EKMA4366 — Pengembangan Sdm

Manajemen 50 soal

1. Pengembangan SDM secara luas mencakup aktivitas yang dirancang untuk mengubah perilaku individu dalam organisasi. Definisi ini paling tepat dikemukakan oleh…

  • A. Dessler
  • B. Flippo
  • C. McLagan
  • D. Mondy
Jawaban: C.

2. Salah satu tujuan utama pengembangan SDM dalam konteks organisasi adalah…

  • A. Meningkatkan kemampuan individu sehingga berkontribusi pada tujuan organisasi
  • B. Mengurangi jumlah karyawan agar efisiensi meningkat
  • C. Mempercepat proses rekrutmen karyawan baru
  • D. Mempersingkat masa kontrak kerja karyawan
Jawaban: A.

3. Proses pengembangan SDM yang berfokus pada peningkatan kinerja jangka pendek di posisi kerja saat ini disebut…

  • A. Pengembangan karier
  • B. Suksesi manajemen
  • C. Pendidikan formal
  • D. Pelatihan
Jawaban: D.

4. Konteks pengembangan SDM yang mengacu pada lingkungan luar organisasi seperti teknologi dan globalisasi disebut konteks…

  • A. Mikro
  • B. Makro
  • C. Internal
  • D. Individu
Jawaban: B.

5. Studi kasus pengembangan SDM umumnya digunakan untuk…

  • A. Menentukan anggaran pelatihan tahunan
  • B. Menggantikan program pelatihan formal
  • C. Mengevaluasi kinerja manajer tingkat atas
  • D. Menganalisis situasi nyata sebagai bahan pembelajaran kontekstual
Jawaban: D.

6. Peran strategik pengembangan SDM yang mendukung perubahan organisasional secara menyeluruh disebut peran…

  • A. Transformasional
  • B. Operasional
  • C. Administratif
  • D. Teknikal
Jawaban: A.

7. Dalam peran pengembangan SDM, praktisi yang bertugas merancang kurikulum dan modul pelatihan disebut…

  • A. Manajer lini
  • B. Evaluator program
  • C. Konsultan eksternal
  • D. Perancang instruksional
Jawaban: D.

8. Fungsi pengembangan SDM yang berkaitan dengan penilaian kebutuhan pelatihan disebut…

  • A. Rekrutmen
  • B. Needs assessment
  • C. Return on investment
  • D. Implementasi
Jawaban: B.

9. Peran pengembangan SDM sebagai “strategic business partner” berarti praktisi HRD harus mampu…

  • A. Mengambil alih tugas manajer lini dalam pengambilan keputusan
  • B. Menentukan anggaran perusahaan secara independen
  • C. Memahami dan menyelaraskan program SDM dengan strategi bisnis organisasi
  • D. Melaksanakan audit keuangan organisasi
Jawaban: C.

10. Salah satu peran penting pengembangan SDM di era globalisasi adalah sebagai…

  • A. Pengontrol disiplin karyawan secara langsung
  • B. Pengelola gaji dan remunerasi karyawan
  • C. Penjaga tradisi budaya perusahaan yang tidak berubah
  • D. Agen perubahan yang memfasilitasi adaptasi organisasi
Jawaban: D.

11. Paradigma pengembangan SDM yang menekankan bahwa belajar adalah proses konstruksi makna dari pengalaman disebut paradigma…

  • A. Konstruktivisme
  • B. Kognitivisme
  • C. Behaviorisme
  • D. Humanisme
Jawaban: A.

12. Perspektif kinerja dalam pengembangan SDM berfokus pada…

  • A. Pemenuhan syarat administrasi pelatihan
  • B. Peningkatan kesejahteraan karyawan tanpa target produktivitas
  • C. Proses belajar semata tanpa memperhatikan hasil akhir
  • D. Hubungan sebab-akibat antara intervensi HRD dan hasil bisnis
Jawaban: D.

13. Dalam perspektif pembelajaran, istilah “transfer of learning” mengacu pada…

  • A. Perpindahan karyawan ke divisi lain
  • B. Transfer biaya pelatihan ke departemen lain
  • C. Kemampuan mengaplikasikan hasil belajar ke situasi kerja nyata
  • D. Proses pemindahan data pelatihan ke sistem informasi
Jawaban: C.

14. Perspektif yang memandang organisasi sebagai sistem yang terus belajar dan beradaptasi disebut perspektif…

  • A. Mekanistik
  • B. Klasik
  • C. Birokratis
  • D. Pembelajaran organisasi
Jawaban: D.

15. Salah satu paradigma pengembangan SDM modern yang menekankan pentingnya knowledge management adalah…

  • A. Scientific management
  • B. Organisasi berbasis pengetahuan
  • C. Taylorisme
  • D. Manajemen by objective
Jawaban: B.

16. Disiplin ilmu yang memberikan kontribusi paling besar dalam pengembangan teori pelatihan SDM adalah…

  • A. Psikologi
  • B. Fisika terapan
  • C. Akuntansi
  • D. Teknik industri
Jawaban: A.

17. Teori belajar yang dikemukakan oleh Bandura dan menekankan pentingnya pengamatan dan peniruan disebut teori…

  • A. Gestalt
  • B. Classical conditioning
  • C. Social learning
  • D. Operant conditioning
Jawaban: C.

18. Dalam teori inti disiplin pengembangan SDM, konsep “needs assessment” bertujuan untuk…

  • A. Menghitung biaya rekrutmen karyawan baru
  • B. Menilai kesehatan fisik karyawan sebelum pelatihan
  • C. Menetapkan standar penggajian karyawan
  • D. Mengidentifikasi kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki dan yang dibutuhkan
Jawaban: D.

19. Teori motivasi yang menyatakan bahwa kebutuhan manusia berjenjang dari kebutuhan fisiologis hingga aktualisasi diri adalah teori…

  • A. Vroom
  • B. Herzberg
  • C. Maslow
  • D. McClelland
Jawaban: C.

20. Konsep “andragogi” yang diperkenalkan Malcolm Knowles menekankan bahwa orang dewasa belajar paling efektif jika…

  • A. Materi relevan dengan pengalaman dan kebutuhan nyata mereka
  • B. Diarahkan sepenuhnya oleh instruktur
  • C. Mengikuti kurikulum terstruktur ketat tanpa fleksibilitas
  • D. Menggunakan metode hafalan berulang
Jawaban: A.

21. Metode pelatihan yang menempatkan peserta dalam situasi simulasi pekerjaan nyata untuk melatih keterampilan teknis disebut…

  • A. Kuliah ceramah
  • B. On-the-job training
  • C. Role play
  • D. Vestibule training
Jawaban: D.

22. Program pelatihan bagi supervisor tingkat pertama idealnya mencakup materi…

  • A. Pengelolaan portofolio investasi
  • B. Analisis laporan keuangan tahunan
  • C. Keterampilan komunikasi, kepemimpinan tim, dan pemecahan masalah operasional
  • D. Strategi merger dan akuisisi perusahaan
Jawaban: C.

23. Metode pelatihan yang melibatkan rotasi pekerjaan bertujuan untuk…

  • A. Mempersiapkan karyawan untuk pensiun dini
  • B. Memperluas wawasan dan keterampilan karyawan di berbagai fungsi
  • C. Mengurangi beban kerja manajer secara permanen
  • D. Menggantikan sistem kompensasi berbasis kinerja
Jawaban: B.

24. Program pengembangan eksekutif yang dilaksanakan bekerja sama dengan perguruan tinggi bertujuan untuk…

  • A. Mendapatkan gelar akademik bagi seluruh karyawan
  • B. Menggantikan pelatihan teknis di lapangan
  • C. Menurunkan biaya operasional pelatihan internal
  • D. Meningkatkan kapasitas berpikir strategik dan wawasan bisnis para pemimpin senior
Jawaban: D.

25. Salah satu kelebihan metode pelatihan berbasis e-learning dibandingkan pelatihan konvensional adalah…

  • A. Kontrol instruktur yang lebih ketat terhadap peserta
  • B. Fleksibilitas waktu dan tempat belajar bagi peserta
  • C. Biaya infrastruktur yang lebih tinggi
  • D. Interaksi tatap muka yang lebih intens
Jawaban: B.

26. Sejarah pengembangan SDM modern di Amerika Serikat mulai berkembang pesat pada era…

  • A. Revolusi Industri abad ke-18
  • B. Krisis ekonomi 1929
  • C. Perang Dunia I
  • D. Perang Dunia II karena kebutuhan pelatihan masif tenaga kerja
Jawaban: D.

27. Organisasi profesional internasional yang berperan besar dalam mempopulerkan bidang HRD adalah…

  • A. ILO (International Labour Organization)
  • B. ASTD (American Society for Training and Development)
  • C. APEC Human Resource Development Working Group
  • D. SHRM (Society for Human Resource Management)
Jawaban: B.

28. Konsep “competency-based training” mengacu pada pendekatan pelatihan yang…

  • A. Berfokus pada jumlah jam pelatihan yang dipenuhi
  • B. Mengutamakan nilai ujian akademis peserta
  • C. Menekankan penguasaan kompetensi tertentu sebagai ukuran keberhasilan
  • D. Mendasarkan kelulusan pada kehadiran penuh peserta
Jawaban: C.

29. Pergeseran paradigma pengembangan SDM dari “training” ke “performance improvement” mencerminkan…

  • A. Pengurangan anggaran pelatihan organisasi
  • B. Penghapusan program pendidikan formal karyawan
  • C. Berkurangnya peran instruktur dalam organisasi
  • D. Orientasi yang lebih kuat pada hasil bisnis, bukan sekadar proses belajar
Jawaban: D.

30. Pengembangan SDM berbasis kompetensi memerlukan langkah awal berupa…

  • A. Identifikasi dan pemetaan kompetensi yang dibutuhkan organisasi
  • B. Rekrutmen instruktur eksternal
  • C. Penyusunan anggaran tahunan divisi SDM
  • D. Pembuatan jadwal pelatihan bulanan
Jawaban: A.

31. Konsep “organisasi belajar” (learning organization) pertama kali dipopulerkan oleh…

  • A. Michael Porter
  • B. Gary Hamel
  • C. Peter Drucker
  • D. Peter Senge
Jawaban: D.

32. Salah satu dari lima disiplin organisasi belajar menurut Peter Senge adalah…

  • A. Zero-based budgeting
  • B. Personal mastery
  • C. Total quality management
  • D. Business process reengineering
Jawaban: B.

33. Hambatan utama implementasi organisasi belajar dalam konteks budaya birokrasi adalah…

  • A. Kelebihan anggaran pelatihan
  • B. Kekurangan instruktur bersertifikat
  • C. Resistensi terhadap perubahan dan budaya hierarki yang kaku
  • D. Terlalu banyak program inovasi yang berjalan bersamaan
Jawaban: C.

34. Implementasi organisasi belajar memerlukan perubahan pada aspek…

  • A. Desain fisik kantor dan fasilitas kerja
  • B. Sistem penggajian dan tunjangan karyawan saja
  • C. Hanya struktur organisasi formal
  • D. Budaya, sistem, dan pola pikir individu secara bersamaan
Jawaban: D.

35. Salah satu ciri utama organisasi belajar adalah kemampuannya untuk…

  • A. Memperbanyak lapisan manajemen untuk koordinasi
  • B. Menciptakan, memperoleh, dan mentransfer pengetahuan secara kontinyu
  • C. Mempertahankan prosedur kerja yang sudah ada tanpa perubahan
  • D. Mengutamakan kepentingan pemegang saham di atas segalanya
Jawaban: B.

36. Dalam konteks pengembangan karier, “career plateau” mengacu pada kondisi ketika…

  • A. Karyawan mendapat promosi terlalu cepat
  • B. Organisasi menghentikan program pengembangan karier
  • C. Karyawan berhenti bekerja tanpa alasan yang jelas
  • D. Kemungkinan karyawan untuk naik jabatan sangat kecil
Jawaban: D.

37. Perencanaan karier individual dalam organisasi idealnya dilakukan melalui…

  • A. Pengisian formulir administrasi tahunan
  • B. Penugasan sepihak oleh bagian personalia
  • C. Penetapan target gaji oleh manajer SDM
  • D. Diskusi antara karyawan dan supervisor tentang tujuan dan jalur karier
Jawaban: D.

38. Coaching sebagai metode pengembangan karier bertujuan untuk…

  • A. Membantu individu mengenali potensi dan mengatasi hambatan kinerja mereka
  • B. Menggantikan peran manajer lini secara permanen
  • C. Menyusun laporan keuangan divisi SDM
  • D. Menilai kelayakan karyawan untuk diberhentikan
Jawaban: A.

39. Perbedaan utama antara coaching dan counselling dalam pengembangan SDM adalah…

  • A. Counselling hanya dilakukan oleh psikolog berlisensi, sedangkan coaching oleh siapa saja
  • B. Coaching berorientasi pada peningkatan kinerja dan potensi, sedangkan counselling pada penanganan masalah personal/emosional
  • C. Keduanya identik dan tidak ada perbedaan yang signifikan
  • D. Coaching berfokus pada masalah psikologis sedangkan counselling pada keterampilan teknis
Jawaban: B.

40. Manajemen karier organisasional yang efektif harus mampu menyelaraskan antara…

  • A. Jumlah hari kerja dengan target produksi harian
  • B. Jam lembur karyawan dengan sistem penggajian
  • C. Kebutuhan individu karyawan dengan kebutuhan dan strategi organisasi
  • D. Gaji karyawan dengan standar industri semata
Jawaban: C.

41. Model evaluasi Kirkpatrick mengukur efektivitas pelatihan dalam empat level. Urutan yang benar dari level pertama hingga keempat adalah…

  • A. Reaksi – Pembelajaran – Perilaku – Hasil
  • B. Pembelajaran – Reaksi – Hasil – Perilaku
  • C. Perilaku – Pembelajaran – Reaksi – Hasil
  • D. Hasil – Perilaku – Pembelajaran – Reaksi
Jawaban: A.

42. Level ketiga dalam model evaluasi Kirkpatrick mengukur…

  • A. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan
  • B. Dampak finansial pelatihan terhadap organisasi
  • C. Kepuasan peserta terhadap program pelatihan
  • D. Perubahan perilaku kerja peserta setelah kembali ke tempat kerja
Jawaban: D.

43. Return on Investment (ROI) dalam evaluasi pengembangan SDM dihitung dengan membandingkan…

  • A. Tingkat kepuasan karyawan dengan jumlah hari pelatihan
  • B. Manfaat finansial yang diperoleh dengan biaya program yang dikeluarkan
  • C. Jumlah peserta pelatihan dengan anggaran SDM
  • D. Produktivitas sebelum dan sesudah rekrutmen
Jawaban: B.

44. Akuntabilitas pengembangan SDM menuntut praktisi HRD untuk dapat menunjukkan…

  • A. Kesesuaian jadwal pelatihan dengan kalender akademik
  • B. Jumlah sertifikat pelatihan yang diterbitkan
  • C. Kehadiran karyawan dalam setiap sesi pelatihan
  • D. Kontribusi nyata program pengembangan terhadap kinerja dan tujuan bisnis
Jawaban: D.

45. Salah satu tantangan dalam mengevaluasi efektivitas pengembangan SDM adalah…

  • A. Terlalu mudahnya mengukur perubahan perilaku jangka panjang
  • B. Karyawan yang selalu antusias mengisi kuesioner evaluasi
  • C. Sulitnya mengisolasi dampak pelatihan dari faktor-faktor lain yang memengaruhi kinerja
  • D. Terlalu banyak instrumen evaluasi yang tersedia
Jawaban: C.

46. Dalam proses evaluasi pengembangan SDM, “control group” digunakan untuk…

  • A. Menentukan peserta yang layak menerima promosi jabatan
  • B. Mengurangi biaya evaluasi program pelatihan
  • C. Membandingkan hasil antara kelompok yang mengikuti pelatihan dan yang tidak
  • D. Mengawasi perilaku peserta selama sesi pelatihan berlangsung
Jawaban: C.

47. Konsep “human capital” dalam pengembangan SDM memandang karyawan sebagai…

  • A. Beban biaya yang harus diminimalkan
  • B. Aset strategik yang nilai investasinya dapat dikembangkan
  • C. Sumber daya yang dapat digantikan dengan teknologi
  • D. Variabel tidak tetap dalam laporan keuangan
Jawaban: B.

48. Pengembangan SDM yang berperspektif sistem memandang individu, kelompok, dan organisasi sebagai…

  • A. Komponen yang saling berinteraksi dan memengaruhi satu sama lain
  • B. Elemen yang berdiri sendiri dan tidak saling terkait
  • C. Variabel tetap yang tidak berubah seiring waktu
  • D. Unit analisis yang hanya relevan untuk penelitian akademis
Jawaban: A.

49. Tren pengembangan SDM masa kini yang semakin mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam program pelatihan bertujuan untuk…

  • A. Mempersonalisasi pengalaman belajar dan meningkatkan efisiensi program
  • B. Menghilangkan peran instruktur manusia sepenuhnya
  • C. Menggantikan sistem manajemen kinerja tradisional
  • D. Mengurangi interaksi sosial dalam lingkungan kerja
Jawaban: A.

50. Pengembangan SDM yang holistik dan berkelanjutan dalam sebuah organisasi pada akhirnya bertujuan untuk…

  • A. Mempercepat proses produksi tanpa memperhatikan kualitas
  • B. Meningkatkan citra perusahaan di mata investor semata
  • C. Mengurangi ketergantungan pada SDM dengan otomasi penuh
  • D. Menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan melalui kapabilitas manusia
Jawaban: D.

Latihan Tambahan dengan AI

Salin prompt di bawah ini, lalu tempelkan ke ChatGPT, Gemini, Claude, atau AI lainnya untuk mendapatkan 50 soal latihan baru dengan materi yang sama. Soal yang dihasilkan AI akan berbeda dari soal di halaman ini.

Kamu adalah dosen mata kuliah EKMA4366 Pengembangan Sdm untuk mahasiswa program studi Manajemen Universitas Terbuka. Buatkan 50 soal latihan UAS baru dalam format multiple choice (A/B/C/D) yang mencakup topik-topik berikut: pengembangan, organisasi, pelatihan, disebut, belajar, teori, bertujuan, konteks, peran, konsep. Syarat soal: - Soal harus berbeda dari soal yang sudah ada, jangan mengulang soal yang sama - Setiap soal memiliki 4 pilihan jawaban (A, B, C, D) - Sertakan kunci jawaban dan penjelasan singkat setelah tiap soal - Tingkat kesulitan setara soal UAS Universitas Terbuka Format output: file HTML5 lengkap yang bisa langsung disimpan sebagai .html dan dibuka di browser. Gunakan struktur: nomor soal, teks soal, pilihan A-D, lalu jawaban + penjelasan dalam elemen yang bisa di-toggle (tombol Lihat Jawaban).