EPFA4110 — Keuangan Negara Dan Daerah
1. Keuangan negara dalam arti luas mencakup semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003, pengertian keuangan negara tersebut meliputi…
- A. Seluruh pendapatan dan belanja pemerintah pusat saja
- B. Semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang serta segala sesuatu berupa uang maupun barang yang dijadikan milik negara
- C. Anggaran yang dikelola oleh kementerian dan lembaga negara
- D. Pendapatan asli daerah dan dana perimbangan yang diterima pemerintah daerah
2. Salah satu asas pengelolaan keuangan negara yang mensyaratkan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan pengelolaan keuangan negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat adalah asas…
- A. Akuntabilitas berorientasi hasil
- B. Profesionalitas
- C. Proporsionalitas
- D. Keterbukaan
3. Sistem keuangan negara yang dianut oleh Inggris dikenal sebagai sistem yang menekankan pada supremasi parlemen dalam pengesahan anggaran. Sistem keuangan negara seperti ini disebut sistem…
- A. Sistem presidensial
- B. Sistem federal
- C. Sistem parlementer
- D. Sistem desentralisasi fiskal
4. Peraturan yang mengatur tentang hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah di Indonesia dilandasi oleh prinsip desentralisasi fiskal. Regulasi utama yang menjadi dasar pelaksanaan desentralisasi fiskal di Indonesia adalah…
- A. UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
- B. UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
- C. UU No. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan Keuangan Negara
- D. UU No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah
5. Regulasi keuangan daerah mengharuskan pemerintah daerah menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sesuai ketentuan yang berlaku. Peraturan Pemerintah yang secara khusus mengatur pengelolaan keuangan daerah adalah…
- A. PP No. 24 Tahun 2005
- B. PP No. 12 Tahun 2019
- C. PP No. 71 Tahun 2010
- D. PP No. 58 Tahun 2005
6. Negara Kesatuan Republik Indonesia menganut sistem desentralisasi yang memberikan kewenangan kepada daerah untuk mengurus rumah tangganya sendiri. Hal ini diatur dalam UUD 1945 Pasal…
- A. Pasal 18 ayat 1
- B. Pasal 23 ayat 1
- C. Pasal 18 ayat 2
- D. Pasal 23 ayat 3
7. Pemerintah pusat di Indonesia memiliki fungsi sebagai regulator dan fasilitator pembangunan nasional. Salah satu tugas utama pemerintah pusat dalam sistem pemerintahan Indonesia adalah…
- A. Menetapkan kebijakan nasional yang bersifat strategis dan lintas daerah
- B. Memungut retribusi daerah untuk kepentingan pembangunan lokal
- C. Menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
- D. Mengelola alokasi dana desa secara langsung kepada masyarakat
8. Dalam sistem pemerintahan Indonesia, desa memiliki status hukum tersendiri. Berdasarkan UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, kewenangan desa dalam mengelola keuangan bersumber dari…
- A. Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus
- B. Dana Bagi Hasil dan Dana Otonomi Khusus
- C. Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan
- D. Pendapatan Asli Desa, Alokasi Dana Desa, dan Dana Desa
9. Hubungan antara pemerintah pusat, daerah, dan desa diatur berdasarkan prinsip hierarki pemerintahan. Dalam konteks hubungan keuangan, pemerintah kabupaten/kota memiliki kewajiban untuk menyalurkan kepada desa minimal…
- A. 5% dari total penerimaan APBD kabupaten/kota
- B. 10% dari dana perimbangan yang diterima kabupaten/kota
- C. 15% dari Pendapatan Asli Daerah kabupaten/kota
- D. 20% dari Dana Alokasi Umum yang diterima kabupaten/kota
10. Sistem pemerintahan daerah di Indonesia mengenal dua bentuk hubungan antara pemerintah pusat dan daerah. Fungsi pemerintah daerah yang dilaksanakan atas nama pemerintah pusat di daerah disebut…
- A. Desentralisasi
- B. Dekonsentrasi
- C. Tugas pembantuan
- D. Kerjasama antar daerah
11. Sistem pengelolaan keuangan negara di Indonesia didasarkan pada tiga pilar utama undang-undang. Undang-undang yang mengatur tentang pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara adalah…
- A. UU No. 17 Tahun 2003
- B. UU No. 1 Tahun 2004
- C. UU No. 33 Tahun 2004
- D. UU No. 15 Tahun 2004
12. Dalam pengelolaan keuangan negara, dikenal konsep pemisahan antara pengguna anggaran dan bendahara. Pejabat yang bertanggung jawab atas penggunaan anggaran pada satuan kerja pemerintah disebut…
- A. Pengguna Anggaran (PA) atau Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)
- B. Bendahara Umum Negara (BUN)
- C. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
- D. Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM)
13. Kerugian negara dalam konteks hukum keuangan negara memiliki definisi yang spesifik. Berdasarkan UU No. 1 Tahun 2004, yang dimaksud kerugian negara adalah…
- A. Setiap pengeluaran yang tidak sesuai dengan rencana anggaran yang telah ditetapkan
- B. Kekurangan uang, surat berharga, dan barang nyata dan pasti jumlahnya akibat perbuatan melawan hukum
- C. Selisih antara realisasi penerimaan dengan target penerimaan yang ditetapkan dalam APBN
- D. Ketidaksesuaian antara laporan keuangan dengan standar akuntansi pemerintahan yang berlaku
14. Perbedaan mendasar antara kerugian negara dan kerugian keuangan negara perlu dipahami dalam konteks pertanggungjawaban keuangan. Kerugian keuangan negara memiliki cakupan yang lebih luas karena mencakup…
- A. Hanya kerugian yang terjadi pada instansi pemerintah pusat
- B. Kerugian akibat bencana alam yang menimpa aset negara
- C. Kerugian pada keuangan negara termasuk yang berasal dari BUMN dan BUMD
- D. Hanya kerugian yang ditetapkan oleh BPK dalam laporan hasil pemeriksaan
15. Penetapan kerugian negara memerlukan proses dan mekanisme yang diatur secara hukum. Lembaga yang berwenang menetapkan adanya kerugian negara dan mengeluarkan surat keterangan tanggung jawab mutlak kepada pegawai negeri bukan bendahara adalah…
- A. Menteri/Pimpinan Lembaga terkait
- B. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
- C. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
- D. Kejaksaan Agung Republik Indonesia
16. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan instrumen utama kebijakan fiskal pemerintah. Berdasarkan UUD 1945, APBN ditetapkan setiap tahun dengan…
- A. Peraturan Pemerintah atas persetujuan DPR
- B. Keputusan Presiden setelah mendapat pertimbangan DPD
- C. Peraturan Presiden yang diajukan oleh Menteri Keuangan
- D. Undang-undang atas usul dari pemerintah
17. Perbendaharaan Negara memiliki peran strategis dalam pengelolaan kas negara. Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara memiliki fungsi utama sebagai…
- A. Pengguna anggaran pada seluruh kementerian dan lembaga pemerintah
- B. Pengelola kas dan utang negara serta investasi pemerintah
- C. Pemeriksa laporan keuangan seluruh instansi pemerintah
- D. Penyusun kebijakan perpajakan dan kepabeanan nasional
18. Otoritas fiskal dalam sistem keuangan negara Indonesia terbagi antara beberapa lembaga. Dalam siklus keuangan negara, tahap yang dilaksanakan pertama kali adalah…
- A. Pelaksanaan anggaran oleh kementerian dan lembaga
- B. Pengesahan APBN oleh DPR menjadi undang-undang
- C. Penyusunan rencana kerja dan anggaran kementerian/lembaga
- D. Penyampaian laporan keuangan pemerintah kepada BPK
19. Sistem dan struktur APBN mencerminkan kebijakan fiskal pemerintah dalam satu tahun anggaran. APBN terdiri atas pendapatan negara, belanja negara, dan pembiayaan. Komponen yang termasuk dalam pembiayaan anggaran adalah…
- A. Penerimaan pinjaman luar negeri dan penerbitan Surat Berharga Negara
- B. Pajak penghasilan dan penerimaan bukan pajak dari BUMN
- C. Dana perimbangan dan dana otonomi khusus untuk daerah
- D. Belanja modal dan belanja barang kementerian/lembaga
20. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan wujud pengelolaan keuangan daerah. Komponen utama sisi pendapatan dalam APBD terdiri dari…
- A. Pendapatan pajak, retribusi, dan penerimaan hibah luar negeri
- B. Belanja langsung, belanja tidak langsung, dan pembiayaan daerah
- C. Dana bagi hasil, dana alokasi umum, dan dana pinjaman daerah
- D. Pendapatan Asli Daerah, dana perimbangan, dan lain-lain pendapatan yang sah
21. Konsep keuangan daerah berkaitan erat dengan otonomi daerah. Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan cerminan kemandirian fiskal daerah. Komponen PAD yang paling dominan bagi sebagian besar daerah di Indonesia adalah…
- A. Retribusi daerah
- B. Pajak daerah
- C. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan
- D. Lain-lain PAD yang sah
22. Hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah diwujudkan melalui mekanisme transfer fiskal. Dana Alokasi Umum (DAU) diberikan kepada daerah terutama bertujuan untuk…
- A. Membiayai kegiatan khusus yang ditetapkan pemerintah pusat
- B. Meningkatkan kapasitas fiskal daerah yang memiliki potensi pajak tinggi
- C. Mengurangi kesenjangan fiskal antardaerah dan membiayai kebutuhan dasar
- D. Mendanai kegiatan desentralisasi berdasarkan kinerja daerah
23. Pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk memungut pajak daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan PAD. Salah satu jenis pajak daerah kabupaten/kota yang dipungut berdasarkan UU No. 28 Tahun 2009 adalah…
- A. Pajak Hotel dan Pajak Restoran
- B. Pajak Kendaraan Bermotor dan Pajak Bahan Bakar
- C. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Barang Mewah
- D. Pajak Penghasilan orang pribadi dan badan usaha
24. Optimalisasi pajak daerah menjadi upaya strategis peningkatan kemandirian fiskal. Pemerintah daerah kabupaten di wilayah yang memiliki industri pariwisata berkembang pesat berencana meningkatkan penerimaan pajak daerah. Langkah yang paling tepat dan sesuai regulasi adalah…
- A. Penganggaran berbasis kas
- B. Penganggaran tradisional atau line item budgeting
- C. Penganggaran berbasis kinerja
- D. Penganggaran incremental
25. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) merupakan instrumen pengelolaan keuangan desa. Gambaran umum pengelolaan keuangan desa mencakup prinsip bahwa pengelolaan keuangan desa harus dilaksanakan berdasarkan asas…
- A. Sentralisasi, efisiensi, dan transparansi
- B. Transparan, akuntabel, partisipatif, serta tertib dan disiplin anggaran
- C. Profesionalitas, proporsionalitas, dan kemandirian desa
- D. Efektivitas, efisiensi, dan kecukupan pendapatan desa
26. Pengelolaan keuangan desa melibatkan beberapa pihak dengan peran yang berbeda. Pihak yang bertindak sebagai pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan desa adalah…
- A. Badan Permusyawaratan Desa (BPD)
- B. Sekretaris Desa
- C. Kepala Desa
- D. Bendahara Desa
27. Teknis pengelolaan keuangan desa mencakup siklus yang terstruktur dari perencanaan hingga pertanggungjawaban. Dokumen perencanaan keuangan desa yang menjadi dasar penyusunan APBDes adalah…
- A. Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes)
- B. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) langsung
- C. Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes)
- D. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Desa (DIPADes)
28. Pengelolaan APBN memerlukan gambaran yang komprehensif tentang postur anggaran negara. Dalam struktur APBN, fungsi anggaran yang menekankan peran pemerintah dalam redistribusi pendapatan kepada masyarakat disebut fungsi…
- A. Alokasi
- B. Stabilisasi
- C. Otorisasi
- D. Distribusi
29. Siklus penyusunan APBN melibatkan berbagai tahapan yang terkoordinasi antara pemerintah dan DPR. Batas waktu paling lambat penyampaian Nota Keuangan dan RAPBN oleh pemerintah kepada DPR adalah…
- A. 30 Juni tahun sebelumnya
- B. 16 Agustus tahun sebelumnya
- C. 30 September tahun sebelumnya
- D. 31 Oktober tahun sebelumnya
30. Pemeriksaan pengelolaan keuangan negara merupakan fungsi yang sangat penting dalam mewujudkan akuntabilitas publik. Jenis pemeriksaan yang dilakukan BPK untuk menilai apakah laporan keuangan disajikan secara wajar sesuai standar akuntansi pemerintahan adalah…
- A. Pemeriksaan kinerja
- B. Pemeriksaan dengan tujuan tertentu
- C. Pemeriksaan keuangan
- D. Pemeriksaan investigatif
31. Kerangka konseptual pemeriksaan keuangan negara memberikan landasan bagi pelaksanaan audit yang profesional. Standar pemeriksaan keuangan negara yang digunakan BPK sebagai acuan dalam melaksanakan pemeriksaan ditetapkan melalui…
- A. Peraturan BPK RI
- B. Keputusan Menteri Keuangan
- C. Peraturan Pemerintah
- D. Undang-undang tentang BPK
32. Dalam pelaksanaan pemeriksaan keuangan negara, independensi pemeriksa merupakan prasyarat utama. Ancaman terhadap independensi pemeriksa yang terjadi ketika pemeriksa memiliki hubungan keuangan dengan entitas yang diperiksa disebut ancaman…
- A. Ancaman kedekatan
- B. Ancaman intimidasi
- C. Ancaman advokasi
- D. Ancaman kepentingan pribadi
33. Metodologi pemeriksaan keuangan negara mengikuti tahapan yang sistematis. Tahapan pemeriksaan BPK yang menghasilkan program pemeriksaan dan penetapan tim pemeriksa adalah tahap…
- A. Pelaksanaan pemeriksaan
- B. Perencanaan pemeriksaan
- C. Pelaporan hasil pemeriksaan
- D. Pemantauan tindak lanjut pemeriksaan
34. Tahapan pemeriksaan keuangan yang dilaksanakan di lapangan mencakup pengumpulan dan pengujian bukti. Bukti pemeriksaan dinyatakan memiliki kualitas yang baik apabila memenuhi kriteria…
- A. Tersedia dalam jumlah yang banyak dan mudah diakses pemeriksa
- B. Berasal dari pihak internal entitas yang diperiksa
- C. Cukup, kompeten, dan relevan untuk mendukung temuan pemeriksaan
- D. Disahkan oleh pimpinan entitas yang diperiksa sebelum digunakan
35. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merupakan lembaga negara yang memiliki peran sangat strategis. Kedudukan konstitusional BPK sebagai lembaga pemeriksa keuangan negara diatur dalam UUD 1945 pada…
- A. Bab VIIIA Pasal 23E, 23F, dan 23G
- B. Bab VII Pasal 20 dan 21
- C. Bab VIII Pasal 23 dan 23A
- D. Bab IX Pasal 24 dan 24A
36. Gambaran umum Badan Pemeriksa Keuangan mencakup struktur organisasi dan keanggotaannya. Jumlah anggota BPK yang diatur dalam UU No. 15 Tahun 2006 tentang BPK adalah…
- A. 5 orang anggota
- B. 7 orang anggota
- C. 8 orang anggota
- D. 9 orang anggota
37. Kode Etik BPK mengatur perilaku pemeriksa dalam melaksanakan tugas pemeriksaan. Prinsip kode etik BPK yang mengharuskan pemeriksa untuk tidak memihak kepada pihak manapun dalam pelaksanaan pemeriksaan adalah prinsip…
- A. Integritas
- B. Independensi
- C. Profesionalisme
- D. Kehati-hatian profesional
38. Kode etik BPK mengatur larangan yang harus dipatuhi oleh setiap anggota dan pemeriksa BPK. Salah satu larangan yang secara eksplisit diatur dalam Kode Etik BPK adalah…
- A. Mengikuti pendidikan dan pelatihan pemeriksaan secara berkelanjutan
- B. Berkoordinasi dengan aparat pengawas internal pemerintah
- C. Menerima pemberian dalam bentuk apapun dari entitas yang diperiksa
- D. Menyampaikan laporan hasil pemeriksaan kepada lembaga perwakilan
39. Implementasi pemeriksaan keuangan negara menghasilkan berbagai opini atas laporan keuangan pemerintah. Opini yang diberikan BPK ketika laporan keuangan disajikan secara wajar tanpa pengecualian dalam semua hal yang material adalah opini…
- A. Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)
- B. Wajar Dengan Pengecualian (WDP)
- C. Tidak Wajar (TW)
- D. Tidak Memberikan Pendapat (TMP)
40. Pemerintah daerah kabupaten A mendapatkan opini Tidak Memberikan Pendapat (TMP) dari BPK selama tiga tahun berturut-turut. Kondisi ini paling sering disebabkan oleh…
- A. Ditemukannya indikasi tindak pidana korupsi oleh pejabat daerah
- B. Ketidaksesuaian kebijakan akuntansi dengan SAP yang berlaku
- C. Adanya salah saji material yang mempengaruhi keseluruhan laporan keuangan
- D. Keterbatasan lingkup pemeriksaan sehingga pemeriksa tidak dapat memperoleh bukti yang cukup
41. Tindak lanjut atas hasil pemeriksaan BPK merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh entitas yang diperiksa. Batas waktu penyelesaian tindak lanjut rekomendasi BPK yang harus dipenuhi oleh pejabat yang diperiksa adalah…
- A. 30 hari sejak laporan hasil pemeriksaan diterima
- B. 60 hari sejak laporan hasil pemeriksaan diterima
- C. 90 hari sejak laporan hasil pemeriksaan diterima
- D. 120 hari sejak laporan hasil pemeriksaan diterima
42. Dalam konteks pemeriksaan keuangan negara, BPK memiliki kewenangan untuk memeriksa berbagai entitas. Entitas yangtidak termasukdalam lingkup pemeriksaan BPK adalah…
- A. Kementerian dan lembaga pemerintah pusat
- B. Pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota
- C. Perusahaan swasta murni yang tidak menerima dana pemerintah
- D. BUMN dan BUMD yang menggunakan penyertaan modal negara
43. Peran BPK dalam sistem keuangan negara sangat vital untuk menjamin akuntabilitas. Hasil pemeriksaan BPK atas laporan keuangan pemerintah pusat disampaikan kepada…
- A. DPR, DPD, dan DPRD sesuai dengan kewenangannya
- B. Presiden dan Mahkamah Agung untuk ditindaklanjuti
- C. Menteri Keuangan dan Kepala Bappenas
- D. Komisi Pemberantasan Korupsi dan Kejaksaan Agung
44. Asas umum pengelolaan keuangan negara mencakup prinsip value for money dalam penggunaan anggaran. Prinsip value for money dalam pengelolaan keuangan negara mencakup tiga dimensi utama, yaitu…
- A. Perencanaan, penganggaran, dan pertanggungjawaban
- B. Transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik
- C. Input, proses, dan output pengelolaan anggaran
- D. Ekonomis, efisien, dan efektif dalam penggunaan sumber daya
45. Desentralisasi fiskal bertujuan meningkatkan efisiensi pengeluaran publik. Salah satu tantangan utama pelaksanaan desentralisasi fiskal di Indonesia adalah…
- A. Terlalu besarnya kemampuan fiskal semua daerah sehingga tidak memerlukan transfer
- B. Besarnya kesenjangan kapasitas fiskal antara daerah kaya sumber daya dan daerah miskin
- C. Tidak adanya regulasi yang mengatur hubungan keuangan pusat dan daerah
- D. Kurangnya kewenangan pemerintah pusat untuk mengawasi penggunaan dana daerah
46. Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) menjadi acuan dalam penyusunan laporan keuangan pemerintah. Dasar hukum penerapan SAP berbasis akrual di Indonesia adalah…
- A. PP No. 24 Tahun 2005 tentang SAP
- B. PP No. 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan
- C. PP No. 71 Tahun 2010 tentang SAP
- D. PP No. 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
47. Laporan keuangan pemerintah daerah harus disampaikan kepada BPK untuk diperiksa sebelum ditetapkan sebagai peraturan daerah. Batas waktu penyampaian laporan keuangan pemerintah daerah kepada BPK paling lambat adalah…
- A. 3 bulan setelah tahun anggaran berakhir
- B. 6 bulan setelah tahun anggaran berakhir
- C. 2 bulan setelah tahun anggaran berakhir
- D. 4 bulan setelah tahun anggaran berakhir
48. Dana Bagi Hasil (DBH) merupakan salah satu komponen dana perimbangan dalam hubungan keuangan pusat dan daerah. DBH Sumber Daya Alam dari sektor kehutanan khususnya Iuran Hak Pengusahaan Hutan (IHPH) dibagi dengan proporsi…
- A. 80% untuk daerah dan 20% untuk pemerintah pusat
- B. 70% untuk daerah dan 30% untuk pemerintah pusat
- C. 60% untuk daerah dan 40% untuk pemerintah pusat
- D. 80% untuk daerah penghasil dan 20% untuk pemerintah pusat dengan rincian tertentu
49. Pengelolaan keuangan desa yang baik memerlukan sistem pengendalian internal yang memadai. Aparat yang bertugas melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap pengelolaan keuangan desa dari tingkat kabupaten/kota adalah…
- A. Inspektorat Provinsi
- B. Inspektorat Kabupaten/Kota
- C. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)
- D. Camat sebagai perangkat daerah kabupaten/kota
50. Reformasi pengelolaan keuangan negara di Indonesia telah menghasilkan berbagai perubahan mendasar dalam sistem akuntabilitas publik. Pendekatan penganggaran yang menghubungkan antara sumber daya yang digunakan dengan hasil yang ingin dicapai dalam penyusunan APBN disebut…
- A. Penganggaran berbasis kas
- B. Penganggaran tradisional atau line item budgeting
- C. Penganggaran berbasis kinerja
- D. Penganggaran incremental
Latihan Tambahan dengan AI
Salin prompt di bawah ini, lalu tempelkan ke ChatGPT, Gemini, Claude, atau AI lainnya untuk mendapatkan 50 soal latihan baru dengan materi yang sama. Soal yang dihasilkan AI akan berbeda dari soal di halaman ini.