EKAP4301 — Tata Kelola Sektor Publik
1. Tata kelola sektor publik menurut United Nations Development Programme (UNDP) didefinisikan sebagai…
- A. Sistem pengendalian internal yang diterapkan untuk mencegah korupsi di lembaga pemerintah
- B. Pelaksanaan kewenangan politik, ekonomi, dan administratif dalam mengelola urusan negara di semua tingkatan
- C. Proses pengambilan keputusan oleh eksekutif dalam rangka menyusun kebijakan publik yang efektif
- D. Mekanisme pengawasan legislatif terhadap kinerja badan usaha milik negara secara berkala
2. Organisasi internasional yang pertama kali secara resmi merumuskan konsep good governance untuk negara-negara berkembang adalah…
- A. World Bank (Bank Dunia)
- B. International Monetary Fund (IMF)
- C. United Nations Development Programme (UNDP)
- D. Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD)
3. Dalam konteks pemerintahan Indonesia, konsep tata kelola sektor publik yang baik secara normatif mengacu pada peraturan perundang-undangan, di antaranya…
- A. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan PP Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah
- B. UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN serta UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang SPPN
- C. UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan
- D. Semua peraturan di atas merupakan landasan normatif tata kelola sektor publik di Indonesia
4. Perbedaan mendasar antara tata kelola sektor publik dengan tata kelola sektor swasta terletak pada…
- A. Kompleksitas struktur organisasi yang lebih tinggi pada sektor swasta
- B. Kebutuhan akan transparansi yang lebih besar pada sektor swasta
- C. Tujuan utama yang berorientasi pada kepentingan publik, bukan maksimalisasi keuntungan pemegang saham
- D. Ketiadaan mekanisme pengawasan eksternal pada sektor publik
5. Entitas sektor publik yang dimaksud dalam kajian tata kelola mencakup…
- A. Hanya kementerian dan lembaga pemerintah pusat yang mendapat alokasi APBN
- B. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, badan usaha milik negara atau daerah, serta organisasi nirlaba yang memperoleh dana publik
- C. Seluruh perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di bursa efek Indonesia
- D. Lembaga internasional yang beroperasi di wilayah Indonesia dengan dana hibah asing
6. Konsep tata kelola yang baik (good governance) menurut Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) Indonesia mencakup prinsip…
- A. Transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran
- B. Efisiensi, efektivitas, ekonomis, ekuitas, dan etika
- C. Partisipasi, penegakan hukum, transparansi, responsivitas, dan konsensus
- D. Kejujuran, keadilan, keterbukaan, kepedulian, dan kepatuhan
7. Prinsip transparansi dalam tata kelola sektor publik mengharuskan entitas untuk…
- A. Mengungkapkan semua informasi internal tanpa terkecuali kepada masyarakat umum
- B. Mempublikasikan laporan keuangan tahunan kepada lembaga donor internasional
- C. Menyediakan informasi yang material dan relevan secara tepat waktu, memadai, jelas, dan dapat diperbandingkan bagi pemangku kepentingan
- D. Membuka akses penuh bagi media massa untuk meliput seluruh proses pengambilan keputusan internal
8. Prinsip akuntabilitas dalam tata kelola entitas sektor publik mensyaratkan adanya…
- A. Pemisahan yang tegas antara fungsi pengambil kebijakan dengan fungsi operasional
- B. Pemberian insentif finansial kepada pejabat yang berhasil memenuhi target kinerja
- C. Rotasi jabatan secara berkala untuk mencegah penyalahgunaan wewenang
- D. Kejelasan fungsi, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban organ sehingga pengelolaan berjalan efektif
9. Penerapan prinsip tata kelola yang baik pada lembaga pemerintah daerah di Indonesia terutama diwujudkan melalui…
- A. Pembentukan dewan komisaris independen di setiap satuan kerja perangkat daerah
- B. Penyusunan laporan keuangan berbasis akrual, penerapan SPIP, dan publikasi LPPD kepada publik
- C. Privatisasi sebagian aset daerah untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan
- D. Pengalihan seluruh urusan pelayanan publik kepada pihak ketiga melalui kontrak jangka panjang
10. Prinsip partisipasi dalam tata kelola sektor publik menurut UNDP berarti bahwa…
- A. Semua warga negara memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan, baik secara langsung maupun melalui lembaga perwakilan yang sah
- B. Pemerintah wajib mengadakan referendum untuk setiap kebijakan yang berdampak pada masyarakat luas
- C. Lembaga swadaya masyarakat memiliki hak veto atas kebijakan yang dikeluarkan pemerintah daerah
- D. Seluruh pegawai negeri sipil wajib terlibat dalam setiap proses konsultasi publik yang diselenggarakan
11. Sebuah pemerintah kabupaten dinilai memiliki tata kelola yang baik apabila indikator kualitas lingkungan usahanya menunjukkan…
- A. Tingkat pertumbuhan ekonomi daerah yang melebihi rata-rata nasional selama tiga tahun berturut-turut
- B. Jumlah perusahaan multinasional yang membuka cabang di wilayah tersebut meningkat setiap tahun
- C. Kepastian hukum, kemudahan perizinan, infrastruktur yang memadai, serta biaya transaksi bisnis yang rendah
- D. Rendahnya tingkat upah minimum regional yang mendorong investasi dari luar daerah
12. Indikator kualitas tata kelola sektor publik bagi kesejahteraan warga negara yang paling langsung dapat diukur adalah…
- A. Jumlah rapat koordinasi antar kementerian yang diselenggarakan setiap tahun
- B. Opini audit yang diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan atas laporan keuangan pemerintah
- C. Besarnya anggaran yang dialokasikan untuk program sosial dalam APBN atau APBD
- D. Tingkat akses layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, air bersih, dan perlindungan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat
13. Identifikasi prinsip tata kelola yang baik berdasarkan teori dapat dilakukan dengan memperhatikan…
- A. Besaran anggaran yang dialokasikan untuk program reformasi birokrasi di setiap kementerian
- B. Konsistensi antara landasan teori seperti teori keagenan dan teori pemangku kepentingan dengan praktik tata kelola yang diterapkan
- C. Jumlah regulasi yang diterbitkan pemerintah dalam rangka reformasi tata kelola sektor publik
- D. Perbandingan peringkat kemudahan berbisnis Indonesia dengan negara-negara ASEAN lainnya
14. Dalam konteks pemerintahan, penerapan prinsip-prinsip tata kelola yang baik bertujuan utama untuk…
- A. Meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah dan memastikan sumber daya publik digunakan secara bertanggung jawab
- B. Mempercepat privatisasi badan usaha milik negara yang merugi secara finansial
- C. Meningkatkan daya saing Indonesia dalam indeks kemudahan berbisnis global
- D. Memperkuat posisi tawar pemerintah dalam negosiasi utang luar negeri dengan lembaga keuangan internasional
15. Penerapan prinsip tata kelola pada entitas penghasil barang dan jasa publik, seperti BUMN, memiliki tantangan utama berupa…
- A. Keterbatasan modal yang menghalangi ekspansi bisnis ke pasar internasional
- B. Persaingan tidak sehat dari perusahaan swasta yang mendapat perlakuan pajak istimewa
- C. Konflik antara tujuan komersial untuk menghasilkan laba dengan mandat sosial melayani kepentingan publik
- D. Sulitnya merekrut tenaga profesional akibat struktur gaji yang tidak kompetitif dibanding sektor swasta
16. Teori keagenan (agency theory) dalam konteks sektor publik pertama kali dikembangkan untuk menjelaskan hubungan antara…
- A. Pemerintah pusat sebagai prinsipal dan lembaga audit sebagai agen
- B. Lembaga legislatif sebagai agen dan masyarakat sebagai prinsipal
- C. Badan usaha milik negara sebagai agen dan Kementerian BUMN sebagai prinsipal
- D. Pemilik (prinsipal) yang mendelegasikan wewenang kepada manajer (agen) untuk menjalankan organisasi
17. Masalah keagenan (agency problem) yang paling sering muncul dalam entitas sektor publik adalah…
- A. Ketidakmampuan agen dalam memahami regulasi teknis yang berlaku di sektornya
- B. Asimetri informasi yang memungkinkan agen bertindak demi kepentingan pribadi, bukan kepentingan prinsipal
- C. Tingginya biaya rekrutmen tenaga ahli yang kompeten untuk mengisi jabatan strategis
- D. Ketergantungan agen terhadap dana bantuan internasional untuk membiayai program kerjanya
18. Dalam teori keagenan, biaya yang ditanggung prinsipal untuk memantau perilaku agen agar bertindak sesuai kepentingan prinsipal disebut…
- A. Monitoring cost (biaya pemantauan)
- B. Transaction cost (biaya transaksi)
- C. Opportunity cost (biaya kesempatan)
- D. Sunk cost (biaya tertanam)
19. Teori pemegang amanah (stewardship theory) berbeda dengan teori keagenan karena teori ini mengasumsikan bahwa manajer atau pengelola organisasi pada dasarnya…
- A. Selalu mengutamakan keuntungan finansial pribadi di atas kepentingan organisasi
- B. Membutuhkan insentif ekstrinsik yang kuat agar mau bekerja dengan sungguh-sungguh
- C. Termotivasi secara intrinsik dan cenderung bertindak sebagai pelayan yang baik demi kepentingan organisasi dan pemangku kepentingan
- D. Tidak mampu membuat keputusan yang rasional tanpa pengawasan ketat dari dewan pengawas
20. Teori pemangku kepentingan (stakeholder theory) dalam konteks tata kelola sektor publik menekankan bahwa entitas publik harus…
- A. Memprioritaskan kepentingan investor strategis yang menyuntikkan modal ke entitas tersebut
- B. Fokus pada pemenuhan target kinerja yang ditetapkan oleh badan pengawas pusat
- C. Mengutamakan kepentingan kelompok masyarakat yang paling rentan dan terpinggirkan
- D. Mempertimbangkan dan menyeimbangkan kepentingan semua pihak yang dipengaruhi atau mempengaruhi entitas tersebut
21. Teori institusional (institutional theory) memberikan penjelasan mengapa banyak entitas publik mengadopsi praktik tata kelola yang serupa, yaitu karena adanya tekanan untuk…
- A. Meningkatkan efisiensi operasional dengan meniru praktik terbaik dari sektor swasta
- B. Memperoleh legitimasi dengan menyesuaikan diri terhadap norma, nilai, dan ekspektasi lingkungan institusional
- C. Memenuhi persyaratan teknis dari lembaga sertifikasi internasional di bidang tata kelola
- D. Menarik investasi asing langsung dengan menampilkan praktik governance kelas dunia
22. Teori legitimasi (legitimacy theory) dalam tata kelola sektor publik menjelaskan bahwa entitas publik terdorong untuk menjaga tata kelola yang baik karena…
- A. Keberlangsungan entitas bergantung pada persepsi masyarakat bahwa entitas tersebut beroperasi sesuai nilai dan norma yang berlaku
- B. Adanya sanksi hukum yang berat bagi entitas yang gagal memenuhi standar tata kelola yang ditetapkan pemerintah
- C. Tekanan dari lembaga pemeringkat internasional yang mengaitkan peringkat kredit dengan kualitas tata kelola
- D. Kewajiban moral yang melekat pada setiap pejabat publik berdasarkan sumpah jabatan yang telah diucapkan
23. Teori pilihan publik (public choice theory) memberikan penjelasan tentang perilaku birokrat yang cenderung memaksimalkan anggaran instansinya karena…
- A. Birokrat memiliki komitmen yang tinggi terhadap peningkatan kualitas layanan publik kepada masyarakat
- B. Regulasi yang mewajibkan setiap instansi untuk menghabiskan anggaran yang telah dialokasikan
- C. Birokrat, seperti individu lain, bertindak rasional untuk memaksimalkan kepentingan dan utilitas pribadi mereka
- D. Tekanan politik dari kelompok lobi yang menginginkan ekspansi program-program pemerintah tertentu
24. Teori biaya transaksi (transaction cost theory) relevan dalam tata kelola sektor publik karena menjelaskan mengapa pemerintah memilih untuk…
- A. Memprivatisasi seluruh layanan publik demi mengurangi beban anggaran negara
- B. Membentuk kemitraan dengan sektor swasta semata-mata untuk alih teknologi
- C. Meningkatkan jumlah pegawai negeri sipil agar pelayanan publik lebih cepat
- D. Menentukan batas antara penyediaan layanan secara internal atau melalui kontrak eksternal berdasarkan pertimbangan biaya transaksi
25. Teori kepentingan pribadi (self-interest theory) dalam konteks tata kelola sektor publik mengimplikasikan perlunya mekanisme…
- A. Peningkatan gaji pokok pegawai negeri sipil secara berkala tanpa syarat kinerja
- B. Pengendalian dan pengawasan yang memadai agar perilaku pejabat publik selaras dengan kepentingan publik
- C. Desentralisasi total kewenangan ke tingkat pemerintahan paling bawah
- D. Penghapusan sistem karier pegawai negeri dan penggantian dengan kontrak berbasis proyek
26. Teori institusional membedakan tiga mekanisme tekanan yang mendorong organisasi menjadi serupa (isomorfisme). Tekanan yang berasal dari regulasi dan otoritas formal disebut isomorfisme…
- A. Koersif
- B. Mimetik
- C. Normatif
- D. Kompetitif
27. Dalam teori legitimasi, strategi yang dilakukan entitas publik untuk mempertahankan legitimasinya ketika terjadi krisis kepercayaan publik adalah…
- A. Mengurangi frekuensi pelaporan publik untuk meredam sorotan negatif media massa
- B. Mengalihkan perhatian publik dengan meluncurkan program populis jangka pendek
- C. Mengkomunikasikan secara aktif tindakan perbaikan yang diambil dan menegaskan komitmen terhadap nilai-nilai publik
- D. Mengganti seluruh pimpinan entitas dengan tokoh-tokoh yang memiliki popularitas tinggi di masyarakat
28. Teori pilihan publik (public choice theory) memandang kegagalan pemerintah (government failure) sebagai fenomena yang terjadi karena…
- A. Ketidakmampuan pemerintah dalam menyerap teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi birokrasi
- B. Kurangnya anggaran yang dialokasikan untuk pelatihan dan pengembangan kompetensi aparatur sipil negara
- C. Tekanan kelompok kepentingan yang mendikte kebijakan pemerintah secara tidak proporsional
- D. Perilaku oportunistik aktor-aktor politik dan birokrasi yang mengutamakan kepentingan diri sendiri dalam proses pengambilan keputusan publik
29. Teori biaya transaksi menjelaskan bahwa kontrak jangka panjang antara pemerintah dengan pihak swasta dalam proyek infrastruktur publik rentan terhadap masalah…
- A. Overpricing karena pemerintah tidak memiliki kemampuan negosiasi yang setara dengan swasta
- B. Hold-up problem, di mana salah satu pihak memanfaatkan ketergantungan pihak lain setelah investasi spesifik dilakukan
- C. Ketidakmampuan pihak swasta memenuhi standar kualitas layanan publik yang ditetapkan regulasi
- D. Konflik kepentingan antar kementerian yang sama-sama mengklaim kewenangan mengawasi kontrak
30. Teori kepentingan pribadi (self-interest theory) dalam Modul 7 memprediksi bahwa pejabat publik yang memiliki keleluasaan anggaran akan cenderung mengalokasikan sumber daya untuk…
- A. Program yang meningkatkan visibilitas dan popularitas pribadi mereka, bukan semata-mata berdasarkan prioritas kebutuhan publik
- B. Kegiatan yang sepenuhnya selaras dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah
- C. Program-program yang paling banyak mendapat dukungan dari lembaga swadaya masyarakat lokal
- D. Investasi infrastruktur jangka panjang yang memberikan manfaat paling besar bagi generasi mendatang
31. Permasalahan utama penerapan prinsip tata kelola publik yang baik bagi lingkungan usaha di Indonesia adalah adanya praktik…
- A. Penetapan upah minimum yang terlalu tinggi sehingga mengurangi daya saing industri padat karya
- B. Regulasi lingkungan hidup yang terlalu ketat dan memperlambat proses perizinan usaha baru
- C. Pungutan liar, inefisiensi birokrasi, dan ketidakpastian hukum yang meningkatkan biaya berbisnis
- D. Monopoli BUMN di sektor-sektor strategis yang menghalangi masuknya investor swasta nasional
32. Permasalahan penerapan tata kelola publik yang baik bagi kesejahteraan warga negara yang paling mendasar adalah…
- A. Keterbatasan kapasitas fiskal daerah untuk membiayai program sosial yang memadai
- B. Rendahnya tingkat pendidikan masyarakat yang menghambat partisipasi dalam proses demokrasi
- C. Kondisi geografis Indonesia yang menyulitkan pemerataan distribusi layanan publik
- D. Kebocoran anggaran akibat korupsi dan inefisiensi yang menyebabkan layanan publik tidak sampai kepada kelompok yang paling membutuhkan
33. Suatu daerah mengalami kegagalan dalam memberikan layanan kesehatan dasar meskipun anggaran kesehatan telah meningkat signifikan. Dari perspektif tata kelola, kondisi ini paling mungkin disebabkan oleh…
- A. Kurangnya jumlah tenaga medis yang bersedia ditempatkan di daerah terpencil
- B. Lemahnya akuntabilitas dalam penggunaan anggaran dan rendahnya kualitas perencanaan program kesehatan
- C. Tingginya harga obat-obatan akibat monopoli distributor farmasi di tingkat daerah
- D. Perbedaan preferensi masyarakat yang lebih memilih pengobatan tradisional daripada layanan kesehatan modern
34. Contoh kasus penerapan prinsip dasar tata kelola dalam konteks pemerintahan yang paling mencerminkan prinsip responsivitas adalah…
- A. Pemerintah kota yang segera membentuk satuan tugas dan mengalihkan anggaran untuk menangani bencana banjir berdasarkan laporan warga
- B. Kementerian keuangan yang mempublikasikan laporan realisasi APBN setiap triwulan di situs resminya
- C. Pemerintah provinsi yang menerapkan sistem pengadaan barang dan jasa secara elektronik untuk mengurangi korupsi
- D. Lembaga legislatif yang membentuk panitia khusus untuk membahas rancangan undang-undang bersama pakar dan akademisi
35. Kasus tata kelola entitas penghasil barang dan jasa publik yang menunjukkan konflik antara efisiensi bisnis dengan kepentingan publik paling sering ditemukan pada…
- A. BUMN yang bergerak di sektor perbankan karena tingginya persaingan dengan bank swasta
- B. Perusahaan swasta yang memenangkan tender proyek infrastruktur pemerintah melalui mekanisme PPP
- C. BUMN yang menyediakan layanan publik esensial seperti listrik atau air bersih, di mana penetapan tarif harus menyeimbangkan keterjangkauan dan kelangsungan bisnis
- D. Lembaga penjamin simpanan yang mengelola dana nasabah bank yang bermasalah secara finansial
36. Permasalahan praktis tata kelola dalam konteks pemerintahan yang berkaitan langsung dengan lemahnya prinsip rule of law adalah…
- A. Rendahnya kemampuan fiskal pemerintah daerah yang menyebabkan ketergantungan pada dana transfer pusat
- B. Inkonsistensi kebijakan antar kementerian yang menyulitkan koordinasi pelaksanaan program nasional
- C. Rendahnya partisipasi masyarakat dalam proses penyusunan APBD di tingkat kabupaten atau kota
- D. Penegakan hukum yang diskriminatif, di mana penyelenggara negara yang melakukan pelanggaran tidak diproses secara adil dan setara
37. Contoh kasus penerapan tata kelola yang baik dalam sektor pendidikan publik yang paling mencerminkan prinsip akuntabilitas adalah…
- A. Penyelenggaraan ujian nasional yang seragam untuk seluruh peserta didik di semua wilayah Indonesia
- B. Publikasi laporan penggunaan dana BOS oleh sekolah kepada orang tua murid dan masyarakat secara berkala
- C. Pemberian beasiswa berprestasi kepada siswa dari keluarga kurang mampu secara merata
- D. Penyusunan kurikulum nasional yang melibatkan pakar pendidikan dari berbagai perguruan tinggi terkemuka
38. Karakteristik utama yang membedakan entitas publik dengan tata kelola yang baik dari yang buruk dalam hal pengambilan keputusan adalah…
- A. Keputusan diambil berdasarkan bukti dan data yang valid, melibatkan konsultasi pemangku kepentingan, serta dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan etis
- B. Keputusan diambil secara cepat oleh pimpinan tunggal tanpa perlu proses konsultasi yang panjang
- C. Keputusan selalu mengacu pada preseden keputusan serupa dari negara-negara yang lebih maju
- D. Keputusan dibuat dengan mengutamakan kepentingan kelompok mayoritas tanpa mempertimbangkan dampak pada kelompok minoritas
39. Dalam praktik tata kelola sektor publik Indonesia, reformasi birokrasi yang dilaksanakan sejak tahun 2010 difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu…
- A. Penyederhanaan struktur kementerian, pengurangan jumlah PNS, dan peningkatan gaji pokok
- B. Privatisasi layanan publik, penguatan lembaga antikorupsi, dan digitalisasi arsip negara
- C. Penataan kelembagaan dan regulasi, peningkatan kapasitas SDM aparatur, serta penguatan pengawasan dan akuntabilitas
- D. Desentralisasi fiskal, penguatan otonomi daerah, dan peningkatan transfer dana perimbangan
40. Penerapan prinsip efisiensi dalam tata kelola entitas sektor publik berbeda dengan sektor swasta karena pada sektor publik efisiensi harus…
- A. Diukur semata-mata berdasarkan rasio antara pendapatan dan pengeluaran operasional entitas
- B. Dicapai melalui pengurangan jumlah pegawai dan otomatisasi seluruh proses layanan publik
- C. Dioptimalkan dengan cara mengurangi cakupan program sosial yang dinilai tidak menghasilkan keuntungan finansial
- D. Dinilai dari seberapa optimal sumber daya publik digunakan untuk menghasilkan output dan outcome bagi masyarakat, bukan sekadar laba finansial
41. Penerapan sistem e-government oleh pemerintah daerah dalam rangka memperbaiki tata kelola layanan publik secara langsung memperkuat prinsip…
- A. Kepastian hukum, karena seluruh regulasi menjadi lebih mudah diakses secara digital
- B. Transparansi dan efisiensi, karena proses layanan menjadi lebih terbuka, cepat, dan mengurangi peluang pungutan liar
- C. Independensi, karena sistem digital mengurangi intervensi politik dalam pengambilan keputusan teknis
- D. Konsensus, karena platform digital memungkinkan lebih banyak warga berpartisipasi dalam musyawarah
42. Konsep New Public Management (NPM) yang memengaruhi reformasi tata kelola sektor publik di berbagai negara menekankan pentingnya…
- A. Penerapan mekanisme pasar, orientasi pada hasil, dan akuntabilitas berbasis kinerja dalam pengelolaan sektor publik
- B. Penguatan peran negara dalam mengendalikan seluruh sektor ekonomi strategis nasional
- C. Sentralisasi pengambilan keputusan untuk memastikan konsistensi kebijakan di seluruh wilayah
- D. Peningkatan jumlah regulasi sebagai instrumen utama pengendalian perilaku birokrasi
43. Sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP) yang diatur dalam PP Nomor 60 Tahun 2008 bertujuan untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi, salah satunya adalah…
- A. Memaksimalkan pendapatan asli daerah melalui intensifikasi pemungutan pajak daerah
- B. Mempercepat proses pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui sistem elektronik
- C. Keandalan pelaporan keuangan, ketaatan terhadap peraturan, dan efektivitas serta efisiensi kegiatan
- D. Meningkatkan kapasitas audit internal melalui pelatihan auditor pemerintah secara berkala
44. Permasalahan tata kelola yang muncul ketika anggota DPRD yang seharusnya mengawasi eksekutif justru ikut terlibat dalam penganggaran proyek demi kepentingan pribadi dikenal sebagai…
- A. Regulatory capture, yaitu pengambilalihan fungsi regulasi oleh pihak yang diregulasi
- B. Moral hazard, yaitu perilaku berisiko karena tidak menanggung konsekuensi penuh atas tindakannya
- C. Adverse selection, yaitu pemilihan kandidat yang tidak kompeten dalam proses rekrutmen jabatan publik
- D. Konflik kepentingan, yaitu situasi di mana kepentingan pribadi atau kelompok berbenturan dengan kewajiban publik
45. Dalam tata kelola BUMN Indonesia, dewan komisaris memiliki fungsi utama sebagai…
- A. Pengambil keputusan operasional sehari-hari dalam rangka mencapai target kinerja perusahaan
- B. Pengawas terhadap kebijakan direksi dan jalannya pengurusan perusahaan serta pemberi nasihat kepada direksi
- C. Wakil pemegang saham minoritas dalam setiap rapat umum pemegang saham tahunan
- D. Penghubung antara perusahaan dengan kementerian teknis terkait dalam perumusan kebijakan sektoral
46. Konsep triple bottom line dalam tata kelola entitas publik berarti bahwa kinerja entitas harus diukur berdasarkan…
- A. Dimensi ekonomi atau finansial, sosial, dan lingkungan hidup secara bersamaan
- B. Tiga tingkatan pemerintahan, yaitu pusat, provinsi, dan kabupaten atau kota
- C. Tiga pemangku kepentingan utama, yaitu pemerintah, swasta, dan masyarakat sipil
- D. Tiga aspek anggaran, yaitu pendapatan, belanja, dan pembiayaan dalam APBN atau APBD
47. Proses audit kinerja yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap kementerian dan lembaga pemerintah merupakan penerapan nyata dari prinsip tata kelola berupa…
- A. Partisipasi, karena BPK melibatkan masyarakat dalam proses audit melalui pengaduan publik
- B. Transparansi, karena BPK mempublikasikan temuan audit kepada masyarakat luas secara terbuka
- C. Akuntabilitas eksternal, karena lembaga independen menilai apakah sumber daya publik dikelola sesuai aturan dan tujuan yang ditetapkan
- D. Responsivitas, karena BPK merespons keluhan masyarakat atas penyalahgunaan anggaran pemerintah
48. Permasalahan tata kelola yang paling sering muncul dalam program pengadaan barang dan jasa pemerintah adalah…
- A. Ketidakmampuan pemerintah dalam menyusun spesifikasi teknis yang akurat untuk produk teknologi terkini
- B. Rendahnya minat perusahaan swasta untuk berpartisipasi dalam tender pemerintah karena prosedur yang rumit
- C. Keterbatasan infrastruktur teknologi informasi untuk mendukung sistem pengadaan elektronik di daerah terpencil
- D. Praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme dalam penentuan pemenang tender yang merugikan keuangan negara
49. Keberhasilan reformasi tata kelola sektor publik dalam jangka panjang sangat bergantung pada…
- A. Besarnya bantuan teknis dari lembaga internasional seperti World Bank dan IMF kepada pemerintah
- B. Perubahan budaya organisasi dan internalisasi nilai-nilai integritas oleh seluruh aparatur negara
- C. Penerapan teknologi informasi terkini dalam seluruh proses pemerintahan dan pelayanan publik
- D. Penambahan jumlah lembaga pengawasan independen yang diberi kewenangan memeriksa kinerja pemerintah
50. Penerapan prinsip-prinsip tata kelola yang baik dalam entitas sektor publik pada akhirnya bertujuan untuk menciptakan…
- A. Pemerintahan yang bersih, efektif, dan demokratis yang mampu memberikan kesejahteraan optimal bagi seluruh warga negara
- B. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan melalui optimalisasi pengelolaan keuangan negara
- C. Peningkatan peringkat Indonesia dalam indeks kemudahan berbisnis global versi World Bank
- D. Kemandirian fiskal pemerintah daerah yang mengurangi ketergantungan pada dana transfer pusat
Latihan Tambahan dengan AI
Salin prompt di bawah ini, lalu tempelkan ke ChatGPT, Gemini, Claude, atau AI lainnya untuk mendapatkan 50 soal latihan baru dengan materi yang sama. Soal yang dihasilkan AI akan berbeda dari soal di halaman ini.