FSSP4301 — Panduan Aplikasi Komputer Akuntansi Perpajakan
1. Dalam akuntansi perpajakan, koreksi fiskal positif akan mengakibatkan:
- A. Penghasilan kena pajak bertambah
- B. Penghasilan kena pajak berkurang
- C. Beban fiskal berkurang
- D. Pajak terutang berkurang
2. Sistem DJP Online merupakan bagian dari transformasi digital perpajakan yang berfungsi untuk:
- A. Menghitung otomatis pajak terutang wajib pajak
- B. Menyediakan layanan perpajakan elektronik terintegrasi
- C. Menggantikan fungsi konsultan pajak
- D. Menghapus kewajiban pelaporan manual
3. Pada tahap instalasi aplikasi akuntansi perpajakan, hal pertama yang harus diperhatikan adalah:
- A. Jumlah pengguna yang akan mengakses sistem
- B. Spesifikasi sistem dan kompatibilitas perangkat
- C. Biaya lisensi aplikasi
- D. Koneksi internet yang stabil
4. Dalam penyusunan data induk perusahaan, klasifikasi jenis usaha penting untuk menentukan:
- A. Jumlah karyawan yang dapat dipekerjakan
- B. Jenis kewajiban perpajakan yang harus dipenuhi
- C. Besaran modal yang harus disetor
- D. Lokasi kantor perusahaan
5. Perbedaan utama antara bagan akun berbasis fiskal dengan bagan akun komersial adalah:
- A. Jumlah digit kode akun yang digunakan
- B. Pengelompokan akun disesuaikan untuk memudahkan pelaporan pajak
- C. Bagan akun fiskal tidak menggunakan akun ekuitas
- D. Bagan akun fiskal hanya mencatat transaksi tunai
6. Rekonsiliasi saldo buku besar dengan data fiskal pada input saldo awal bertujuan untuk:
- A. Menambah jumlah aset perusahaan
- B. Memastikan konsistensi data antara catatan komersial dan fiskal
- C. Mengurangi beban pajak periode berjalan
- D. Menghapus transaksi tahun sebelumnya
7. Dalam sistem aplikasi akuntansi perpajakan, PPN Masukan dicatat ketika:
- A. Perusahaan melakukan penjualan barang kena pajak
- B. Perusahaan melakukan pembelian dan membayar PPN
- C. Perusahaan menerima pembayaran dari pelanggan
- D. Perusahaan menyetor PPN ke kas negara
8. Penanganan faktur pajak retur dalam aplikasi akuntansi perpajakan dilakukan dengan:
- A. Menghapus faktur pajak keluaran yang sudah dibuat
- B. Membuat nota retur yang dikaitkan dengan faktur pajak pengganti
- C. Mengabaikan transaksi retur dalam pelaporan
- D. Mencatat sebagai beban lain-lain
9. PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) dalam perhitungan PPh Pasal 21 berfungsi sebagai:
- A. Tarif pajak yang dikenakan kepada karyawan
- B. Pengurang penghasilan bruto sebelum dikenakan tarif pajak
- C. Kredit pajak yang dapat dikurangkan dari pajak terutang
- D. Bonus yang diberikan perusahaan kepada karyawan
10. Perbedaan penghitungan PPh Pasal 21 untuk karyawan tetap dan tidak tetap terletak pada:
- A. Tarif pajak yang digunakan
- B. Metode penghitungan dan penggunaan PTKP
- C. Waktu penyetoran pajak
- D. Formulir bukti potong yang digunakan
11. PPh Pasal 22 umumnya dipungut pada transaksi:
- A. Pembayaran gaji karyawan
- B. Penjualan jasa konsultasi
- C. Impor barang dan pembelian dari bendahara pemerintah
- D. Pengalihan hak atas tanah dan bangunan
12. Jenis penghasilan yang dikenai PPh Final Pasal 4 ayat (2) antara lain:
- A. Gaji karyawan tetap
- B. Penghasilan dari sewa tanah dan bangunan
- C. Dividen dari dalam negeri
- D. Penghasilan dari penjualan barang dagangan
13. Beda tetap dalam rekonsiliasi fiskal adalah:
- A. Perbedaan yang akan terpulihkan di periode mendatang
- B. Perbedaan permanen antara laba komersial dan fiskal
- C. Perbedaan karena metode penyusutan
- D. Perbedaan nilai kurs mata uang
14. Dalam penghitungan PPh Badan, kredit pajak dapat berasal dari:
- A. Biaya penyusutan aset tetap
- B. PPh Pasal 22, 23, dan angsuran PPh Pasal 25
- C. Beban bunga pinjaman
- D. Cadangan kerugian piutang
15. Neraca fiskal berbeda dengan neraca komersial terutama dalam hal:
- A. Format penyajian laporan
- B. Penilaian aktiva tetap dan perhitungan penyusutan
- C. Jumlah pos-pos neraca
- D. Mata uang yang digunakan
16. Formulir SPT Tahunan PPh Badan 1771 Lampiran I berisi tentang:
- A. Daftar pemegang saham
- B. Perhitungan penghasilan neto fiskal
- C. Daftar harta dan kewajiban
- D. Kredit pajak luar negeri
17. Prosedur backup data dalam aplikasi akuntansi perpajakan penting untuk:
- A. Mempercepat proses input transaksi
- B. Mengamankan data dari kehilangan dan kerusakan
- C. Mengurangi beban pajak perusahaan
- D. Menghapus data transaksi yang salah
18. Dalam akuntansi perpajakan, koreksi fiskal positif akan mengakibatkan:
- A. Penghasilan Kena Pajak (PKP) bertambah
- B. Penghasilan Kena Pajak (PKP) berkurang
- C. Pajak terutang menjadi nihil
- D. Kompensasi kerugian fiskal meningkat
19. Sistem DJP Online merupakan bagian dari transformasi digital layanan perpajakan yang mencakup layanan berikut, KECUALI:
- A. e-Filing untuk pelaporan SPT
- B. e-Billing untuk pembayaran pajak
- C. e-Faktur untuk penerbitan faktur pajak
- D. e-Audit untuk pemeriksaan pajak otomatis
20. Langkah pertama dalam pengaturan awal aplikasi akuntansi perpajakan adalah:
- A. Input transaksi penjualan
- B. Pengaturan data perusahaan dan periode akuntansi
- C. Pembuatan faktur pajak
- D. Ekspor data ke e-SPT
21. Dalam penyusunan data induk perusahaan pada aplikasi akuntansi perpajakan, informasi yang wajib diinput adalah:
- A. NPWP dan identitas perusahaan
- B. Foto kantor perusahaan
- C. Data keluarga pemilik
- D. Alamat email pribadi karyawan
22. Penyesuaian akun dalam Chart of Accounts untuk kebutuhan pelaporan pajak bertujuan untuk:
- A. Mempercepat proses pencatatan transaksi
- B. Memudahkan rekonsiliasi fiskal dan penyusunan SPT
- C. Mengurangi jumlah akun yang digunakan
- D. Menghilangkan kebutuhan audit
23. Prosedur input saldo awal neraca dalam aplikasi akuntansi perpajakan harus dilakukan:
- A. Setelah semua transaksi tahun berjalan dicatat
- B. Sebelum mencatat transaksi periode berjalan
- C. Hanya pada akhir tahun fiskal
- D. Tidak perlu dilakukan jika perusahaan baru
24. Dalam sistem aplikasi akuntansi perpajakan, PPN Masukan dan PPN Keluaran diperlakukan berbeda karena:
- A. PPN Masukan menambah harga pokok, PPN Keluaran mengurangi pendapatan
- B. PPN Masukan dapat dikreditkan, PPN Keluaran merupakan utang pajak
- C. PPN Masukan tidak perlu dilaporkan
- D. PPN Keluaran tidak dikenakan pada ekspor
25. Rekonsiliasi data e-Faktur dengan buku besar aplikasi penting dilakukan untuk:
- A. Menghindari denda administrasi
- B. Memastikan konsistensi data PPN dalam laporan keuangan dan SPT
- C. Mengurangi beban kerja akuntan
- D. Mempercepat proses pembayaran
26. Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dalam penghitungan PPh Pasal 21 berfungsi untuk:
- A. Mengurangi tarif pajak yang berlaku
- B. Menambah penghasilan bruto karyawan
- C. Mengurangi penghasilan bruto sebelum dikenakan tarif pajak
- D. Menghitung pajak penghasilan perusahaan
27. Dalam aplikasi akuntansi perpajakan, penghitungan PPh Pasal 21 untuk THR dan bonus termasuk kategori:
- A. Penghasilan teratur bulanan
- B. Penghasilan tidak teratur
- C. Penghasilan yang dikecualikan dari objek pajak
- D. Penghasilan final
28. PPh Pasal 22 atas impor barang merupakan pajak yang:
- A. Dipotong oleh penjual dalam negeri
- B. Dipungut oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
- C. Tidak dapat dikreditkan dalam SPT Tahunan
- D. Hanya berlaku untuk barang mewah
29. Jenis penghasilan yang dikenai PPh Final Pasal 4 ayat (2) antara lain:
- A. Gaji karyawan tetap
- B. Penghasilan dari sewa tanah dan bangunan
- C. Dividen dari dalam negeri untuk WP Badan
- D. Honorarium konsultan
30. Beda tetap dalam rekonsiliasi fiskal terjadi karena:
- A. Perbedaan metode penyusutan antara komersial dan fiskal
- B. Adanya beban yang tidak dapat dikurangkan menurut ketentuan fiskal
- C. Perbedaan waktu pengakuan pendapatan
- D. Kompensasi kerugian tahun sebelumnya
31. Dalam penghitungan PPh Badan, kredit pajak yang dapat dikurangkan dari pajak terutang meliputi:
- A. PPN Masukan
- B. PPh Pasal 22, 23, dan angsuran PPh Pasal 25
- C. Pajak Daerah dan Retribusi
- D. Denda administrasi pajak
32. Neraca fiskal berbeda dengan neraca komersial terutama dalam hal:
- A. Format penyajian laporan
- B. Nilai aktiva tetap dan akumulasi penyusutan sesuai ketentuan fiskal
- C. Jumlah kas dan bank
- D. Nilai piutang usaha
33. Prosedur backup dan restore data perusahaan dalam aplikasi akuntansi perpajakan bertujuan untuk:
- A. Mempercepat proses pelaporan SPT
- B. Mengamankan data dari kehilangan dan kerusakan
- C. Mengurangi ukuran file aplikasi
- D. Menghapus data transaksi lama
34. Dalam studi kasus terpadu siklus akuntansi perpajakan, integrasi seluruh jenis pajak bertujuan untuk:
- A. Mempermudah penghapusan data
- B. Mengurangi jumlah SPT yang harus dilaporkan
- C. Memberikan pemahaman holistik tentang kewajiban perpajakan perusahaan
- D. Menghindari pemeriksaan pajak
35. Dalam konteks akuntansi perpajakan Indonesia, koreksi fiskal positif terjadi ketika:
- A. Beban komersial lebih kecil dari beban fiskal
- B. Beban komersial lebih besar dari beban fiskal
- C. Pendapatan komersial sama dengan pendapatan fiskal
- D. Tidak ada perbedaan antara laba komersial dan fiskal
36. Ekosistem e-Tax yang dikembangkan DJP untuk transformasi digital layanan perpajakan mencakup aplikasi berikut, KECUALI:
- A. e-Filing untuk pelaporan SPT
- B. e-Faktur untuk penerbitan faktur pajak
- C. e-Bupot untuk bukti pemotongan pajak
- D. e-Commerce untuk transaksi jual beli online
37. Pada tahap instalasi aplikasi akuntansi perpajakan, pengaturan awal yang PALING penting untuk dilakukan adalah:
- A. Mengatur warna tema aplikasi
- B. Mengatur periode akuntansi dan tahun buku perusahaan
- C. Mengunduh semua plugin tambahan
- D. Menghapus data contoh dari aplikasi
38. Dalam penyusunan data induk perusahaan pada aplikasi akuntansi perpajakan, klasifikasi jenis usaha diperlukan untuk:
- A. Menentukan desain logo perusahaan
- B. Menentukan jenis kewajiban perpajakan yang berlaku
- C. Mengatur jumlah karyawan maksimal
- D. Menentukan lokasi kantor perusahaan
39. Penyesuaian akun dalam Chart of Accounts untuk kebutuhan pelaporan pajak terutama diperlukan untuk:
- A. Memudahkan perhitungan gaji karyawan
- B. Memisahkan akun yang memiliki perlakuan fiskal berbeda
- C. Menambah jumlah akun sebanyak mungkin
- D. Menyamakan dengan chart of accounts perusahaan lain
40. Dalam mekanisme PPN, perbedaan mendasar antara PPN masukan dan PPN keluaran adalah:
- A. PPN masukan berasal dari penjualan, PPN keluaran dari pembelian
- B. PPN masukan berasal dari pembelian, PPN keluaran dari penjualan
- C. PPN masukan dan keluaran memiliki tarif berbeda
- D. PPN masukan tidak dapat dikreditkan
41. Rekonsiliasi data e-Faktur dengan buku besar aplikasi diperlukan untuk memastikan:
- A. Jumlah karyawan sesuai dengan database
- B. Kesesuaian pencatatan PPN dengan faktur pajak yang diterbitkan
- C. Tingkat penjualan meningkat setiap bulan
- D. Biaya operasional tidak melebihi anggaran
42. PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) dalam penghitungan PPh Pasal 21 berfungsi untuk:
- A. Menambah penghasilan bruto karyawan
- B. Mengurangi penghasilan bruto untuk menentukan penghasilan kena pajak
- C. Menentukan tarif pajak yang digunakan
- D. Menghitung tunjangan karyawan
43. Dalam aplikasi akuntansi perpajakan, penyesuaian untuk THR dan bonus dalam penghitungan PPh Pasal 21 dilakukan karena:
- A. THR dan bonus bukan merupakan objek pajak
- B. THR dan bonus merupakan penghasilan tidak teratur yang memerlukan penghitungan khusus
- C. THR dan bonus tidak perlu dilaporkan dalam SPT
- D. THR dan bonus menggunakan tarif pajak 0%
44. PPh Pasal 22 umumnya dipungut pada saat:
- A. Pembayaran gaji karyawan
- B. Pembayaran dividen kepada pemegang saham
- C. Pembelian barang oleh bendahara pemerintah atau impor barang
- D. Penjualan jasa konsultasi
45. Penghasilan yang dikenai PPh Final Pasal 4 ayat (2) antara lain:
- A. Gaji karyawan tetap
- B. Penghasilan dari sewa tanah dan bangunan
- C. Dividen dari perusahaan asing
- D. Honorarium konsultan
46. Beda tetap dalam rekonsiliasi fiskal adalah perbedaan yang:
- A. Akan hilang di periode berikutnya
- B. Bersifat permanen dan tidak akan terpulihkan
- C. Hanya terjadi pada perusahaan kecil
- D. Dapat dikoreksi dengan jurnal penyesuaian
47. Dalam penghitungan PPh Badan, kredit pajak yang dapat mengurangi PPh terutang meliputi:
- A. PPN yang telah dibayar
- B. PPh Pasal 22, 23 yang telah dipotong dan PPh Pasal 25 yang telah dibayar
- C. Biaya bunga pinjaman bank
- D. Beban penyusutan aset tetap
48. Komponen neraca fiskal yang memerlukan penyesuaian khusus adalah:
- A. Kas dan setara kas
- B. Aktiva tetap dan penyusutan fiskalnya
- C. Piutang dagang
- D. Utang gaji karyawan
49. Dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan (formulir 1771), lampiran yang berisi daftar penyusutan dan amortisasi fiskal adalah:
- A. Lampiran I
- B. Lampiran khusus 1A
- C. Lampiran II
- D. Lampiran VI
50. Audit trail dalam aplikasi akuntansi perpajakan berfungsi untuk:
- A. Menghitung pajak secara otomatis
- B. Melacak jejak perubahan data dan transaksi yang dilakukan pengguna
- C. Membuat backup data setiap hari
- D. Mengirim SPT secara otomatis
Latihan Tambahan dengan AI
Salin prompt di bawah ini, lalu tempelkan ke ChatGPT, Gemini, Claude, atau AI lainnya untuk mendapatkan 50 soal latihan baru dengan materi yang sama. Soal yang dihasilkan AI akan berbeda dari soal di halaman ini.