FSAP4406 — Monitoring Dan Evaluasi Kebijakan Publik
1. Monitoring dalam konteks kebijakan publik secara umum didefinisikan sebagai…
- A. Proses penilaian akhir terhadap dampak suatu kebijakan yang telah selesai dilaksanakan
- B. Kegiatan pengamatan dan pengumpulan data secara sistematis terhadap pelaksanaan program atau kebijakan yang sedang berjalan
- C. Proses perencanaan kebijakan publik yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan
- D. Kegiatan audit keuangan terhadap penggunaan anggaran dalam suatu program pemerintah
2. Evaluasi kebijakan publik berbeda dari monitoring karena evaluasi lebih berfokus pada…
- A. Penilaian terhadap hasil, dampak, dan nilai suatu kebijakan secara menyeluruh
- B. Pengumpulan data harian mengenai kemajuan pelaksanaan kegiatan program
- C. Pengendalian anggaran agar tidak terjadi pemborosan selama program berjalan
- D. Penyusunan laporan rutin kepada pimpinan mengenai capaian indikator kinerja
3. Salah satu tujuan utama dilakukannya monitoring terhadap kebijakan publik adalah…
- A. Menentukan anggaran yang dibutuhkan untuk periode kebijakan berikutnya
- B. Menilai kinerja pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan
- C. Mendeteksi penyimpangan pelaksanaan sedini mungkin agar dapat dilakukan koreksi
- D. Menyusun rekomendasi penghentian kebijakan yang dianggap tidak efektif
4. Kebijakan publik pada dasarnya dapat diartikan sebagai…
- A. Seperangkat aturan hukum yang dibuat oleh lembaga legislatif untuk mengatur perilaku masyarakat
- B. Keputusan yang dibuat secara sepihak oleh eksekutif tanpa melibatkan lembaga lain
- C. Program anggaran yang disahkan oleh pemerintah pusat untuk didistribusikan ke daerah
- D. Serangkaian keputusan dan tindakan yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah publik dan mencapai tujuan tertentu
5. Dalam siklus kebijakan publik, tahap monitoring dan evaluasi berada pada posisi…
- A. Sebelum tahap perumusan masalah dan penetapan agenda
- B. Setelah tahap implementasi kebijakan
- C. Bersamaan dengan tahap perumusan alternatif kebijakan
- D. Pada tahap awal sebelum kebijakan dirumuskan secara resmi
6. Indikator kinerja dalam monitoring kebijakan publik berfungsi sebagai…
- A. Tolok ukur yang digunakan untuk mengukur kemajuan dan pencapaian target kebijakan
- B. Dokumen perencanaan yang disusun sebelum kebijakan dirumuskan
- C. Standar prosedur operasional bagi pelaksana kebijakan di lapangan
- D. Laporan keuangan yang menunjukkan realisasi anggaran program
7. Evaluasi formatif dalam kebijakan publik dilakukan dengan tujuan untuk…
- A. Menilai dampak jangka panjang suatu kebijakan setelah program berakhir sepenuhnya
- B. Menentukan apakah suatu program perlu dihentikan atau dilanjutkan pada periode berikutnya
- C. Memperbaiki dan menyempurnakan pelaksanaan program yang sedang berjalan
- D. Membandingkan efektivitas dua program yang berbeda secara bersamaan
8. Evaluasi sumatif dalam konteks kebijakan publik dilaksanakan pada…
- A. Awal pelaksanaan program untuk menentukan baseline data
- B. Pertengahan program untuk menilai capaian sementara
- C. Setiap bulan selama program berlangsung secara periodik
- D. Akhir atau setelah program selesai untuk menilai hasil dan dampak keseluruhan
9. Konsep “logic model” dalam evaluasi kebijakan publik menggambarkan hubungan antara…
- A. Kebijakan pusat dengan kebijakan daerah dalam sistem desentralisasi
- B. Input, aktivitas, output, outcome, dan dampak suatu program
- C. Anggaran yang direncanakan dengan anggaran yang direalisasikan
- D. Pemangku kepentingan internal dengan pemangku kepentingan eksternal program
10. Istilah “output” dalam kerangka monitoring dan evaluasi kebijakan merujuk pada…
- A. Hasil langsung berupa produk atau layanan yang dihasilkan dari pelaksanaan kegiatan program
- B. Perubahan jangka panjang yang terjadi pada kondisi sosial masyarakat sasaran
- C. Sumber daya yang digunakan untuk menjalankan program termasuk dana dan tenaga
- D. Perubahan perilaku atau kondisi yang dialami kelompok penerima manfaat program
11. Perbedaan antara “outcome” dan “dampak” (impact) dalam evaluasi kebijakan adalah…
- A. Outcome bersifat kuantitatif sedangkan dampak bersifat kualitatif
- B. Outcome diukur sebelum program berjalan sedangkan dampak diukur selama program berlangsung
- C. Outcome merupakan perubahan jangka menengah pada kelompok sasaran, sedangkan dampak merupakan perubahan jangka panjang yang lebih luas
- D. Outcome berkaitan dengan anggaran program sedangkan dampak berkaitan dengan sumber daya manusia
12. Dalam monitoring kebijakan, data baseline diperlukan karena…
- A. Merupakan syarat administrasi yang ditetapkan oleh Kementerian Keuangan
- B. Digunakan sebagai bukti akuntabilitas keuangan kepada lembaga pengawas
- C. Menjadi acuan dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban program tahunan
- D. Memberikan titik awal perbandingan untuk mengukur perubahan yang terjadi akibat program
13. Evaluasi kebijakan yang dilakukan oleh pihak internal pemerintah disebut evaluasi…
- A. Evaluasi independen
- B. Evaluasi internal
- C. Evaluasi partisipatif
- D. Evaluasi sumatif
14. Keunggulan utama evaluasi eksternal dibandingkan evaluasi internal dalam penilaian kebijakan publik adalah…
- A. Tingkat objektivitas dan independensi yang lebih tinggi karena tidak ada konflik kepentingan
- B. Biaya yang lebih murah karena menggunakan sumber daya yang sudah tersedia
- C. Kemudahan akses terhadap data internal program yang bersifat rahasia
- D. Kecepatan pelaksanaan karena evaluator sudah mengenal program sejak awal
15. Metode kualitatif dalam evaluasi kebijakan publik paling tepat digunakan untuk…
- A. Menghitung jumlah penerima manfaat program secara akurat dan terukur
- B. Membandingkan efisiensi anggaran antara dua program yang berbeda secara statistik
- C. Memahami persepsi, pengalaman, dan makna yang dirasakan oleh kelompok sasaran
- D. Menentukan tingkat signifikansi hubungan antarvariabel program secara ilmiah
16. Dalam evaluasi kebijakan, teknik triangulasi data digunakan untuk…
- A. Menyederhanakan proses pengumpulan data agar lebih efisien dan hemat biaya
- B. Mengklasifikasikan data berdasarkan tiga kategori utama yang telah ditetapkan
- C. Memilih tiga metode statistik terbaik untuk menganalisis data kuantitatif
- D. Meningkatkan validitas temuan dengan menggunakan berbagai sumber dan metode pengumpulan data secara bersamaan
17. Pendekatan Randomized Controlled Trial (RCT) dalam evaluasi kebijakan dianggap sebagai standar emas karena…
- A. Biaya pelaksanaannya lebih murah dibandingkan metode evaluasi lainnya
- B. Mampu mengisolasi efek kausal program dari faktor pengganggu lainnya melalui penugasan acak
- C. Tidak memerlukan data baseline sehingga lebih praktis dalam pelaksanaannya
- D. Dapat diterapkan pada semua jenis program kebijakan tanpa pengecualian
18. Pemangku kepentingan (stakeholder) yang perlu dilibatkan dalam proses evaluasi kebijakan publik mencakup…
- A. Hanya aparat pemerintah yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program
- B. Hanya kelompok sasaran yang menerima manfaat langsung dari program
- C. Semua pihak yang terkena dampak atau berkepentingan terhadap kebijakan, termasuk pemerintah, masyarakat sasaran, dan mitra pelaksana
- D. Hanya lembaga donor dan mitra pembangunan internasional yang mendanai program
19. Konsep efisiensi dalam evaluasi kebijakan publik mengukur hubungan antara…
- A. Sumber daya yang digunakan dengan hasil yang dicapai dari pelaksanaan program
- B. Tujuan awal program dengan perubahan kebijakan yang terjadi setelah evaluasi
- C. Jumlah penerima manfaat dengan tingkat kepuasan mereka terhadap layanan
- D. Kualitas laporan evaluasi dengan tingkat penerimaan rekomendasi oleh pemerintah
20. Konsep efektivitas dalam evaluasi kebijakan publik merujuk pada…
- A. Kemampuan program menggunakan anggaran secara optimal tanpa pemborosan
- B. Kecepatan pelaksanaan program sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan
- C. Tingkat partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan program kebijakan
- D. Tingkat keberhasilan program dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan
21. Analisis biaya-manfaat (cost-benefit analysis) dalam evaluasi kebijakan digunakan untuk…
- A. Mengidentifikasi penyebab kegagalan program berdasarkan wawancara mendalam
- B. Membandingkan nilai moneter dari biaya program dengan manfaat yang diperoleh
- C. Menentukan prioritas program berdasarkan tingkat kepentingannya bagi masyarakat
- D. Menyusun laporan keuangan program sesuai standar akuntansi pemerintahan
22. Suatu pemerintah daerah melaksanakan program beasiswa bagi siswa tidak mampu. Setelah dua tahun berjalan, ditemukan bahwa angka putus sekolah turun 30% namun anggaran yang terserap baru 60% dari total yang direncanakan. Kondisi ini mencerminkan…
- A. Program tidak efektif karena anggaran tidak terserap penuh
- B. Program efektif namun tidak efisien karena adanya pemborosan anggaran
- C. Program efektif dan efisien karena mencapai tujuan dengan penggunaan anggaran yang lebih hemat
- D. Program gagal karena tidak menyerap anggaran sesuai rencana yang ditetapkan
23. Akuntabilitas dalam konteks monitoring dan evaluasi kebijakan publik berarti…
- A. Kewajiban penyelenggara kebijakan untuk mempertanggungjawabkan penggunaan sumber daya dan hasil yang dicapai kepada publik
- B. Kemampuan evaluator untuk menjaga kerahasiaan temuan yang sensitif dari publik
- C. Hak pemerintah untuk menentukan sendiri standar keberhasilan programnya
- D. Kewenangan lembaga audit untuk menghentikan program yang tidak memenuhi target
24. Transparansi dalam proses monitoring dan evaluasi kebijakan publik mensyaratkan bahwa…
- A. Seluruh proses evaluasi harus dilaksanakan dalam forum terbuka yang dapat dihadiri publik
- B. Evaluator wajib memberikan akses penuh kepada media massa selama proses berlangsung
- C. Semua data yang dikumpulkan harus diserahkan kepada lembaga legislatif tanpa pengecualian
- D. Informasi mengenai proses, metode, temuan, dan rekomendasi evaluasi dapat diakses oleh pihak yang berkepentingan
25. Kerangka kerja monitoring berbasis hasil (results-based monitoring) berfokus pada pemantauan…
- A. Prosedur administratif dan kepatuhan pelaksana terhadap aturan birokrasi
- B. Perubahan kondisi yang ingin dicapai program, bukan hanya aktivitas yang dilakukan
- C. Pengeluaran anggaran harian agar tidak melampaui batas yang telah ditetapkan
- D. Jumlah laporan yang dihasilkan oleh unit pelaksana program secara berkala
26. Dalam menyusun sistem monitoring kebijakan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah…
- A. Menunjuk konsultan eksternal untuk merancang sistem pengumpulan data
- B. Menyiapkan format laporan yang akan digunakan oleh seluruh unit pelaksana
- C. Mengidentifikasi tujuan kebijakan dan menentukan indikator yang akan dipantau
- D. Mengalokasikan anggaran khusus untuk kegiatan monitoring dalam DIPA
27. Teori perubahan (theory of change) dalam evaluasi kebijakan digunakan untuk…
- A. Mendeskripsikan sejarah perkembangan suatu kebijakan dari masa ke masa
- B. Menetapkan standar normatif tentang bagaimana kebijakan seharusnya dibuat
- C. Membandingkan berbagai teori manajemen yang digunakan dalam pemerintahan
- D. Menjelaskan asumsi dan mekanisme sebab-akibat mengapa suatu program diyakini dapat menghasilkan perubahan yang diharapkan
28. Evaluasi proses dalam kebijakan publik bertujuan untuk menjawab pertanyaan…
- A. Apakah program dilaksanakan sesuai dengan rencana dan prosedur yang telah ditetapkan
- B. Apakah program berhasil mengubah kondisi sosial kelompok sasaran secara signifikan
- C. Apakah manfaat program lebih besar dibandingkan biaya yang telah dikeluarkan
- D. Apakah program memiliki relevansi dengan kebutuhan dan prioritas masyarakat
29. Evaluasi dampak (impact evaluation) secara khusus berupaya menjawab pertanyaan…
- A. Berapa besar anggaran yang telah digunakan untuk melaksanakan program
- B. Siapa saja pemangku kepentingan yang terlibat dalam pelaksanaan program
- C. Apakah program yang dilaksanakan benar-benar menyebabkan perubahan pada kelompok sasaran
- D. Apakah prosedur pelaksanaan program sudah memenuhi standar yang ditetapkan
30. Seorang evaluator menemukan bahwa program pelatihan kerja berhasil meningkatkan pendapatan peserta sebesar 25%, namun tidak dapat membuktikan bahwa peningkatan tersebut semata-mata disebabkan oleh program. Masalah yang dihadapi evaluator ini adalah…
- A. Masalah validitas internal karena instrumen pengukuran tidak reliabel
- B. Masalah atribusi karena sulit memisahkan efek program dari faktor eksternal lainnya
- C. Masalah etika karena evaluator tidak mendapatkan persetujuan dari peserta
- D. Masalah generalisasi karena sampel yang digunakan tidak representatif
31. Relevansi sebagai salah satu kriteria evaluasi kebijakan menilai apakah…
- A. Program berhasil mencapai seluruh target yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan
- B. Biaya yang dikeluarkan program sepadan dengan manfaat yang diterima masyarakat
- C. Program dapat dilanjutkan secara mandiri setelah dukungan eksternal dihentikan
- D. Tujuan program sesuai dengan kebutuhan nyata kelompok sasaran dan prioritas pembangunan
32. Keberlanjutan (sustainability) sebagai kriteria evaluasi kebijakan menilai apakah…
- A. Manfaat program dapat terus berlangsung setelah dukungan dan pendanaan eksternal berakhir
- B. Program mampu mencakup seluruh kelompok sasaran tanpa ada yang tertinggal
- C. Anggaran yang digunakan program telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan
- D. Program dilaksanakan sesuai jadwal waktu yang telah ditetapkan sejak awal
33. Ketika seorang evaluator kebijakan menemukan bahwa program bantuan sosial hanya menjangkau 40% dari target penerima manfaat, hal ini paling tepat dianalisis menggunakan kriteria evaluasi…
- A. Relevansi, karena program tidak sesuai dengan kebutuhan kelompok sasaran
- B. Keberlanjutan, karena program tidak dapat berjalan tanpa dukungan eksternal
- C. Efektivitas, karena program gagal mencapai target cakupan yang telah ditetapkan
- D. Efisiensi, karena program menggunakan lebih banyak anggaran dari yang dibutuhkan
34. Dalam konteks evaluasi kebijakan publik di Indonesia, lembaga yang memiliki mandat untuk melakukan evaluasi pembangunan nasional secara reguler adalah…
- A. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
- B. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas
- C. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
- D. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
35. Salah satu hambatan utama dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi kebijakan di negara berkembang adalah…
- A. Terlalu banyaknya lembaga evaluasi independen yang saling bersaing
- B. Tingginya permintaan masyarakat terhadap hasil evaluasi kebijakan
- C. Kesediaan pejabat pemerintah untuk terlalu transparan dalam pelaporan program
- D. Keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, data yang tidak lengkap, dan resistensi terhadap akuntabilitas
36. Evaluasi partisipatif dalam kebijakan publik menekankan pentingnya keterlibatan…
- A. Kelompok sasaran dan masyarakat yang terkena dampak kebijakan dalam seluruh proses evaluasi
- B. Para akademisi dan peneliti dari universitas ternama dalam desain evaluasi
- C. Lembaga internasional dan donor asing dalam penentuan kriteria keberhasilan
- D. Pejabat senior pemerintah dalam pengambilan keputusan hasil evaluasi
37. Penggunaan wawancara mendalam (in-depth interview) dalam evaluasi kebijakan paling tepat diterapkan untuk…
- A. Mengumpulkan data dari sejumlah besar responden secara efisien dalam waktu singkat
- B. Menguji hipotesis tentang hubungan kausal antara dua variabel program
- C. Menggali pemahaman mendalam tentang persepsi, motivasi, dan pengalaman informan kunci
- D. Mengukur tingkat kepuasan penerima manfaat secara kuantitatif dan terstandarisasi
38. Focus Group Discussion (FGD) dalam evaluasi kebijakan digunakan terutama untuk…
- A. Mengumpulkan data statistik dari kelompok sasaran yang representatif
- B. Menguji validitas instrumen survei yang akan digunakan dalam evaluasi besar
- C. Mengaudit penggunaan anggaran program secara partisipatif bersama masyarakat
- D. Mengeksplorasi pendapat dan perspektif kelompok tentang suatu isu kebijakan secara interaktif
39. Dalam monitoring kebijakan publik, laporan kemajuan (progress report) secara berkala disusun dengan tujuan utama untuk…
- A. Memenuhi kewajiban administratif kepada Kementerian Keuangan terkait realisasi anggaran
- B. Memberikan informasi terkini kepada pengelola program untuk mendukung pengambilan keputusan
- C. Mendokumentasikan kegiatan program untuk keperluan arsip dan memori kelembagaan
- D. Mempublikasikan capaian program kepada media massa dan masyarakat luas
40. Kriteria SMART dalam penyusunan indikator monitoring kebijakan publik mewajibkan indikator bersifat…
- A. Spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan terikat waktu
- B. Sistematis, metodologis, akurat, realistis, dan terpercaya
- C. Sederhana, mudah dipahami, aplikatif, representatif, dan transparan
- D. Strategis, manajerial, analitis, responsif, dan terstandarisasi
41. Analisis pemangku kepentingan (stakeholder analysis) dalam perancangan evaluasi kebijakan dilakukan untuk…
- A. Menentukan jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk pelaksanaan evaluasi
- B. Mengidentifikasi metode statistik yang tepat untuk menganalisis data program
- C. Menyusun daftar pertanyaan kuesioner yang akan digunakan dalam survei evaluasi
- D. Memahami kepentingan, pengaruh, dan kebutuhan informasi berbagai pihak yang terkait program
42. Pemanfaatan hasil evaluasi kebijakan (evaluation utilization) terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu…
- A. Pemanfaatan langsung dan pemanfaatan tidak langsung melalui lembaga perantara
- B. Pemanfaatan finansial dan pemanfaatan non-finansial bagi pembangunan nasional
- C. Pemanfaatan instrumental untuk perubahan kebijakan langsung dan pemanfaatan konseptual untuk perubahan cara berpikir
- D. Pemanfaatan jangka pendek oleh eksekutif dan pemanfaatan jangka panjang oleh legislatif
43. Dalam menyusun laporan evaluasi kebijakan, rekomendasi yang baik harus memenuhi kriteria…
- A. Bersifat umum agar dapat diterapkan pada berbagai konteks program yang berbeda
- B. Spesifik, dapat dilaksanakan, ditujukan kepada pihak yang berwenang, dan berdasarkan temuan evaluasi
- C. Mencakup seluruh aspek program agar tidak ada dimensi yang terlewatkan dalam perbaikan
- D. Diformulasikan secara teknis dan ilmiah menggunakan terminologi yang baku dan formal
44. Sistem informasi manajemen dalam monitoring kebijakan publik berfungsi untuk…
- A. Mengumpulkan, menyimpan, mengolah, dan menyajikan data kinerja program secara terintegrasi
- B. Menggantikan peran evaluator dalam melakukan penilaian terhadap dampak program
- C. Memfasilitasi komunikasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah secara real-time
- D. Menyimpan dokumen perencanaan program agar mudah diakses oleh auditor eksternal
45. Evaluasi kebijakan yang dilakukan oleh lembaga independen di luar pemerintah disebut evaluasi…
- A. Evaluasi formatif
- B. Evaluasi partisipatif
- C. Evaluasi eksternal
- D. Evaluasi sumatif
46. Pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan perbedaan antara monitoring dan evaluasi adalah…
- A. Monitoring hanya dilakukan oleh pemerintah sedangkan evaluasi dapat dilakukan siapa saja
- B. Monitoring menggunakan metode kuantitatif sedangkan evaluasi menggunakan metode kualitatif
- C. Monitoring lebih mahal biayanya dibandingkan evaluasi karena dilakukan secara terus-menerus
- D. Monitoring bersifat kontinu selama program berjalan, sedangkan evaluasi dilakukan pada titik waktu tertentu untuk menilai capaian secara mendalam
47. Pendekatan Most Significant Change (MSC) dalam evaluasi kebijakan mengumpulkan data melalui…
- A. Pengukuran statistik terhadap perubahan indikator kinerja utama secara berkala
- B. Pengumpulan dan seleksi cerita tentang perubahan paling signifikan yang dialami kelompok sasaran
- C. Observasi langsung terhadap perubahan perilaku kelompok perlakuan dan kelompok kontrol
- D. Analisis dokumen kebijakan untuk mengidentifikasi perubahan regulasi yang terjadi
48. Permasalahan “mission creep” dalam pelaksanaan suatu kebijakan publik berarti…
- A. Program mengalami kekurangan anggaran sehingga tidak dapat menyelesaikan seluruh kegiatan
- B. Program tidak mampu merekrut tenaga pelaksana yang memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan
- C. Ruang lingkup program meluas secara bertahap melampaui tujuan dan mandat awal yang ditetapkan
- D. Program gagal menjangkau kelompok sasaran yang berada di daerah terpencil dan terisolasi
49. Studi kasus sebagai metode dalam evaluasi kebijakan publik memiliki keunggulan dalam hal…
- A. Kemampuan memberikan pemahaman mendalam dan holistik tentang suatu fenomena kebijakan dalam konteksnya yang spesifik
- B. Kemudahan generalisasi temuan kepada seluruh populasi program yang lebih luas
- C. Kecepatan pengumpulan data karena tidak memerlukan kunjungan lapangan yang ekstensif
- D. Objektivitas tinggi karena tidak dipengaruhi oleh bias evaluator dalam proses analisis
50. Dalam kerangka monitoring dan evaluasi kebijakan publik yang baik, hubungan antara monitoring dan evaluasi seharusnya bersifat…
- A. Terpisah dan independen satu sama lain agar tidak terjadi konflik kepentingan
- B. Kompetitif karena keduanya berebut anggaran yang terbatas dalam program pemerintah
- C. Hierarkis dengan monitoring berada di bawah kendali evaluasi dalam satu sistem pengawasan
- D. Saling melengkapi, di mana data monitoring menjadi salah satu sumber penting bagi pelaksanaan evaluasi yang komprehensif
Latihan Tambahan dengan AI
Salin prompt di bawah ini, lalu tempelkan ke ChatGPT, Gemini, Claude, atau AI lainnya untuk mendapatkan 50 soal latihan baru dengan materi yang sama. Soal yang dihasilkan AI akan berbeda dari soal di halaman ini.