MATA4112 — Aljabar Linear Elementer 1
1. Diberikan matriks A berordo 3 × 4 dan matriks B berordo m × n. Jika perkalian AB terdefinisi dan menghasilkan matriks berordo 3 × 2, maka nilai m dan n berturut-turut adalah…
- A. 4 dan 2
- B. 2 dan 4
- C. 3 dan 2
- D. 4 dan 3
2. Suatu matriks memiliki 5 baris dan 3 kolom. Pernyataan yang tepat mengenai matriks tersebut adalah…
- A. Matriks tersebut berordo 5 × 3 dan memiliki 15 elemen
- B. Matriks tersebut berordo 3 × 5 dan memiliki 15 elemen
- C. Matriks tersebut berordo 5 × 3 dan memiliki 8 elemen
- D. Matriks tersebut berordo 3 × 5 dan memiliki 8 elemen
3. Dalam notasi matriks, elemen a_{23} dari matriks A = [a_{ij}] menunjukkan…
- A. Elemen pada baris ke-3 dan kolom ke-2
- B. Elemen pada baris ke-2 dan kolom ke-3
- C. Elemen diagonal utama pada indeks 23
- D. Jumlah elemen baris ke-2 dan kolom ke-3
4. Seorang mahasiswa menuliskan matriks A berordo 2 × 3 dan matriks B berordo 3 × 1. Operasi yang dapat dilakukan pada kedua matriks tersebut adalah…
- A. Perkalian A dan B, menghasilkan matriks 2 × 1
- B. Perkalian B dan A, menghasilkan matriks 3 × 3
- C. Penjumlahan A dan B, menghasilkan matriks 2 × 3
- D. Perkalian A dan B, menghasilkan matriks 3 × 2
5. Diketahui matriks A berordo 4 × 2. Agar matriks A dapat dijumlahkan dengan matriks B, maka ordo matriks B haruslah…
- A. 4 × 2
- B. 2 × 4
- C. 4 × 4
- D. 2 × 2
6. Perbedaan mendasar antara ordo matriks dan elemen matriks adalah…
- A. Ordo dan elemen merupakan istilah yang sama untuk menyatakan dimensi matriks
- B. Ordo menyatakan isi matriks, sedangkan elemen menyatakan ukuran matriks
- C. Ordo merupakan jumlah semua elemen, sedangkan elemen adalah baris dan kolom
- D. Ordo menyatakan ukuran matriks, sedangkan elemen menyatakan isi matriks
7. Jika suatu matriks hanya terdiri dari satu baris dan beberapa kolom, matriks tersebut termasuk jenis…
- A. Matriks diagonal
- B. Matriks kolom
- C. Matriks persegi
- D. Matriks baris
8. PT Sentosa mencatat data penjualan tiga produk di dua toko. Manajer menyusun data tersebut dalam bentuk tabel dengan toko sebagai baris dan produk sebagai kolom. Representasi matematis yang tepat untuk data ini adalah…
- A. Matriks berordo 3 × 2
- B. Matriks berordo 2 × 3
- C. Matriks berordo 6
- D. Matriks berordo 5
9. Dalam suatu matriks persegi berordo n, elemen-elemen a_{11}, a_{22},…, a_{nn} membentuk…
- A. Kolom pertama matriks
- B. Diagonal sekunder matriks
- C. Diagonal utama matriks
- D. Baris terakhir matriks
10. Diberikan matriks A = [[2, 3], [1, 0]] dan B = [[1, 4], [2, 5]]. Hasil dari 2A + B adalah…
- A. [[5, 10], [3, 5]]
- B. [[4, 7], [3, 5]]
- C. [[5, 10], [4, 5]]
- D. [[4, 7], [4, 5]]
11. Sifat komutatif pada operasi matriks berlaku untuk…
- A. Perkalian matriks, tetapi tidak untuk penjumlahan matriks
- B. Penjumlahan matriks, tetapi tidak untuk perkalian matriks
- C. Penjumlahan maupun perkalian matriks
- D. Bukan untuk penjumlahan maupun perkalian matriks
12. Diketahui matriks P berordo 2 × 3, Q berordo 3 × 4, dan R berordo 4 × 2. Hasil perkalian PQR akan menghasilkan matriks berordo…
- A. 4 × 4
- B. 2 × 4
- C. 3 × 3
- D. 2 × 2
13. Sebuah perusahaan memiliki data biaya produksi dua pabrik untuk tiga jenis barang. Matriks biaya (dalam juta rupiah) adalah C = [[5, 3, 4], [6, 2, 5]]. Jika perusahaan ingin menaikkan semua biaya sebesar 20%, operasi matriks yang merepresentasikan biaya baru adalah…
- A. Penjumlahan matriks C dengan 0,2
- B. Perkalian skalar 0,2 dengan matriks C
- C. Perkalian skalar 1,2 dengan matriks C
- D. Perkalian matriks C dengan dirinya sendiri lalu dikali 0,2
14. Jika A adalah matriks 2 × 2 dengan A ≠ O dan A² = O (matriks nol), maka pernyataan yang benar tentang A adalah…
- A. Penjumlahan A dengan dirinya sendiri menghasilkan matriks nol
- B. A adalah matriks identitas
- C. A adalah matriks diagonal
- D. A tidak memiliki invers
15. Diberikan matriks A berordo 2 × 2 dan B berordo 2 × 2. Jika diketahui AB = BA, maka sifat yang dimiliki kedua matriks tersebut adalah…
- A. A dan B pasti matriks diagonal
- B. A dan B merupakan matriks identitas
- C. A dan B saling komutatif dalam perkalian
- D. A dan B memiliki determinan yang sama
16. Dalam suatu perhitungan matriks, Budi memperoleh (A + B)² = A² + 2AB + B². Agar hasil ini benar, syarat yang harus dipenuhi adalah…
- A. A dan B harus komutatif terhadap perkalian
- B. A dan B harus matriks persegi dengan ordo sama
- C. A dan B harus matriks diagonal
- D. A dan B harus matriks segitiga atas
17. Seorang analis data menjumlahkan matriks data dari dua periode. Matriks periode pertama adalah P = [[a, b], [c, d]] dan periode kedua adalah Q = [[e, f], [g, h]]. Jika hasil penjumlahannya adalah [[7, 9], [11, 13]] dan diketahui a=2, b=4, e=5, f=5, maka nilai c + g adalah…
- A. 6
- B. 11
- C. 15
- D. 8
18. Diberikan matriks A, B, dan C dengan ordo yang sesuai sehingga operasi A(BC) dan (AB)C terdefinisi. Perbandingan hasil kedua operasi tersebut selalu sama karena perkalian matriks memenuhi sifat…
- A. komutatif
- B. asosiatif
- C. distributif
- D. identitas
19. Di sebuah laboratorium data, seorang peneliti melakukan operasi pada matriks augmented sistem persamaan linear. Operasi yang melibatkan penukaran posisi dua baris dalam matriks termasuk dalam kategori…
- A. eliminasi Gauss-Jordan
- B. operasi kolom elementer
- C. operasi baris elementer
- D. ekspansi kofaktor
20. Sebuah matriks augmented merepresentasikan SPL dengan tiga persamaan dan tiga variabel. Setelah serangkaian OBE, diperoleh baris [0 0 0 | 5]. Makna dari baris tersebut adalah…
- A. sistem tidak konsisten
- B. sistem memiliki solusi tak hingga
- C. sistem memiliki solusi tunggal
- D. sistem ekuivalen dengan SPL homogen
21. Dalam proses eliminasi Gauss pada suatu matriks augmented berordo 3 × 4, seorang mahasiswa mengalikan baris kedua dengan konstanta k = 0. Tindakan ini merupakan…
- A. operasi baris elementer yang sah
- B. operasi kolom elementer yang diterapkan pada baris
- C. operasi yang hanya sah jika determinan matriks tidak nol
- D. operasi yang tidak diperbolehkan karena mengubah solusi
22. Budi menyelesaikan SPL dengan mengubah matriks augmented menjadi bentuk eselon. Setelah itu ia melanjutkan dengan substitusi mundur. Metode yang digunakan Budi adalah…
- A. eliminasi Gauss
- B. eliminasi Gauss-Jordan
- C. aturan Cramer
- D. metode invers matriks
23. Suatu matriks augmented setelah dikenai serangkaian OBE berubah bentuk namun solusi SPL-nya tetap sama. Hal ini karena OBE bersifat…
- A. mengubah solusi secara sistematis
- B. hanya berlaku pada SPL homogen
- C. mempertahankan himpunan solusi
- D. mengubah ordo matriks augmented
24. Seorang analis mengolah data SPL 3 × 3. Ia melakukan OBE: menambah dua kali baris pertama ke baris ketiga, lalu menukar baris kedua dan ketiga. Transformasi ini dapat direpresentasikan sebagai perkalian matriks augmented dengan…
- A. matriks eselon tereduksi
- B. matriks koefisien
- C. matriks adjoint
- D. matriks elementer
25. PT Teliti mencatat SPL dari data keuangan dengan matriks augmented 2 × 3. Jika setelah OBE baris menjadi [[1 2 | 3], [0 1 | 4]], maka banyaknya OBE yang telah dilakukan…
- A. selalu tepat dua kali
- B. selalu tepat tiga kali
- C. tidak dapat ditentukan dari hasil akhir
- D. sama dengan ordo matriks
26. Dalam OBE, menambah kelipatan suatu baris ke baris lain berbeda dengan menukar baris karena operasi pertama…
- A. menghasilkan matriks yang tidak ekuivalen
- B. hanya mengubah satu baris sedangkan baris pengali tetap
- C. mengubah ordo matriks
- D. hanya berlaku pada matriks persegi
27. Siti menerapkan eliminasi Gauss pada matriks augmented SPL 4 × 5. Setelah proses, ia menemukan satu baris nol sepenuhnya. Kesimpulan yang tepat adalah…
- A. sistem pasti tidak konsisten
- B. sistem pasti memiliki solusi tunggal
- C. terjadi kesalahan dalam OBE
- D. sistem mungkin memiliki solusi tak hingga
28. Perbedaan utama antara matriks eselon dan matriks eselon tereduksi terletak pada…
- A. unsur pertama taknol yang harus bernilai 1 dan menjadi satu-satunya unsur taknol di kolomnya
- B. keberadaan baris nol di bagian bawah
- C. jumlah baris dan kolom matriks
- D. kemampuan matriks merepresentasikan SPL
29. Sebuah matriks identitas I_3 setelah dikenai satu kali OBE berupa mengalikan baris ketiga dengan 5 akan menjadi…
- A. matriks eselon tereduksi
- B. matriks singular
- C. matriks augmented
- D. matriks elementer
30. Seorang mahasiswa mengubah matriks A menjadi matriks eselon tereduksi R. Ia menyatakan bahwa R = E_k… E_2 E_1 A, dengan E_i adalah matriks elementer. Pernyataan ini benar karena…
- A. matriks elementer selalu berbentuk eselon tereduksi
- B. setiap OBE dapat direpresentasikan oleh perkalian dengan matriks elementer
- C. A harus berupa matriks persegi
- D. matriks elementer dapat dijumlahkan
31. Pada eliminasi Gauss-Jordan, proses OBE dihentikan ketika matriks augmented telah mencapai bentuk…
- A. eselon dengan leading entry bernilai 1
- B. segitiga atas
- C. eselon tereduksi
- D. diagonal dengan elemen taknol
32. Di sebuah perusahaan, data produksi direpresentasikan dalam matriks. Manajer ingin melakukan operasi baris yang merepresentasikan penggantian baris kedua dengan jumlah baris kedua dan tiga kali baris pertama. Operasi ini ekuivalen dengan perkalian matriks data oleh matriks elementer yang diperoleh dari I dengan…
- A. menambah tiga kali baris pertama ke baris kedua
- B. menukar baris pertama dan kedua
- C. mengalikan baris pertama dengan tiga
- D. menambah satu kali baris kedua ke baris pertama
33. Seorang analis memiliki matriks eselon 4 × 5 dengan leading entry pada kolom 1, 3, dan 5. Banyaknya variabel bebas pada SPL yang direpresentasikan matriks tersebut adalah…
- A. 2
- B. 1
- C. 3
- D. 4
34. Perbedaan mendasar antara eliminasi Gauss dan eliminasi Gauss-Jordan adalah bahwa eliminasi Gauss-Jordan…
- A. hanya menggunakan operasi penukaran baris
- B. menghasilkan matriks eselon tereduksi, bukan hanya matriks eselon
- C. tidak memerlukan substitusi karena langsung menghasilkan solusi dalam bentuk parameter
- D. hanya berlaku untuk SPL homogen
35. Sebuah matriks eselon memiliki leading entry pada kolom 1, 2, dan 4. Manakah yang pasti benar mengenai matriks tersebut…
- A. Kolom ke-3 pasti merupakan kolom tanpa leading entry
- B. Baris pertama matriks memiliki leading entry
- C. Semua baris di bawah leading entry kolom 1 bernilai nol
- D. Matriks tersebut pasti berbentuk eselon tereduksi
36. Budi menerapkan satu kali OBE pada matriks identitas I_3: menambah dua kali baris pertama ke baris ketiga. Matriks elementer yang dihasilkan merepresentasikan OBE tersebut. Jika matriks elementer ini dikalikan dengan suatu matriks A berordo 3 × n, efek yang terjadi pada A adalah…
- A. Baris pertama A diganti dengan baris pertama ditambah dua kali baris ketiga
- B. Baris ketiga A diganti dengan baris ketiga ditambah dua kali baris pertama
- C. Baris ketiga A dikalikan dua lalu ditambahkan ke baris pertama
- D. Baris pertama dan ketiga A saling ditukar posisinya
37. Sistem persamaan linear homogen selalu memiliki setidaknya satu solusi karena…
- A. Vektor nol selalu memenuhi semua persamaan
- B. Koefisien semua variabel bernilai nol
- C. Jumlah persamaan sama dengan jumlah variabel
- D. Determinan matriks koefisiennya selalu nol
38. Siti menyusun SPL tiga variabel x, y, z dengan tiga persamaan. Setelah dihitung, ia menemukan bahwa persamaan ketiga merupakan hasil penjumlahan dua kali persamaan pertama dan tiga kali persamaan kedua. Kesimpulan yang tepat tentang SPL tersebut adalah…
- A. SPL pasti memiliki solusi tunggal
- B. SPL tidak akan memiliki solusi tunggal
- C. SPL pasti tidak konsisten
- D. SPL pasti memiliki solusi tak hingga banyaknya
39. PT Cahaya Nusantara mencatat data keuangan dengan SPL: 2x + 3y = 8, x – y = 1, dan 4x + y = 10. Setelah diselesaikan, diperoleh x = 2 dan y = 1. Namun saat disubstitusi ke persamaan ketiga, hasilnya 4(2) + 1 = 9 ≠ 10. Status SPL ini adalah…
- A. Tidak konsisten
- B. Konsisten dengan solusi tak hingga
- C. Konsisten dengan solusi tunggal
- D. Homogen dengan solusi trivial
40. Diketahui SPL non-homogen memiliki matriks augmented yang setelah eliminasi Gauss menghasilkan baris [0 0 0 | 7]. Makna baris tersebut adalah…
- A. Sistem memiliki tepat satu solusi
- B. Terdapat variabel bebas sehingga solusi tak hingga
- C. Sistem tidak memiliki solusi
- D. Sistem merupakan SPL homogen
41. Sebuah SPL dengan n persamaan dan n variabel memiliki solusi tak hingga. Hal ini terjadi karena…
- A. Matriks koefisien memiliki determinan tidak nol
- B. Ruas kanan semua persamaan bernilai nol
- C. Semua persamaan saling bebas linear
- D. Terdapat variabel bebas dalam solusi sistem
42. Budi dan Siti masing-masing menyelesaikan SPL yang sama. Budi menggunakan eliminasi Gauss dan memperoleh solusi x = 1, y = 2, z = 3. Siti menggunakan eliminasi Gauss-Jordan dan memperoleh x = 1, y = 2, z = 3 ditambah parameter t. Manakah yang pasti benar…
- A. Keduanya salah karena solusi tidak mungkin berbeda
- B. Siti melakukan kesalahan dalam proses OBE
- C. SPL yang diselesaikan memiliki solusi tak hingga
- D. Budi menemukan solusi tunggal sedangkan Siti menemukan solusi umum
43. Suatu SPL memiliki matriks augmented yang setelah diubah ke bentuk eselon tereduksi menghasilkan matriks identitas 3 × 3 di sebelah kiri dan kolom konstanta di sebelah kanan. Karakteristik solusi SPL ini adalah…
- A. Solusi tak hingga dengan satu variabel bebas
- B. Solusi tunggal
- C. Tidak memiliki solusi
- D. Solusi trivial karena SPL homogen
44. Seorang analis data di PT Megah Abadi menyelesaikan SPL 4 × 4 dan memperoleh matriks eselon tereduksi dengan tiga leading entry. Analis menyimpulkan bahwa sistem memiliki satu variabel bebas. Syarat agar kesimpulan ini benar adalah…
- A. Matriks augmented tidak memiliki baris bernilai nol
- B. Jumlah persamaan lebih sedikit dari jumlah variabel
- C. Determinan matriks koefisien bernilai nol
- D. SPL tersebut konsisten
45. SPL non-homogen A x = b memiliki solusi tunggal. Jika b diganti dengan vektor nol, maka SPL homogen A x = 0 yang terbentuk akan memiliki…
- A. Solusi tak hingga
- B. Tidak memiliki solusi
- C. Hanya solusi trivial
- D. Solusi non-trivial yang tak hingga
46. Seorang mahasiswa memeriksa konsistensi SPL dengan menghitung determinan matriks koefisien. Jika determinan bernilai tidak nol, maka dapat dipastikan bahwa…
- A. SPL tidak konsisten
- B. SPL konsisten dengan solusi tak hingga
- C. SPL konsisten dengan tepat satu solusi
- D. SPL homogen dengan solusi trivial
47. Diketahui SPL dengan matriks augmented berordo 3 × 5. Setelah eliminasi Gauss, terdapat dua baris tak nol dan satu baris nol lengkap [0 0 0 0 | 0]. Banyaknya variabel bebas pada SPL ini adalah…
- A. Dua
- B. Satu
- C. Tiga
- D. Empat
48. SPL A x = b dan A x = c memiliki matriks koefisien yang sama tetapi vektor konstanta berbeda. Jika SPL pertama tidak konsisten, maka SPL kedua…
- A. Mungkin konsisten atau tidak konsisten
- B. Pasti konsisten
- C. Pasti tidak konsisten
- D. Pasti memiliki solusi tak hingga
49. Seorang peneliti mengamati bahwa SPL 3 × 3 yang ia susun memiliki solusi x = 2 + t, y = 1 – 3t, z = t dengan t sembarang bilangan real. Karakteristik SPL tersebut adalah…
- A. Konsisten dengan solusi tunggal
- B. Tidak konsisten
- C. Konsisten dengan solusi tak hingga
- D. Homogen dengan solusi non-trivial
50. SPL homogen dengan matriks koefisien berordo 4 × 4 memiliki determinan nol. Manakah pernyataan yang benar…
- A. SPL hanya memiliki solusi trivial
- B. SPL tidak memiliki solusi
- C. SPL memiliki solusi tunggal
- D. SPL memiliki solusi non-trivial
51. Pada suatu SPL konsisten dengan 5 variabel, matriks augmented setelah eliminasi Gauss menghasilkan 3 leading entry. Manakah yang tidak mungkin terjadi pada SPL ini…
- A. Terdapat 2 variabel bebas
- B. Terdapat baris nol lengkap pada matriks augmented
- C. Sistem memiliki solusi tak hingga
- D. Sistem memiliki tepat satu solusi
52. PT Megah Jaya memiliki SPL yang setelah dieliminasi Gauss menghasilkan matriks eselon dengan leading entry pada kolom 1, 2, dan 5. Variabel yang terlibat adalah x₁ hingga x₅. Manakah pernyataan yang tepat tentang solusi SPL tersebut…
- A. Tidak memiliki solusi
- B. Memiliki tepat satu solusi
- C. Memiliki solusi dengan tiga variabel bebas
- D. Memiliki solusi dengan dua variabel bebas
53. Nilai determinan suatu matriks segitiga atas 4 × 4 sama dengan…
- A. jumlah elemen-elemen diagonal utamanya
- B. hasil kali semua elemen matriks
- C. hasil kali elemen-elemen diagonal utamanya
- D. jumlah semua elemen matriks
54. Perbedaan utama antara determinan suatu matriks dan matriks itu sendiri adalah…
- A. determinan selalu bernilai positif sedangkan matriks bisa negatif
- B. determinan dan matriks sama-sama susunan bilangan dengan ordo berbeda
- C. determinan hanya ada untuk matriks persegi dan bernilai skalar, sedangkan matriks berupa susunan bilangan
- D. determinan adalah invers dari matriks tersebut
55. Jika suatu matriks A berordo 3 × 3 memiliki dua kolom yang identik, maka determinan A adalah…
- A. 0
- B. 1
- C. tidak terdefinisi
- D. bergantung pada elemen lainnya
56. Seorang analis data di PT Nusa Indah menghitung determinan matriks 4 × 4 dengan menjumlahkan hasil kali elemen baris kedua dan kofaktornya masing-masing. Metode yang digunakan analis tersebut adalah…
- A. eliminasi Gauss
- B. aturan Cramer
- C. ekspansi kofaktor
- D. operasi baris elementer
57. Jika A adalah matriks persegi dan B diperoleh dari A dengan menukar dua baris, maka hubungan det(B) dan det(A) adalah…
- A. det(B) = det(A)
- B. det(B) = 0
- C. det(B) = 2 det(A)
- D. det(B) = -det(A)
58. Siti menerapkan ekspansi kofaktor pada matriks 5 × 5 menggunakan kolom ketiga. Ia harus memastikan bahwa tanda kofaktor elemen a_{i3} mengikuti aturan (-1)^{i+3}. Jika tanda yang digunakan salah, dampaknya adalah…
- A. determinan tetap benar karena tanda hanya formalitas
- B. determinan menjadi nol
- C. matriks menjadi singular
- D. bisa menghasilkan nilai determinan yang salah
59. Diketahui det(A) = 7 dan matriks B diperoleh dari A dengan mengalikan baris keempat A dengan 3. Nilai det(B) adalah…
- A. 7
- B. 21
- C. 10
- D. tidak berubah
60. Jika A adalah matriks 3 × 3 dengan det(A) = 4, maka det(2A) adalah…
- A. 32
- B. 8
- C. 12
- D. 4
61. PT Cipta Kreasi mengolah data menggunakan SPL 3 × 3. Manajer ingin mencari solusi SPL tersebut tanpa melakukan eliminasi Gauss, melainkan langsung menggunakan rasio determinan. Metode yang tepat adalah…
- A. dekomposisi LU
- B. substitusi mundur
- C. aturan Cramer
- D. operasi baris elementer
62. Syarat utama suatu matriks persegi A memiliki invers menggunakan metode adjoint adalah…
- A. det(A) = 0
- B. det(A) ≠ 0
- C. matriks A simetris
- D. matriks A segitiga
63. Budi menghitung invers matriks A berordo 3 × 3. Ia memperoleh det(A) = 0. Kesimpulan yang tepat tentang A adalah…
- A. A tidak memiliki invers
- B. A memiliki invers tunggal
- C. A pasti matriks nol
- D. invers A dapat dihitung dengan adjoint
64. Diketahui matriks A = [[a, b], [c, d]]. Jika det(A) = 5, maka matriks adj(A) adalah…
- A. [[-d, b], [c, -a]]
- B. [[d, -b], [-c, a]]
- C. [[d, b], [c, a]]
- D. [[a, -b], [-c, d]]
65. Seorang analis keuangan menggunakan aturan Cramer untuk SPL A x = b berordo 3 × 3. Ia menghitung det(A) = 0, det(A_1) = 0, det(A_2) = 0, dan det(A_3) = 0. Keadaan SPL tersebut adalah…
- A. solusi tunggal
- B. tidak konsisten atau solusi tak hingga
- C. pasti solusi tak hingga
- D. pasti tidak konsisten
66. PT Gunung Mas menggunakan matriks data berordo 4 × 4. Setelah dihitung, determinan matriks tersebut bernilai nol. Manajer menyimpulkan bahwa kolom-kolom matriks tersebut…
- A. saling bebas linear
- B. membentuk basis ruang vektor
- C. memiliki norm 1
- D. tidak bebas linear
67. Dalam aturan Cramer, solusi variabel x_j dinyatakan sebagai det(A_j)/det(A). A_j adalah matriks yang diperoleh dari A dengan…
- A. mengganti kolom ke-j dengan vektor konstanta
- B. menukar kolom ke-j dengan kolom pertama
- C. menghapus baris ke-j dan kolom ke-j
- D. mengalikan kolom ke-j dengan det(A)
68. Siti menghitung invers matriks A menggunakan adjoint dan memperoleh A^{-1} = (1/2) [[4, -2], [-3, 1]]. Matriks A yang dimaksud adalah…
- A. [[1, 2], [3, 4]]
- B. [[4, 2], [3, 1]]
- C. [[2, 2], [3, 2]]
- D. [[1, 3], [2, 4]]
69. Di ruang vektor R³, diketahui vektor u dan v tidak nol dan saling tak sejajar. Vektor w = 2u – 3v merupakan contoh dari…
- A. kombinasi linear u dan v
- B. vektor nol
- C. vektor satuan
- D. vektor yang bebas linear dari u dan v
70. PT Cipta Visual merancang animasi 3D. Desainer mendefinisikan tiga vektor di R³: p = (1,0,2), q = (2,1,0), dan r = (5,1,4). Desainer mencurigai r merupakan kombinasi linear dari p dan q. Untuk memverifikasi, desainer harus memeriksa apakah…
- A. p + q = r
- B. p, q, dan r saling tegak lurus
- C. terdapat skalar α, β sehingga αp + βq = r
- D. panjang r sama dengan panjang p ditambah panjang q
71. Jika himpunan vektor {v₁, v₂, v₃} di R³ bebas linear, maka persamaan c₁v₁ + c₂v₂ + c₃v₃ = 0 hanya terpenuhi bila…
- A. salah satu dari c₁, c₂, c₃ tidak nol
- B. c₁, c₂, c₃ semuanya nol
- C. c₁, c₂, c₃ semuanya bernilai 1
- D. minimal dua dari c₁, c₂, c₃ bernilai nol
72. Seorang insinyur mengamati empat vektor di R³: u₁ = (1,0,1), u₂ = (0,1,2), u₃ = (1,1,3), dan u₄ = (2,1,4). Ia menyatakan bahwa himpunan tersebut pasti bergantung linear. Dasar pernyataan ini adalah…
- A. semua vektor tersebut memiliki komponen positif
- B. R³ hanya dapat memuat maksimal tiga vektor yang bebas linear
- C. u₁ dan u₂ sudah bebas linear, sehingga vektor lain otomatis bergantung
- D. jumlah komponen semua vektor sama
73. Dua vektor di R³ dikatakan bergantung linear jika…
- A. kedua vektor tersebut saling tegak lurus
- B. kedua vektor memiliki panjang yang sama
- C. jumlah kedua vektor menghasilkan vektor nol
- D. salah satu vektor merupakan kelipatan skalar dari vektor lainnya
74. Budi memiliki vektor a = (4,-2,6) dan b = (-2,1,-3) di R³. Ia mengamati bahwa b = -½ a. Kesimpulan yang tepat tentang a dan b adalah…
- A. a dan b bebas linear dan membangun bidang
- B. a dan b bergantung linear dan segaris
- C. a dan b bebas linear dan saling tegak lurus
- D. a dan b bergantung linear dan membangun ruang
75. Seorang fisikawan menggambarkan posisi partikel dengan vektor di R³. Partikel bergerak sehingga posisinya setiap saat t diberikan oleh r(t) = (2,1,3) + t(4,0,-1). Operasi vektor yang mendasari representasi ini adalah…
- A. perkalian titik dan pengurangan vektor
- B. perkalian silang dan penjumlahan vektor
- C. perkalian skalar dan penjumlahan vektor
- D. proyeksi ortogonal dan perkalian skalar
76. Di R³, himpunan semua vektor yang dapat dinyatakan sebagai α(1,0,0) + β(0,1,0) + γ(0,0,1) dengan α, β, γ ∈ R adalah…
- A. sebuah garis melalui titik asal
- B. sebuah bidang melalui titik asal
- C. seluruh ruang R³
- D. oktan pertama R³
77. Di R³, persamaan parameter garis yang melalui titik P(1,2,-1) dengan vektor arah v = (3,0,2) adalah…
- A. (x,y,z) = t(1,2,-1) + (3,0,2), t ∈ R
- B. (x,y,z) = (1,2,-1) + t(3,0,2), t ∈ R
- C. (x,y,z) = (3,0,2) + t(1,2,-1), t ∈ R
- D. (x,y,z) = t(1,2,-1) + s(3,0,2), t,s ∈ R
78. PT Desain Arsitektur memodelkan balok penyangga sebagai garis di R³ yang melalui A(2,0,5) dan B(6,2,3). Vektor arah garis AB adalah…
- A. (4,2,-2)
- B. (8,2,8)
- C. (3,1,4)
- D. (-4,-2,2)
79. Persamaan parameter bidang yang melalui titik P(2,−1,3) dan sejajar dengan vektor a = (2,1,−1) serta b = (0,1,2) adalah…
- A. x = 2 + 2s, y = −1 + s + t, z = 3 − s + 2t
- B. x = 2 + 2s + t, y = −1 + s + t, z = 3 − s + 2t
- C. x = 2 + 2s, y = −1 + s + t, z = 3 − s + t
- D. x = 2 + s, y = −1 + s + 2t, z = 3 − s + t
80. Siti ingin membuat persamaan parameter garis yang tegak lurus terhadap sumbu-y dan melalui titik (4,0,−2). Vektor arah yang tepat digunakan adalah…
- A. (1,0,0)
- B. (0,0,1)
- C. (1,0,2)
- D. (4,0,−2)
81. Dua vektor arah u dan w pada persamaan parameter bidang di R³ harus memenuhi syarat…
- A. u dan w harus saling tegak lurus
- B. u dan w harus sejajar
- C. u dan w harus merupakan vektor satuan
- D. u dan w harus bebas linear
82. Seorang animator mendefinisikan gerakan objek sepanjang garis lurus di R³. Titik awal (1,1,1) dan setelah 2 detik posisinya (7,5,3). Persamaan parameter gerakan dengan parameter t (waktu dalam detik) adalah…
- A. (x,y,z) = (1,1,1) + t(3,2,1), t ∈ R
- B. (x,y,z) = (1,1,1) + t(6,4,2), t ∈ R
- C. (x,y,z) = (7,5,3) + t(1,1,1), t ∈ R
- D. (x,y,z) = t(7,5,3) + (1-t)(1,1,1), t ∈ R
83. Perbedaan utama antara persamaan parameter garis dan persamaan parameter bidang di R³ adalah…
- A. garis menggunakan dua parameter, bidang menggunakan satu parameter
- B. garis hanya ada di R², bidang hanya di R³
- C. garis selalu melalui titik asal, bidang tidak
- D. garis memerlukan satu vektor arah, bidang memerlukan dua vektor arah yang bebas linear
84. Persamaan parameter (x,y,z) = (2,1,0) + t(1,0,-1) + s(0,2,3) dengan t,s ∈ R merepresentasikan apa di R³…
- A. bidang yang melalui (2,1,0)
- B. garis lurus yang melalui (2,1,0)
- C. seluruh ruang R³
- D. sebuah titik (2,1,0) saja
85. Operasi dua vektor di R³ yang menghasilkan skalar disebut…
- A. perkalian silang
- B. perkalian titik
- C. proyeksi ortogonal
- D. kombinasi linear
86. Diketahui vektor u = (2, -1, 4) dan v = (0, 3, -2). Hasil perkalian titik u · v adalah…
- A. 11
- B. -5
- C. 5
- D. -11
87. Jika vektor a dan b di R³ saling tegak lurus, maka nilai a · b adalah…
- A. 0
- B. -1
- C. 1
- D. bergantung panjang a dan b
88. Seorang insinyur perlu menghitung luas jajaran genjang yang dibentuk oleh vektor p = (1,2,0) dan q = (0,1,3). Operasi yang tepat digunakan adalah…
- A. perkalian titik p · q
- B. proyeksi p pada q
- C. panjang vektor p + q
- D. panjang perkalian silang p × q
89. Proyeksi ortogonal vektor u pada vektor v menghasilkan vektor yang…
- A. sejajar dengan v
- B. tegak lurus terhadap u
- C. sejajar dengan u
- D. tegak lurus terhadap v
90. PT Animasi Kencana membuat simulasi gaya pada benda di R³. Gaya F = (3, -2, 1) bekerja sepanjang perpindahan d = (1, 2, 2). Besar kerja yang dilakukan gaya adalah…
- A. 3
- B. 7
- C. 5
- D. 9
91. Siti menghitung perkalian silang u × v dan v × u pada dua vektor di R³. Hubungan yang tepat antara keduanya adalah…
- A. u × v = v × u
- B. u × v = – (v × u)
- C. u × v = v × u = 0
- D. u × v dan v × u saling tegak lurus
92. Jika dua vektor di R³ segaris, maka perkalian silangnya menghasilkan…
- A. vektor satuan
- B. skalar nol
- C. vektor nol
- D. skalar sama dengan hasil kali panjangnya
93. Vektor normal suatu bidang di R³ selalu…
- A. sejajar dengan bidang
- B. terletak pada bidang
- C. sejajar dengan vektor arah bidang
- D. tegak lurus terhadap bidang
94. Seorang arsitek memodelkan atap sebagai bidang yang melalui tiga titik P(1,0,0), Q(0,1,0), dan R(0,0,2). Vektor normal bidang tersebut dapat diperoleh dari…
- A. (PQ) × (PR)
- B. P · Q × R
- C. (PQ) · (PR)
- D. P + Q + R
95. Budi memiliki bidang dengan vektor normal n = (2, -1, 3). Persamaan koordinat bidang yang melalui titik (1, 2, -1) adalah…
- A. 2x – y + 3z = 5
- B. 2x – y + 3z = 3
- C. 2x – y + 3z = -3
- D. 2x – y + 3z = 7
96. Jika vektor normal suatu bidang adalah (0, 0, 5), maka bidang tersebut…
- A. sejajar sumbu-x saja
- B. sejajar bidang-xy
- C. sejajar sumbu-y saja
- D. sejajar bidang-xz
97. Jarak titik T(2, -1, 3) ke bidang 2x – 3y + 6z = 5 adalah…
- A. 26/7
- B. 14/7
- C. 20/7
- D. 8/7
98. PT Dirgantara memodelkan lintasan pesawat sebagai garis lurus. Garis tersebut sejajar bidang 2x – y + 4z = 10 jika vektor arah garis tegak lurus terhadap…
- A. (-2, 1, -4)
- B. (1, 2, 0)
- C. (0, 4, 1)
- D. (2, -1, 4)
99. Seorang surveyor ingin menentukan apakah titik P(3, 1, -2) terletak pada bidang 2x – y + z = 3. Hasil pemeriksaan menunjukkan…
- A. titik terletak pada bidang
- B. titik berjarak 4 satuan dari bidang
- C. titik berjarak 2 satuan dari bidang
- D. titik berjarak 1 satuan dari bidang
100. Dua bidang di R³ dikatakan sejajar jika…
- A. vektor normalnya saling tegak lurus
- B. perkalian titik vektor normalnya nol
- C. vektor normalnya kelipatan skalar satu sama lain
- D. perkalian silang vektor normalnya nol
Latihan Tambahan dengan AI
Salin prompt di bawah ini, lalu tempelkan ke ChatGPT, Gemini, Claude, atau AI lainnya untuk mendapatkan 50 soal latihan baru dengan materi yang sama. Soal yang dihasilkan AI akan berbeda dari soal di halaman ini.