EKAP4404 — Pengukuran Kinerja Sektor Publik
1. Organisasi sektor publik memiliki ciri khas yang membedakannya dari organisasi sektor swasta. Salah satu ciri utama organisasi sektor publik adalah…
- A. Berorientasi pada perolehan laba sebesar-besarnya untuk pemegang saham
- B. Berfokus pada pemberian pelayanan kepada masyarakat tanpa tujuan mencari laba
- C. Dikelola sepenuhnya oleh pihak swasta berdasarkan mekanisme pasar
- D. Memperoleh sumber pendanaan utama dari penjualan saham di bursa efek
2. Ruang lingkup organisasi sektor publik di Indonesia mencakup berbagai entitas. Yang termasuk dalam kategori organisasi sektor publik adalah…
- A. Instansi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan badan usaha milik negara
- B. Perusahaan multinasional, yayasan swasta, dan koperasi primer
- C. Perusahaan terbuka, lembaga keuangan swasta, dan asosiasi profesi
- D. Firma hukum, perusahaan konsultan, dan lembaga pelatihan swasta
3. Konsep “value for money” dalam konteks organisasi sektor publik merujuk pada pencapaian tiga dimensi utama kinerja, yaitu…
- A. Profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas
- B. Produktivitas, inovasi, dan daya saing
- C. Ekonomi, efisiensi, dan efektivitas
- D. Akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi
4. Perbedaan mendasar antara organisasi sektor publik dan sektor swasta dalam hal pertanggungjawaban adalah bahwa organisasi sektor publik bertanggung jawab kepada…
- A. Dewan komisaris dan pemegang saham mayoritas
- B. Kreditor dan investor institusional
- C. Direksi dan manajemen puncak perusahaan
- D. Masyarakat luas dan lembaga legislatif sebagai representasi publik
5. Tujuan utama pengukuran kinerja pada organisasi sektor publik adalah untuk…
- A. Memaksimalkan keuntungan finansial bagi pemerintah pusat
- B. Mengevaluasi efektivitas pelayanan dan meningkatkan akuntabilitas kepada publik
- C. Membandingkan kinerja antar lembaga untuk menentukan lembaga yang akan dibubarkan
- D. Menetapkan tarif layanan publik yang optimal bagi pengguna jasa
6. Sebuah dinas pemerintah daerah berhasil memberikan layanan administrasi kependudukan kepada 10.000 warga dengan biaya operasional yang lebih rendah dari anggaran yang ditetapkan. Kondisi ini mencerminkan dimensi kinerja…
- A. Efisiensi, karena menghasilkan output yang sama dengan input lebih kecil dari rencana
- B. Efektivitas, karena target pelayanan berhasil dicapai sesuai dengan rencana
- C. Ekonomi, karena sumber daya yang digunakan lebih hemat dari yang dianggarkan
- D. Produktivitas, karena volume layanan yang dihasilkan meningkat dari tahun sebelumnya
7. Konsep dasar pengukuran kinerja sektor publik berlandaskan pada prinsip bahwa kinerja organisasi harus dapat…
- A. Ditentukan secara sepihak oleh pimpinan tertinggi organisasi
- B. Disamakan standarnya dengan kinerja perusahaan swasta sejenis
- C. Diukur, dilaporkan, dan dipertanggungjawabkan kepada pemangku kepentingan
- D. Disembunyikan dari publik untuk menjaga reputasi lembaga pemerintah
8. Pengukuran kinerja sektor publik berbeda dengan pengukuran kinerja sektor swasta terutama karena sektor publik harus mempertimbangkan…
- A. Tingkat pengembalian investasi bagi para pemegang saham
- B. Kenaikan harga saham di pasar modal sebagai indikator utama
- C. Margin keuntungan bersih sebagai tolok ukur keberhasilan
- D. Dampak sosial, keadilan layanan, dan kepuasan masyarakat sebagai indikator kunci
9. Sistem pengukuran kinerja yang baik harus mampu menghubungkan antara aktivitas operasional harian dengan tujuan strategis organisasi. Hubungan ini dalam sistem pengukuran kinerja disebut sebagai…
- A. Hierarki anggaran berbasis program
- B. Keterkaitan vertikal antara indikator kinerja operasional dan strategis
- C. Keseimbangan antara perspektif keuangan dan non-keuangan
- D. Integrasi horizontal antar unit kerja dalam satu instansi
10. Dalam penyusunan anggaran berbasis kinerja, konsep “output” merujuk pada…
- A. Barang atau jasa yang dihasilkan langsung dari proses kegiatan suatu program
- B. Perubahan kondisi masyarakat yang diharapkan dari suatu program pemerintah
- C. Sumber daya keuangan yang dialokasikan untuk membiayai suatu kegiatan
- D. Dampak jangka panjang yang dirasakan masyarakat dari suatu kebijakan
11. Konsep penyusunan anggaran yang menghubungkan setiap pengeluaran pemerintah dengan hasil yang diharapkan dicapai disebut…
- A. Anggaran tradisional berbasis objek belanja
- B. Anggaran inkremental berdasarkan pertumbuhan tahun sebelumnya
- C. Anggaran berbasis kinerja yang berorientasi pada hasil
- D. Anggaran modal yang berfokus pada investasi infrastruktur
12. Siklus pengukuran kinerja sektor publik diawali dengan tahap perencanaan dan diakhiri dengan tahap evaluasi. Manfaat utama dari pelaksanaan siklus ini secara konsisten adalah…
- A. Meningkatkan anggaran yang diterima oleh setiap unit kerja pemerintah
- B. Mengurangi jumlah pegawai yang tidak produktif secara otomatis
- C. Mempercepat pengesahan anggaran oleh lembaga legislatif
- D. Menciptakan perbaikan berkelanjutan dalam penyampaian layanan publik
13. Dalam siklus pengukuran kinerja sektor publik, tahap “pengukuran dan pelaporan kinerja” berfungsi untuk…
- A. Menetapkan target kinerja yang akan dicapai pada periode berikutnya
- B. Membandingkan capaian aktual dengan target yang telah ditetapkan sebelumnya
- C. Mengidentifikasi program-program baru yang perlu ditambahkan ke dalam rencana kerja
- D. Menyusun standar kompetensi pegawai yang terlibat dalam pelaksanaan program
14. Model ABC (Activity-Based Costing) dalam konteks pengukuran kinerja organisasi publik digunakan untuk…
- A. Menelusuri biaya secara lebih akurat ke aktivitas-aktivitas yang mengonsumsi sumber daya
- B. Mengklasifikasikan pegawai berdasarkan tingkat produktivitas mereka secara periodik
- C. Menghitung anggaran berdasarkan pertumbuhan inflasi tahun berjalan
- D. Menyusun hierarki jabatan struktural dalam organisasi pemerintah
15. Perilaku disfungsional dalam organisasi sektor publik yang berkaitan dengan pengukuran kinerja terjadi ketika pegawai atau unit kerja…
- A. Melaporkan capaian kinerja melebihi target yang telah ditetapkan
- B. Menggunakan teknologi baru untuk meningkatkan efisiensi operasional
- C. Memanipulasi data atau hanya fokus pada indikator yang diukur sambil mengabaikan tujuan yang lebih luas
- D. Berkolaborasi lintas unit untuk mencapai target bersama secara terpadu
16. Indikator kinerja yang baik harus memenuhi kriteria SMART. Dalam konteks ini, huruf “M” pada SMART mengandung arti bahwa indikator kinerja harus…
- A. Mudah dipahami oleh semua pemangku kepentingan tanpa penjelasan tambahan
- B. Mampu mendorong motivasi pegawai untuk bekerja lebih keras
- C. Mencerminkan misi utama dari organisasi yang bersangkutan
- D. Dapat diukur secara kuantitatif maupun kualitatif dengan cara yang jelas
17. Perbedaan antara indikator kinerja masukan (input), keluaran (output), dan hasil (outcome) dalam manajemen kinerja sektor publik adalah…
- A. Input mengukur sumber daya yang digunakan, output mengukur produk yang dihasilkan, dan outcome mengukur dampak atau manfaat bagi masyarakat
- B. Input mengukur jumlah pegawai, output mengukur anggaran yang terserap, dan outcome mengukur kepuasan pimpinan
- C. Input mengukur perubahan kebijakan, output mengukur rencana kerja, dan outcome mengukur biaya operasional
- D. Input mengukur dampak jangka panjang, output mengukur proses pengambilan keputusan, dan outcome mengukur sumber daya awal
18. Sebuah pemerintah kabupaten ingin menyusun indikator kinerja untuk program pengurangan kemiskinan. Indikator yang paling tepat untuk mengukur “outcome” program tersebut adalah…
- A. Jumlah anggaran yang dialokasikan untuk program bantuan sosial
- B. Jumlah pegawai sosial yang dilibatkan dalam pendistribusian bantuan
- C. Persentase penurunan angka kemiskinan di wilayah sasaran program
- D. Jumlah kegiatan sosialisasi program yang dilaksanakan per tahun
19. Penentuan indikator kinerja yang relevan dalam organisasi sektor publik harus memperhatikan keterkaitan antara indikator tersebut dengan…
- A. Jumlah staf yang akan dievaluasi berdasarkan indikator tersebut
- B. Visi, misi, dan tujuan strategis organisasi yang telah ditetapkan
- C. Tren indikator kinerja yang digunakan oleh negara-negara maju
- D. Kemudahan pengumpulan data tanpa mempertimbangkan relevansinya
20. Akuntabilitas kinerja dalam sektor publik dapat dibedakan menjadi akuntabilitas vertikal dan akuntabilitas horizontal. Yang dimaksud dengan akuntabilitas vertikal adalah…
- A. Pertanggungjawaban kepada sesama unit setingkat dalam satu instansi pemerintah
- B. Pertanggungjawaban kepada lembaga swadaya masyarakat dan media massa
- C. Pertanggungjawaban kepada pelanggan layanan publik secara langsung
- D. Pertanggungjawaban kepada otoritas yang lebih tinggi dalam hierarki pemerintahan
21. Konsep akuntabilitas kinerja mensyaratkan bahwa pejabat publik harus mampu menjelaskan dan mempertanggungjawabkan tindakan serta keputusannya. Hal ini berkaitan erat dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang dikenal sebagai…
- A. Good governance yang mencakup transparansi dan akuntabilitas sebagai pilar utama
- B. New Public Management yang berorientasi pada efisiensi biaya semata
- C. Reinventing Government yang berfokus pada privatisasi layanan publik
- D. Bureaucratic Theory yang menekankan pada prosedur dan hierarki formal
22. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Indonesia mewajibkan setiap instansi pemerintah untuk menyusun dokumen perencanaan kinerja yang disebut…
- A. Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD)
- B. Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Satuan Kerja
- C. Perjanjian Kinerja (PK) antara pimpinan instansi dengan atasan langsung
- D. Nota Keuangan yang disampaikan kepada lembaga legislatif
23. Ruang lingkup akuntabilitas kinerja pemerintah daerah di Indonesia mencakup pertanggungjawaban kepada DPRD. Mekanisme pertanggungjawaban ini diwujudkan melalui penyampaian…
- A. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Badan Pemeriksa Keuangan
- B. Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD kepada DPRD
- C. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) kepada Kemenpan-RB
- D. Laporan Keuangan kepada Kementerian Keuangan Pusat
24. Pendekatan pengukuran kinerja yang membandingkan kinerja suatu organisasi publik dengan kinerja organisasi serupa yang dianggap terbaik dalam bidangnya disebut…
- A. Self-assessment atau penilaian mandiri berbasis kriteria internal
- B. Audit kinerja yang dilakukan oleh pemeriksa eksternal independen
- C. Survei kepuasan pengguna layanan secara periodik
- D. Benchmarking atau pembandingan dengan praktik terbaik organisasi lain
25. Peran dan kategori pengukuran kinerja dalam organisasi sektor publik mencakup fungsi sebagai alat kontrol. Fungsi ini berarti pengukuran kinerja digunakan untuk…
- A. Memantau apakah pelaksanaan program sesuai dengan rencana dan standar yang ditetapkan
- B. Mengendalikan besaran gaji dan tunjangan pegawai negeri sipil
- C. Membatasi kewenangan kepala daerah dalam pengambilan keputusan anggaran
- D. Mengontrol jumlah pegawai yang dapat direkrut oleh setiap instansi
26. Pendekatan pengukuran kinerja organisasi sektor publik yang menggunakan indikator kinerja berbasis “Best Value” menekankan pada…
- A. Pengurangan biaya operasional seminimal mungkin tanpa mempertimbangkan kualitas
- B. Pencapaian laba bersih yang optimal dari setiap unit layanan publik
- C. Kombinasi terbaik antara kualitas, biaya, dan aksesibilitas layanan bagi masyarakat
- D. Peningkatan nilai aset tetap pemerintah secara berkelanjutan setiap tahun
27. Dalam pengukuran kinerja berbasis analisis anggaran, istilah “varians” mengacu pada…
- A. Jumlah total anggaran yang dialokasikan untuk suatu program dalam satu tahun fiskal
- B. Selisih antara anggaran yang direncanakan dengan realisasi pengeluaran yang aktual
- C. Persentase kenaikan anggaran dari tahun sebelumnya berdasarkan inflasi
- D. Jumlah program yang tidak terlaksana karena keterbatasan anggaran
28. Perencanaan anggaran yang baik dalam konteks pengukuran kinerja berbasis anggaran harus dimulai dari penetapan…
- A. Jumlah pagu anggaran yang tersedia berdasarkan kapasitas fiskal daerah
- B. Daftar kegiatan rutin yang akan dilanjutkan dari tahun sebelumnya
- C. Standar harga satuan barang dan jasa untuk tahun anggaran berjalan
- D. Tujuan dan sasaran strategis yang ingin dicapai dalam periode perencanaan
29. Pengukuran kinerja berbasis analisis anggaran memiliki keterbatasan karena terlalu berfokus pada dimensi finansial. Untuk mengatasi keterbatasan ini, organisasi sektor publik disarankan untuk…
- A. Melengkapi analisis anggaran dengan indikator kinerja non-finansial seperti kualitas dan kepuasan layanan
- B. Menghapus seluruh indikator finansial dan menggantinya dengan indikator sosial
- C. Mengalihkan seluruh proses pengukuran kinerja kepada auditor eksternal
- D. Membatasi pengukuran kinerja hanya pada program-program prioritas nasional
30. Balanced Scorecard (BSC) pertama kali dikembangkan oleh Kaplan dan Norton sebagai alat pengukuran kinerja yang menyeimbangkan antara perspektif keuangan dengan perspektif non-keuangan. Jumlah perspektif dalam model BSC orisinal adalah…
- A. Dua perspektif yang mencakup keuangan dan operasional
- B. Tiga perspektif yang mencakup keuangan, pelanggan, dan proses bisnis
- C. Empat perspektif yang mencakup keuangan, pelanggan, proses internal, dan pembelajaran
- D. Lima perspektif yang mencakup keuangan, sosial, lingkungan, inovasi, dan kepuasan
31. Ketika Balanced Scorecard diterapkan pada organisasi sektor publik, perspektif “keuangan” yang biasanya menjadi perspektif puncak dalam BSC sektor swasta perlu dimodifikasi. Pada BSC sektor publik, perspektif yang berada di puncak hierarki adalah…
- A. Perspektif proses bisnis internal yang mencerminkan efisiensi birokrasi
- B. Perspektif keuangan yang berfokus pada penghematan anggaran maksimal
- C. Perspektif pembelajaran yang mendorong peningkatan kompetensi SDM
- D. Perspektif pelanggan atau masyarakat yang berfokus pada misi pelayanan publik
32. Peta strategi (strategy map) dalam Balanced Scorecard berfungsi untuk…
- A. Menggambarkan struktur organisasi dan garis kewenangan antar jabatan
- B. Menunjukkan hubungan sebab-akibat antara berbagai sasaran strategis di seluruh perspektif BSC
- C. Memetakan distribusi anggaran ke setiap unit kerja berdasarkan prioritas program
- D. Merancang alur proses pelayanan publik dari awal hingga penyelesaian
33. Pengukuran kinerja berbasis Value For Money (VFM) audit berfokus pada tiga aspek utama. Aspek “ekonomi” dalam VFM audit berkaitan dengan…
- A. Perolehan sumber daya input dengan kualitas yang tepat pada harga yang paling hemat
- B. Penggunaan sumber daya yang menghasilkan output sebanyak mungkin dari input yang ada
- C. Pencapaian tujuan program yang telah ditetapkan sesuai dengan rencana strategis
- D. Pertumbuhan ekonomi daerah sebagai dampak dari program pemerintah
34. Auditing sektor publik yang mengevaluasi apakah suatu program pemerintah telah mencapai hasil yang diinginkan dengan cara yang paling hemat sumber daya disebut…
- A. Audit kepatuhan yang memverifikasi ketaatan terhadap peraturan perundangan
- B. Audit keuangan yang menilai kewajaran penyajian laporan keuangan
- C. Audit kinerja yang menilai aspek ekonomi, efisiensi, dan efektivitas program
- D. Audit investigatif yang mendeteksi indikasi kecurangan dan penyimpangan
35. Suatu pemerintah provinsi mengalokasikan anggaran besar untuk program pelatihan tenaga kerja, namun tingkat penyerapan kerja lulusan program tersebut sangat rendah. Kondisi ini menunjukkan permasalahan pada dimensi VFM, yaitu…
- A. Ekonomi, karena biaya pelatihan per peserta terlalu tinggi
- B. Efisiensi, karena rasio peserta terhadap anggaran tidak optimal
- C. Ekonomi, karena input yang digunakan tidak sesuai standar kualitas
- D. Efektivitas, karena tujuan program berupa peningkatan penyerapan tenaga kerja tidak tercapai
36. Ruang lingkup Value For Money audit yang mencakup evaluasi terhadap prosedur pengadaan barang dan jasa pemerintah berkaitan erat dengan dimensi…
- A. Efektivitas, karena pengadaan menentukan tercapainya tujuan program
- B. Ekonomi, karena pengadaan menyangkut perolehan input pada harga yang terbaik
- C. Efisiensi, karena pengadaan menentukan kecepatan pelaksanaan program
- D. Akuntabilitas, karena pengadaan harus dilaporkan kepada publik secara terbuka
37. Dalam perbaikan kinerja sektor publik, konsep “benchlearning” berbeda dari “benchmarking” karena benchlearning lebih menekankan pada…
- A. Proses pembelajaran dan adaptasi dari praktik terbaik, bukan sekadar meniru angka indikator
- B. Perbandingan kinerja finansial antar instansi pemerintah secara ketat
- C. Pengukuran kinerja berbasis survei kepuasan masyarakat secara berkala
- D. Penetapan standar kinerja minimum yang harus dipenuhi oleh semua instansi
38. Pengukuran kinerja dan perbaikan kinerja dalam siklus manajemen kinerja sektor publik memiliki hubungan yang saling mendukung karena…
- A. Perbaikan kinerja akan otomatis terjadi setelah pengukuran dilakukan tanpa intervensi tambahan
- B. Pengukuran kinerja yang baik selalu menghasilkan peningkatan anggaran untuk tahun berikutnya
- C. Data hasil pengukuran kinerja menjadi dasar diagnosis masalah dan perancangan langkah perbaikan
- D. Perbaikan kinerja hanya dapat dilakukan jika pengukuran menunjukkan kinerja di bawah rata-rata nasional
39. Perubahan perilaku yang diharapkan dari implementasi sistem pengukuran kinerja di sektor publik adalah terwujudnya budaya organisasi yang berorientasi pada…
- A. Kepatuhan prosedural semata tanpa mempertimbangkan dampak output bagi masyarakat
- B. Penghindaran risiko untuk meminimalkan kemungkinan gagal mencapai target
- C. Kompetisi internal antar unit kerja untuk mendapatkan alokasi anggaran terbesar
- D. Hasil dan dampak nyata bagi masyarakat sebagai tujuan akhir pelayanan publik
40. Memodifikasi perilaku pegawai melalui sistem pengukuran kinerja dapat dilakukan dengan menerapkan sistem insentif yang tepat. Prinsip utama dalam perancangan sistem insentif berbasis kinerja untuk sektor publik adalah…
- A. Insentif harus diberikan merata kepada semua pegawai tanpa membedakan capaian kinerja
- B. Insentif harus terhubung langsung dengan capaian indikator kinerja yang telah ditetapkan
- C. Insentif hanya boleh diberikan dalam bentuk finansial seperti bonus dan tunjangan tambahan
- D. Insentif sebaiknya diberikan berdasarkan masa kerja dan senioritas pegawai
41. Dalam konteks pengukuran kinerja berbasis Balanced Scorecard, perspektif “pembelajaran dan pertumbuhan” mencakup dimensi yang berkaitan dengan…
- A. Kapabilitas sumber daya manusia, sistem informasi, dan budaya organisasi
- B. Pertumbuhan pendapatan asli daerah dan peningkatan aset tetap pemerintah
- C. Pengembangan infrastruktur fisik dan fasilitas pelayanan publik
- D. Peningkatan jumlah program layanan yang diberikan kepada masyarakat
42. Penerapan Balanced Scorecard pada organisasi sektor publik menghadapi tantangan spesifik yang tidak dijumpai pada sektor swasta. Salah satu tantangan terbesar tersebut adalah…
- A. Kesulitan memperoleh data keuangan yang akurat dari unit-unit kerja
- B. Tingginya biaya teknologi informasi untuk mengelola data BSC secara digital
- C. Sulitnya mendefinisikan “pelanggan” dan mengukur kepuasan masyarakat secara objektif
- D. Tidak adanya regulasi pemerintah yang mengizinkan penggunaan BSC di instansi publik
43. Dalam pengukuran kinerja berbasis Value For Money, dimensi “efektivitas” diukur dengan cara membandingkan antara…
- A. Harga input yang dianggarkan dengan harga input yang direalisasikan
- B. Jumlah input yang digunakan dengan jumlah output yang dihasilkan
- C. Anggaran yang dialokasikan dengan anggaran yang terserap pada akhir periode
- D. Outcome yang dicapai dengan tujuan atau target yang telah ditetapkan sebelumnya
44. Pengukuran kinerja berbasis anggaran menggunakan konsep “realisasi anggaran” sebagai salah satu indikator. Tingkat realisasi anggaran yang rendah pada akhir tahun fiskal dapat mengindikasikan…
- A. Kinerja keuangan yang sangat baik karena pemerintah berhasil menghemat belanja negara
- B. Kelemahan dalam perencanaan, pelaksanaan program, atau kapasitas penyerapan anggaran
- C. Keberhasilan efisiensi belanja yang patut dijadikan contoh bagi instansi lain
- D. Adanya surplus anggaran yang dapat dialihkan untuk pembayaran utang negara
45. Salah satu keunggulan utama Balanced Scorecard dibandingkan sistem pengukuran kinerja tradisional berbasis anggaran adalah kemampuannya untuk…
- A. Mengintegrasikan indikator finansial dan non-finansial dalam satu kerangka pengukuran yang terpadu
- B. Menghilangkan kebutuhan akan laporan keuangan dalam evaluasi kinerja pemerintah
- C. Mengurangi jumlah indikator kinerja sehingga lebih mudah dikelola oleh unit kecil
- D. Memotong jalur birokrasi dalam proses pelaporan kinerja kepada atasan langsung
46. Pengukuran kinerja yang komprehensif pada organisasi sektor publik memerlukan evaluasi baik terhadap kinerja keuangan maupun kinerja non-keuangan. Contoh indikator kinerja non-keuangan pada instansi pelayanan publik adalah…
- A. Rasio belanja pegawai terhadap total APBD yang dialokasikan
- B. Persentase pendapatan asli daerah terhadap total penerimaan daerah
- C. Waktu rata-rata penyelesaian permohonan izin usaha oleh masyarakat
- D. Nilai aset tetap pemerintah daerah yang tercatat dalam neraca daerah
47. Sistem pengukuran kinerja yang efektif harus mampu memberikan informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan. Salah satu kriteria kualitas informasi kinerja yang penting adalah “actionable”, yang berarti informasi tersebut harus…
- A. Dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat tanpa pembatasan
- B. Dapat diaudit dan diverifikasi oleh pihak eksternal secara independen
- C. Dapat dipahami oleh semua pegawai tanpa latar belakang teknis khusus
- D. Dapat digunakan sebagai dasar tindakan nyata untuk memperbaiki kinerja
48. Pengukuran kinerja berbasis Value For Money pada auditing sektor publik mengharuskan auditor untuk tidak hanya memeriksa kebenaran angka keuangan, tetapi juga menilai…
- A. Apakah seluruh transaksi keuangan telah dicatat sesuai standar akuntansi yang berlaku
- B. Apakah pengelolaan program pemerintah menghasilkan manfaat nyata yang sepadan dengan biaya yang dikeluarkan
- C. Apakah seluruh pegawai telah memenuhi kewajiban absensi dan jam kerja yang ditetapkan
- D. Apakah pejabat pengguna anggaran telah memiliki sertifikasi pengadaan yang sah
49. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) yang disusun sebagai bagian dari SAKIP memiliki fungsi utama sebagai…
- A. Media pertanggungjawaban kinerja kepada atasan dan sebagai bahan evaluasi untuk perencanaan periode berikutnya
- B. Dokumen legal yang mengikat instansi untuk melaksanakan seluruh program yang tertulis di dalamnya
- C. Syarat administrasi untuk pencairan anggaran pada tahun fiskal yang sedang berjalan
- D. Instrumen penilaian kinerja individu pegawai untuk keperluan promosi jabatan
50. Keberhasilan implementasi sistem pengukuran kinerja sektor publik secara berkelanjutan sangat bergantung pada faktor kunci berupa…
- A. Ketersediaan teknologi informasi yang canggih dan sistem pelaporan otomatis
- B. Besarnya anggaran yang dialokasikan khusus untuk kegiatan pengukuran kinerja
- C. Komitmen kepemimpinan, budaya organisasi yang mendukung, dan kapasitas SDM yang memadai
- D. Kewajiban hukum yang memaksa seluruh instansi menggunakan metodologi pengukuran yang seragam
Latihan Tambahan dengan AI
Salin prompt di bawah ini, lalu tempelkan ke ChatGPT, Gemini, Claude, atau AI lainnya untuk mendapatkan 50 soal latihan baru dengan materi yang sama. Soal yang dihasilkan AI akan berbeda dari soal di halaman ini.