EPFA4222 — Laboratorium Pengukuran Kinerja Organisasi Publik
1. Dalam konteks organisasi pemerintah, yang dimaksud dengan visi instansi adalah…
- A. Pernyataan tentang langkah-langkah operasional yang harus dicapai dalam satu tahun anggaran
- B. Gambaran ideal kondisi masa depan yang ingin diwujudkan oleh instansi pemerintah
- C. Rincian kegiatan yang harus dilaksanakan untuk mencapai sasaran tahunan instansi
- D. Tolok ukur keberhasilan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi instansi pemerintah
2. Salah satu potensi utama yang dimiliki instansi pemerintah dalam menjalankan tugas pelayanan publik adalah…
- A. Kewenangan legal yang diberikan oleh peraturan perundang-undangan
- B. Kemampuan bersaing dengan sektor swasta dalam perolehan pendapatan
- C. Fleksibilitas pengelolaan anggaran tanpa persetujuan lembaga legislatif
- D. Otonomi penuh dalam menetapkan tarif layanan publik secara mandiri
3. Tantangan utama yang dihadapi instansi pemerintah dalam mewujudkan tata kelola yang baik adalah…
- A. Tingginya persaingan dengan lembaga swasta dalam rekrutmen sumber daya manusia
- B. Keterbatasan akses terhadap teknologi informasi mutakhir
- C. Birokrasi yang kaku dan resistensi terhadap perubahan dalam organisasi
- D. Minimnya dukungan anggaran dari pemerintah pusat kepada daerah
4. Misi instansi pemerintah berbeda dengan visi karena misi merupakan…
- A. Pernyataan mengenai hasil akhir yang ingin dicapai dalam jangka sangat panjang
- B. Deskripsi kondisi ideal yang diinginkan di masa depan oleh seluruh pemangku kepentingan
- C. Peta jalan strategis yang memuat seluruh program prioritas nasional
- D. Pernyataan tentang alasan keberadaan dan tugas pokok organisasi dalam melayani masyarakat
5. Dalam kerangka manajemen kinerja pemerintah, sasaran strategis instansi harus memiliki karakteristik SMART. Huruf “M” dalam SMART merujuk pada…
- A. Motivational, yaitu mampu mendorong semangat pegawai untuk mencapainya
- B. Measurable, yaitu dapat diukur pencapaiannya secara kuantitatif maupun kualitatif
- C. Meaningful, yaitu memiliki makna strategis bagi kepentingan organisasi
- D. Manageable, yaitu dapat dikelola oleh kapasitas internal instansi
6. Kerangka manajemen kinerja instansi pemerintah di Indonesia secara umum mengacu pada regulasi pokok yaitu…
- A. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan dan Tata Cara Penyusunan RPJMD
- B. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
- C. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
- D. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik
7. Program dalam dokumen perencanaan instansi pemerintah didefinisikan sebagai…
- A. Instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan untuk mencapai sasaran dan tujuan
- B. Tahapan teknis pelaksanaan tugas yang dilakukan oleh unit kerja terkecil
- C. Alokasi anggaran tahunan yang ditetapkan dalam DIPA untuk setiap satuan kerja
- D. Dokumen perencanaan jangka menengah yang memuat target outcome instansi
8. Sebuah dinas pendidikan daerah menyusun rencana strategis yang memuat tujuan meningkatkan angka partisipasi sekolah. Hubungan logis antara tujuan tersebut dengan sasaran, program, dan kegiatan dalam manajemen kinerja disebut…
- A. Cascade kinerja horizontal
- B. Sinkronisasi anggaran berbasis hasil
- C. Integrasi program lintas sektor
- D. Keterkaitan vertikal dalam rantai hasil kinerja
9. Permasalahan klasik yang sering dihadapi instansi pemerintah dalam penetapan sasaran kinerja adalah…
- A. Terlalu banyaknya sumber daya manusia yang mengakibatkan inefisiensi program
- B. Sasaran yang ditetapkan berorientasi pada output kegiatan, bukan pada outcome yang dirasakan masyarakat
- C. Ketidaksesuaian antara struktur organisasi dan kebutuhan pelayanan teknis
- D. Minimnya partisipasi lembaga swadaya masyarakat dalam penyusunan rencana kinerja
10. Perjanjian Kinerja antara pimpinan instansi pemerintah dengan atasannya pada dasarnya berfungsi sebagai…
- A. Dokumen hukum yang mengikat secara pidana apabila target tidak tercapai
- B. Pedoman teknis pelaksanaan kegiatan di tingkat unit kerja terkecil
- C. Komitmen dan kesepakatan antara pemberi dan penerima amanah atas kinerja yang harus dicapai
- D. Rincian anggaran yang dialokasikan untuk setiap sasaran strategis instansi
11. Indikator Kinerja Utama (IKU) yang baik dalam Perjanjian Kinerja instansi pemerintah harus memenuhi kriteria, antara lain…
- A. Relevan, peka terhadap perubahan, dan dapat diverifikasi datanya
- B. Bersifat subjektif dan fleksibel sesuai kebijakan pimpinan yang sedang menjabat
- C. Hanya menggunakan satuan persentase agar mudah dibandingkan antar instansi
- D. Ditetapkan tanpa melibatkan unit kerja di bawahnya agar tetap objektif
12. Perbedaan mendasar antara indikator kinerja input dan indikator kinerja output adalah…
- A. Indikator input mengukur manfaat jangka panjang, sedangkan output mengukur proses pelaksanaan
- B. Indikator input hanya berlaku untuk instansi pusat, sedangkan output untuk instansi daerah
- C. Indikator input digunakan saat perencanaan, sedangkan output digunakan saat evaluasi akhir tahun
- D. Indikator input mengukur sumber daya yang digunakan, sedangkan output mengukur hasil langsung yang dihasilkan dari kegiatan
13. Suatu instansi pemerintah menetapkan target kinerja “jumlah peserta pelatihan pegawai sebanyak 200 orang.” Indikator ini tergolong dalam jenis indikator…
- A. Outcome, karena mengukur dampak pelatihan terhadap kinerja organisasi
- B. Output, karena mengukur hasil langsung dari pelaksanaan kegiatan pelatihan
- C. Input, karena mengukur kapasitas sumber daya manusia yang dimiliki instansi
- D. Impact, karena mengukur perubahan perilaku jangka panjang akibat pelatihan
14. Penetapan target dalam Perjanjian Kinerja harus mempertimbangkan beberapa faktor, salah satunya adalah…
- A. Tingkat kepopuleran program di masyarakat berdasarkan survei media sosial
- B. Preferensi pribadi pimpinan dalam menentukan prioritas anggaran tahunan
- C. Realisasi kinerja tahun sebelumnya dan kapasitas sumber daya yang tersedia
- D. Perbandingan target instansi sejenis di negara-negara berkembang lainnya
15. Cascading Perjanjian Kinerja dari level pimpinan tertinggi ke unit kerja terbawah bertujuan untuk…
- A. Memastikan setiap unit kerja berkontribusi secara terstruktur terhadap pencapaian sasaran strategis instansi
- B. Mempermudah proses administrasi kepegawaian dalam penilaian prestasi kerja tahunan
- C. Mendistribusikan anggaran secara merata ke seluruh unit kerja tanpa memandang beban kerja
- D. Mengurangi beban tanggung jawab pimpinan puncak dalam pencapaian target kinerja
16. Target kinerja instansi yang terlalu mudah dicapai (easy target) dapat berdampak negatif karena…
- A. Mempercepat proses pelaporan kinerja sehingga mengurangi beban kerja aparatur
- B. Menyebabkan konflik internal antara unit kerja yang mendapatkan target berbeda
- C. Mendorong aparatur untuk mengajukan usulan program baru yang tidak relevan
- D. Tidak mendorong peningkatan kinerja dan berpotensi menghasilkan laporan semu yang tidak mencerminkan kondisi riil
17. Dalam pengukuran kinerja instansi pemerintah, perjanjian kinerja digunakan sebagai dasar perbandingan karena…
- A. Merupakan dokumen yang disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan setiap tahun
- B. Memuat target kinerja yang telah disepakati dan menjadi tolok ukur capaian aktual
- C. Bersifat rahasia sehingga hanya dapat diakses oleh pimpinan dan tim audit internal
- D. Merupakan syarat pencairan tunjangan kinerja seluruh aparatur sipil negara
18. Pengukuran kinerja instansi pemerintah yang hanya berfokus pada indikator keuangan tanpa mempertimbangkan indikator non-keuangan disebut sebagai…
- A. Pengukuran kinerja berbasis anggaran yang akuntabel dan transparan
- B. Pendekatan holistik dalam manajemen kinerja sektor publik
- C. Pengukuran kinerja yang tidak komprehensif karena mengabaikan dimensi pelayanan dan kepuasan masyarakat
- D. Model pengukuran kinerja yang direkomendasikan oleh standar akuntansi pemerintahan
19. Formula dasar pengukuran capaian kinerja instansi pemerintah adalah…
- A. Realisasi dibagi target dikali 100 persen
- B. Target dikurangi realisasi dibagi standar deviasi
- C. Anggaran yang terserap dibagi total pagu anggaran dikali bobot indikator
- D. Jumlah kegiatan selesai dibagi total kegiatan rencana dikali faktor koreksi
20. Suatu instansi memiliki indikator kinerja yang sifatnya “semakin kecil semakin baik” seperti tingkat keluhan masyarakat. Dalam penghitungan capaiannya, rumus yang digunakan adalah…
- A. Realisasi dibagi target dikali 100 persen seperti indikator positif lainnya
- B. Target dibagi realisasi dikali bobot indikator dalam perjanjian kinerja
- C. Selisih antara target dan realisasi dibagi standar nasional dikali 100 persen
- D. Target dibagi realisasi dikali 100 persen, agar nilai capaian tinggi ketika realisasi lebih kecil dari target
21. Pengukuran kinerja instansi pemerintah yang efektif memerlukan penetapan baseline data. Baseline data dalam konteks ini berfungsi sebagai…
- A. Standar minimum nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara
- B. Titik awal pengukuran yang menjadi acuan untuk menilai perubahan kinerja dari waktu ke waktu
- C. Data komparatif instansi lain yang dijadikan pembanding dalam benchmarking kinerja
- D. Laporan realisasi anggaran tahun sebelumnya yang disahkan oleh BPK
22. Pengelolaan data kinerja instansi pemerintah mencakup kegiatan mencatat, mengolah, dan melaporkan. Tahap pencatatan data kinerja bertujuan untuk…
- A. Menyusun rekomendasi kebijakan berdasarkan analisis tren kinerja jangka panjang
- B. Mendistribusikan informasi kinerja kepada seluruh pemangku kepentingan eksternal
- C. Mendokumentasikan realisasi kinerja secara sistematis agar dapat digunakan sebagai bahan pengukuran
- D. Memvalidasi target kinerja yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja
23. Pengolahan data kinerja instansi pemerintah meliputi kegiatan verifikasi data. Tujuan verifikasi data adalah…
- A. Memastikan akurasi, kelengkapan, dan keandalan data kinerja sebelum digunakan dalam laporan
- B. Menghapus data kinerja yang tidak mencapai target agar laporan terlihat lebih baik
- C. Mengonversi satuan data kinerja agar sesuai dengan format nasional yang berlaku
- D. Membandingkan data kinerja instansi dengan standar kinerja instansi sejenis di luar negeri
24. Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi Kinerja (SIMEK) pada instansi pemerintah dikembangkan terutama untuk…
- A. Menggantikan peran auditor internal dalam menilai efektivitas program pemerintah
- B. Menyediakan platform media sosial bagi aparatur untuk melaporkan kendala lapangan
- C. Memproses data penggajian pegawai negeri sipil secara otomatis dan terintegrasi
- D. Mempercepat pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data kinerja secara real time untuk pengambilan keputusan
25. Kualitas data kinerja yang dilaporkan instansi pemerintah sangat bergantung pada keandalan sumber data. Sumber data yang paling kredibel untuk indikator kinerja pelayanan publik adalah…
- A. Laporan mandiri yang disusun oleh unit kerja pelaksana tanpa reviu pihak lain
- B. Data administratif yang dikombinasikan dengan survei independen kepada penerima layanan
- C. Pemberitaan media massa yang meliput pelaksanaan program pemerintah
- D. Estimasi yang dihitung berdasarkan anggaran yang telah terserap
26. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) wajib disusun dan disampaikan kepada pihak yang berwenang paling lambat…
- A. 30 hari setelah tahun anggaran berakhir
- B. 60 hari setelah tahun anggaran berakhir
- C. 3 bulan setelah tahun anggaran berakhir
- D. 6 bulan setelah tahun anggaran berakhir
27. Muatan utama yang wajib ada dalam Laporan Kinerja Instansi Pemerintah adalah…
- A. Capaian kinerja, analisis atas capaian, dan realisasi anggaran yang dikaitkan dengan kinerja
- B. Daftar seluruh kegiatan yang dilaksanakan beserta rincian biaya setiap kegiatan
- C. Profil pegawai, struktur organisasi, dan rencana mutasi jabatan tahun berikutnya
- D. Opini auditor eksternal atas laporan keuangan dan temuan hasil pemeriksaan
28. Ikhtisar Pencapaian Sasaran Kinerja Instansi Pemerintah dalam laporan kinerja berfungsi untuk…
- A. Memberikan penjelasan teknis mengenai metodologi pengumpulan data kinerja
- B. Memuat rencana tindak lanjut untuk setiap indikator kinerja yang tidak tercapai
- C. Menyampaikan permohonan penambahan anggaran berdasarkan kekurangan capaian
- D. Menyajikan gambaran singkat menyeluruh atas tingkat pencapaian sasaran strategis instansi
29. Sebuah dinas pemerintah daerah menyajikan laporan kinerja yang menunjukkan 95% indikator tercapai, namun hasil survei kepuasan masyarakat hanya mencapai 60%. Kondisi ini mengindikasikan…
- A. Survei kepuasan masyarakat tidak valid karena tidak mencerminkan upaya aparatur
- B. Adanya kesenjangan antara capaian output yang diukur secara internal dengan dampak yang dirasakan masyarakat
- C. Masyarakat kurang memahami program pemerintah sehingga memberikan penilaian yang tidak objektif
- D. Laporan kinerja sudah sempurna dan perbedaan tersebut merupakan hal yang wajar terjadi
30. Prinsip transparansi dalam pelaporan kinerja instansi pemerintah menuntut agar laporan kinerja…
- A. Hanya memuat capaian positif agar citra instansi terjaga di hadapan publik
- B. Disampaikan dalam bahasa teknis agar mudah dipahami oleh para ahli administrasi negara
- C. Dapat diakses dan dipahami oleh publik serta memuat informasi yang jujur termasuk kegagalan pencapaian
- D. Disusun oleh konsultan independen agar bebas dari kepentingan internal instansi
31. Reviu laporan kinerja instansi pemerintah oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) bertujuan untuk…
- A. Memberikan keyakinan terbatas bahwa informasi kinerja yang disajikan dapat diandalkan dan akurat
- B. Menetapkan sanksi administratif bagi instansi yang tidak mencapai target kinerja
- C. Menyusun ulang laporan kinerja agar lebih sesuai dengan format yang ditetapkan pemerintah pusat
- D. Mengaudit laporan keuangan yang menjadi dasar pelaporan kinerja instansi
32. Evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah yang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menghasilkan…
- A. Opini kewajaran laporan keuangan yang digunakan sebagai dasar pencairan anggaran
- B. Daftar sanksi bagi instansi yang tidak memenuhi standar minimal kinerja nasional
- C. Rekomendasi penggantian pimpinan instansi yang kinerjanya di bawah standar
- D. Nilai dan kategori SAKIP yang menjadi dasar penilaian kualitas akuntabilitas kinerja instansi
33. Perbedaan antara reviu dan evaluasi laporan kinerja terletak pada…
- A. Reviu dilakukan oleh pihak eksternal, sedangkan evaluasi dilakukan oleh pihak internal instansi
- B. Reviu memberikan keyakinan terbatas atas akurasi data, sedangkan evaluasi menilai kualitas sistem dan proses secara menyeluruh
- C. Reviu bersifat wajib tahunan, sedangkan evaluasi hanya dilakukan bila ada indikasi penyimpangan kinerja
- D. Reviu menghasilkan rekomendasi anggaran, sedangkan evaluasi menghasilkan rekomendasi kepegawaian
34. Dalam proses reviu laporan kinerja, APIP menemukan bahwa data realisasi indikator kinerja tidak didukung oleh dokumen sumber yang memadai. Tindakan yang tepat dilakukan APIP adalah…
- A. Membatalkan seluruh laporan kinerja dan memerintahkan penyusunan ulang dari awal
- B. Melaporkan temuan tersebut langsung kepada aparat penegak hukum
- C. Memberikan catatan dalam laporan reviu dan merekomendasikan perbaikan dokumentasi data kinerja
- D. Mengisi sendiri kekurangan dokumen berdasarkan estimasi APIP agar laporan dapat segera diselesaikan
35. Ikhtisar Hasil Reviu dan Evaluasi Laporan Kinerja Instansi Pemerintah pada dasarnya memuat…
- A. Kesimpulan atas kualitas informasi kinerja dan rekomendasi perbaikan yang harus ditindaklanjuti
- B. Daftar lengkap seluruh program dan kegiatan beserta anggaran yang telah diaudit
- C. Opini wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan yang mendasari kinerja instansi
- D. Perbandingan capaian kinerja antara instansi pemerintah pusat dan pemerintah daerah
36. Tindak lanjut yang efektif atas hasil evaluasi SAKIP oleh suatu kementerian/lembaga adalah…
- A. Mengajukan keberatan secara resmi kepada Kemenpan-RB atas penilaian yang dianggap tidak adil
- B. Meningkatkan anggaran untuk kegiatan dokumentasi dan pelaporan administrasi kinerja
- C. Mengganti seluruh indikator kinerja agar lebih mudah dicapai pada periode berikutnya
- D. Menyusun rencana aksi perbaikan yang terukur dan memantau implementasinya secara berkala
37. Dalam sistem SAKIP, hubungan antara perencanaan kinerja dan pelaporan kinerja bersifat…
- A. Independen, karena perencanaan dan pelaporan disusun oleh unit yang berbeda dan tidak saling mempengaruhi
- B. Saling berkaitan erat, karena laporan kinerja mempertanggungjawabkan pencapaian rencana yang telah ditetapkan
- C. Bersifat satu arah, karena perencanaan selalu mendahului pelaporan tanpa umpan balik
- D. Fleksibel, karena laporan kinerja dapat mengubah rencana yang telah ditetapkan sebelumnya
38. Pengukuran efisiensi kinerja instansi pemerintah membandingkan antara…
- A. Target kinerja yang ditetapkan dengan standar kinerja nasional yang berlaku
- B. Capaian outcome dengan kepuasan masyarakat yang diukur melalui survei tahunan
- C. Output yang dihasilkan dengan sumber daya (input) yang digunakan untuk menghasilkannya
- D. Jumlah program yang selesai dengan jumlah program yang direncanakan pada awal tahun
39. Balanced Scorecard (BSC) ketika diadaptasikan untuk organisasi sektor publik menempatkan perspektif utama pada…
- A. Pelanggan atau masyarakat sebagai penerima manfaat utama, menggantikan perspektif keuangan sebagai perspektif puncak
- B. Keuangan sebagai perspektif utama, sama seperti penerapannya di sektor swasta
- C. Proses bisnis internal sebagai tolok ukur utama keberhasilan instansi pemerintah
- D. Pembelajaran dan pertumbuhan sebagai satu-satunya perspektif yang relevan untuk birokrasi
40. Suatu instansi daerah berhasil merealisasikan 90% dari anggaran yang tersedia namun hanya mencapai 70% dari target kinerja. Kondisi ini menunjukkan bahwa instansi tersebut…
- A. Memiliki kinerja yang baik karena mampu menyerap anggaran di atas 80 persen
- B. Mengalami masalah perencanaan karena target yang ditetapkan terlalu tinggi
- C. Memerlukan penambahan anggaran untuk mencapai target kinerja yang tersisa
- D. Memiliki masalah efektivitas karena penggunaan anggaran tidak menghasilkan kinerja yang proporsional
41. Monitoring kinerja yang dilakukan secara periodik selama tahun berjalan bermanfaat bagi instansi pemerintah karena…
- A. Memungkinkan instansi untuk menurunkan target kinerja apabila realisasi jauh dari harapan
- B. Memberikan informasi dini tentang perkembangan kinerja sehingga tindakan korektif dapat dilakukan tepat waktu
- C. Mengurangi beban penyusunan laporan kinerja tahunan karena data sudah terkumpul bertahap
- D. Memastikan seluruh anggaran terserap habis sebelum akhir tahun anggaran
42. Penggunaan teknologi informasi dalam sistem monitoring dan evaluasi kinerja instansi pemerintah memberikan keunggulan berupa…
- A. Menghilangkan kebutuhan sumber daya manusia dalam proses pelaporan kinerja sepenuhnya
- B. Memberikan jaminan bahwa seluruh target kinerja akan tercapai pada akhir tahun
- C. Mempercepat konsolidasi data dari berbagai unit kerja dan menyajikannya dalam format yang mudah dianalisis
- D. Menggantikan proses reviu APIP karena sistem telah memvalidasi data secara otomatis
43. Dalam pengelolaan data kinerja, integritas data merujuk pada…
- A. Keakuratan, kelengkapan, dan konsistensi data yang dijaga dari manipulasi atau perubahan yang tidak sah
- B. Kemampuan sistem informasi untuk menghasilkan laporan dalam berbagai format sesuai kebutuhan
- C. Ketepatan waktu penyampaian data kinerja sesuai jadwal yang telah ditetapkan
- D. Ketersediaan data kinerja yang dapat diakses oleh seluruh pemangku kepentingan kapan saja
44. Kegiatan melaporkan data kinerja instansi kepada atasan dan pemangku kepentingan merupakan bagian dari siklus SAKIP yang berfungsi sebagai…
- A. Mekanisme pengumpulan data primer untuk kebutuhan penelitian akademis
- B. Alat untuk memperkirakan kebutuhan anggaran pada tahun anggaran berikutnya
- C. Proses penetapan indikator kinerja baru yang lebih relevan dengan prioritas pembangunan
- D. Wujud akuntabilitas kinerja kepada pihak yang memberikan mandat dan kepercayaan
45. Analisis penyebab kegagalan pencapaian target kinerja dalam laporan kinerja instansi harus mencakup…
- A. Identifikasi pegawai yang bertanggung jawab langsung atas kegagalan pencapaian target
- B. Faktor internal dan eksternal yang menyebabkan ketidaktercapaian serta langkah perbaikan yang akan dilakukan
- C. Perbandingan anggaran yang tersedia dengan rata-rata anggaran instansi sejenis di daerah lain
- D. Alasan mengapa target awal terlalu ambisius dan perlu disesuaikan pada periode berikutnya
46. Evaluasi kinerja yang berorientasi pada pembelajaran organisasi bertujuan untuk…
- A. Memberikan penghargaan kepada instansi dengan nilai SAKIP tertinggi secara nasional
- B. Menetapkan standar kinerja minimum yang harus dipenuhi oleh setiap instansi pemerintah
- C. Menggunakan temuan evaluasi sebagai bahan perbaikan sistem manajemen kinerja secara berkelanjutan
- D. Membandingkan kinerja instansi dengan hasil survei kepuasan masyarakat internasional
47. Dalam konteks SAKIP, penggunaan informasi kinerja untuk pengambilan keputusan manajemen merupakan indikator dari…
- A. Tingkat kematangan implementasi SAKIP yang sudah melewati tahap administratif menuju tahap substansif
- B. Kepatuhan instansi terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pelaporan keuangan
- C. Kemampuan teknis sistem informasi dalam mengintegrasikan data kinerja dan keuangan
- D. Jumlah pelatihan yang telah diikuti oleh aparatur dalam bidang manajemen kinerja
48. Reformasi birokrasi dalam manajemen kinerja instansi pemerintah diarahkan pada pencapaian birokrasi yang bersih dan akuntabel. Akuntabilitas kinerja dalam konteks ini berarti…
- A. Setiap aparatur wajib hadir tepat waktu dan menyelesaikan tugas sesuai jam kerja
- B. Seluruh anggaran yang digunakan harus dilengkapi bukti pengeluaran yang sah
- C. Pimpinan instansi wajib hadir dalam setiap rapat koordinasi antar kementerian
- D. Instansi pemerintah bertanggung jawab atas pencapaian kinerja yang dijanjikan dan mampu menjelaskan sebab akibat dari setiap hasil yang dicapai
49. Studi kasus implementasi SAKIP di pemerintah daerah sering menunjukkan bahwa kendala terbesar adalah tidak terkaitnya dokumen perencanaan dengan dokumen penganggaran. Dampak langsung dari kondisi ini adalah…
- A. Meningkatnya jumlah temuan BPK atas laporan keuangan pemerintah daerah
- B. Program yang dianggarkan tidak mencerminkan sasaran strategis dalam rencana kinerja sehingga kinerja sulit dipertanggungjawabkan
- C. Aparatur kehilangan motivasi karena target kinerja tidak dikaitkan dengan tunjangan kinerja
- D. Laporan kinerja tidak dapat diselesaikan tepat waktu karena data anggaran belum tersedia
50. Praktik terbaik (best practice) dalam implementasi pengukuran kinerja organisasi publik yang berkelanjutan mensyaratkan adanya…
- A. Konsultan eksternal yang secara permanen mengelola seluruh sistem manajemen kinerja instansi
- B. Penyederhanaan target kinerja setiap tahun agar lebih mudah dicapai dan dilaporkan
- C. Komitmen pimpinan, kapasitas aparatur, dan budaya kinerja yang berorientasi pada perbaikan berkelanjutan
- D. Penerapan sistem reward and punishment yang ketat berbasis capaian kinerja setiap bulan
Latihan Tambahan dengan AI
Salin prompt di bawah ini, lalu tempelkan ke ChatGPT, Gemini, Claude, atau AI lainnya untuk mendapatkan 50 soal latihan baru dengan materi yang sama. Soal yang dihasilkan AI akan berbeda dari soal di halaman ini.