ESHA4216 — Akuntansi Keuangan Syariah

Ekonomi Syariah 50 soal

1. Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah (KDPPLKS) diterbitkan oleh…

  • A. Bank Indonesia
  • B. Otoritas Jasa Keuangan
  • C. Ikatan Akuntan Indonesia
  • D. Kementerian Keuangan
Jawaban: C.

2. Salah satu tujuan utama laporan keuangan syariah adalah…

  • A. Memaksimalkan laba bagi pemegang saham
  • B. Memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja, dan perubahan posisi keuangan entitas syariah
  • C. Melaporkan pembayaran pajak kepada negara
  • D. Menghitung besaran dividen yang akan dibagikan
Jawaban: B.

3. Akuntansi syariah berkembang seiring munculnya lembaga keuangan syariah modern pertama di dunia, yaitu…

  • A. Bank Muamalat Indonesia
  • B. Islamic Development Bank
  • C. Dubai Islamic Bank
  • D. Abu Dhabi Islamic Bank
Jawaban: C.

4. Prinsip dasar yang membedakan akuntansi syariah dari akuntansi konvensional adalah…

  • A. Penggunaan sistem double-entry
  • B. Larangan riba, gharar, dan maysir dalam setiap transaksi
  • C. Penggunaan mata uang asing sebagai acuan
  • D. Penerapan metode akrual secara ketat
Jawaban: B.

5. Dalam KDPPLKS, asumsi dasar penyusunan laporan keuangan syariah meliputi…

  • A. Kelangsungan usaha dan dasar akrual
  • B. Konservatisme dan materiality
  • C. Historis dan going concern
  • D. Realisasi dan periodisasi
Jawaban: A.

6. Murabahah adalah akad jual beli di mana penjual menyatakan…

  • A. Harga jual tanpa menyebutkan keuntungan
  • B. Harga pokok dan keuntungan yang disepakati kepada pembeli
  • C. Harga pasar sebagai acuan pembayaran
  • D. Harga yang ditentukan sepihak oleh penjual
Jawaban: B.

7. Menurut PSAK 102, pengakuan aset murabahah pada saat perolehan diukur sebesar…

  • A. Nilai wajar ditambah biaya transaksi
  • B. Harga pokok ditambah biaya perolehan lainnya
  • C. Nilai realisasi bersih
  • D. Nilai buku setelah depresiasi
Jawaban: D.

8. Uang muka dalam transaksi murabahah disebut juga…

  • A. Hiwalah
  • B. Urbun
  • C. Kafalah
  • D. Wakalah
Jawaban: B.

9. Keuntungan murabahah tangguh diakui selama periode akad dengan menggunakan metode…

  • A. Garis lurus atau anuitas
  • B. FIFO atau LIFO
  • C. Nilai kini atau nilai masa depan
  • D. Penyusutan dipercepat
Jawaban: A.

10. Denda atas keterlambatan pembayaran dalam murabahah oleh penjual harus diperlakukan sebagai…

  • A. Pendapatan operasional
  • B. Pengurangan piutang
  • C. Dana kebajikan (qardh)
  • D. Cadangan kerugian
Jawaban: C.

11. Dalam akuntansi murabahah, diskon yang diterima setelah akad ditandatangani menjadi hak…

  • A. Penjual sepenuhnya
  • B. Pembeli jika disepakati dalam akad
  • C. Lembaga keuangan syariah
  • D. Pemerintah sebagai regulator
Jawaban: B.

12. Akad Salam adalah…

  • A. Jual beli dengan pembayaran di muka dan barang diserahkan kemudian
  • B. Jual beli dengan pembayaran di belakang dan barang diserahkan sekarang
  • C. Sewa-menyewa atas manfaat suatu barang
  • D. Pembiayaan bagi hasil antara dua pihak
Jawaban: A.

13. Dalam PSAK 103 (Salam), aset yang diperoleh dari akad salam paralel dicatat sebesar…

  • A. Nilai wajar pada tanggal pelaporan
  • B. Nilai buku bersih
  • C. Harga perolehan (biaya historis)
  • D. Nilai realisasi neto
Jawaban: C.

14. Salam Paralel terjadi ketika…

  • A. Penjual membuat dua akad salam dengan pembeli yang sama
  • B. Penjual (sebagai pembeli salam pertama) membuat akad salam kedua dengan pihak ketiga untuk memenuhi kewajibannya
  • C. Dua pembeli membuat akad salam dengan penjual yang sama
  • D. Satu akad salam berlaku untuk dua komoditas berbeda
Jawaban: B.

15. Istishna adalah akad jual beli dalam bentuk…

  • A. Pemesanan pembuatan barang dengan kriteria tertentu
  • B. Pembiayaan atas sewa aset produktif
  • C. Jual beli valuta asing secara tunai
  • D. Pinjaman tanpa bunga kepada nasabah
Jawaban: A.

16. Perbedaan utama antara Istishna dan Salam terletak pada…

  • A. Jenis komoditas yang diperjualbelikan
  • B. Cara pembayaran dan objek transaksi (barang harus diproduksi vs sudah tersedia)
  • C. Pihak yang terlibat dalam transaksi
  • D. Jangka waktu penyelesaian kontrak
Jawaban: B.

17. Dalam akad Istishna Paralel, produsen (shani’) boleh menyerahkan pekerjaan kepada pihak ketiga dengan syarat…

  • A. Mendapat izin dari pemerintah
  • B. Kualitas dan spesifikasi barang tetap sesuai pesanan pembeli awal
  • C. Harga tidak berubah dari akad pertama
  • D. Pembeli awal tidak mengetahuinya
Jawaban: B.

18. Pendapatan Istishna diakui menggunakan metode persentase penyelesaian jika…

  • A. Nilai kontrak di atas Rp1 miliar
  • B. Hasil pekerjaan dapat diestimasi secara andal
  • C. Pembeli telah membayar lunas
  • D. Barang sudah diserahkan kepada pembeli
Jawaban: B.

19. Ijarah secara bahasa berarti…

  • A. Jual beli
  • B. Upah atau sewa
  • C. Bagi hasil
  • D. Pinjaman
Jawaban: B.

20. Dalam PSAK 107, objek ijarah yang disewakan oleh pemilik (mu’jir) disebut…

  • A. Ma’jur
  • B. Ujrah
  • C. Musta’jir
  • D. Manfaat
Jawaban: A.

21. Perbedaan Ijarah dengan Ijarah Muntahiya Bit Tamlik (IMBT) adalah…

  • A. IMBT menggunakan barang yang lebih mahal
  • B. Pada IMBT terdapat opsi pemindahan kepemilikan di akhir masa sewa
  • C. Ijarah biasa hanya untuk aset tidak bergerak
  • D. IMBT tidak memerlukan akad terpisah
Jawaban: B.

22. Biaya perbaikan objek ijarah yang bersifat rutin menjadi tanggung jawab…

  • A. Penyewa (musta’jir)
  • B. Pihak ketiga yang ditunjuk
  • C. Pemilik (mu’jir)
  • D. Lembaga keuangan sebagai perantara
Jawaban: C.

23. Musyarakah Mutanaqishah (MMQ) adalah bentuk musyarakah di mana…

  • A. Keuntungan dibagi sama rata setiap bulan
  • B. Porsi kepemilikan salah satu pihak berkurang secara bertahap hingga nihil
  • C. Modal disetor dalam bentuk aset tetap
  • D. Kerugian ditanggung pihak ketiga
Jawaban: B.

24. Dalam MMQ untuk pembiayaan properti, sewa yang dibayar nasabah terdiri dari…

  • A. Pokok dan bunga
  • B. Ujrah dan cicilan pembelian porsi bank
  • C. Bagi hasil dan fee administrasi
  • D. Margin keuntungan dan asuransi
Jawaban: B.

25. Akuntansi Investasi syariah yang dibahas dalam Modul 05 berfokus pada…

  • A. Investasi saham konvensional
  • B. Akuntansi Mudarabah dan Musyarakah
  • C. Investasi obligasi pemerintah
  • D. Reksa dana berbasis indeks
Jawaban: B.

26. Dalam akad Mudarabah, pihak yang menyediakan modal disebut…

  • A. Mudharib
  • B. Musytari
  • C. Shahibul Maal
  • D. Musta’jir
Jawaban: C.

27. Kerugian dalam akad Mudarabah yang bukan disebabkan kelalaian mudharib ditanggung oleh…

  • A. Mudharib
  • B. Shahibul maal
  • C. Keduanya secara proporsional
  • D. Pihak asuransi syariah
Jawaban: B.

28. Nisbah bagi hasil dalam Mudarabah disepakati…

  • A. Setelah proyek selesai dan keuntungan diketahui
  • B. Di awal akad sebelum usaha dimulai
  • C. Oleh regulator berdasarkan ketentuan OJK
  • D. Berdasarkan rata-rata industri keuangan syariah
Jawaban: B.

29. Musyarakah berbeda dengan Mudarabah karena dalam Musyarakah…

  • A. Hanya satu pihak yang menyediakan modal
  • B. Semua pihak berkontribusi modal dan boleh ikut mengelola usaha
  • C. Keuntungan hanya untuk pemilik modal
  • D. Akad tidak dapat diakhiri sebelum masa jatuh tempo
Jawaban: B.

30. Dalam akad Musyarakah, pembagian keuntungan harus berdasarkan…

  • A. Jumlah tenaga kerja yang dikontribusikan
  • B. Nisbah yang disepakati, bukan rasio modal semata
  • C. Keputusan pihak yang lebih banyak menyetor modal
  • D. Standar yang ditetapkan Bank Indonesia
Jawaban: B.

31. Akuntansi Sosial dalam konteks syariah mencakup…

  • A. Pelaporan kinerja sosial perusahaan konvensional
  • B. Akuntansi Qardh dan Asuransi Syariah
  • C. Audit lingkungan hidup perusahaan
  • D. Pelaporan CSR menurut standar GRI
Jawaban: B.

32. Qardh adalah akad…

  • A. Pinjam-meminjam tanpa imbalan (kebajikan)
  • B. Jual beli dengan keuntungan tertentu
  • C. Sewa aset produktif jangka panjang
  • D. Bagi hasil atas usaha bersama
Jawaban: A.

33. Dalam akuntansi Qardh, pinjaman yang diberikan dicatat oleh pemberi pinjaman sebesar…

  • A. Nilai wajar ditambah biaya transaksi
  • B. Nilai nominal yang dipinjamkan
  • C. Nilai kini arus kas masa depan
  • D. Nilai buku setelah penyesuaian inflasi
Jawaban: B.

34. Dana kebajikan yang berasal dari denda nasabah dalam perbankan syariah seharusnya disalurkan untuk…

  • A. Operasional bank
  • B. Bagi hasil pemegang saham
  • C. Kegiatan sosial dan amal
  • D. Cadangan kerugian piutang
Jawaban: C.

35. Asuransi Syariah (Takaful) beroperasi berdasarkan prinsip…

  • A. Transfer risiko seperti asuransi konvensional
  • B. Tolong-menolong (ta’awun) melalui kontribusi peserta ke dana tabarru’
  • C. Investasi premi untuk menghasilkan return maksimal
  • D. Garansi pengembalian premi oleh perusahaan
Jawaban: B.

36. Surplus underwriting dalam asuransi syariah adalah…

  • A. Keuntungan perusahaan asuransi dari investasi
  • B. Kelebihan dana tabarru’ setelah dikurangi klaim dan beban operasional
  • C. Selisih premi yang dibayar dengan nilai pertanggungan
  • D. Biaya pengelolaan yang diambil operator takaful
Jawaban: B.

37. ZIS dalam akuntansi syariah merupakan singkatan dari…

  • A. Zakat, Infak, dan Sedekah
  • B. Zakat, Ijarah, dan Salam
  • C. Zakat, Investasi, dan Sukuk
  • D. Zakat, Istishna, dan Salam
Jawaban: A.

38. PSAK 109 mengatur akuntansi…

  • A. Murabahah dan Salam
  • B. Zakat, Infak, dan Sedekah
  • C. Ijarah dan IMBT
  • D. Musyarakah dan Mudarabah
Jawaban: B.

39. Zakat wajib dikeluarkan apabila telah memenuhi syarat…

  • A. Nisab dan haul
  • B. Niat dan kemampuan
  • C. Usia dan profesi
  • D. Kepemilikan dan hutang
Jawaban: A.

40. Dalam PSAK 109, penerimaan zakat diakui pada saat…

  • A. Muzakki menyatakan niat berzakat
  • B. Aset zakat diterima oleh amil
  • C. Zakat didistribusikan kepada mustahiq
  • D. Laporan keuangan amil disahkan
Jawaban: B.

41. Perbedaan antara infak dan sedekah adalah…

  • A. Infak bersifat wajib, sedekah bersifat sunnah
  • B. Infak khusus berupa uang, sedekah berupa barang
  • C. Infak mencakup pemberian materi maupun non-materi, sedekah lebih luas meliputi segala kebaikan
  • D. Infak hanya untuk keluarga, sedekah untuk umum
Jawaban: C.

42. Hybrid Contract (Al-‘Uqud Al-Murakkabah) dalam PSAK 111 adalah…

  • A. Akad tunggal yang melibatkan dua komoditas berbeda
  • B. Penggabungan dua atau lebih akad dalam satu transaksi
  • C. Akad bersama antara tiga pihak atau lebih
  • D. Kontrak yang menggabungkan syarat konvensional dan syariah
Jawaban: B.

43. Wa’d dalam konteks keuangan syariah berarti…

  • A. Akad jual beli bersyarat
  • B. Janji atau komitmen sepihak untuk melakukan sesuatu di masa depan
  • C. Akad gadai atas aset
  • D. Perjanjian bagi hasil antara dua pihak
Jawaban: B.

44. Akuntansi Hybrid Contract diatur dalam…

  • A. PSAK 102
  • B. PSAK 107
  • C. PSAK 109
  • D. PSAK 111
Jawaban: D.

45. Salah satu syarat sahnya Hybrid Contract menurut fatwa DSN-MUI adalah…

  • A. Harus mendapat persetujuan Bank Indonesia
  • B. Tidak boleh menggabungkan akad yang secara syariah dilarang dikombinasikan
  • C. Nilai transaksi minimal Rp500 juta
  • D. Harus dicatat oleh akuntan publik bersertifikat syariah
Jawaban: B.

46. Wakaf diatur dalam PSAK 112. Wakaf adalah…

  • A. Pinjaman aset kepada pihak yang membutuhkan
  • B. Pemindahan hak milik kepada orang tertentu dengan imbalan
  • C. Penahan harta yang dapat dimanfaatkan dengan tidak memusnahkan bendanya, untuk tujuan kebajikan
  • D. Pemberian aset secara cuma-cuma kepada keluarga dekat
Jawaban: C.

47. Pihak yang menerima dan mengelola harta wakaf disebut…

  • A. Wakif
  • B. Mauquf
  • C. Nazhir
  • D. Mauquf ‘alaih
Jawaban: C.

48. Dalam PSAK 112, aset wakaf diakui dan diukur sebesar…

  • A. Nilai pasar terkini aset serupa
  • B. Nilai yang ditetapkan oleh Badan Wakaf Indonesia
  • C. Nilai perolehan atau nilai wajar pada saat diterima
  • D. Nilai penyusutan yang tersisa
Jawaban: C.

49. Wakaf Uang (Cash Waqf) memiliki keunggulan dibandingkan wakaf benda tidak bergerak karena…

  • A. Lebih mudah diwariskan kepada ahli waris
  • B. Dapat diinvestasikan sehingga manfaatnya lebih luas dan berkelanjutan
  • C. Bebas dari pengawasan Badan Wakaf Indonesia
  • D. Tidak memerlukan akad tertulis
Jawaban: B.

50. Secara keseluruhan, tujuan laporan keuangan entitas syariah yang membedakannya dari entitas konvensional adalah…

  • A. Memaksimalkan nilai perusahaan bagi investor asing
  • B. Fokus pada pelaporan pajak yang efisien
  • C. Memberikan informasi kepatuhan syariah dan pertanggungjawaban kepada Allah (hablumminallah) dan manusia (hablumminannas)
  • D. Meminimalkan kewajiban zakat perusahaan
Jawaban: C.

Latihan Tambahan dengan AI

Salin prompt di bawah ini, lalu tempelkan ke ChatGPT, Gemini, Claude, atau AI lainnya untuk mendapatkan 50 soal latihan baru dengan materi yang sama. Soal yang dihasilkan AI akan berbeda dari soal di halaman ini.

Kamu adalah dosen mata kuliah ESHA4216 Akuntansi Keuangan Syariah untuk mahasiswa program studi Ekonomi Syariah Universitas Terbuka. Buatkan 50 soal latihan UAS baru dalam format multiple choice (A/B/C/D) yang mencakup topik-topik berikut: syariah, akad, akuntansi, psak, keuangan, murabahah, wakaf, salam, ijarah, musyarakah. Syarat soal: - Soal harus berbeda dari soal yang sudah ada, jangan mengulang soal yang sama - Setiap soal memiliki 4 pilihan jawaban (A, B, C, D) - Sertakan kunci jawaban dan penjelasan singkat setelah tiap soal - Tingkat kesulitan setara soal UAS Universitas Terbuka Format output: file HTML5 lengkap yang bisa langsung disimpan sebagai .html dan dibuka di browser. Gunakan struktur: nomor soal, teks soal, pilihan A-D, lalu jawaban + penjelasan dalam elemen yang bisa di-toggle (tombol Lihat Jawaban).