ADPU4433 — Perencanaan Kota
1. Istilah “wilayah” dalam konteks perencanaan merujuk pada suatu unit geografis yang memiliki ciri khas tertentu. Menurut konsep dasar perencanaan kota, wilayah dibedakan dari daerah berdasarkan…
- A. Luas area yang mencakup lebih dari satu provinsi
- B. Adanya keseragaman atau homogenitas dalam satu atau beberapa karakteristik tertentu
- C. Keberadaan pemerintahan yang memiliki otonomi penuh
- D. Batas administratif yang ditetapkan secara resmi oleh undang-undang
2. Konsep “kota” dalam perspektif perencanaan kota secara umum dicirikan oleh…
- A. Konsentrasi penduduk yang tinggi, kegiatan non-agraris, dan kelengkapan fasilitas pelayanan
- B. Wilayah dengan luas minimal 500 km persegi yang ditetapkan pemerintah pusat
- C. Kawasan yang memiliki pemerintahan sendiri dan batas administratif resmi
- D. Daerah yang penduduknya mayoritas bekerja di sektor industri manufaktur
3. Kawasan perkotaan memiliki karakteristik yang berbeda dari kawasan perdesaan. Salah satu indikator utama yang membedakan kawasan perkotaan dari sisi fisik adalah…
- A. Dominasi lahan pertanian dan perkebunan yang produktif
- B. Tingkat pendidikan rata-rata penduduk yang lebih rendah
- C. Kepadatan bangunan yang rendah dengan ruang terbuka hijau yang luas
- D. Kepadatan bangunan yang tinggi dengan penggunaan lahan yang beragam dan intensif
4. Dalam kajian perencanaan kota, perencanaan didefinisikan sebagai suatu proses yang bersifat rasional dan sistematis. Unsur pokok yang membedakan perencanaan dari sekadar prediksi atau perkiraan adalah…
- A. Adanya keterlibatan banyak ahli dari berbagai disiplin ilmu
- B. Penggunaan data statistik yang akurat dan terkini
- C. Adanya tujuan yang hendak dicapai dan upaya sadar untuk mewujudkannya
- D. Dukungan anggaran yang memadai dari pemerintah
5. Karakteristik kota ditinjau dari aspek sosial budaya ditandai oleh adanya heterogenitas penduduk. Kondisi ini mengakibatkan…
- A. Terciptanya kohesi sosial yang kuat antara seluruh lapisan masyarakat kota
- B. Interaksi sosial yang lebih impersonal dan melemahnya ikatan tradisional
- C. Dominasi satu kelompok etnis dalam pengelolaan pemerintahan kota
- D. Meningkatnya ketergantungan warga pada sektor pertanian subsisten
6. Ruang lingkup perencanaan kota mencakup berbagai dimensi. Dimensi yang paling fundamental dalam perencanaan kota adalah dimensi…
- A. Tata ruang, karena mengatur distribusi kegiatan dan penggunaan lahan secara spasial
- B. Keuangan, karena menyangkut alokasi anggaran pembangunan kota
- C. Sosial, karena berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat perkotaan
- D. Lingkungan, karena berkaitan dengan pengelolaan ekosistem kota
7. Sejarah perkembangan kota di dunia menunjukkan bahwa kota-kota pertama muncul di lembah sungai besar. Faktor utama yang mendorong kemunculan kota-kota awal ini adalah…
- A. Perkembangan teknologi industri yang membutuhkan tenaga kerja terpusat
- B. Dorongan eksplorasi ilmu pengetahuan dan pertukaran budaya antarbangsa
- C. Perkembangan perdagangan internasional melalui jalur laut
- D. Surplus produksi pertanian yang memungkinkan spesialisasi pekerjaan dan konsentrasi penduduk
8. Revolusi Industri pada abad ke-18 dan ke-19 memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan kota di Eropa. Dampak langsung yang paling nyata dari Revolusi Industri terhadap struktur kota adalah…
- A. Berkurangnya jumlah penduduk kota karena banyak yang kembali ke desa
- B. Peningkatan kualitas lingkungan hidup dan sanitasi perkotaan
- C. Pertumbuhan kota yang pesat namun tidak terencana sehingga menimbulkan berbagai masalah sosial dan fisik
- D. Terbentuknya kota-kota kecil yang tersebar merata di seluruh wilayah
9. Perkembangan kota dan perencanaan kota di Indonesia pada masa kolonial Belanda ditandai oleh kebijakan pembangunan yang bersifat dualistik. Ciri utama dualisme perkotaan kolonial ini adalah…
- A. Dibangunnya dua pusat pemerintahan yang setara di setiap kota besar
- B. Adanya pemisahan permukiman antara penduduk Eropa yang tertata baik dan penduduk pribumi yang padat
- C. Penerapan dua sistem hukum pertanahan yang berlaku bersamaan
- D. Pembangunan dua jenis infrastruktur yang berbeda untuk kawasan komersial dan perumahan
10. Setelah kemerdekaan Indonesia, perkembangan perencanaan kota mengalami perubahan orientasi. Orientasi utama perencanaan kota Indonesia pada era Orde Baru difokuskan pada…
- A. Pembangunan fisik dan ekonomi yang terpusat melalui rencana pembangunan lima tahun
- B. Desentralisasi penuh kepada pemerintah daerah untuk merencanakan kotanya
- C. Pemberdayaan masyarakat sebagai aktor utama dalam perencanaan partisipatif
- D. Pengembangan kawasan perbatasan dan daerah terpencil sebagai prioritas nasional
11. Urbanisasi merupakan fenomena yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan kota. Secara konseptual, urbanisasi dapat didefinisikan sebagai…
- A. Proses renovasi dan modernisasi bangunan tua di pusat kota menjadi kawasan komersial
- B. Perpindahan penduduk dari satu kota ke kota lain yang lebih besar
- C. Proses peningkatan proporsi penduduk yang tinggal di kawasan perkotaan dibandingkan total populasi
- D. Pembangunan infrastruktur perkotaan di kawasan perdesaan
12. Faktor pendorong (push factor) urbanisasi dari desa ke kota yang paling dominan di negara berkembang adalah…
- A. Ketersediaan hiburan dan fasilitas rekreasi yang lebih beragam di kota
- B. Keinginan untuk memperoleh pendidikan tinggi di perguruan negeri terkemuka
- C. Tingginya upah minimum yang diberlakukan di kawasan industri kota
- D. Sempitnya lahan pertanian, rendahnya produktivitas, dan terbatasnya lapangan kerja di desa
13. Pertumbuhan kota yang tidak terkendali menimbulkan masalah “urban sprawl”. Dampak negatif urban sprawl yang paling merugikan dari aspek lingkungan adalah…
- A. Menurunnya harga lahan di pusat kota akibat perpindahan penduduk ke pinggiran
- B. Konversi lahan pertanian produktif dan ruang terbuka hijau menjadi kawasan terbangun
- C. Berkurangnya jumlah tenaga kerja di sektor industri pusat kota
- D. Meningkatnya konflik sosial antara penduduk kota lama dan pendatang baru
14. Masalah permukiman kumuh (slum) di kota-kota berkembang merupakan manifestasi dari ketidakseimbangan pembangunan. Pendekatan yang dianggap paling tepat untuk mengatasi permukiman kumuh secara berkelanjutan adalah…
- A. Peningkatan kualitas permukiman setempat dengan melibatkan partisipasi warga (upgrading)
- B. Penggusuran dan relokasi seluruh penghuni ke kawasan baru di luar kota
- C. Pembangunan rumah susun mewah di atas lahan yang sebelumnya kumuh
- D. Penghentian migrasi masuk ke kota melalui kebijakan pembatasan kependudukan
15. Faktor perkembangan kota dalam lingkup wilayah dipengaruhi oleh berbagai kondisi. Faktor geografis yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan suatu kota adalah…
- A. Luas wilayah administrasi yang dimiliki kota tersebut
- B. Jumlah penduduk kota yang terdaftar secara resmi
- C. Lokasi dan aksesibilitas kota terhadap sumber daya dan jaringan transportasi
- D. Jumlah perguruan tinggi negeri yang terdapat di kota tersebut
16. Peranan dan fungsi kota dalam lingkup wilayah dapat dikategorikan berdasarkan aktivitas dominannya. Kota yang berfungsi sebagai pusat distribusi barang dan jasa untuk wilayah di sekitarnya disebut kota dengan fungsi…
- A. Kota industri (industrial city)
- B. Kota wisata (tourist city)
- C. Kota satelit (satellite city)
- D. Kota perdagangan atau pusat distribusi regional
17. Dalam teori tempat sentral (central place theory) yang dikemukakan Christaller, hierarki kota ditentukan oleh…
- A. Jumlah penduduk dan kepadatan bangunan di pusat kota
- B. Jangkauan pelayanan dan ambang batas minimum permintaan terhadap barang atau jasa
- C. Tingkat pendapatan per kapita dan daya beli masyarakat kota
- D. Luas wilayah administrasi dan jumlah kecamatan yang dimiliki
18. Perencanaan Pembangunan Nasional di Indonesia diselenggarakan berdasarkan suatu sistem yang diatur dalam undang-undang. Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) yang berlaku di Indonesia diatur dalam…
- A. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004
- B. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007
- C. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004
- D. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014
19. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) memiliki rentang waktu perencanaan selama…
- A. 5 tahun
- B. 10 tahun
- C. 20 tahun
- D. 25 tahun
20. Perencanaan Pembangunan Daerah merupakan bagian integral dari sistem perencanaan nasional. Dokumen perencanaan daerah yang menjadi penjabaran visi dan misi kepala daerah selama satu periode jabatan adalah…
- A. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)
- B. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)
- C. Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD)
- D. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
21. Kaitan antara Perencanaan Pembangunan Nasional, Perencanaan Pembangunan Daerah, dan Perencanaan Wilayah Perkotaan bersifat hierarkis. Implikasi dari sifat hierarkis ini dalam perencanaan kota adalah…
- A. Pemerintah kota tidak perlu membuat rencana sendiri selama ada rencana nasional
- B. Rencana kota harus mengacu dan tidak boleh bertentangan dengan rencana pembangunan yang lebih tinggi
- C. Rencana nasional harus menyesuaikan dengan kebutuhan dan rencana setiap kota
- D. Setiap tingkatan perencanaan bersifat independen tanpa keterkaitan satu sama lain
22. Unsur pembentuk struktur tata ruang kota terdiri dari pusat kegiatan, kawasan fungsional, dan jaringan jalan. Pusat kegiatan dalam konteks struktur kota berfungsi sebagai…
- A. Lokasi pemerintahan yang mengelola administrasi seluruh wilayah kota
- B. Kawasan konservasi yang dilindungi dari pembangunan fisik
- C. Titik konsentrasi kegiatan yang menarik pergerakan penduduk dan menjadi simpul pelayanan
- D. Area ruang terbuka hijau yang memisahkan kawasan perumahan dengan industri
23. Kawasan fungsional dalam struktur tata ruang kota dibedakan berdasarkan dominasi aktivitas yang berlangsung di dalamnya. Kawasan yang didominasi fungsi tempat tinggal penduduk dengan kepadatan tertentu disebut kawasan…
- A. Permukiman atau perumahan (residential zone)
- B. Perdagangan dan jasa (commercial zone)
- C. Industri (industrial zone)
- D. Ruang terbuka hijau (green open space)
24. Jaringan jalan memiliki peran strategis dalam membentuk struktur internal kota. Peran utama jaringan jalan arteri primer dalam konteks struktur kota adalah…
- A. Menghubungkan perumahan dengan fasilitas sosial di tingkat kelurahan
- B. Melayani pergerakan kendaraan berat dari pabrik ke gudang distribusi
- C. Menyediakan akses langsung ke kavling-kavling perumahan di kawasan permukiman
- D. Menghubungkan kota dengan kota-kota lain dan melayani pergerakan jarak jauh dengan kapasitas tinggi
25. Pendekatan ekologis dalam memahami struktur internal kota dikembangkan oleh sosiolog Mazhab Chicago. Konsep utama pendekatan ekologis kota adalah…
- A. Perencanaan kota harus mengutamakan kelestarian kawasan hutan kota
- B. Kota berkembang secara organis melalui proses kompetisi, dominasi, invasi, dan suksesi antarkelompok
- C. Struktur kota ditentukan oleh pola jaringan jalan yang dibangun secara terencana
- D. Fungsi kota harus disesuaikan dengan daya dukung ekosistem alamnya
26. Model struktur kota konsentris (concentric zone model) yang dikemukakan Burgess menggambarkan bahwa kota berkembang dalam zona-zona melingkar. Zona inti yang menjadi pusat seluruh kegiatan kota dalam model ini disebut…
- A. Zona transisi (zone of transition)
- B. Zona komuter (commuter zone)
- C. Pusat Bisnis Kota (Central Business District)
- D. Zona permukiman kelas pekerja (zone of workingmen’s homes)
27. Pendekatan morfologi kota mengkaji bentuk fisik kota secara menyeluruh. Elemen morfologi kota yang paling mendasar yang membentuk tampilan fisik suatu kota adalah…
- A. Pola jaringan jalan, blok lahan (kavling), dan bangunan
- B. Tingkat kepadatan penduduk dan komposisi demografis
- C. Jenis vegetasi dan kondisi topografi wilayah
- D. Sistem pemerintahan dan struktur kelembagaan kota
28. Perkembangan pendekatan perencanaan kota mengalami perubahan dari pendekatan yang bersifat fisik menuju pendekatan yang lebih komprehensif. Kelemahan utama pendekatan perencanaan fisik tradisional yang mendorong perubahan tersebut adalah…
- A. Terlalu berfokus pada keterlibatan masyarakat sehingga proses perencanaan menjadi lambat
- B. Mengabaikan aspek estetika dan keindahan visual kota
- C. Membutuhkan biaya yang sangat besar sehingga tidak efisien
- D. Mengabaikan dimensi sosial, ekonomi, dan politik yang mempengaruhi perkembangan kota
29. Perencanaan rasional komprehensif (comprehensive rational planning) merupakan salah satu pendekatan dominan dalam perencanaan kota. Asumsi dasar pendekatan ini adalah…
- A. Perencanaan harus dilakukan secara bertahap dan inkremental mengikuti perubahan situasi
- B. Masyarakat merupakan aktor utama yang harus memimpin proses perencanaan
- C. Perencana memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi masalah, menentukan tujuan, dan memilih solusi terbaik secara rasional
- D. Pasar bebas merupakan mekanisme terbaik untuk mengalokasikan ruang kota
30. Pendekatan inkremental dalam perencanaan kota dikembangkan sebagai kritik terhadap perencanaan rasional komprehensif. Inti dari pendekatan inkremental adalah…
- A. Perencanaan dilakukan dengan mempertimbangkan semua alternatif secara menyeluruh sebelum memutuskan
- B. Keputusan perencanaan diambil secara bertahap dengan perubahan kecil dari kondisi yang sudah ada
- C. Perencanaan difokuskan pada perubahan besar yang bersifat revolusioner dalam satu waktu
- D. Keputusan perencanaan sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme pasar
31. Paradigma baru dalam perencanaan kota menekankan pentingnya keberlanjutan (sustainability). Kota yang menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan harus memenuhi keseimbangan antara tiga pilar utama, yaitu…
- A. Pertumbuhan, pemerataan, dan stabilitas ekonomi
- B. Efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas pemerintahan
- C. Infrastruktur, teknologi, dan sumber daya manusia
- D. Keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup
32. Konsep “Smart City” atau kota cerdas merupakan salah satu paradigma baru dalam perencanaan kota. Ciri utama kota cerdas yang membedakannya dari kota konvensional adalah…
- A. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi layanan dan kualitas hidup warga
- B. Keberadaan lembaga penelitian dan universitas terkemuka di dalam wilayah kota
- C. Tingkat pendapatan per kapita penduduk yang jauh di atas rata-rata nasional
- D. Jumlah penduduk yang sangat besar dengan kepadatan tinggi di seluruh wilayah
33. Tinjauan umum proses perencanaan menunjukkan bahwa perencanaan merupakan siklus yang berulang. Urutan tahap yang benar dalam proses perencanaan yang rasional adalah…
- A. Implementasi, evaluasi, identifikasi masalah, perumusan tujuan, analisis alternatif
- B. Perumusan tujuan, implementasi, analisis alternatif, identifikasi masalah, evaluasi
- C. Identifikasi masalah, perumusan tujuan, analisis alternatif, penetapan rencana, implementasi, evaluasi
- D. Analisis alternatif, identifikasi masalah, penetapan rencana, evaluasi, implementasi
34. Proses perencanaan tata ruang kota di Indonesia menghasilkan dokumen rencana tata ruang. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota merupakan rencana yang mengatur pemanfaatan ruang kota selama jangka waktu…
- A. 5 tahun
- B. 20 tahun
- C. 10 tahun
- D. 25 tahun
35. Dalam proses perencanaan tata ruang kota di Indonesia, Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) merupakan dokumen yang lebih rinci dari RTRW Kota. Fungsi utama RDTR adalah sebagai…
- A. Panduan umum arah pembangunan kota dalam jangka panjang
- B. Dokumen anggaran belanja infrastruktur kota per kawasan
- C. Laporan evaluasi pelaksanaan pembangunan fisik yang telah dilakukan
- D. Acuan penerbitan izin pemanfaatan ruang dan pengendalian pembangunan di tingkat kawasan
36. Produk perencanaan tata ruang kota mencakup berbagai jenis dokumen. Dokumen yang mengatur tentang panduan desain dan tata bangunan di lingkungan perkotaan pada skala kawasan atau blok disebut…
- A. Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL)
- B. Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)
- C. Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRW Kota)
- D. Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM)
37. Tantangan pembangunan perkotaan di Indonesia semakin kompleks. Salah satu tantangan utama yang dihadapi kota-kota besar Indonesia saat ini berkaitan dengan ketimpangan spasial, yaitu…
- A. Kelebihan kapasitas infrastruktur transportasi yang tidak dimanfaatkan secara optimal
- B. Terlalu meratanya distribusi fasilitas publik di seluruh wilayah kota
- C. Terkonsentrasinya pembangunan di kawasan tertentu sementara kawasan lain terpinggirkan
- D. Kelebihan pasokan perumahan formal yang tidak terserap oleh masyarakat berpenghasilan rendah
38. Kebijakan pembangunan perkotaan nasional di Indonesia diarahkan untuk mewujudkan kota yang layak huni. Konsep “kota layak huni” (livable city) mencakup dimensi utama berupa…
- A. Ketersediaan pusat perbelanjaan modern dan hiburan bertaraf internasional
- B. Dominasi sektor jasa keuangan dan bisnis properti dalam perekonomian kota
- C. Jumlah gedung bertingkat tinggi dan infrastruktur teknologi yang canggih
- D. Ketersediaan perumahan terjangkau, lingkungan yang aman, fasilitas publik yang memadai, dan aksesibilitas yang baik
39. Masalah kemacetan lalu lintas di perkotaan Indonesia merupakan permasalahan yang kronis. Pendekatan perencanaan yang dianggap paling efektif untuk mengurangi kemacetan secara berkelanjutan adalah…
- A. Penambahan kapasitas jalan secara terus-menerus melalui pelebaran dan pembangunan jalan baru
- B. Integrasi tata guna lahan dengan sistem transportasi publik yang andal dan terjangkau
- C. Pembatasan jumlah kepemilikan kendaraan bermotor pribadi melalui pajak tinggi
- D. Pemindahan seluruh pusat kegiatan ekonomi ke kawasan pinggiran kota
40. Dalam konteks perencanaan kota, ketika sebuah kota mengalami stagnasi ekonomi dan penurunan jumlah penduduk secara signifikan, fenomena ini disebut sebagai…
- A. Penyusutan kota (urban shrinkage)
- B. Suburbanisasi (suburbanization)
- C. Kontraurbansasi (counter-urbanization)
- D. Gentrifikasi (gentrification)
41. Sebuah kota sedang menyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Dalam proses penyusunannya, pemerintah kota wajib melakukan konsultasi publik. Tujuan utama konsultasi publik dalam proses perencanaan tata ruang adalah…
- A. Memenuhi syarat administratif agar dokumen rencana dapat disahkan oleh DPRD
- B. Mendapatkan dukungan politik dari tokoh masyarakat setempat
- C. Mengakomodasi aspirasi, kebutuhan, dan pengetahuan lokal masyarakat dalam dokumen rencana
- D. Mensosialisasikan rencana yang telah ditetapkan pemerintah kepada warga
42. Pemerintah Kota X berencana membangun jalan lingkar luar yang akan melewati lahan pertanian produktif milik warga. Dalam perspektif perencanaan kota yang berkelanjutan, pertimbangan utama yang harus dilakukan adalah…
- A. Mempercepat pembebasan lahan agar proyek dapat diselesaikan sesuai target waktu
- B. Mengutamakan kepentingan investasi swasta yang akan masuk akibat pembangunan jalan
- C. Membangun jalan di atas lahan pertanian karena nilai ekonomi infrastruktur lebih tinggi
- D. Mengkaji dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi serta mencari alternatif jalur yang meminimalkan konversi lahan produktif
43. Suatu kawasan perkotaan mengalami gentrifikasi. Dampak sosial negatif yang paling umum terjadi akibat proses gentrifikasi adalah…
- A. Menurunnya kualitas bangunan dan infrastruktur di kawasan tersebut
- B. Penggusuran atau perpindahan paksa warga berpenghasilan rendah akibat kenaikan harga lahan dan sewa
- C. Bertambahnya jumlah permukiman kumuh di pusat kota akibat masuknya penduduk baru
- D. Menurunnya investasi sektor swasta di kawasan yang mengalami gentrifikasi
44. Seorang perencana kota diminta menganalisis kesesuaian antara kondisi eksisting kota dengan rencana tata ruang yang telah ditetapkan. Metode yang paling tepat digunakan untuk analisis kesesuaian tata ruang adalah…
- A. Overlay peta penggunaan lahan eksisting dengan peta rencana pola ruang menggunakan sistem informasi geografis
- B. Wawancara mendalam dengan seluruh kepala keluarga yang tinggal di kawasan yang diteliti
- C. Analisis regresi untuk memprediksi pertumbuhan penduduk dalam 10 tahun ke depan
- D. Studi banding ke kota-kota lain yang memiliki RTRW serupa
45. Pemerintah daerah Kota Y menghadapi situasi di mana RTRW Kota yang berlaku sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan kota yang sangat pesat. Langkah yang dapat ditempuh pemerintah kota adalah…
- A. Menunggu hingga masa berlaku RTRW habis sebelum dapat melakukan perubahan apapun
- B. Langsung mengubah peruntukan lahan tanpa revisi dokumen RTRW
- C. Melakukan peninjauan kembali RTRW yang dapat dilakukan setiap 5 tahun sekali
- D. Menyerahkan kewenangan revisi RTRW sepenuhnya kepada pemerintah provinsi
46. Dalam menganalisis permasalahan perencanaan kota, seorang perencana menemukan bahwa pertumbuhan penduduk di Kota Z jauh melampaui kapasitas infrastruktur yang tersedia. Kondisi ini dalam terminologi perencanaan disebut sebagai…
- A. Defisit anggaran infrastruktur (infrastructure budget deficit)
- B. Kepadatan penduduk yang optimal (optimal population density)
- C. Pertumbuhan terencana (planned growth)
- D. Kesenjangan antara kebutuhan dan kapasitas pelayanan atau infrastructure gap
47. Permasalahan banjir di kawasan perkotaan Indonesia tidak hanya disebabkan oleh curah hujan tinggi, tetapi juga berkaitan erat dengan permasalahan perencanaan kota. Permasalahan perencanaan yang paling berkontribusi terhadap meningkatnya risiko banjir perkotaan adalah…
- A. Kegagalan dalam membangun tembok penahan banjir yang cukup tinggi
- B. Alih fungsi lahan resapan air dan bantaran sungai menjadi kawasan terbangun
- C. Jumlah pompa air yang tidak memadai di kawasan rawan banjir
- D. Ketidakmampuan pemerintah kota dalam memprediksi curah hujan tahunan
48. Dalam membandingkan dua model struktur kota, model sektoral (sector model) yang dikemukakan Hoyt berbeda dari model konsentris Burgess karena model sektoral menekankan bahwa perkembangan kota…
- A. Terjadi mengikuti jalur transportasi utama sehingga membentuk pola seperti kipas atau sektor dari pusat kota
- B. Berpusat di beberapa titik kegiatan yang tersebar di seluruh wilayah kota secara merata
- C. Sepenuhnya ditentukan oleh kebijakan pemerintah dalam menetapkan zonasi kota
- D. Terjadi secara melingkar dari pusat kota ke arah luar secara simetris
49. Model multi-pusat (multiple nuclei model) yang dikembangkan Harris dan Ullman berbeda dari model konsentris maupun sektoral dalam menjelaskan struktur kota. Asumsi mendasar model multi-pusat adalah…
- A. Seluruh kegiatan kota terpusat di satu inti tunggal yang sangat dominan
- B. Kota modern tidak lagi memiliki hierarki pusat kegiatan yang jelas
- C. Kota memiliki beberapa inti atau pusat kegiatan yang masing-masing memiliki fungsi spesifik
- D. Letak geografis kota tidak berpengaruh terhadap pembentukan pusat-pusat kegiatan
50. Evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan perencanaan kota di Indonesia menunjukkan adanya kesenjangan antara rencana dan implementasi. Faktor kelembagaan yang paling sering menyebabkan kesenjangan tersebut adalah…
- A. Terlalu banyaknya jumlah perencana yang bekerja di lingkungan pemerintah daerah
- B. Standar teknis perencanaan yang terlalu tinggi sehingga sulit diterapkan
- C. Kurangnya partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan di tahap awal
- D. Lemahnya koordinasi antarlembaga, terbatasnya kapasitas SDM, dan kurangnya penegakan hukum tata ruang
Latihan Tambahan dengan AI
Salin prompt di bawah ini, lalu tempelkan ke ChatGPT, Gemini, Claude, atau AI lainnya untuk mendapatkan 50 soal latihan baru dengan materi yang sama. Soal yang dihasilkan AI akan berbeda dari soal di halaman ini.