ISIP4213 — Sistem Politik Indonesia
1. David Easton mendefinisikan sistem politik sebagai seperangkat interaksi yang diabstraksikan dari seluruh perilaku sosial, di mana nilai-nilai dialokasikan secara…
- A. Demokratis dan terbuka untuk seluruh warga negara
- B. Otoritatif untuk masyarakat secara keseluruhan
- C. Proporsional berdasarkan kontribusi individu kepada negara
- D. Konsensual melalui musyawarah seluruh elemen masyarakat
2. Dalam analisis sistem politik David Easton, yang dimaksud dengan “input” adalah…
- A. Tuntutan dan dukungan yang datang dari lingkungan ke dalam sistem politik
- B. Kebijakan dan keputusan yang dihasilkan oleh pemerintah
- C. Proses konversi nilai-nilai dalam lembaga legislatif
- D. Mekanisme umpan balik antara pemerintah dan masyarakat
3. Konsep “feedback” dalam model analisis sistem politik David Easton berfungsi untuk…
- A. Mengubah tuntutan masyarakat menjadi kebijakan pemerintah secara langsung
- B. Memisahkan lingkungan internal dan eksternal sistem politik
- C. Menentukan legitimasi pemerintah dalam mengalokasikan nilai
- D. Menyampaikan informasi tentang output kepada sistem agar dapat melakukan penyesuaian
4. Gabriel Almond membedakan pendekatan struktural fungsional dari pendekatan tradisional karena pendekatan ini menekankan pada…
- A. Studi tentang hukum dan konstitusi negara secara formal
- B. Perbandingan sistem pemerintahan berdasarkan wilayah geografis
- C. Fungsi-fungsi yang dijalankan oleh berbagai struktur dalam sistem politik
- D. Perilaku individu sebagai unit analisis utama dalam politik
5. Dalam pendekatan struktural fungsional Almond, fungsi “rule making” setara dengan fungsi yang dijalankan oleh lembaga…
- A. Yudikatif dalam memutus sengketa hukum
- B. Legislatif dalam membuat undang-undang
- C. Eksekutif dalam menjalankan pemerintahan sehari-hari
- D. Militer dalam menjaga ketertiban dan keamanan negara
6. Dalam analisis struktural fungsional, yang dimaksud dengan “multifungsionalitas” struktur adalah…
- A. Satu struktur dapat menjalankan lebih dari satu fungsi sekaligus
- B. Satu fungsi hanya dapat dijalankan oleh satu struktur yang khusus
- C. Setiap struktur memiliki fungsi yang saling bertentangan satu sama lain
- D. Fungsi-fungsi dalam sistem politik selalu terbagi secara proporsional
7. Sosialisasi politik di Indonesia pada era Orde Baru sangat dipengaruhi oleh peran dominan negara. Salah satu mekanisme sosialisasi formal yang digunakan pemerintah Orde Baru adalah…
- A. Pemilu multipartai yang terbuka dan kompetitif
- B. Kebebasan pers dalam menyebarluaskan nilai-nilai politik
- C. Penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila)
- D. Organisasi masyarakat sipil yang independen dari pemerintah
8. Agen sosialisasi politik yang dianggap paling awal dan mendasar dalam membentuk orientasi politik seseorang adalah…
- A. Partai politik karena secara langsung mentransmisikan ideologi
- B. Media massa karena menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara luas
- C. Sekolah karena mengajarkan pendidikan kewarganegaraan secara formal
- D. Keluarga karena merupakan lingkungan pertama yang membentuk nilai-nilai dasar individu
9. Budaya politik “parokial” menurut Almond dan Verba ditandai oleh…
- A. Kesadaran tinggi terhadap sistem politik dan aktif berpartisipasi di dalamnya
- B. Tidak adanya orientasi terhadap sistem politik, input, maupun output
- C. Orientasi yang kuat terhadap output namun pasif dalam proses input
- D. Partisipasi aktif dalam pemilihan tetapi menolak kebijakan pemerintah
10. Jika budaya politik Indonesia pasca-reformasi menunjukkan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pemilu dan pengawasan kebijakan, maka tipe budaya politik yang paling tepat untuk menggambarkannya adalah…
- A. Budaya politik partisipan
- B. Budaya politik parokial
- C. Budaya politik subjek
- D. Budaya politik tradisional
11. Dalam teori ekonomi politik, yang dimaksud dengan “ekonomi politik” sebagai bidang kajian adalah…
- A. Ilmu yang mempelajari cara negara mengumpulkan pendapatan pajak
- B. Studi tentang pengelolaan keuangan negara dalam anggaran tahunan
- C. Kajian tentang hubungan timbal balik antara kekuatan ekonomi dan kekuatan politik
- D. Analisis terhadap dampak kebijakan moneter terhadap inflasi nasional
12. Salah satu karakteristik utama dinamika ekonomi politik Indonesia pada era Orde Baru adalah…
- A. Dominasi sektor swasta nasional yang bebas dari intervensi negara
- B. Liberalisasi penuh pasar modal dan perdagangan internasional
- C. Desentralisasi pengelolaan sumber daya alam ke pemerintah daerah
- D. Keterlibatan militer dan kroni penguasa dalam pengelolaan ekonomi
13. Partisipasi politik dalam pengertian yang luas mencakup…
- A. Hanya kegiatan memberikan suara dalam pemilihan umum
- B. Semua kegiatan warga yang bertujuan mempengaruhi proses pengambilan keputusan politik
- C. Kegiatan yang dilakukan semata-mata oleh anggota partai politik
- D. Aktivitas yang dilakukan oleh pejabat negara dalam menjalankan tugas pemerintahan
14. Partisipasi politik yang bersifat “konvensional” berbeda dari yang “non-konvensional” karena partisipasi konvensional…
- A. Hanya dilakukan oleh kelompok elite dan berpendidikan tinggi
- B. Selalu menghasilkan perubahan kebijakan yang signifikan
- C. Dilakukan melalui saluran yang diakui dan diterima oleh sistem politik yang ada
- D. Tidak melibatkan interaksi langsung antara warga dan pejabat pemerintah
15. Perkembangan partisipasi politik di Indonesia pasca-reformasi 1998 ditandai oleh…
- A. Meluasnya kebebasan berpolitik dan munculnya berbagai partai politik baru
- B. Pengurangan jumlah partai politik menjadi hanya tiga partai peserta pemilu
- C. Penguatan peran militer dalam pengawasan partisipasi politik masyarakat
- D. Pembatasan hak pilih hanya kepada warga yang memiliki pendidikan tertentu
16. Pemilihan umum di Indonesia berfungsi sebagai sarana legitimasi karena…
- A. Pemilu menjamin bahwa kandidat terbaik selalu berhasil terpilih
- B. Pemilu menghapus konflik kepentingan di antara kelompok-kelompok sosial
- C. Pemilu memastikan pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia
- D. Pemilu memberikan mandat rakyat kepada pemimpin yang terpilih untuk menjalankan kekuasaan
17. Sistem pemilu proporsional yang digunakan Indonesia dalam pemilihan anggota DPR memiliki konsekuensi bahwa…
- A. Calon yang meraih suara terbanyak di setiap daerah pemilihan otomatis menang
- B. Kursi dibagi kepada partai berdasarkan persentase suara yang diperoleh
- C. Hanya dua partai terbesar yang mendapatkan kursi di parlemen
- D. Setiap daerah pemilihan diwakili oleh satu anggota parlemen saja
18. Fungsi utama partai politik dalam sistem politik demokratis adalah…
- A. Mengelola anggaran negara dan kebijakan fiskal pemerintah
- B. Mengawasi pelaksanaan putusan mahkamah konstitusi
- C. Mengartikulasikan dan mengagregasikan kepentingan masyarakat serta merekrut pemimpin politik
- D. Menentukan batas wilayah administrasi pemerintahan daerah
19. Yang membedakan kelompok kepentingan dari partai politik adalah bahwa kelompok kepentingan…
- A. Tidak berupaya merebut kekuasaan pemerintahan secara langsung
- B. Memiliki keanggotaan yang lebih luas daripada partai politik
- C. Selalu bersifat rahasia dan tidak terdaftar secara resmi
- D. Dilarang terlibat dalam proses pemilihan umum manapun
20. Kelompok penekan (pressure group) menggunakan berbagai strategi untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah. Strategi yang paling langsung dan formal adalah…
- A. Kampanye media sosial untuk membentuk opini publik
- B. Mengorganisir demonstrasi massa di depan gedung pemerintah
- C. Mendanai kampanye kandidat politik tertentu secara diam-diam
- D. Lobi langsung kepada pembuat kebijakan melalui pertemuan resmi
21. Pada masa Orde Baru, partai-partai politik difusikan menjadi hanya tiga organisasi peserta pemilu. Kebijakan ini bertujuan untuk…
- A. Meningkatkan kualitas ideologi partai agar lebih modern dan progresif
- B. Menyederhanakan sistem kepartaian sekaligus memudahkan kontrol pemerintah
- C. Memperluas partisipasi masyarakat dalam kehidupan berpolitik
- D. Menciptakan kompetisi yang sehat antar kelompok ideologi berbeda
22. Lembaga legislatif di Indonesia pasca-reformasi terdiri dari DPR, DPD, dan MPR. Fungsi utama DPD yang membedakannya dari DPR adalah…
- A. Mengajukan dan mengesahkan rancangan undang-undang di bidang hukum pidana
- B. Memilih dan memberhentikan presiden dalam sidang paripurna
- C. Mengajukan rancangan undang-undang yang berkaitan dengan kepentingan daerah
- D. Menetapkan anggaran pendapatan dan belanja negara setiap tahun
23. Pada masa Orde Baru, lembaga legislatif (DPR/MPR) cenderung berfungsi sebagai “tukang stempel” kebijakan eksekutif. Hal ini terjadi karena…
- A. Komposisi anggota DPR/MPR didominasi oleh Golkar dan anggota TNI/Polri yang mendukung pemerintah
- B. Konstitusi secara eksplisit memberikan supremasi kepada presiden atas parlemen
- C. Anggota DPR memiliki rangkap jabatan sebagai menteri dalam kabinet pemerintah
- D. Pemilihan umum tidak pernah diselenggarakan selama masa Orde Baru berlangsung
24. Lembaga eksekutif di Indonesia menjalankan fungsi pemerintahan sehari-hari. Dalam sistem presidensial, presiden bertanggung jawab kepada…
- A. Parlemen yang dapat menjatuhkan presiden melalui mosi tidak percaya
- B. Mahkamah Agung selaku puncak kekuasaan kehakiman di Indonesia
- C. Perdana menteri yang membentuk dan memimpin kabinet pemerintahan
- D. Rakyat yang memilihnya secara langsung melalui pemilihan umum
25. Mahkamah Konstitusi (MK) di Indonesia memiliki kewenangan yang tidak dimiliki oleh Mahkamah Agung (MA), yaitu…
- A. Mengadili perkara pidana bagi pejabat negara yang melakukan korupsi
- B. Melakukan pengujian undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar 1945
- C. Mengawasi pelaksanaan putusan pengadilan negeri di seluruh Indonesia
- D. Memberikan grasi dan amnesti kepada terpidana atas nama kepala negara
26. Konsep “kemandirian yudisial” (judicial independence) penting dalam sistem demokrasi karena…
- A. Hakim tidak perlu memiliki keahlian hukum khusus dalam memutus perkara
- B. Lembaga yudikatif dapat membuat undang-undang baru sesuai kebutuhan
- C. Lembaga peradilan dapat memutus perkara secara adil tanpa tekanan dari eksekutif maupun legislatif
- D. Hakim dapat mengabaikan undang-undang yang dianggap tidak adil secara moral
27. Lembaga yudikatif pada masa Orde Baru berada dalam kondisi yang lemah karena…
- A. Pengangkatan hakim berada di bawah kendali eksekutif sehingga independensi peradilan sangat terbatas
- B. Mahkamah Agung dihapus dan digantikan oleh lembaga pengadilan militer
- C. Anggaran lembaga peradilan tidak dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara
- D. Hakim tidak diberikan wewenang untuk mengadili perkara yang melibatkan pejabat negara
28. Birokrasi di Indonesia dalam perspektif ilmu politik dapat didefinisikan sebagai…
- A. Sekumpulan prosedur dan aturan yang menghambat pelayanan publik
- B. Kelompok politisi yang menentukan kebijakan di tingkat kabupaten dan kota
- C. Lembaga keuangan negara yang mengelola anggaran pemerintah pusat
- D. Aparatur pemerintah yang melaksanakan kebijakan berdasarkan hierarki, spesialisasi, dan aturan formal
29. Pada masa Orde Baru, birokrasi Indonesia mengalami politisasi yang ditandai oleh…
- A. Rekrutmen pegawai negeri berdasarkan sistem merit dan kompetensi profesional
- B. Pegawai negeri sipil diwajibkan menjadi anggota dan pendukung Golkar
- C. Desentralisasi kewenangan birokrasi kepada pemerintah daerah tingkat kabupaten
- D. Penghapusan jabatan struktural dalam birokrasi guna efisiensi pemerintahan
30. Konsep dwifungsi ABRI pada masa Orde Baru merujuk pada peran militer sebagai…
- A. Kekuatan pertahanan dan kekuatan ekonomi yang mengelola BUMN strategis
- B. Penjaga ketertiban internal dan penjaga batas wilayah internasional
- C. Kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik
- D. Penegak hukum militer dan pembuat kebijakan legislatif nasional
31. Perubahan peran militer pasca-reformasi 1998 ditandai dengan penghapusan dwifungsi ABRI. Konsekuensi langsungnya adalah…
- A. Militer tidak lagi memiliki kursi di DPR dan harus kembali ke fungsi pertahanan
- B. Militer mengambil alih kewenangan polisi dalam penegakan hukum sipil
- C. Panglima TNI menjadi anggota tetap kabinet pemerintah sipil
- D. Militer mendapatkan hak pilih dalam pemilihan umum legislatif
32. Desentralisasi politik yang diterapkan Indonesia pasca-reformasi bertujuan untuk…
- A. Mengalihkan seluruh kewenangan pemerintah pusat kepada pemerintah desa
- B. Memperkuat peran pemerintah pusat dalam mengatur urusan daerah secara langsung
- C. Mengurangi jumlah provinsi guna menyederhanakan struktur pemerintahan
- D. Memberikan kewenangan yang lebih besar kepada daerah untuk mengurus urusan rumah tangganya sendiri
33. Politik lokal pada masa Orde Baru ditandai oleh sentralisasi kekuasaan yang ketat. Implikasinya terhadap pemerintah daerah adalah…
- A. Pemerintah daerah bebas menentukan kebijakan pajak dan penganggaran lokal
- B. Kepala daerah dipilih langsung oleh masyarakat lokal melalui pemilu daerah
- C. Kepala daerah ditunjuk oleh pemerintah pusat dan bertanggung jawab ke atas
- D. Otonomi fiskal penuh diberikan kepada setiap kabupaten dan kota
34. Pemilihan kepala daerah secara langsung (Pilkada langsung) yang dimulai di Indonesia pada tahun 2005 merupakan implementasi dari prinsip…
- A. Dekonsentrasi kekuasaan dari pemerintah pusat ke perwakilan daerah
- B. Demokratisasi lokal dan akuntabilitas horizontal kepala daerah kepada rakyat
- C. Sentralisasi pengambilan keputusan di tingkat provinsi
- D. Eliminasi peran DPRD dalam proses politik lokal
35. Kebijakan pemerintah pusat Orde Baru terhadap politik lokal melalui UU No. 5 Tahun 1974 mencerminkan prinsip…
- A. Otonomi seluas-luasnya kepada daerah tingkat II
- B. Federalisme asimetris yang mengakui kekhususan daerah tertentu
- C. Desentralisasi fiskal yang memprioritaskan pendapatan asli daerah
- D. Sentralisasi dan keseragaman pola pemerintahan daerah di seluruh Indonesia
36. Lingkungan eksternal yang mempengaruhi sistem politik Indonesia mencakup faktor-faktor di luar batas territorial negara. Salah satu contoh pengaruh eksternal yang signifikan adalah…
- A. Tekanan lembaga internasional seperti IMF yang mempengaruhi kebijakan ekonomi dalam negeri
- B. Konflik antar suku bangsa yang terjadi di wilayah pedalaman Indonesia
- C. Perbedaan ideologi partai-partai politik yang bersaing dalam pemilu
- D. Kebijakan desentralisasi yang diterapkan oleh pemerintah pusat kepada daerah
37. Politik luar negeri Indonesia yang menganut prinsip “bebas aktif” berarti…
- A. Bebas dari semua perjanjian internasional dan aktif menyebarkan ideologi nasional
- B. Bebas bergabung dengan blok manapun dan aktif melakukan ekspansi wilayah
- C. Bebas dari pengaruh blok kekuatan manapun dan aktif berkontribusi dalam perdamaian dunia
- D. Bebas menentukan mitra dagang dan aktif dalam perang proksi kawasan
38. Pembentukan politik luar negeri Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor internal. Faktor yang paling mendasar adalah…
- A. Posisi geopolitik Indonesia sebagai negara kepulauan di perbatasan dua samudra
- B. Nilai-nilai yang tertuang dalam Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 sebagai landasan ideologis
- C. Kepentingan ekonomi para pengusaha besar yang memiliki jaringan perdagangan internasional
- D. Tekanan opini publik internasional melalui media massa global
39. Dalam analisis sistem Easton, ketika kebijakan pemerintah mengundang reaksi penolakan luas dari masyarakat, situasi tersebut menunjukkan proses…
- A. Konversi input menjadi output dalam sistem politik
- B. Dukungan yang menguat terhadap pemerintah sebagai komunitas politik
- C. Terjadinya keseimbangan antara tuntutan dan kapasitas sistem
- D. Umpan balik negatif yang menghasilkan tuntutan baru kepada sistem
40. Perbandingan antara sistem politik pada masa Orde Baru dan pasca-reformasi menunjukkan perbedaan mendasar dalam hal…
- A. Orde Baru bersifat otoriter-sentralistik sedangkan pasca-reformasi bergerak menuju demokrasi terdesentralisasi
- B. Orde Baru lebih demokratis karena pemilu diselenggarakan secara rutin setiap lima tahun
- C. Pasca-reformasi lebih stabil karena tidak ada perubahan konstitusi sama sekali
- D. Orde Baru mengutamakan desentralisasi sementara reformasi menekankan sentralisasi kekuasaan
41. Konsep “artikulasi kepentingan” dalam pendekatan struktural fungsional Almond merujuk pada proses…
- A. Pemerintah mengumumkan kebijakan kepada masyarakat melalui media resmi
- B. Lembaga pengadilan memutuskan perkara yang berkaitan dengan hak warga
- C. Berbagai kelompok dalam masyarakat menyatakan kepentingan dan tuntutannya kepada sistem politik
- D. Parlemen mengkonsolidasikan berbagai RUU menjadi satu paket undang-undang
42. Jika seorang warga negara memilih tidak menggunakan hak pilihnya dalam pemilu (golput) sebagai bentuk protes, maka tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai partisipasi politik yang bersifat…
- A. Konvensional dan sukarela karena tidak melanggar hukum apapun
- B. Ilegal karena undang-undang mewajibkan semua warga memilih
- C. Konvensional tetapi dipaksakan oleh tekanan kelompok tertentu
- D. Non-konvensional karena menyimpang dari norma partisipasi yang diharapkan sistem
43. Teori “gate-keeping” dalam komunikasi politik berkaitan dengan peran media massa sebagai agen sosialisasi politik karena…
- A. Media massa selalu berpihak kepada kepentingan pemerintah yang berkuasa
- B. Media massa menyeleksi dan menentukan informasi politik mana yang sampai kepada publik
- C. Media massa memiliki kewenangan untuk melarang kampanye partai tertentu
- D. Media massa wajib menyiarkan seluruh kegiatan pemerintah tanpa seleksi
44. Prinsip “rule of law” yang menjadi fondasi lembaga yudikatif dalam negara demokratis mengandung makna bahwa…
- A. Semua warga negara dan pejabat pemerintah tunduk pada hukum yang sama tanpa pengecualian
- B. Pemerintah memiliki kewenangan mutlak untuk menetapkan aturan tanpa batas
- C. Hukum hanya berlaku bagi warga negara biasa dan tidak untuk pejabat negara
- D. Hakim berwenang membuat hukum baru berdasarkan rasa keadilan pribadi
45. Salah satu dampak negatif dari penerapan otonomi daerah pasca-reformasi di Indonesia adalah munculnya fenomena…
- A. Berkurangnya jumlah aparatur sipil negara di tingkat nasional
- B. Melemahnya peran partai politik dalam rekrutmen kepala daerah
- C. “Raja-raja kecil” di daerah yang menyalahgunakan kewenangan otonomi
- D. Hilangnya identitas budaya lokal akibat arus globalisasi yang tidak terkendali
46. Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Indonesia berfungsi sebagai lembaga penyelenggara pemilu yang bersifat independen. Independensi KPU penting karena…
- A. KPU harus bebas dari pengawasan DPR agar tidak terhambat dalam bekerja
- B. KPU perlu memiliki wewenang membuat undang-undang terkait sistem pemilu
- C. KPU harus dapat menolak calon yang tidak disukai oleh pemerintah pusat
- D. Penyelenggara pemilu yang tidak independen rentan diintervensi untuk memenangkan pihak tertentu
47. Perbedaan antara “dekonsentrasi” dan “desentralisasi” dalam pembagian kewenangan pemerintahan adalah…
- A. Dekonsentrasi memberikan kewenangan penuh kepada daerah sedangkan desentralisasi hanya bersifat administratif
- B. Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang kepada pejabat pusat di daerah sedangkan desentralisasi adalah penyerahan kewenangan kepada pemerintah daerah otonom
- C. Dekonsentrasi berlaku di tingkat provinsi saja sedangkan desentralisasi berlaku di tingkat kabupaten dan kota
- D. Dekonsentrasi dan desentralisasi adalah dua istilah berbeda untuk konsep yang sama
48. Dalam konteks hubungan internasional yang mempengaruhi politik Indonesia, Gerakan Non-Blok (GNB) yang digagas antara lain oleh Soekarno mencerminkan implementasi prinsip politik luar negeri Indonesia yang…
- A. Proaktif mendukung blok Barat dalam menghadapi ancaman komunisme global
- B. Mendorong isolasi diri dari pergaulan internasional
- C. Bebas dari dominasi blok manapun dan aktif membangun solidaritas negara berkembang
- D. Memilih berpihak kepada blok Timur sebagai sesama negara anti-imperialisme
49. Analisis struktural fungsional menekankan bahwa setiap sistem politik memiliki “kapabilitas.” Yang dimaksud dengan kapabilitas regulatif adalah…
- A. Kemampuan sistem politik untuk mengendalikan perilaku individu dan kelompok melalui hukum dan peraturan
- B. Kemampuan sistem politik untuk mendistribusikan barang dan jasa kepada masyarakat
- C. Kemampuan sistem politik untuk menyerap tuntutan dari lingkungan internasional
- D. Kemampuan sistem politik untuk mengekstrak sumber daya dari masyarakat
50. Jika dibandingkan dengan sistem politik masa Orde Baru, sistem politik Indonesia pasca-reformasi menunjukkan peningkatan dalam hal “checks and balances.” Hal ini ditandai oleh…
- A. Semakin terpusatnya kekuasaan pada lembaga kepresidenan yang kuat
- B. Berkurangnya jumlah lembaga negara yang berwenang mengawasi pemerintah
- C. Dominasi satu partai yang memungkinkan pengambilan keputusan lebih cepat
- D. Penguatan lembaga legislatif, yudikatif, dan lembaga negara independen dalam mengawasi eksekutif
Latihan Tambahan dengan AI
Salin prompt di bawah ini, lalu tempelkan ke ChatGPT, Gemini, Claude, atau AI lainnya untuk mendapatkan 50 soal latihan baru dengan materi yang sama. Soal yang dihasilkan AI akan berbeda dari soal di halaman ini.