FSIH4303 — Hukum Pidana Ekonomi

Ilmu Hukum 50 soal

1. Globalisasi ekonomi membawa dampak terhadap meningkatnya kejahatan ekonomi lintas negara. Salah satu faktor utama yang mempercepat fenomena ini adalah…

  • A. Meningkatnya jumlah pengadilan internasional
  • B. Kemajuan teknologi informasi dan keterbukaan pasar global
  • C. Bertambahnya jumlah jaksa penuntut umum di berbagai negara
  • D. Penguatan regulasi pidana di tingkat domestik
Jawaban: B.

2. Dalam konteks hukum pidana ekonomi, yang dimaksud dengan “white-collar crime” adalah…

  • A. Kejahatan yang dilakukan oleh aparat keamanan negara
  • B. Kejahatan jalanan yang melibatkan kekerasan fisik
  • C. Kejahatan yang dilakukan oleh pelaku berkerah biru di sektor industri
  • D. Kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang berstatus sosial tinggi dalam lingkup pekerjaan profesional
Jawaban: D.

3. Pengertian tindak pidana korupsi menurut Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 mencakup perbuatan…

  • A. Hanya penyuapan terhadap pejabat negara asing
  • B. Memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi secara melawan hukum yang merugikan keuangan negara
  • C. Pelanggaran administrasi keuangan negara yang tidak disengaja
  • D. Pengelapan aset pribadi di lingkungan swasta
Jawaban: B.

4. Lembaga yang secara khusus dibentuk untuk memberantas tindak pidana korupsi di Indonesia adalah…

  • A. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
  • B. Mahkamah Konstitusi (MK)
  • C. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
  • D. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)
Jawaban: C.

5. Pasar modal merupakan salah satu instrumen ekonomi yang rawan terhadap tindak pidana. Lembaga yang berwenang mengawasi pasar modal di Indonesia adalah…

  • A. Bank Indonesia
  • B. Kementerian Keuangan
  • C. Bursa Efek Indonesia
  • D. Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Jawaban: D.

6. Salah satu bentuk tindak pidana pasar modal yang dilakukan dengan memanfaatkan informasi internal perusahaan yang belum dipublikasikan untuk memperoleh keuntungan disebut…

  • A. Cornering
  • B. Insider trading
  • C. Short selling
  • D. Window dressing
Jawaban: B.

7. Tipikor adalah singkatan dari…

  • A. Tindakan Pidana Koorporasi
  • B. Tindak Pidana Korupsi
  • C. Tipe Pidana Korupsi
  • D. Tindak Pidana Korporasi
Jawaban: B.

8. Berikut ini yang merupakan salah satu jenis tindak pidana korupsi berdasarkan Tipikor adalah…

  • A. Penipuan dalam transaksi e-commerce
  • B. Pelanggaran hak cipta lagu
  • C. Gratifikasi yang diterima oleh pegawai negeri
  • D. Penggelapan barang konsumen
Jawaban: C.

9. Sejarah perkembangan hukum pidana pasar modal di Indonesia diawali dengan berlakunya…

  • A. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan
  • B. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal
  • C. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah
  • D. Peraturan OJK Nomor 3 Tahun 2014
Jawaban: B.

10. Dalam hukum perpajakan, yang dimaksud dengan tax evasion adalah…

  • A. Perencanaan pajak yang sah sesuai peraturan perundang-undangan
  • B. Pengajuan keberatan atas ketetapan pajak
  • C. Upaya penghindaran kewajiban pajak secara ilegal
  • D. Penundaan pembayaran pajak dengan izin otoritas
Jawaban: C.

11. Tindak pidana perpajakan yang paling sering terjadi di Indonesia adalah…

  • A. Keterlambatan pelaporan SPT Tahunan
  • B. Manipulasi faktur pajak dan penggelapan pajak
  • C. Kesalahan penghitungan PPh Pasal 21
  • D. Ketidaklengkapan bukti potong pajak
Jawaban: B.

12. Pengaturan hukum tindak pidana perbankan di Indonesia secara umum diatur dalam…

  • A. UU No. 31 Tahun 1999
  • B. UU No. 8 Tahun 1995
  • C. UU No. 10 Tahun 1998 jo. UU No. 7 Tahun 1992
  • D. UU No. 15 Tahun 2002
Jawaban: C.

13. Salah satu contoh tindak pidana perbankan yang berkaitan dengan pemberian kredit adalah…

  • A. Penerbitan saham perdana (IPO)
  • B. Kredit fiktif atau kredit macet yang disengaja
  • C. Penawaran obligasi korporasi
  • D. Pembagian dividen secara tidak wajar
Jawaban: B.

14. TPPU adalah singkatan dari…

  • A. Tindak Pidana Pencucian Uang
  • B. Tata Pelaksanaan Peraturan Umum
  • C. Tindak Pidana Penggelapan Uang
  • D. Tata Pengelolaan Penerimaan Utama
Jawaban: A.

15. Proses pencucian uang secara umum terdiri dari tiga tahap. Urutan yang benar adalah…

  • A. Integration – placement – layering
  • B. Placement – layering – integration
  • C. Layering – integration – placement
  • D. Placement – integration – layering
Jawaban: B.

16. Undang-undang yang menjadi landasan hukum pemberantasan tindak pidana pencucian uang di Indonesia saat ini adalah…

  • A. UU No. 15 Tahun 2002
  • B. UU No. 25 Tahun 2003
  • C. UU No. 8 Tahun 2010
  • D. UU No. 31 Tahun 1999
Jawaban: C.

17. Dalam tindak pidana pencucian uang, tahap “layering” bertujuan untuk…

  • A. Menempatkan uang hasil kejahatan ke dalam sistem keuangan
  • B. Menyamarkan jejak asal-usul dana melalui transaksi berlapis
  • C. Mengintegrasikan dana kembali ke dalam perekonomian legal
  • D. Melaporkan transaksi keuangan kepada PPATK
Jawaban: B.

18. Lembaga yang bertugas menerima laporan transaksi keuangan mencurigakan di Indonesia adalah…

  • A. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
  • B. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)
  • C. Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
  • D. Badan Intelijen Negara (BIN)
Jawaban: B.

19. Asset recovery dalam hukum pidana ekonomi bertujuan untuk…

  • A. Memberikan kompensasi kepada terdakwa yang dibebaskan
  • B. Mengembalikan aset hasil kejahatan kepada negara atau korban
  • C. Menyita aset milik jaksa yang bermasalah
  • D. Mengaudit aset perusahaan yang bangkrut
Jawaban: B.

20. Konsep asset recovery dalam tindak pidana ekonomi pertama kali mendapat perhatian internasional melalui konvensi…

  • A. Konvensi Jenewa 1949
  • B. Konvensi PBB Melawan Korupsi (UNCAC) 2003
  • C. Konvensi Wina 1988
  • D. Konvensi Palermo 2000
Jawaban: B.

21. Penyelesaian perkara tindak pidana ekonomi di luar proses pengadilan dapat dilakukan melalui mekanisme…

  • A. Hanya melalui sidang pengadilan pidana biasa
  • B. Mediasi, arbitrase, atau penyelesaian administratif
  • C. Eksekusi langsung tanpa proses hukum
  • D. Vonis in absentia tanpa kehadiran terdakwa
Jawaban: B.

22. Salah satu contoh negara yang menerapkan penyelesaian tindak pidana ekonomi di luar pengadilan melalui mekanisme Deferred Prosecution Agreement (DPA) adalah…

  • A. Indonesia
  • B. Filipina
  • C. Amerika Serikat
  • D. Kamboja
Jawaban: C.

23. Tindak pidana korporasi dalam hukum pidana ekonomi mengacu pada…

  • A. Pidana yang hanya bisa dikenakan kepada direktur utama perusahaan
  • B. Tindak pidana yang dilakukan oleh atau atas nama korporasi
  • C. Sanksi administrasi terhadap badan usaha
  • D. Pelanggaran perdata oleh perseroan terbatas
Jawaban: B.

24. Teori yang mendasari pertanggungjawaban pidana korporasi di mana tindakan pegawai diatribusikan kepada korporasi disebut…

  • A. Teori fiksi hukum
  • B. Teori respondeat superior
  • C. Teori pemisahan harta
  • D. Teori kepailitan korporasi
Jawaban: B.

25. Sanksi yang dapat dijatuhkan kepada korporasi yang terbukti melakukan tindak pidana ekonomi adalah…

  • A. Hanya sanksi berupa penjara bagi pengurus
  • B. Hanya sanksi berupa peringatan tertulis
  • C. Denda, pencabutan izin usaha, dan/atau pembubaran korporasi
  • D. Hanya pembayaran ganti rugi kepada korban
Jawaban: C.

26. Fenomena globalisasi yang paling berpengaruh terhadap meningkatnya tindak pidana ekonomi lintas batas negara adalah…

  • A. Peningkatan jumlah tenaga kerja asing
  • B. Liberalisasi perdagangan dan integrasi sistem keuangan global
  • C. Meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara
  • D. Bertambahnya perjanjian bilateral antarnegara di bidang pendidikan
Jawaban: B.

27. TPPM adalah singkatan yang digunakan dalam konteks…

  • A. Tindak Pidana Pencucian Modal
  • B. Tindak Pidana Perdagangan Manusia
  • C. Tindak Pidana Pasar Modal
  • D. Tindak Pidana Perbankan Modern
Jawaban: C.

28. Salah satu instrumen internasional yang mengatur kerjasama pemberantasan pencucian uang secara global adalah rekomendasi dari…

  • A. World Trade Organization (WTO)
  • B. Financial Action Task Force (FATF)
  • C. International Monetary Fund (IMF)
  • D. World Bank
Jawaban: B.

29. Dalam sejarah perkembangan tindak pidana perpajakan, praktik transfer pricing dilakukan korporasi multinasional dengan tujuan…

  • A. Meningkatkan transparansi keuangan kepada publik
  • B. Mempermudah proses audit pajak internasional
  • C. Memindahkan keuntungan ke yurisdiksi dengan tarif pajak rendah untuk meminimalkan beban pajak
  • D. Mempercepat proses pembayaran dividen kepada pemegang saham
Jawaban: C.

30. Sejarah tindak pidana perbankan di Indonesia menunjukkan bahwa krisis perbankan 1997-1998 banyak melibatkan praktik…

  • A. Penerbitan obligasi secara ilegal
  • B. Pemberian kredit kepada pihak terafiliasi yang melanggar prinsip kehati-hatian (BLBI)
  • C. Manipulasi nilai tukar rupiah oleh bank asing
  • D. Penerbitan saham bank tanpa izin OJK
Jawaban: B.

31. Pengaturan tindak pidana pasar modal di Indonesia mencakup larangan terhadap manipulasi pasar. Yang dimaksud manipulasi pasar adalah…

  • A. Investasi jangka panjang pada saham blue chip
  • B. Tindakan yang menciptakan gambaran semu mengenai kegiatan perdagangan efek
  • C. Pembelian saham dalam jumlah besar oleh investor institusional
  • D. Penerbitan prospektus yang tidak memuat informasi lengkap
Jawaban: B.

32. Penyelesaian perkara tindak pidana ekonomi di berbagai negara menunjukkan kecenderungan penggunaan pendekatan restoratif. Tujuan utama pendekatan ini adalah…

  • A. Memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku
  • B. Mempercepat proses persidangan
  • C. Memulihkan kerugian yang diderita korban dan masyarakat
  • D. Menghapus catatan kriminal pelaku
Jawaban: C.

33. Dalam hukum perpajakan Indonesia, Wajib Pajak yang dengan sengaja menyampaikan SPT yang isinya tidak benar dapat dikenai sanksi pidana berupa…

  • A. Peringatan tertulis dari Dirjen Pajak
  • B. Pemblokiran rekening bank
  • C. Pidana penjara dan denda sesuai UU KUP
  • D. Pencabutan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
Jawaban: C.

34. Konsep “piercing the corporate veil” dalam pertanggungjawaban pidana korporasi berarti…

  • A. Korporasi tidak dapat dituntut secara pidana
  • B. Pemegang saham mayoritas otomatis bertanggung jawab atas utang korporasi
  • C. Tanggung jawab hukum ditembus hingga ke pengurus atau pemegang saham secara pribadi
  • D. Direksi korporasi mendapat imunitas penuh dari tuntutan pidana
Jawaban: C.

35. Sejarah perkembangan regulasi asset recovery tindak pidana ekonomi di Indonesia ditandai dengan…

  • A. Belum adanya regulasi khusus mengenai pemulihan aset
  • B. Penerapan UU No. 1 Tahun 2006 tentang Bantuan Timbal Balik dalam Masalah Pidana
  • C. Larangan penggunaan mekanisme pemulihan aset lintas negara
  • D. Penyerahan seluruh kewenangan asset recovery kepada Interpol
Jawaban: B.

36. Dalam konteks hukum pidana ekonomi, yang dimaksud dengan “predicate crime” atau tindak pidana asal dalam TPPU adalah…

  • A. Tindak pidana yang dilakukan setelah pencucian uang terjadi
  • B. Tindak pidana sumber yang menghasilkan dana haram yang kemudian dicuci
  • C. Tindak pidana yang dilakukan oleh lembaga keuangan
  • D. Tindak pidana yang dilakukan di negara lain dan tidak berkaitan dengan Indonesia
Jawaban: B.

37. Salah satu pengaturan hukum tindak pidana pasar modal yang melarang pihak tertentu melakukan transaksi berdasarkan informasi orang dalam (insider) bertujuan untuk menjaga…

  • A. Kerahasiaan data nasabah perbankan
  • B. Integritas dan fairness pasar modal
  • C. Kestabilan nilai tukar rupiah
  • D. Likuiditas perbankan nasional
Jawaban: B.

38. Pengantar tindak pidana perbankan mencakup pemahaman bahwa kejahatan perbankan dapat merugikan…

  • A. Hanya pemilik bank secara individual
  • B. Hanya nasabah yang bersangkutan
  • C. Sistem keuangan dan perekonomian nasional secara luas
  • D. Hanya pemegang saham minoritas
Jawaban: C.

39. Pertanggungjawaban pidana korporasi dalam sistem hukum Indonesia secara eksplisit diatur dalam…

  • A. KUHP lama yang berlaku sejak era kolonial
  • B. UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor dan berbagai UU pidana khusus
  • C. Hanya dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
  • D. Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2018
Jawaban: B.

40. Tindak pidana korporasi di bidang ekonomi dapat berupa…

  • A. Hanya pelanggaran lingkungan hidup oleh pabrik
  • B. Korupsi, pencucian uang, penggelapan pajak, dan pelanggaran pasar modal yang dilakukan atas nama korporasi
  • C. Sengketa perdata antar perusahaan
  • D. Perselisihan hubungan industrial antara buruh dan pengusaha
Jawaban: B.

41. Dalam penyelesaian tindak pidana ekonomi di luar pengadilan, mekanisme Non-Prosecution Agreement (NPA) memberikan keuntungan bagi pelaku berupa…

  • A. Penghapusan seluruh denda yang dikenakan
  • B. Jaminan tidak dituntut pidana asalkan memenuhi syarat-syarat tertentu
  • C. Kebebasan penuh tanpa syarat apapun
  • D. Pengurangan masa tahanan sebesar 50%
Jawaban: B.

42. Regulasi internasional tentang pencucian uang berkembang pesat setelah peristiwa…

  • A. Perang Dunia II pada tahun 1945
  • B. Krisis keuangan Asia 1997
  • C. Serangan teroris 11 September 2001 yang mengaitkan terorisme dengan pendanaan gelap
  • D. Runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991
Jawaban: C.

43. Tindak pidana perpajakan berbeda dari pelanggaran administrasi perpajakan karena…

  • A. Tindak pidana perpajakan hanya melibatkan wajib pajak badan
  • B. Tindak pidana perpajakan mensyaratkan adanya unsur kesengajaan dan perbuatan melawan hukum
  • C. Pelanggaran administrasi tidak dikenai sanksi apapun
  • D. Tindak pidana perpajakan diselesaikan oleh pengadilan niaga
Jawaban: B.

44. Globalisasi mendorong munculnya kejahatan ekonomi transnasional. Salah satu contoh konkretnya adalah…

  • A. Sengketa batas tanah antardesa
  • B. Penipuan investasi online lintas negara yang menggunakan teknologi kripto
  • C. Pelanggaran merek dagang di pasar tradisional lokal
  • D. Kecurangan timbangan di pasar ikan
Jawaban: B.

45. Dalam sejarah perkembangan tindak pidana pasar modal global, skandal Enron Corporation menjadi pelajaran penting karena melibatkan…

  • A. Praktik monopoli perdagangan minyak mentah
  • B. Manipulasi laporan keuangan (akuntansi kreatif) yang menyesatkan investor
  • C. Pembunuhan karakter terhadap pesaing bisnis
  • D. Penipuan dalam proses tender pemerintah
Jawaban: B.

46. Penyelesaian perkara tindak pidana di bidang ekonomi di Indonesia dapat dilakukan melalui jalur pengadilan tipikor. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pertama kali dibentuk berdasarkan…

  • A. UU No. 8 Tahun 1981 tentang KUHAP
  • B. UU No. 30 Tahun 2002 tentang KPK
  • C. UU No. 46 Tahun 2009 tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi
  • D. UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi
Jawaban: C.

47. Pengantar asset recovery menunjukkan bahwa pemulihan aset tindak pidana ekonomi penting dilakukan karena…

  • A. Untuk membiayai operasional lembaga penegak hukum
  • B. Untuk mencegah pelaku menikmati hasil kejahatan dan memulihkan kerugian negara atau masyarakat
  • C. Untuk mempercepat proses eksekusi putusan pengadilan
  • D. Untuk meningkatkan pendapatan asli daerah
Jawaban: B.

48. Salah satu hambatan utama dalam asset recovery lintas negara (cross-border asset recovery) adalah…

  • A. Terlalu banyaknya perjanjian ekstradisi antarnegara
  • B. Perbedaan sistem hukum, kerahasiaan perbankan, dan kurangnya kerjasama internasional
  • C. Kelebihan tenaga ahli hukum internasional di negara berkembang
  • D. Terlalu cepatnya proses penyidikan pidana di negara tujuan
Jawaban: B.

49. Dalam hukum pidana ekonomi, prinsip “follow the money” digunakan dalam konteks…

  • A. Pemantauan pengeluaran anggaran pemerintah daerah
  • B. Penelusuran aliran dana hasil tindak pidana untuk keperluan penyidikan
  • C. Pengawasan transaksi perdagangan internasional oleh Bea Cukai
  • D. Audit keuangan perusahaan publik oleh akuntan publik
Jawaban: B.

50. Pertanggungjawaban pidana korporasi mensyaratkan pembuktian bahwa tindak pidana dilakukan oleh…

  • A. Seluruh karyawan korporasi tanpa terkecuali
  • B. Hanya direksi yang namanya tercantum dalam akta pendirian
  • C. Orang-orang yang bertindak untuk dan atas nama korporasi dalam lingkup kewenangannya
  • D. Komisaris utama yang memegang saham mayoritas
Jawaban: C.

Latihan Tambahan dengan AI

Salin prompt di bawah ini, lalu tempelkan ke ChatGPT, Gemini, Claude, atau AI lainnya untuk mendapatkan 50 soal latihan baru dengan materi yang sama. Soal yang dihasilkan AI akan berbeda dari soal di halaman ini.

Kamu adalah dosen mata kuliah FSIH4303 Hukum Pidana Ekonomi untuk mahasiswa program studi Ilmu Hukum Universitas Terbuka. Buatkan 50 soal latihan UAS baru dalam format multiple choice (A/B/C/D) yang mencakup topik-topik berikut: pidana, tindak, ekonomi, indonesia, hukum, pasar, korporasi, modal, dilakukan, perpajakan. Syarat soal: - Soal harus berbeda dari soal yang sudah ada, jangan mengulang soal yang sama - Setiap soal memiliki 4 pilihan jawaban (A, B, C, D) - Sertakan kunci jawaban dan penjelasan singkat setelah tiap soal - Tingkat kesulitan setara soal UAS Universitas Terbuka Format output: file HTML5 lengkap yang bisa langsung disimpan sebagai .html dan dibuka di browser. Gunakan struktur: nomor soal, teks soal, pilihan A-D, lalu jawaban + penjelasan dalam elemen yang bisa di-toggle (tombol Lihat Jawaban).