93. Hasil kali dua matriks ortogonal P dan Q adalah…
- A. matriks ortogonal
- B. matriks singular
- C. matriks diagonal
- D. matriks identitas
94. Matriks rotasi di R^2 sebesar 90 derajat adalah matriks ortogonal karena…
- A. memiliki determinan -1
- B. memiliki invers yang sama dengan transpose
- C. baris-barisnya saling berlawanan
- D. kolom-kolomnya ortogonal dan panjang satu
95. Diketahui matriks P ortogonal. Maka vektor-vektor kolom dari P…
- A. saling tegak lurus dan memiliki panjang 0
- B. saling tegak lurus dan memiliki panjang 1
- C. sama dengan vektor baris
- D. tidak bebas linear
96. Jika A adalah matriks simetris dan memiliki nilai eigen berbeda, maka pendiagonalan ortogonal dari A…
- A. tidak mungkin dilakukan
- B. hanya mungkin jika A berukuran 2×2
- C. selalu dapat dilakukan
- D. memerlukan matriks diagonal yang singular
97. Langkah pertama dalam pendiagonalan ortogonal matriks simetris A adalah…
- A. mencari determinan A
- B. membalik matriks A
- C. mencari nilai eigen dan vektor eigen
- D. mengalikan A dengan transpose
98. Matriks A simetris dengan vektor eigen yang saling ortogonal. Maka A dapat didiagonalkan oleh matriks…
- A. invertibel sembarang
- B. ortogonal
- C. skalar
- D. singular
99. Hasil dari pendiagonalan ortogonal matriks simetris A menghasilkan matriks diagonal D yang…
- A. memiliki elemen nol semua
- B. berisi vektor eigen
- C. berisi nilai eigen pada diagonal utama
- D. merupakan matriks identitas
100. Jika matriks A dapat didiagonalkan secara ortogonal, maka A pasti…
- A. matriks miring-simetris
- B. matriks ortogonal
- C. matriks simetris
- D. matriks diagonal
Latihan Tambahan dengan AI
Salin prompt di bawah ini, lalu tempelkan ke ChatGPT, Gemini, Claude, atau AI lainnya untuk mendapatkan 50 soal latihan baru dengan materi yang sama. Soal yang dihasilkan AI akan berbeda dari soal di halaman ini.